
pria tua itu mengeraskan rahangnya kala mendengar kabar dari ajudannya . tidak habis pikir dengan semua yang terjadi .! memangnya separah apa keadaan cucu perempuannya ? hingga dengan sangat tak berperasaan mansion kenward di bakar , aset nya di bekukan .! kedua putra nya menghilang bak di telan bumi .!
pak tua itu tidak bodoh , kedua putra kenward sudah pasti berada di tangan Miller , pikirannya berkecamuk , tadi pagi ajudannya mengabarkan keadaan kenward jauh dari kata baik baik saja , logikanya ingin mengulurkan tangan sebagai pertolongan , tapi hatinya membrontak .
'silahkan tolong kenward, jangan pernah harap tuanmu bisa bertemu dengan cucu perempuannya bahkan dalam mimpipun'
ucapan itu terus terngiang di benak pak tua itu, dia seorang mafia .! kekejamannya tidak di ragukan ? wilayah ya di negara ini hampir miliknya .! lantas mengapa nyalinya menciut dengan ucapan seorang Damian Miller .
menghela napas pak tua itu masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu nya , berkatapun harus apa ? dia tidak memilki tenaga sedikitpun untuk berdebat.!
pak tua dan klannya sungguh sangat mampu jika ingin menyatakan perang pada klan Miller tapi entahlah, batinnya merasa ganjal dengan semua yang akan dia perbuat dan putuskan .
***
Damian menatap gadis yang terbaring itu, dia masih setia pada tidurnya, Damian pun tidak beranjak barang sedikitpun dari kamar itu, bahkan semua pekerjaan Damian bawa ke sana .
mengabari orangtua dan keluarga Hernandez hanya akan memperkeruh suasana, beberapa panggilan dari orang tua dan keluarga Hernandez Damian alihkan pada Marco , biar Marco yang mencari alasan , Damian tidak ingin repot , dia hanya ingin pokus pada istri kecilnya yang tertidur .
untuk Dave dan Delon mereka sudah pulang, kembali ke mansion Damian , sebenarnya mereka memiliki rumah tapi entahlah , rumah yang mereka anggap hanya kediaman Damian .
Laura pun sudah sadar dan hanya menunggu luka lukanya kering baru bisa pulang . !
.
.
.
.
Damian duduk di atas ranjang Bella , mengelus pipi yang semakin tirus itu , menggenggam tangan yang bebas dari selang infus , tangannya teramat dingin entah mengapa .?
di kecupnya berulang kali tangan itu , lalu di simpan pada pipi Damian dan dia tangkup .
"Ara, apa disana lebih menyenangkan ? sehingga kau tidak mau bangun .?"
"aku menunggumu sayang .!"
"kenapa kau tidak bangun juga ? apa kau belum puas menghukumku , HM?" suara Damian berubah serak dan sedikit bergetar .
__ADS_1
Damian benar benar terpukul dengan ini semua , ini sudah hari ke5 Bella tidur .
dokter sering mengatakan bahwa semuanya baik baik saja tapi mengapa Bella belum bangun ?
apakah di sana lebih menyenangkan seperti yang Damian ucapkan tadi .? entahlah . mungkin saja iya .
pintu kamar di buka , memperlihatkan Marco di sana yang menunduk .
tanpa berbalik untuk melihat Damian berucap ."bicara lah .??"
Marco berdehem pelan lalu maju dan menutup pintu guna mendekat pada sang tuan . "tuan, tuan Victor dan Frank ada di luar ."
Damian mengangguk "persilahkan masuk." ucapnya dingin . Damian mengecup tangan Bella lalu pipinya dan duduk di sofa yang menghadap ke arah ranjang Bella .
Victor dan Frank masuk , Victor terpaku dengan pemandangan di di ranjang itu, begitupun dengan Frank .
setelah menyerang Damian dulu, Victor yang sudah menceritakan bahwa dia mengenal Bella , dan Frank sangat menyesali itu , setelah itu Frank meminta maaf secara terbuka pada Damian , dengan sukarela dan menurunkan egonya .
"duduklah." suara Damian mengintrupsi .
mereka tersadar lalu duduk di sofa yang membelakangi ranjang Bella .
"jadi .?" sudah Damian katakan Damian tidak suka bertele tele dan berbasa basi .
Frank diam , dia tidak tahu harus bagaimana dia terlalu malu walau itu sudah lama tapi tetap saja .
Damian mengangguk dan mengambil flashdisk itu lalu mencolokannya pada laptop nya dan melihat nya .
setelah melihat beberapa nama dan beberapa klan mafia yang mengincar istrinya sedari dalam kandungan Damian menghela napas .
"mereka semua, mencari kotak bludru dan tas yang di bawa istri anda sewaktu kecil ." jelas Victor .
"dimana benda itu .?" tanya Damian dingin .
"dulu, saat saya menyelematkan nya saya tidak melihat istri anda membawa benda itu, dan itu sedikit mematahkan semangat mereka karna mereka salah menculik anak, tapi .----" Victor menggantung ucapannya dan melihat ke arah Bella .
"setelah kakeknya mengumumkan kebenaran cucunya yang menghilang 17tahun dan sudah menikah dengan salah satu klan yang Hiatus, mereka gencar Kembali mencari ." helaan napas Lolos dari Damian .
"tapi, istriku tak membawa benda dan tas yang kau sebutkan ." Damian berucap lesu .
__ADS_1
"mungkin saja Hernandez tidak memberitahu istri anda , bukankah istri anda tidak tahu dia bukan seorang Hernandez ." itu Frank dan perkataan Frank sukses membuat Damian tertegun .
benar , mungkin itu ada pada Hernandez dan bella tidak tahu tentang itu .!
"maaf tuan menyela, saya rasa barang itu sudah berada di klan pak tua itu ." Marco berkata dengan sedikit menunduk .
mereka serempak mengalihkan pandangan mereka pada Marco yang berdiri di samping Damian .
"darimana kau memilki jawaban itu .?" tanya Victor yang tidak yakin sebenarnya .
Damian menoleh pada Damian dan Damian mengangguk lalu Marco berdehem .
"saat itu, mata mata kami mengatakan bahwa pak tua itu berangkat menuju mansion Hernandez dan pulang dengan keadaan murung , pak tua itu mengunci dirinya sendiri di kamar milik ya selama beberapa hari entah kenapa , dan setelah itu tidak ada yang boleh memasuki kamar miliknya tidak terkecuali , bukankah itu mencurigakan ." jelas Marco .
Victor dan Frank mengangguk anggukan kepalanya , benar itu mencurigakan mengingat tempramental pak tua itu sama dengan Damian dan seluruh ketua klan yang memilki kesabaran sebatas tissue di bagi dua , tidak mungkin juga Hernandez mampu melawan klan itu .
***
"di-dia kakaku ." ucap Nesta bergetar dan membelai foto perempuan berwajah cantik tanpa ekpresi .
jonathan mengangguk , iya jonathan memberi tahu Nesta siapa kakanya yang ia cari , dan ekpetasinya benar , Nesta terkejut .
beberapa kali perempuan itu sempat menolongnya , tapi selalu pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun .
"dia sangat dekat tapi kenapa aku tidak tahu ." ujar Nesta dengan air mata yang mengalir .
Jonathan iba, dia membawa Nesta ke dekapannya , entahlah Jonathan merasa Nesta harus memiliki perlindungan, dan hatinya sedikit merasa sesak saat melihat Nesta kesulitan , tapi dia tetap mencintai arabella ya tetap, perasaanya pada Nesta hanya sebatas rasa bersalah dan kasihan , Jonathan meyakini itu .
"Jo, ayo kita harus menemui dia ." ucap Nesta
Jonathan menggelang, dia menepuk punggung nesta .
"tidak sekarang ," kakakmu tidak terdeteksi sejak 6hari lalu nes' tambah jonathan dalam hati .
"kenapa .? apa dia tidak ingin bertemu dengan ku?" tanya Nesta menggebu .jonathan lagi lagi menggelang dan mengusap rambut Nesta .
"jika sudah saatnya tiba , dia akan menemui mu , kau sekarang hanya perlu bersabar"
Nesta mengerenyit tapi dia mengangguk .
__ADS_1
"siapa nama dia Jo .?"
"namanya ----"