
matahari telah naik di atas permukaan bumi, beberapa orang telah beraktivitas seperti biasa , tapi tidak dengan seorang gadis yang baru saja memejamkan matanya sekitar 2jam lalu, dia baru pulang dan tertidur dalam keadaan sedikit buruk , di luar para pelayan menggedor pintu kamarnya namun tak kunjung di buka dan di sahuti , para pelayan mendesah kesal ingin rasanya mereka mendobrak pintu itu tapi mereka masih sayang dengan pekerjaan ini, jadi mereka hanya bisa terus mengetuk dengan sedikit keras .
tak lama pria paruhbaya dengan tuxedo navy menghampiri mereka yang tengah putus asa .
"dia belum bangun .?" tanya nya
"belum tuan, kami sudah 1jam disini." adu salah satu dari mereka .
"ambilkan kunci cadangannya ." ujarnya , pelayan itu hanya menunduk membuat sang tuan menatap jengkel .
"kenapa .?" tanyanya dengan suara sedikit naik .
"maaf tuan, nona membawa semua kunci juga balkonnya pun di kunci ." adu pelayan lagi ,paruhbaya itu menghela napas gusar .
"panggil beberapa pengawal untuk mendobrak pintu ini ." bentak paruhbaya itu . setelah setengah jam menunggu penghuni kamar keluar namun tak kunjung keluar juga . tak lama pintu di buka dari dalam menampilkan gadis cantik bergaun navy dengan rambut di Curly dan make up tipis , sungguh cantik sekali .
"emm, maaf lama, ayok ." ujarnya santai lalu melewati paruh baya itu .
***
mereka telah sampai di gereja itu arabella menggandeng tangan sang ayah menuju altar pernikahan yang di sana sudah ada seorang pria berbadan kekar menggunakan tuxedo hitam di balut kemeja navy , tampan itu lah kata pertama yang arabella sematkan dalam hati . ayah arabella menyerahkan putrinya dengan mata berkaca kaca pada pria itu , dan pria itu menerima dengan senyuman yang terukir .
pemberkatan pun di mulai , mereka yang menyaksikan terharu dan beberapa orang menangis , tapi tidak dengan arabella yang cuek setelah pertukaran cincin , pria itu hendak mencium arabella tapi tangan arabella lebih dulu menempel di tengah tengah bibir mereka, pria itu menaikan sebelah alisnya, dan setelahnya menggelengkan kepala nya .
acara berlanjut pada resepsi , mewah dan menakjubkan itu yang ada di pikiran setiap orang yang hadir di acara tersebut .
arabella yang tengah memakai gaun berwarna pastel sungguh menakjubkan rambut di Cepol dengan bagian depan acak acakan manja , membuat arabella begitu terlihat mempesona dan luar biasa.
"kau sangat mempesona sayang ." ujar ibu dari suaminya itu arabella hanya tersenyum simpul .
"Damian sangat beruntung menikah dengan mu " tambahnya .
arabella hanya menampilkan senyuman di sepanjang acara , tidak berniat mengobrol atau menyadap siapapun , begitu pun dengan Damian dia hanya menggandeng tangan Angela dengan diam, sungguh pasangan aneh .
***
"heii kita tidak menginap di hotel ini .?" tanya arabella saat Damian menggandengnya sembari berjalan keluar hotel dia tidak menanggapi pertanyaan arabella .
"ck, apa rahang dia sakit." gumam arabella masih bisa di dengar oleh Damian tapi Damian abai .
Damian memasukan arabella ke dalam mobil lalu melesat pergi arabella hanya patuh dan mengeluarkan ponselnya , bermain ponsel sebentar sampai rasa kantuk datang pada arabella , dan tertidur di mobil Damian yang sedari tadi menatap Bella menggelengkan kepalanya "dasar bocah." lalu mengambil ponsel Angela yang telah terjatuh pada pangkuan Angela dan memangku Angela .
"tuan, jet sudah siap ." ujar Marco setelah mendapat telpon dari sebrang
"langsung berangkat ." titah Damian .
Damian akan membawa Bella ke negara A sebenarnya dia tinggal di sana, bekerja di sana bahkan memiliki kelompok mafia di sana , tidak ada yang tahu selain orangtuanya .
mobil telah Sampai di landasan udara , Damian menggendong Bella memasuki jet pribadi miliknya , dia tidak berniat membangunkan Bella karna tahu tidurnya tidak bagus, Bella pun seperti nyaman dalam pangkuan Damian .
***
Damian bangun sekitar pukul 7 pagi hari dia menoleh ke samping mendapati gadis kecil yang ia nikahi kemarin masih dalam keadaan terlelap dan pulas , membenarkan selimutnya dan berjalan memasuki kamar mandi lalu berpakaian rapih, menoleh ke arah ranjang mendapati gadis itu tidak terusik sama sekali , Damian bergegas keluar dan berjalan menuju meja makan, melirik seorang wanita yang tengah duduk di sampingnya .
"kemana gadis kecil itu .?" tanya wanita itu sarkas.
"masih tidur ." jawab Damian singkat lalu menyantap sarapannya .
__ADS_1
"ck, pemalas ." dengus wanita itu Damian abai melanjutkan makan nya tanpa peduli pada wanita itu .
saat Damian minum untuk menyelesaikan sarapannya kepala pelayan melewatinya membungkuk ke arah lift .
"kau mau kemana.?" tanya Damian datar .
"saya ingin mengecek nyonya tuan ." ujar kepala pelayan itu .
"tidak usah, jangan mengganggunya, biarkan dia istirahat ." ujar Damian kepala pelayan itu mengangguk dan pergi dari sana .
saat Damian akan meninggalkan ruang makan wanita yang sedari tadi melihat apa yang Damian lakukan bersuara .
"Damian apa aku boleh menemui istrimu .?" tanyanya hati hati .
"tidak, jangan ada yang mendekatinya siapapun itu kecuali aku yang minta, ku harap kalian paham ." tegas Damian membuat mereka mengangguk wanita itu mendesah kesal tapi tidak berani memprotes .
waktu sudah menunjukan pukul 2siang tapi arabella belum bangun , Damian sudah makan siang bahkan dia sudah kembali dari markasnya.
Damian memasuki kamar lalu melirik gulungan selimut , menggelengkan kepala lalu membuka tirai jendela tapi arabella tidak terusik sama sekali dia bahkan membenarkan posisi tidurnya lebih nyaman lagi .
Damian duduk di sisi ranjang lalu menepuk tangan arabella pelan, tanpa bersuara tepukan itu beberapa kali Damian lakukan . hingga pada akhirnya arabella bangun , dia mengucek matanya menyesuaikan penglihatannya dan yang ia temui pertama kali wajah dingin Damian dia terkejut lalu mundur hingga kepalanya membentur kepala ranjang .
menyingkap selimut , melihat bajunya sudah berganti arabella melotot pada Damian lalu menunjuknya. "kau, apa yang kau lakukan pada ku .?" pekik Bella .
"dimana aku ." tambahnya Damian hanya menaikan sebelah alisnya lalu berdiri membuka jaznya dan duduk di sofa .
"bangun dan makan ." ujar Damian dingin Bella tersentak dengan suara itu dia menenangkan dirinya lalu bergegas ke kamar mandi , sebelum itu dia melirik seprei berwarna putih itu lalu berlari kecil ke arah kamar mandi .
Damian hanya tersenyum samar melihat itu, Bella mengunci pintu kamar mandi dan memandang dirinya di cermin .
"ck, gue kebablasan lagi ." gumamnya
"bodo ah , gue mau berendam ." gerutu Bella lalu masuk ke dalam bathup yang telah di isi air oleh ya .
Damian menekan interkom tak lama beberapa hidangan di antar dan tersusun rapih di meja yang berada di kamar itu , oh iya kamar Damian luas bahkan ranjangnya pun besar .
Bella keluar setelah 30menit di kamar mandi , dia memakai kimono lalu masuk ke walk in closet dan membuka lemarinya dia tercengang isi di sana gaun semua Bella mendengkus dia tidak suka gaun, Bella masuk ke walk in closet Damian mengambil kaos hitam Damian dan memakainya , Bella yang memakai itu seperti memakai gaun malam karna menjuntai sebatas pahanya .
"ck, ini lebih baik dari pada gue pake baju itu ." gerutu Bella lalu keluar dari walk in closet Damian melirik dan mengerenyit. Bella yang mengerti dia membuat pembelaan .
"aku pinjam baju mu, semua bajuku gaun aku tidak suka ." lalu duduk di sisi ranjang Damian berdiri dan duduk di sofa yang menghadap ke meja yang telah di taburi beberapa hidangan .
"makan , kau belum makan dari semalam ." ujar Damian karna Bella pun lapar jadi dia beranjak dan makan di saksikan Damian .
***
"bagaimana .?"
"semua siap tuan, 1minggu lagi kelas online sudah di buka, nyonya bisa langsung mengikuti kelas ." Damian mengangguk tanda paham .
"pindahkan Laura ke mansion, besok pagi aku ingin dia ada di sini ."
Laura adalah salah satu orang Damian yang terlatih , wanita keturunan blasteran dia bekerja pada damian selama 7tahun .
"baik tuan ."
"kau boleh pergi ." ujar Damian .
__ADS_1
***
Bella tengah berjalan mengelilingi mansion mewah Damian dia berkali kali terpukau dengan bangunan ini, ada paviliun di belakang mansion itu dan ada bangunan memanjang di sana entahlah itu apa Bella tidak tahu , dia terus berjalan sendirian menuju belakang dia terpukau lagi dan lagi ada taman di sana dan ada pohon besar di sana .
"hei, apa aku boleh ke sana .?" tanya Bella pada pengawal yang ada di sana ya Bella melihat ada sebuah rumah kecil di tengah taman dia penasaran .
"maaf nyonya , tuan tidak mengijinkan ." Bella mendengus
"ck, tuanmu menyebalkan ." gerutu Bella lalu pergi dari sana .
Bella memasuki mansion itu lewat pintu depan , di sana ada beberapa pelayan yang tengah membersihkan bercak merah , Bella mengerenyit lalu mendekat .
"heii, apa itu darah .?" mereka menoleh mata mereka membulat saat melihat Bella .
"nyonya ." tegur mereka
"aku bertanya itu darah ? apa ada yang kecelakaan kerja disini .?" tanya Angela lagi dia sangat penasaran .
Bella berniat mendekat lagi tapi tarikan lembut di tanahnya membuatnya menoleh dan mendapati wajah dingin Damian yang tengah menatapnya .
"apa .?" tanya Bella
"nyonya tuan ingin bicara dengan anda di ruang kerja ." ujar Marco, Bella menatap malas Damian "sebentar aku ingin tahu itu darah apa .?"
"itu darah tikus nyonya ." ujar Marco
"apa .?" pekik bella spontan melompat dan memeluk Damian , dia sudah seperti anak monyet yang bergelantung pada induknya.
"kenapa di mansion ini ada tikus .? astaga itu menjijikan sekali ." gerutu Bella lalu turun dari gendongan damian dan berlari kecil menyeret tangan damian .
"ayok, " ujar Bella Damian hanya mengikuti Bella dengan pasrah .
"cepat bersihkan, jangan ada yang membuka mulut atas insiden tadi .!" perintah Marco pada para pelayan .
Marco bergegas pergi menuju ruang kerja Damian .
wanita yang menjadi penyebab insiden tadi mengepalkan tangannya melihat perlakuan Marco dan Damian kepada Bella .
***
"hei apa kau punya kelainan rahang .?" kesal Bella karna sedari tadi dia bertanya pada Damian tapi Marco yang menjawab .
"tidak." balas Damian singkat
"ck, selain dingin kau juga menyebalkan ." keluh Bella Damian hanya mengedigkan bahunya acuh .
"satu Minggu lagi kau akan kuliah ....online ." ujar Damian , Bella mendengus kesal atas pemberitahuan itu .
"aku tidak mau .!" ujar Bella, Damian menaikan. sebelah alisnya tidak mengerti
"ck, aku bosan belajar terus, lagi pula aku kan sudah kaya kau memberiku uang dan semuanya ." ujar Bella Santai .
"kau tetap harus berkuliah, " final Damian , Bella mengerucutkan bibirnya sebal .
"heii, apa kau punya minibar .?" tanya Bella pada Damian .
"kenapa nyonya , anda menanyakan itu .?" Marco bertanya karna Damian tak kunjung menjawab .
__ADS_1
"ck, sudahlah , aku ingin mandi, tuan mu itu sangat menyebalkan ." gerutu Bella lalu keluar dari ruang kerja Damian .