belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-17. selamat malam, sweetie.?


__ADS_3

hari ini Damian di sibukan dengan beberapa pekerjaan di ruang kerjanya , sedari pukul 4pagi Damian sudah berkutat dengan berkas , iya pekerjaan kantornya menumpuk karna Damian beberapa Minggu terakhir absen dari kantornya .


"tuan, hari ini anda ada meeting bersama beberapa kolega, di awali dari makan siang , dan pukul 3, pukul 5 dan yang terakhir makan malam bersama nona muda brody ." Damian mengalihkan pandangan nya pada Marco yang membacakan kegiatan nya hari ini .


"klan .?" tanya Damian , maksudnya apa ada sesuatu yang harus Damian lakukan untuk mengurus klan , karna hari ini ada pengiriman senjata .


"tidak tuan, berkas yang anda berikan pada mereka sangat membantu untuk kepentingan klan , untuk beberapa waktu ke depan ." Damian mengangguk dia lalu beralih pada 2pria yang mengurusi perusahaannya .


menyodorkan setumpuk berkas yang di bagi 2 Damian berujar "besok aku mulai ke kantor, atur semuanya , kalian boleh pergi ." 2pria itu mengangguk lalu berdiri dan membungkuk untuk pergi .


"Marco , undangan makan malam apa mengharuskan datang selarut itu .?" tanya Damian .


"tuan, nyonya Brody yang mengatur , kami di beri jadwal karna jadwal tuan hari ini padat ." balas Marco , Damian mengangguk .


"tunggu aku di mobil ." ujarnya lalu pergi keluar kamar menuju kamar nya untuk menemui istrinya yang tengah ada kelas pagi ini .


saat membuka pintu kamar Bella sudah selesai dengan kelasnya dia merenggangkan ototnya lalu menutup laptopnya dan menscroll sosial medianya .


Damian berjalan ke arah Bella dan mengecup pipinya , "kau sudah selesai ?" tanya Bella , Damian tersenyum dan mengangguk.


"aku ada meeting hari ini, ." ucap Damian seraya mengelus rambut Bella , Bella mengangguk saja .


"mungkin akan pulang larut, maaf tidak bisa menemanimu hari ini ." ujar Damian lembut Bella sudah tersenyum dan menyimpan ponselnya lalu memeluk Damian menyandarkan kepalanya di dada bidang Damian.


"pergilah , ada Laura yang menemaniku ." ujar Bella teredam karna wajahnya berada di dada bidang Damian.


Damian mengangkat wajah Bella dan menghujami wajahnya dengan kecupan .


***


Laura masuk ke kamar Damian dengan antusias , setelah beberapa hari ini dia tidak di ijinkan menemani nyonya mudanya, akhirnya dia bisa menemuinya lagi . dengan semangat Laura membungkuk .


"nyonya ." tegurnya Bella tersenyum riang lalu memeluk Laura "Laura , " pekik Bella di tengah pelukannya , Laura tersenyum simpul karna nyonya ini menerimanya dengan baik .


setelah beberapa saat bertegur sapa dan beberapa saat bercerita , juga Bella menyelesaikan kelas terakhirnya , Bella mengajak Laura untuk pergi ke taman belakang , karna sudah beberapa hari dia terkurung di kamar mewahnya , siapa lagi yang bisa mengurung nya kalau bukan suami nya , yang menurutnya suami menyebalkan , .!


saat sampai di taman , terlihat Clarisa tengah menerima telpon dengan wajah yang pucat , Laura hendak menegur tapi gerakan tangan Bella mengintrupsi untuk berhenti , Bella dan Laura mengendap untuk bersembunyi di balik pohon besar . Bella tidak terlalu jelas mendengar percakapan itu hanya mendengar ucapan Clarisa


"saya , takut gagal lagi dan itu menjadi Boomerang bagi saya." hanya itu setelahnya tidak terdengar lagi . Bella mengerutkan keningnya , Laura yang telah hapal menenangkan Bella . dengan menepuk pundaknya pelan dan berbisik . "nyonya itu bukan apa apa .!" Bella mengangguk walau di hatinya ada yang mengganjal tapi dia tetap mengangguk .


***


Bella makan malam ber3 dengan Laura Dan Clarisa , Bella tidak bertanya kemana Damian dia hanya ingin makan malam ini dengan tenang . setelah selesai , Laura mengeluh sakit perut dan harus ke kamar mandi , jadi Bella sendirian di ruang baca , tak lama Clarisa datang sendiri dan duduk menghadap Bella kali ini Bella menanggapi entahlah , Bella hanya ingin saja .


"arabella , kemana Laura .?" tanya basa basi Clarisa

__ADS_1


"sakit perut ." singkat Bella . lalu Clarisa mengangguk dan tersenyum .


Clarisa menunjukan ekpresi gelisah dalam beraktingnya , dia terus menerus memilin jarinya dan itu semua berhasil merebut atensi Bella . "kau kenapa .?" tanya Bella , Clarisa semakin berakting baik dengan wajah gelisah .


"emm, sebanarnya begini ." sengaja Clarisa menggantung ucapannya.


"apa .?" Bella masih menanggapi malas.


"aku kehabisan anggur merah , dan aku sekarang membutuhkannya ." ujar Clarisa dengan ragu ragu .


Bella berdecak lalu dia menjawab dengan malas "ck, jika aku punya tidak akan ku bagi dengan mu " Clarisa tersenyum lalu dia berdiri dan mendekati Bella .


"apa kau mau membantuku , jika aku dapat aku akan membaginya dengan mu." bujuk Clarisa Bella memicingkan matanya melihat itu .


"aku tidak akan bilang pada Damian , aku berjanji ." bujuk Clarisa lagi , dengan beberapa pertimbangan akhirnya Bella mengiyakan untuk menemani Clarisa ke ruang penyimpanan alkohol dan teman temannya, sebenarnya dia ingin juga .


***


setelah buang air beberapa kali , Laura di beri obat oleh seorang pelayan , tanpa curiga dia meminumnya dengan tenang, tak lama rasa kantuk mulai mendatanginya , dia pun berjalan ke arah sofa dekat ruang tamu dia menjatuhkan badannya di sana dan terlelap .


pelayan tadi , menghela napas lalu memberi isyarat pada pelayan lain untuk menemui wanita yang menyuruhnya .


Bella dan Clarisa berhasil masuk ke ruang penyimpanan itu .


"kenapa kau tidak bilang bahwa kau memilki kuncinya ." decak Bella saat dia melihat lautan alkohol dari berbagai merk dan jenis.


"arabella , bagaimana kalau kita minum beberapa gelas wine atau apa yang kau inginkan , di rooftop ." ajak Clarisa .


Bella mengangguk dan bertanya "apa Laura bisa ikut .?" dengan masih tersenyum Clarisa mengangguk dan berkata menyakinkan "dia sudah menunggu di sana ." Bella makin bersemangat karna mendengar teman pertamanya sudah di sana . tapi dia bertanya pada pelayan yang mengikutinya .


"benarkah itu .?" tanya Bella memicing pelayan itu mengangguk dan membungkuk seraya menjawab "benar nyonya, nona Laura juga meminta anda segera naik " Bella percaya saja dan mulai mengekori Clarisa yang sudah berjalan di depannya , melihat ada satu botol v'dka Bella mencomotnya dan membuka tutupnya dengan mudah lalu meneguknya sambil jalan , itu membuat pelayan dan Clarisa yang sempat melihatnya menjadi sedikit khawatir .


"akh segar sekali rasanya. " ucap Bella dengan melihat botol itu yang dia tenggak setengahnya , Bella memang sedikit aneh , ck jangan tanya dia peminum kelas kakap.


Bella berjalan menuju rooftop bersama Clarisa saat di tengah perjalanan Clarisa mengeluh ingin buang air kecil .


"aku hanya sebentar , aku akan menyusul ." ujarnya lalu pergi . dengan masih memegang botol itu Bella mengedikan bahunya acuh lalu berjalan menuju rooftop .


***


Damian tengah makan malam bersama nona muda brody , Damian sebenarnya sudah merasa aneh dengan ini, karna biasanya yang akan menentukan pertemuan adalah dirinya mau itu kolega penting atau sekedar menawarkan kerjasama .


"terimakasih telah memenuhi undangan saya , tuan muda Miller ." ucap manis wanita berparas cantik dengan bibir keriting yang di bubuhi lipstik warna merah cabai .


"anda terlalu formal nona Monica .!" balas Damian malas .

__ADS_1


"jadi apakah bisa langsung pada intinya .?" to the point Damian . wanita di hadapannya tersenyum itu membuat Damian jijik.


"jangan terburu buru, kita makan dulu ." balas wanita itu lalu menuangkan bir di gelas Damian .


Damian mendelik dengan perlakuan ini, dengan tidak sabar Damian memanggil Marco dan membawa berkasnya .


memberikan kepada wanita di hadapannya .


"saya tidak bisa makan malam, istri saya menunggu di rumah, langsung saja jika anda setuju silahkan jika tidak terimakasih ." Damian dengan tidak sopan berkata seperti itu , wanita di hadapannya tidak goyah sama sekali dia tetap tersenyum dan memasukan potongan steak ke mulutnya .


Damian memicing dan menatap tajam wanita di hadapanya lalu meminta Marco untuk kembali .


"baiklah , terimakasih jamuannya ." ucap Damian , melangkah lebar meninggalkan meja itu sebelum ucapan wanita di hadapanya menghentikan langkahnya.


"tuan Miller , cepatlah pulang mereka mungkin sudah sampai ." Damian terhenti lalu berbalik menatap tajam wanita di hadapanya . melangkah maju mendekati wanita itu Damian menyeringai .


"mereka memang sudah sampai, bahkan sudah bersiap menerkam istriku , tapi kita lihat siapa yang akan lebih dulu di terkam ." wanita itu melotot wajahnya berubah tidak sedap di pandang . ucapan Damian cukup memprovokasi dirinya .


***


Bella tengah duduk di kursi yang tersedia di rooftop itu, sendirian .


"ck, wanita itu membohongi ku, mana Laura .?" gerutunya karna saat dia datang tidak ada siapa siapa, hanya tersedia beberapa botol minuman beralkohol dengan berbagai merk disana .


saat tengah asik menenggak v'dka di genggamannya suara bariton seseorang membuat Bella terkejut dan tersedak minuman nya sendiri .


"selamat malam sweetie."


Bella memutar poros tubuhnya dan melotot kala melihat orang yang berdiri menjulang di hadapannya dengan pakaian serba hitam dan seringai kejam tercetak di kedua sudut bibirnya .


Bella berdecak kesal karna tersedak .


"kau membuatku tersedak breng'ek,." celetuk Bella


"ck, briefing mu kurang bagus ." tambahnya dengan decakan kesal .


pria itu tak menghiraukan perkataan Bella dia , mengeluarkan pistolnya dan langsung di arahkan pada kepala Bella , Bella masih tenang dan dengan santainya dia kembali meneguk minuman di tanganya .


pria itu mendengus seraya menekan pelatuk .


"ketenangan mu cukup bagus, aku minta maaf karna gadis secantik dirimu harus meregang nyawa di tanganku , aku berjanji ini tidak akan sakit , dan ya sampaikan salam ku pada penjaga neraka ." ujar pria itu , Bella masih tenang dan tersenyum lebar lalu


dor


dor

__ADS_1


arrrgh ...


__ADS_2