belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-11. Marco yang malang


__ADS_3

entah sudah beberapa kali Laura menghela napas melihat nyonya mudanya ini , matanya melirik sana sini mengikuti pergerakan sang nyonya , sampai rasanya pusing .!


bagaimana tidak Bella sedari tadi mondar mandir dengan gerutuan yang tidak jelas . Damian itu mencintaimu Bella , ingin sekali rasanya Laura meneriaki itu pada nyonya mudanya ini tapi tidak bisa dia tidak mungkin kan . ck, sungguh sangat sangat --arghh .


"Laura ayo, kita harus bertemu Marco ." pekik Bella tiba tiba yang sudah bergegas duluan rasanya Laura ingin menangis sekarang , kini mereka menaiki lift menuju lantai di mana ruang kerja Damian. Bella berlari menuju pintu itu dan


dugh Bella kembali menendang pintu itu semua orang terjengkit kaget , Damian menatap jengah Bella, bisa tidak sih istrinya ini bersikap normal , layaknya perempuan lah setidaknya .


Bella tersenyum lalu mengedarkan pandangannya saat dia menemukan Marco dia bergegas ke arahnya, membuat mereka heran . Damian menatap Laura yang baru saja tiba dengan gerakan matanya , Laura hanya mengedigkan bahunya .


"ayo ikut aku .." ujar Bella seraya menarik tangan Marco , semua orang melotot termasuk Damian .


Bella melewati mereka begitu saja dengan Marco yang terus dia seret di belakang .


"nyonya , ada apa .?" tanya Marco panik , iya ia panik melihat tatapan sang tuan yang seperti ingin memakan nya .


"jangan banyak tanya ikut aku ." ujar Bella sebelum mereka melewati pintu Bella berbalik membuat Marco mengerem mendadak .


"Damian aku pinjam dia sebentar ." ucap Bella lalu pergi lagi sebelum mendengar jawaban Damian . sesudah mereka keluar Damian memijit pelipisnya , kepalanya berdenyut dengan keabsurdan istri kecilnya ini .


"dam, apa itu istrimu .?" tanya Dave yang masih memasang wajah terkejut .


Delon salah satu sahabat Damian menepuk paha Dave dan mengangguk "dia masih gadis yang sama Dave, ." ujar Delon , mereka memang tahu bagaimana pertemuan dan perasaan Damian terhadap Bella, bahkan tingkah Bella mereka berdua tahu , itu seperti rahasia umum bagi sahabat Damian dan Marco tentunya.


"aku kira dengan wajah yang cantik dan anggun itu , kelakuannya akan berubah ." lirih Dave membuat Delon terkekeh .


Damian menghela napas "kita lanjutkan pembahasan kita saja ." ujar Damian pada akhirnya


"apa kau tidak curiga pada istrimu ." celetuk Dave membuat Delon dan Damian mendengkus .


"memangnya apa yang harus ku curigai ." tanya balik Damian .


"sudahlah." ucap Delon lalu menambahkan "kita lihat jika Marco kembali dengan utuh berarti ada yang aneh, tapi jika Marco sebaliknya , tidak usah curiga ." mereka serempak mengangguk , ya memang apalagi yang akan Bella lakukan selain menjadikan Marco dan pengawal samsak nya . itu yang ada di pikiran mereka .


Damian membuka ipadnya , melihat dari sana kemana arah Bella membawa Marco , dia hanya geleng geleng kepala melihat bagaimana Bella menyeret Marco yang terseok Seok karna kecepatan jalan Bella .padahal jika di lihat tubuh Marco lebih besar dari Bella , tapi ah sudahlah .


***


Bella membawa Marco ke salah satu peviliun di belakang mansion, Marco langsung Bella dudukan di sofa single yang ada di sana , dengan berkacak pinggang Bella menatap Marco yang menatapnya heran dan sedikit khawatir .


"Laura apa dia setia pada Damian ." tanya Bella tiba tiba pada Laura, Laura dan Marco saling tatap lalu dia kembali menatap Bella yang merubah ubah ekpresi wajahnya .


"apa kau setia pada tuan .?" tanya Laura pada Marco , Marco spontan mengangguk dan itu di lihat oleh Bella .


sial .!

__ADS_1


Bella melotot dan napas nya memburu , "ck, percuma aku seret kau kesini ." ujar Bella menggebu .


"nyonya sebenarnya ada apa .?" Laura bertanya karna jujur saja, dia tidak paham oleh semua yang di lakukan Bella sekarang .


Bella menatap sinis Laura lalu berdecak kesal .


"percuma aku bicara, kalian memang orang orang Damian ." ketusnya lalu memberenggut membuat Marco dan Laura saling pandang kembali mereka tidak paham pemikiran seseorang yang akan menginjak dewasa ini .


"nyo-nyonya anda bisa bicara dulu, jika itu perlu di rahasiakan saya akan merahasiakan ya dari tuan , maybe ."Marco terbata dan suara di akhir kalimatnya begitu pelan hingga Bella tidak dapat mendengar.


Bella menatap intens Marco, membuat Marco gelagapan dan salting tentunya di tatap sedemikian rupa oleh sang nyonya muda ini.


"aku tidak percaya pada kalian ." teriak Bella tiba tiba membuat Marco dan Laura terlonjak kaget .


"bangun ." sentak Bella pada Marco , Laura memejamkan matanya jika Bella sudah mencak mencak itu buruk untuk Marco .


Marco bangun, keringat sudah memenuhi pelipisnya . karna ya dia bukan tidak berani melawan sang nyonya tapi , jika dia melawan maka tamatlah riwayatnya .


Bella menekan bahu Marco dengan kekuatannya lalu dengan gigi gemelatuk Bella bicara .


"aku ingin tahu satu hal , dan kau harus menjawab jujur , jika tidak ." pandangan Bella jatuh pada bagian bawah Marco dan repleks Marco mengikuti nya .


"itumu aku hanguskan ." di sertai kekehan di ujung kalimatnya Bella terus mencengkram bahu Marco , Marco meneguk salivanya susah payah , dia ini berbadan kekar tapi kenapa keberaniannya menciut saat mendengar ancaman Bella , bahkan wajahnya kini puas .


"siapa cinta pertama Damian. ?" GLEK , Laura dan Marco melotot dengan pertanyaan itu , Marco sudah tidak bisa menahan gemetar dalam dirinya dan ya itu terlihat oleh Bella dan Laura . jika Laura bisa lolos dengan pertanyaan itu karna , alasan Laura jarang menemani Damian , tidak dengan Marco dia akan sulit lolos karna setiap hari dia di samping Damian.


"nyonya ini saya ."


"bilang saja , aku tidak akan apa apa .!" potong Bella , Marco semakin pias saat pandangan Bella dan gerakan tangannya memprovokasi dirinya .


tuan selamatkan lah aku .! teriak batin Marco.


"jawab Marco ." suara Bella menjadi datar , Marco bukan tidak ingin menjawabnya bisa saja Marco bilang 'anda nyonya anda' tapi Damian akan menghukumnya lebih kejam lagi dari ini, Damian ingin Bella menerima dulu pernikahan ini dan mencintai dulu dirinya baru dia akan mengungkap semuanya .


Laura menunduk dan mengirim pesan kepada Damian untuk menyelamatkan Marco dari istrinya ini , dan Bella tidak menyadari itu .


sreeet .


Bella berdiri karna Marco tak kunjung bicara lalu berkacak pinggang .


"kau lebih memilih diam dan aku menghanguskannya dari pada menjawab hah." teriak Bella pada Marco, Marco benar benar bagai buah simalakama sekarang , menjawab salah di biarkan pun salah .


"marcoo." geram Bella Marco mengang kala Bella mendekatinya .


tok tok tok .

__ADS_1


perhatian Bella teralihkan pada ketukan di pintu, Laura segera membukanya dan Damian bersama 2sahabatnya berdiri di sana . Laura menghembuskan napas lega .


"ahirnya anda datang " gumam Laura masih bisa di dengar oleh Damian dan sahabatnya . mereka masuk dan melihat marco yang telah berubah pias dan Bella yang berkacak pinggang menatap kedatangan mereka dengan tajam .


"apa sudah selesai .?" tanya Damian lembut pada Bella , Marco benar benar berterima kasih pada Damian sekarang ini .


"Marco masih memiliki pekerjaan ." tambah Damian , Bella berdecak kesal lalu meninju rahang Marco dan pergi dengan gerutuan yang membuat mereka menganga tak percaya .


"jadi orang tuh sekali kali tidak setia tidak apa apa ."


"ck, tuan dan anak buah sama saja , mengesalkan ."


"dasar manusia manusia mengesalkan ." seperti itulah gerutuan Bella yang kini telah pergi dengan menghentakkan kakinya , Laura tersenyum pada ketiganya saat pandangan mereka tertuju pada Laura .


"Marco akan menjelaskannya tuan, saya permisi ." ujar Laura lalu menyusul nyonya mudanya .


***


Dave tertawa mendengar penjelasan Marco , Delon dan Damian hanya tersenyum tipis mendengar itu .


"bagus Marco jangan pernah kau buka suara ." ucap Damian , Marco mendesah gusar tapi dia tetap mengangguk .


"dam, sepertinya istrimu tengah tersesat ." ujar Delon tiba tiba .


"maksud mu tersesat ? hei ini mansion banyak pelayan ." timpal Dave di sela tertawanya .


"berisik kau." ketus Delon dan kembali menatap Damian .


"maksudku , hatinya ." Damian menaikan sebelah alisnya .


"begini, istrimu bukan lah orang yang mengerti akan cinta dan perasaan di hatinya, mungkin sekarang istrimu memiliki itu tapi dia tidak paham akan apa artinya , maka dari itu dia menanyakan pada Marco siapa cinta pertama mu, jika kita lihat dari kau yang bercerita , tentang dia menanyakan padamu ." Delon menjeda ucapannya untuk mengambil napas lalu melanjutkan . "pertanyaan pertanyaan yang kita semua tahu jawabannya apa, dan dia dengan entengnya menyebutkan dia tidak pernah dan tidak tahu, maka bisa kita simpulkan bahwa dia sekarang tengah mengalami itu semua ." jelas Delon panjang lebar . Damian mengangguk .


ya Damian tahu, ini pasti terjadi mengingat belakangan ini Damian sering menggodanya , dengan ciuman tiba tiba atau kata kata yang membuat Bella pun salah tingkah .


"ck, merepotkan sekali jika memang istrimu begitu ." itu Dave yang bicara . Damian hanya diam.


"tidak merepotkan , cukup beri dia arahan bahwa perasaan itu adalah jatuh cinta dan ya mau mengikuti ideku ." Delon tersenyum tipis mereka tahu itu bukan senyum pertanda baik .


"jangan macam macam kau ." peringat damian


"tidak dam, ini hanya untuk membuktikan perkiraan ku benar atau tidak ." ujar Delon , tuhkan Delon itu sebenarnya dingin dingin manja . dia itu akan bicara saat waktu yang pas tidak seperti Dave yang berceloteh tidak jelas . dan Damian akhirnya mengangguk lalu memperingati .


"jika setelah ini Bella semakin menolak , ku ledakkan kepalamu ."


Delon mengangguk yakin , Marco dan Dave melotot akan hal itu , ingin sekali Marco berteriak 'tolong Jangan libatkan saya' tapi apa daya dia hanya pasrah saja mendengar ide Delon yang sedikit g'la .

__ADS_1


__ADS_2