
Damian masih memeluk Bella hingga waktu menunjukan pukul 10 malam, dia melirik wajah lelah Bella lalu perlahan namun pasti melepas pelukannya dan bangkit dari ranjang, mengambil air hangat lalu melepas pakaian Bella tidak ada rasa gugup atau malu , Damian mengelap tubuh Bella yang bau alkohol itu dengan telaten, lalu mengganti pakaian Bella dengan piyama tidur, membenarkan selimut nya Dan mengecup kening Bella lalu keluar dari kamar itu , derap langkahnya membuat beberapa pelayan yang bekerja menunduk .
"tuan, " sapa Marco .
"bagaimana .?"
"mereka sudah pergi." balas Marco.
"hmmm" Damian berdehem lalu melanjutkan langkah lebarnya .
***
Bella menggeliat saat waktu menunjukan pukul 4dini hari dia terbangun dengan perut yang keroncongan , saat dia membuka selimut tangan kekar seseorang melingkar di perut ratanya sejenak dia terkejut lalu menoleh mendapati wajah tampan suaminya yang sedang tertidur dengan napas yang cukup teratur . lalu Bella menyingkap selimut dan mendapati dirinya sudah berganti baju , dia melotot dan melirik lagi suaminya yang kini makin mengeratkan pelukannya .
"tidur." suara serak damian membuat Bella terkejut dan melotot dengan keberanian yang tersisa Bella bertanya .
"a-apa yang kau lakukan padaku .?" tanya Bella terbata , mata Damian terbuka sedikit lalu terpejam kembali.
"menurutmu." jawab Damian Santai Bella melotot dengan jawaban Damian .
"ka-kau tidak --"
"singkirkan pikiran kotormu." potong Damian tiba tiba membuat Bella menciut dia menarik selimutnya lagi dan mencoba memejamkan matanya .
"tidurlah, karna besok akan menjadi hari yang melelahkan bagimu ." gumam Damian , bella menegang dan menelan saliva nya susah payah , dia ingat apa mungkin Damian akan memberi hukuman pada nya karna dia telah berani kabur , ck tapi ini salah Damian juga kenapa dia mengurung nya disini , semakin di pikirkan semakin Bella susah tidur .
__ADS_1
"a-aku ingin buang air ." ucap Bella mencari kesempatan untuk lepas dari pelukan Damian.
Damian tidak memberikan respon apapun dia hanya memeluk erat Bella dengan mata terpejam sempurna , Bella meringis kala pelukannya semakin erat bahkan pinggang Bella kini di cengkram erat olehnya . Bella sekuat tenaga tidak mengeluarkan suara keluhan karna sakit nya remasan di pinggangnya , tapi Bella seorang wanita yang kini tengah lapar .
"sssh, sakit ." ringisnya tapi Damian tetap mencengkram nya bahkan lebih kuat wajah Bella memerah menahan sakit juga amarah kepada Damian .
setelah beberapa saat Damian melepas remasan pada pinggang ramping Bella dan membuka matanya menatap Bella yang matanya sudah berkaca kaca lalu mendekatkan wajahnya pada ceruk leher Bella lalu berbisik tepat di telinganya .
"aku tidak sebaik yang kau pikirkan, dan kau tidak akan pernah bisa pergi dari sangkar emas ku, jikapun bisa itu hanya tinggal nama, maybe." Bella menelan salivanya susah payah, air matanya mengalir begitu saja, Bella bukan seorang yang penurut ini sudah terlanjur maka dari itu Bella akan melawan, walau ada ketakutan yang menyergapnya .
"a-aku bukan burung Damian, a-ku ingin bebas kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini ." ucap Bella bergetar menahan tangisnya .
"aku juga tidak suka mengurung orang , tapi kedua orang tuamu yang menyerahkan mu padaku dengan sukarela ." degh jantung Bella serasa di remas , kekecewaan kepada keluarganya bertambah . Bella menangis terisak dengan Damian yang memeluknya .
"lepaskan aku, ku mohon, aku masih kecil Damian." Damian tersenyum mendengar perkataan istri kecilnya ini .
***
Damian duduk dengan tenang di meja makan untuk memulai sarapanya , hari ini ada yang berbeda di meja makan itu, jika biasanya Damian akan makan bersama wanita yang berada di sisi kirinya selalu dan menunggu Bella untuk turun maka hari ini Damian membuat peraturan baru , Marco dan Laura harus satu meja makan bersama mereka dan ya hari ini Damian kedatangan sahabatnya jadi hari ini Damian duduk bersama wanita yang tinggal bersamanya , juga Marco, Laura dan 2sahabatnya, mereka belum memulai Sarapan karna Damian memberi intrupsi untuk menunggu Bella turun dan meminta seorang pelayan seumuran Bella untuk menjemput Bella .
tak lama pelayan yang Damian tugaskan berlari tergopoh gopoh dengan keringat dingin memenuhi pelipisnya . Damian mengerenyit tidak mengerti .
"tuan , nyonya Bella tidak membuka pintu kamar mandi sedari 1jam yang lalu dan hanya terdengar suara gemericik air di dalamnya tuan .!" adu pelayan itu .
"apa pintunya terkunci .?" tanya wanita yang duduk di sebelah kiri Damian pelayan itu mengangguk .
__ADS_1
"ck, mungkin dia ingin bunuh diri sungguh merepotkan ." mereka tertegun dengan ucapan wanita itu Damian melirik ke Marco dan Laura yang sudah tidak ada di sana , terlihat di undakan tangga Marco dan Laura berlari kencang , 2sahabat Damian pun mengikuti , Damian menghela napas lalu berdiri dan ikut berlari dia akan menaiki lift .
"ck, gadis merepotkan. " gerutu wanita itu tanpa berniat menyusul dia malah menyendok sarapannya .
di kamar mandi Bella menangis dia tidak akan mau di kurung di sini , maka ia akan memakai cara nya untuk menentang Damian , dia sengaja mengunci pintu kamar mandi dan membiarkan air dari shower itu keluar tanpa berniat mematikannya , dia lalu menguping dari balik pintu saat pelayan itu keluar Bella keluar lalu berdiam diri di balik pintu keluar pasti sebentar lagi mereka akan tiba , tidak lupa mengunci pintu kamar mandi itu dan benar saja marco dan Laura tiba dengan napas terengah lalu menggedor pintu kamar mandi .
"nyonya anda mendengar saya , tolong buka pintunya nyonya ." teriak Laura dan Marco bersamaan , 2orang masuk lagi dan terlihat wajah mereka khawatir , tak lama Damian masuk .
"dobrak pintu itu ." ucap Damian dingin, ada rasa takut di hati Bella saat mendengar suara Damian tapi dia harus keluar saat mereka fokus pada pintu kamar mandi Bella mengendap keluar berhasil dia menutup pintu kamar itu dan menguncinya mereka yang di dalam terlonjak lalu serentak menengok "**** ." umpat mereka, mereka di bohongi gadis kecil itu .
Bella berlari keluar dengan napas memburu , beberapa pengawal yang tidak mengerti hanya menunduk , tak lama suara seseorang menggelegar dari suatu alat .
"jangan biarkan nyonya arabella keluar mansion ." itu suara Damian , mereka yang awalnya menunduk langsung berlari mengejar Bella , Bella hampir tertangkap dia harus keluar dari sini mau tak mau dia harus bertarung dia memukul beberapa pengawal yang mengejarnya , tapi sayang pengawal itu adalah pengawal Damian yang tentunya tidak dapat sembarangan di kalahkan Bella mau tak mau harus duel dengan mereka.
bugh bugh bugh . Bella memukul membabi buta para pengawal itu , Bella juga bukan gadis manja dia pemegang sabuk hitam dan menguasai beberapa Bela diri .
Damian, Marco, Laura dan 2sahabat Damian berhasil keluar kamar itu, mereka berlari ke arah keributan yang di buat Bella , gadis kecil itu sungguh menyebalkan batin Damian .
saat beberapa pengawal mulai kewalahan Bella memanjat pohon yang rindang itu saat Bella sampai pada tembok yang menjulang tinggi itu suara tembakan terdengar .
dor dor 2 tembakan di layangkan
brugh Bella terjatuh dengan darah yang mengalir dari tubuhnya , Damian dan yang lain melotot melihat itu ..
Bella meringis kala bahu dan pahanya tertembak wajahnya memucat, kenapa mereka memiliki senjata api siapa mereka batin Bella sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.
__ADS_1
Damian berlari ke arah tubuh Bella, melihat luka tembak yang bersarang di bahu dan pahanya Damian sungguh murka , wajahnya menggelap dia murka benar benar murka .