
seorang wanita berlari dari kejaran beberapa orang berbaju hitam , dia berlari secepat yang ia mampu , tidak ia tidak boleh berhenti sekarang , jika ia berhenti bisa saja mereka menangkapnya , sesekali terdengar suara teriakan mereka yang meminta nya berhenti .
napasnya tersengal , kakinya sudah lemas tak bisa berlari lebih cepat lagi, dia melihat sebuah Gang sempit tidak ada pilihan lain selain berlari kesana dan bersembunyi di mana pun itu, melihat tong sampah besar wanita itu berniat melompat , sebelum itu terjadi satu tangan menariknya sehingga wanita itu terseret ke dalam satu pintu dan mulutnya di bekap oleh orang yang menarik ya .
orang yang mengejarnya terdengar mencari di gang itu, untuk beberapa saat masih terdengar dan setelah ya kembali sunyi , wanita itu menatap orang yang membekap mulutnya dengan intens tanpa perlawanan sama sekali , orang itu tersenyum miring lalu melangkah pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, wanita itu luruh ke lantai kotor itu , badannya bergetar dia ketakutan sekarang , dia menangis di balik pintu itu .
tak lama , dirinya menutup mata , sebelum kesadarannya benar benar hilang , dia melihat ada bayangan hitam menghampirinya dan gelap .
.
.
.
.
.
wanita itu mengerjapkan matanya perlahan, kepalanya berdenyut sakit dan dia mengedarkan pandangannya , tempat ini tidak asing, ini apartemennya, tapi bagaimana bisa , seingatnya tadi ia di kejar dan di bekap oleh seseorang lalu pingsan, pertanyaan nya , siapa yang membawanya pulang ?
dia mengangkat kakinya untuk turun dari ranjang, sampai pandangannya tak sengaja melirik note di segelas air putih dan botol obat . dengan tulisan yang membuatnya tidak mengerti .
'istirahatlah, aku baik baik saja. jangan memaksakan dirimu , setelah waktunya tiba kita akan bertemu dan bersama'
begitu isi note tersebut . apa dia Kaka yang selama ini ia cari ? atau siapa .?
hingga saat dia tengah asik melamun , ponselnya bergetar ada satu pesan masuk dan dari nomor yang dia tidak ketahui .
+441xxxxx :
Nesta , how are you ? aku akan ke negaramu besok semoga kita bertemu, ada sesuatu yang harus aku sampaikan .
begitu isi pesan tersebut,iya wanita itu Nesta eliesh , wanita yang pernah Jonathan tiduri berdalih melihat arabella nya , Nesta wanita yang tengah mencari kakanya di negara yang sama dengan arabella .
Nesta tidak membalasnya dia hanya membaca lalu menyimpan kembali ponselnya , pikirannya masih tertuju pada note itu . siapa sebenarnya orang yang membawanya pulang , dan menuliskan note itu, jika itu Kaka ya yang selama ini ia cari, kenapa kakanya tidak menunggunya .! banyak pertanyaan di benaknya, hingga ia menjadi pusing dan memilih untuk kembali tidur .
***
seseorang dengan balutan hitam masuk ke salah satu ruangan di gedung pencakar langit itu, di sana seorang pria duduk di kursi kebesarannya dan di sampingnya seorang pria berdiri tegap .
"Tuan ." sapanya dengan membungkuk .
pria yang di panggil tuan itu hanya berdehem dan mengangguk saja .
"saya sudah menemuinya dan semuanya sesuai rencana ." ucapnya .
"baguslah, persiapkan dirimu ." ujar sang tuan sebelum tangannya melambai dan dia berlalu dari sana .
dia yang berdiri di samping tuanya bertanya "tuan, apa dia akan baik baik saja .?"
__ADS_1
kekehan kecil terdengar dari bibir sang tuan "ku kira kau mengenalnya, ternyata tidak ." ucapnya lalu berdiri dan pergi dari sana , di ekori oleh dia yang setia berdiri di sampingnya .
***
arabella menggeliat, dia tertidur lama sekali hingga melewatkan kelas keduanya , saat hendak turun dari ranjang, perutnya terasa sakit dan kepalanya berdenyut .
"asssh, " ringisnya ,lalu mencoba menarik napas guna menenangkan diri sebentar , setelah beberapa menit perutnya sudah lebih baik dan kepalanya hanya sedikit berdenyut, lalu dia keluar .
saat di undakan tangga dia melihat Laura yang baru datang dari arah pintu masuk sepertinya, terlihat dari gesturenya yang mempukpuk bajunya.
"darimana kau?" tanya bella dingin, Laura mengerjap karna suara itu, lalu membungkuk .
dengan tenang dia menjawab "saya baru selesai dari taman belakang." jawabnya , Bella hanya mengangguk lalu kembali berjalan.
"nyonya , saya permisi membersihkan diri lebih dulu " ucap Laura sebelum pergi .
"huum" jawab Bella seadanya . dia duduk di pantry itu dengan meletakan kepalanya di mejanya . seorang pelayan datang .
"nyonya ada yang ingin anda makan .?" tanya pelayan itu .
"aku, ingin makan yang berkuah dan hangat." ujar Bella .
"ah tidak aku ingin makan kepiting dan udang .!" ganti Bella , pelayan itu terdiam , bagaimana nyonya nya ingin makan itu sedangkan sang nyonya alergi hewan laut .
"nyonya, maafkan saya. bukankah nyonya alergi terhadap makanan itu ." pelayan itu berbicara dengan hati-hati.
"ah, iya kau benar ." decak Bella lalu memejamkan matanya sebentar kepalanya kembali berdenyut sakit .
"huum" bella hanya berdehem pelayan .
Laura datang dengan pakaian baru dan wajah yang fresh , tak lama Delon dan Dave datang bersama .
"ada apa.?" tanya Laura , saat dirinya sampai dan di barengi Delon dan Dave .
saat mendengar suara Laura , Bella membuka mata sebentar lalu dia bersuara "Laura, Damian kapan pulang ." mereka saling pandang dengan pertanyaan Bella .
"sebentar lagi nyonya, sebaiknya anda makan terlebih dulu." ujar Laura .
"huum, aku sedang malas sekarang ." balas Bella .
Delon menatap pelayan itu "siapkan makanan untuk nyonya ." pelayan itu mengangguk dan pergi .
"apa kau sakit Bella .?" tanya Dave .
"diamlah, aku tidak ingin mendengar suara mu ." ketus Bella , Dave melotot karna jawaban Bella , sedangkan Laura dan delon mengulum bibirnya menahan tawa .
"heii, aku baru saja bertanya , Laura saja yang berbicara sedari tadi tidak apa apa. ." protes Dave .Bella menegakan tubuhnya lalu menatap Dave galak
"berisik ." ketusnya, Laura mengelus tangan Bella , lalu membawanya ke meja makan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"ck, aku salah apa .?" keluh Dave , Delon hanya mengedigkan bahunya lalu merangkul Dave untuk bergabung bersama Bella dan Laura .
***
Damian tidak dapat menahan perasaan harunya saat Delon mengirim kan pesan bahwa istrinya menanyakan kapan ia akan pulang .
"Marco, hari ini aku akan pulang lebih awal , hadiri meeting ." ujar Damian .
"baik tuan ." balas Marco, rasanya Marco ingin mengumpati tuannya ini, tadi pagi dia yang meminta untuk di sibukan dengan berbagai meeting , tapi lihat sekarang , bahkan dia meminta pulang lebih awal, ck, Damian tetaplah Damian , si bucin akut dan posesive ah jangan lupakan obsesinya itu. .
Damian mendapat satu pesan masuk saat dirinya tengah di sibukan dengan berbagai berkas di mejanya . rahangnya mengetat melihat pesan itu, yang Damian tahu persis siapa pengirimnya .
Marco melihat itu mengerti dia membatalkan semua meeting dan terburu buru , membawa berkas untuk di serahkan pada sekertaris Damian yang satunya .
Damian berjalan tergesa menuju mobil di ikuti Marco , di dalam mobil yang tengah melaju kencang Damian, menelpon Delon .
"Diamana istriku .?" tanya Damian sarat akan kekhawatiran dan emosi.
"dia tengah melukis bersama Dave dan Laura ." jawab Delon santai .
"periksa mereka Delon, DIA kembali ." ujar Damian menekankan kata dia pada orang di sebrangnya .dengan berlari Delon menuju tempat lukis Bella .
"bersiap, jaga semua gerbang jangan sampai lengah ." teriak Delon menggelegar semua pengawal bersiap .
Delon berlari kencang dan .
brakkk.
Delon menendang pintu itu, dia terbebelak .
sial.!
umpat Delon lalu menelpon Damian..
***
Marco melajukan mobilnya selayakanya orang g'la teriakan di jalan tidak ia hiraukan ,.
"Marco lebih cepat." teriak Damian pada Marco, Marco benar benar frustasi sekarang .
ponsel Damian berdering, Damian segera mengangkat .
"katakan ."
"......"
sial.!
Damian membanting telpon nya, dia mengumpat segala nama hewan di kebun binatang dia ucapkan membuat Marco benar benar frustasi sekarang .
__ADS_1
mobilnya telah masuk ke pelataran mansion , di sana terlihat baik baik saja, Damian bergegas ke arah ruang cctv . di sana Delon sudah ada dengan wajah tegang .