
Laura bangun dengan Delon di sebelahnya yang menatapnya dengan pandangan sulit di artikan .
Laura menghela napas lalu berusaha duduk, Delon membantunya sedikit dan Laura berhasil duduk .
dalam beberapa saat keheningan terjadi di ruang rawat Laura .
"bagaimana keadaan nyonya .?" tanya Laura berusaha memecah keheningan .
Delon menatapnya tidak berkedip lalu menghela napas berat dan menggeleng .
"tidak ada perubahan, masih setia tidur ." jawaban Delon membuat Laura memejamkan matanya sebentar dan kekhawatiran jelas kentara di wajahnya yang sudah membaik .
tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, ruang rawat Laura di penuhi keheningan , 2anak manusia berbeda jenis kelamin itu saling tatap dan bibir mereka terkatup rapat. entahlah pikiran Laura maupun Delon berkecamuk , banyak sekali yang mereka pikirkan .
"soal dia .? apa kau sudah mendapat jawaban .?" tanya Delon membuat Laura mengalihkan pandangannya ke arah jendela .
menerawang pada kejadian kejadian yang sudah terjadi. "jika tuan dan nyonya mengijinkan, saya akan menjawab ." ujar Laura .
Delon berdecak dengan jawaban tidak memuaskan Laura , lalu meraih dagu Laura .
"jika tentang kita .?" tanyanya Laura menatap Delon dalam lalu berkata pelan.
"entahlah , itu sudah sangat lama ." Delon menatap Laura yang menunduk setelah mengucapkan itu , dia meraih dagu Laura kembali dan mengecup bibir Laura sebentar lalu tersenyum .
"masih sama , walau sudah lama , begitupun dengan kita ." jelas Delon seperti sarat akan penegasan . Laura membeku di tempat, sudah sangat lama semenjak kejadian itu .
.
.
.
.
Marco yang hendak menghampiri Laura , urung melihat pemandangan di depan pintu rawat Laura , kedua sudut bibirnya tertarik .
"syukurlah, mereka kembali ." gumamnya lalu pergi guna memantau keadaan tuan dan nyonyanya . sebenarnya hanya tuannya , yang akhir akhir ini sedikit merepotkan karna apa apa harus dengan paksaan , ck bolehkah Marco mengumpati dengan semua nama hewan di kebun binatang ?
__ADS_1
.
.
.
.
Damian menatap Bella yang sudah terlepas dari alat yang menempel di badanya. hanya tersisa infus dan oksigen saja , dia menatap wajah pucat pasi itu dengan kelembutan dan cinta .
"tuan, kami permisi ." ujar dokter , yang hanya mendapat anggukan dari Damian .
Jack bilang keadaan Bella sudah normal , hanya perlu menunggu bangun saja , maka dengan itu Bella tidak memerlukan lagi alat itu di tubuhnya .
.
.
.
.
"ini, rumah sakit .!" ucap Laura pelan , Delon terkekeh lalu meraih dagu Laura dan mengecup pipi nya sekilas .
"berarti jika bukan di rumah sakit boleh ." goda Delon , Laura berdecak kesal .
"pergilah.!" sentak Laura , Delon naik ke atas ranjang dan memposisikan dirinya berbaring dengan tangan yang memainkan rambut panjang Laura sedangkan Laura duduk dengan membelakangi Delon .
"ck, aku bilang pergi ." decak Laura , Delon tersenyum tipis akhirnya setelah beberapa tahun terakhir Delon bisa melihat Laura merajuk lagi padanya .
"hei, kenapa kau mengusirku ?" goda delon .
Laura memutar bola matanya malas mendengar itu , "pergilah aku akan beristirahat." tanpa menatap Delon Laura bersuara lagi .
Delon menarik pelan Laura hingga dirinya tertidur di tangan Delon yang sudah siap itu .
Laura terkejut karna tatapan Delon membuat dirinya menelan saliva nya susah payah .
__ADS_1
"aku masih tunanganmu, jika kau lupa ."
deg
Laura terbelalak saat Delon mengakui itu, iya Delon dan Laura memang sempat bertunangan setelah menjalin kasih beberapa tahun silam, hanya saja karna satu dan hal lainnya yang membuat Laura salah paham , Laura memutuskan untuk menjauhi Delon, dan itu di perkuat oleh Damian yang mengirim Laura ke salah satu tempat , Damian melakukan ini bukan tanpa sebab , dulu mereka belum sedewasa sekarang dan masalah sekecil apapun bisa membuat hubungan mereka semakin memburuk.
wkwk ,nanti di ceritain dikit ya masa lalunya ..
"ta--"
"istirahat , tidur ." potong Delon yang seakan tidak mau mendengar alasan lain dari Laura ini. menghela napas Laura mengangguk dan memejamkan matanya , di barengi dengan elusan halus di surainya , siapa lagi jika bukan Delon pelakunya .
***
Dave mengumpat habis habisan , saat dirinya akan memasuki ruang rawat Laura dan di suguhkan pemandangan 2sejoli yang sudah lama terpisah tengah berpelukan di ranjang pesakitan .
"emang sudah kalau CLBK ,." dengus nya, niatnya urung dia akan masuk ke kamar bella saja jika begitu, kamar itu lebih luas juga jadi dia bisa bersantai di sana .
saat Dave berjalan terlihat Marco yang tengah duduk di kursi tunggu menghadap pintu ruang rawat Bella . Dave mengerenyit biasanya akan ada pengawal dan Marco di dalam bersama Damian .
menepuk pundak Marco dan membuat atensi Marco teralihkan , Dave bertanya dengan bingung . "kenapa kau di luar .?"
Marco berdehem lalu menunjuk keluar kaca jendela rumah sakit , kamar Bella di lantai atas dan paling pojok . Dave berjalan ke sana , dia melihat ke arah rumah sakit matanya terbelalak melihat pemandangan di luar sana .
"keadaan nyonya terdeteksi, oleh orang orang itu ." jelas Marco sebelum Dave bersuara .
"Damian tahu .?" tanya Dave .
Marco mengangguk "tuan meminta pengawal bersembunyi dan dia mengunci rapat pintu untuk jaga jaga ."
Dave mendengus kesal "ck, orang orang serakah ini, ." dengus nya
Marco memberi kode pada Dave di mana keberadaan pengawal yang bersembunyi di tempatkan .
"disana, tepat di jajaran pertema mereka , lalu barisan ke 4 dan terakhir , juga di sudut Sana---" Marco menjelaskan dengan menunjuk menggunakan dagu .
Dave terbelalak , "apa Damian sebelumnya mengetahui ini .?" tanya Dave karna posisi orang Damian bisa sangat pas begitu tidak mungkin jika Damian baru tahu sekarang .
__ADS_1
Marco menatap Dave dengan pandangan malas "beliau Damian Miller jika anda lupa ." ucapnya malas . Dave menggaruk tengkuknya , iya juga