
Bella melakukan oprasi untuk mengeluarkan 2peluru yang bersarang di bahu dan pahanya, Damian menunjukan ekpresi dingin tak tersentuh , 2sahabat Damian menghela napas beberapa kali melihat itu , mereka kini ada di rumahsakit milik keluarga Miller . 2jam sudah Bella berada di ruang oprasi , ahirnya lampu itu padam dan pintu ruangan terbuka seorang dokter berusia 45tahun keluar dengan ekpresi sulit di artikan .
"Damian om ingin bicara denganmu , di ruangan om ." ujarnya ya dokter bernama Lucas Miller itu adalah adik dari ayah Damian , dia menjadi dokter di sana semat mata karna keluarga mereka adalah mafia . dan rumah sakit ini bisa di bilang rumah sakit klan mereka. Damian mengangguk dan berjalan mengekori dokter tadi .
Bella di dorong untuk di pindahkan ke ruang lain , 2sahabat Damian menemani , melihat gadis cantik berkulit pucat 2sahabat Damian menghela napas mereka tahu siapa gadis ini dan apa arti gadis ini di kehidupan Damian.
***
di ruang dokter damian duduk dengan wajah datar menunggu dokter atau paman nya mengatakan apa yang terjadi pada arabella dia hanya terkena luka tembakkan , jadi apa yang akan terjadi selain kerusakan di dalam.
"Damian dimana kau bertemu gadis itu.?" tanya dokter itu Damian menaikan sebelah alisnya .
dokter itu melanjutkan "aku pernah mengoperasi gadis kecil kisaran umur 11tahun yang mendapatkan luka tembak di perut dan luka memanjang di di paha, dulu aku mengoperasinya bertepatan dengan kau yang di bawa oleh Marco karna mengalami luka tembak di dada dan menyebabkan koma selama 5bulan, dan gadis tadi memiliki luka yang sama di paha, karna aku penasaran aku membuka perutnya dan luka itu masih ada hanya sekarang terhias oleh tatto kecil disana ." Damian mematung mendengar itu.
sekitar beberapa tahun lalu saat Damian masih berusia 17tahun dia sempat mengalami kekalahan dan tertembak di dada, juga waktu itu ada seorang gadis kecil berkucir kuda yang sempat berlari meminta tolong dengan berlumuran darah , apakah gadis itu istri kecilnya ? atau ini hanya kebetulan semata .? tapi jika itu benar istri kecilnya , mengapa dulu dia di kejar oleh komplotan mafia juga ? sebenarnya apa yang terjadi .? Damian berpikir keras, dan suara dokter itu membuyarkan lamunannya .
"baiklah mungkin ini hanya kebetulan saja, kondisinya baik baik saja, dia hanya perlu pemulihan 2bulan ." Damian mengangguk lalu berbicara .
"aku akan merawatnya di mansion dengan dokter pribadiku ." dokter Lucas menghela napas , ini sudah ia prediksi dan ternyata benar memang seperti itu yang Damian inginkan .
"baiklah, jika itu keinginanmu ." ucap dokter Lucas .
***
Marco dan Laura tengah mengikat wanita yang selalu berbicara ketus mengenai Bella dia berteriak dengan angkuh .
"heh, kalian ini hanya pelayan yang bekerja pada Damian, lepaskan aku ." teriaknya Marco dan Laura hanya menulikan telinganya kini mereka berada di ruang bawah tanah kediaman Damian .
Laura dan Marco sebenarnya ingin sekali menampar dan membuat wanita itu diam, tapi dia tidak berani sebelum tuannya memberi perintah, ya penembakan itu di lakukan oleh wanita itu , dia dengan senang hati membidik Bella tadinya dia ingin mengenai dada atau kepala Bella hanya saja bidikannya melesat saat Bella naik ke atas tembok tinggi itu.
***
Damian telah membawa Bella ke mansion nya , beberapa alat rumah sakit memang tersedia di mansion Damian , dan Damian memperkerjakan suster yang berjaga untuk Bella , setelah memastikan istri kecilnya nyaman dalam tidurnya damian keluar di sana 2sahabatnya masih menunggu .
__ADS_1
"Damian apa dia, keturunan Hernandez ?" tanya sahabat Damian yang bernama Dave, Damian hanya mengangguk dan terus melangkah .
"jadi kau benar benar menikahi gadis itu .?" tanya nya lagi
"menurutmu .!" jawab Damian , Dave berdecak kesal . "ck, dia masih polos, ya walau kita tahu dia cukup barbar tapi dia masih polos untuk urusan hati ."
"aku tidak meminta pendapatmu ." ujar Damian dingin . sahabat Damian yang lain menepuk bahu Dave "ssst, Damian sedang dalam suasana hati buruk , berhenti menggodanya ." peringat nya Dave mendengus lalu mengejar langkah Damian . sahabat Damian yang lain hanya menggeleng kan kepala .
ya di antara mereka ber3 Dave memang yang paling banyak bicara dan ceria beda dengan Damian dan yang satunya mereka akan bicara jika perlu , tapi sahabat Damian yang lain tidak sependiam dan sedingin Damian.
Marco dan Laura menunduk saat kedatangan 3lakilaki itu , Laura sebenarnya ingin bertanya bagaimana kondisi Bella , hanya saja Laura yakin tuannya akan mengabaikanya .
"Damian lepaskan aku, lihat dua pelayanmu keterlaluan padaku ." rengek wanita itu .
Damian menatap datar wanita di hadapannya yang kini terikat, dia lalu mengambil kursi dan duduk menghadap wanita itu membuat wanita itu mengerutkan keningnya .
"Damian ayo cepat tanganku sakit " rengeknya lagi .
"Damian kau kenapa .?" tanya nya , ck masih bisa bertanya setelah melepas peluru pada istri kecilnya , dasar .
"apa hak mu, menembak istriku Clarisa .?" tanya Damian datar sungguh intonasi suaranya sangat menusuk siapapun yang mendengarnya .
"a-aku ha----"
"ssssthh, ku bilang Diam ." potong Damian, wanita yang di panggil Clarisa memejamkan matanya sungguh damian dalam mode ini mengerikan .
"aku masih berbaik hati menampungmu disini, walau kau sudah beberapa kali mencoba menyingkirkan istriku, harusnya kau berterimakasih ." suara Damian semakin mengerikan saat berbicara dengan Clarisa .
"Marco katakan ." ujar Damian , Marco maju selangkah lalu berbicara .
"pertama, membunuh pelayan untuk menakuti nyonya , kedua sengaja melonggarkan keamanan agar nyonya bisa pergi, ketiga menembak nyonya dengan dalih nyonya sangat merepotkan ." Marco dengan lantang dan lancar mengatakan itu, membuat Clarisa melotot, Damian mengeraskan rahangnya saat kepingan memori Bella beberapa waktu lalu berputar di kepalanya .
"Damian, aku tidak melakukan itu , aku memang menembak istrimu tap----"
__ADS_1
telunjuk Damian mengenai bibirnya membuat clarisa berhenti bicara .
Damian berdiri merapihkan kemejanya dengan menepuk nepuknya di hadapan Clarisa .
"berikan dia 30cambukan dan kurung dia selama satu Minggu, jangan Sampai mati ." ujar Damian lalu pergi
"tidak Damian kau tidak bisa melakukan ini padaku , Damian , Damian tidak ." teriak Clarisa tapi tidak di gubris oleh Damian .
"kenapa kau tidak langsung menghabisinya .?" tanya Dave , Damian mendengus "dia masih di butuhkan."
***
Bella terbangun melihat ke sekitar tenyata dia ada di kamar yang sama, kamar yang indah dan mewah , melirik tangannya yang terpasang infus juga dia menghela napas , lalu mencoba untuk bangun tapi saat badannya terasa ngilu dia meringis dan kembali berbaring tidak berniat bangun kembali , dia menatap langit langit kamar itu menyusun puzzle kepingan memori yang beberapa hari ini terjadi padanya , pernikahan dadakan , proses kabur yang gagal dan berakhir terbaring lemah, Bella tertawa tawa pilu , ternyata kehidupannya tidak lebih baik dari seekor hewan dia harus tertawan dan terbelenggu di sini, bahkan ini semua yang berkehendak keluarganya sendiri , miris sekali kehidupan putri satusatunya keluarga Hernandez ini , pikir Bella .
seorang perawat masuk mengecek selang infus Bella dan tersenyum kepada Bella .
"ada yang anda inginkan nyonya .?" tanyanya lembut . Bella hanya menggeleng tanda tidak ada "aku ingin sendiri ." ucap Bella , perawat itu mengangguk dan pergi dari sana dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya .
Laura masuk kedalam kamar itu tersenyum pada Bella yang kini menatapnya sendu , Laura dapat melihat dari mata Bella penuh dengan kepiluan.
"anda sudah sadar nyonya ." terlalu basa basi pikir Bella , tapi Bella mengangguk dan memalingkan wajahnya enggan melihat Laura tapi juga enggan untuk mengusirnya . Laura menghela napas lalu mendekat duduk di ujung ranjang .
"anda boleh memarahi saya nyonya, maaf saya tidak becus menjaga dan menemani anda ." ujar Laura. Bella berkaca kaca ada orang yang meminta maaf padanya .
"saya di tugaskan untuk menemani anda dan saya lalai untuk itu ." tambah Laura lagi Bella diam membuat helaan napas Lolos dari bibir Laura lagi .
"mungkin sekarang anda belum mengerti, tapi suatu saat nanti anda akan menyesali perbuatan anda yang ingin kabur dari sini ." ucapan Laura itu mampu memancing amarah Bella .
"menyesal kau bilang. aku bahkan tidak mengenal siapa tuanmu yang dengan lancang menerima pernikahan ini." balas Bella dengan air mata yang lolos dari matanya .
"anda harus menerima pernikahan ini nyonya , dan bersikaplah layaknya istri tuan , maaf saya lancang kepada anda ." ujar Laura tenang , Laura tau pembahasan ini akan membuat Bella marah tapi dia harus mengatakan ini .
"keluar aku ingin sendiri ." teriak Bella pada akhirnya dadanya bergemuruh hebat dia marah , Laura hanya mengangguk dan keluar.
__ADS_1