
setelah kejadian dimana Damian dengan lancangnya mencium arabella, Bella jadi sedikit canggung bila bertemu dengan Damian , dan mungkin Damian merasakan hal itu , terlihat dari Damian yang akhir akhir ini sibuk , entahlah tapi Bella merasa Damian menghindarinya , itu bagus bukan , Bella jadi lebih leluasa lagi .!
Bella sudah bisa berjalan normal lagi kini dia tengah mengikuti kelas onlinenya, yang ke 3minggu , iya arabella sudah berkuliah online 3minggu dan selama itu pula , Bella bertemu Damian hanya dalam hitungan jari saja, Damian sibuk dengan pekerjaannya itu yang di beritahu oleh Laura , tapi Bella tentu bodo amat .
tidak peduli .!
ck, memang Bella gadis menyebalkan .
seperti biasa setelah selesai kelas online Bella dan Laura akan pergi ke taman, karna Bella suka sekali melukis Laura akan jadi model dadakan bila Bella ingin melukisnya atau mungkin akan jadi asistennya, karna jika Bella sudah melukis dia akan lupa waktu dan makan pun tak di hiraukan, Damian cukup lega dengan itu setidaknya gadis kecil itu tidak lagi brontak untuk kabur .
"nyonya, anda ingin melukis apa hari ini .?" tanya Laura Bella menggeleng dia hanya menatap ke depan kanvas lalu berdiri .
"aku tidak mau melukis hari ini ," Laura mengangguk tidak bertanya dia hanya duduk di sebelah Bella , mungkin Bella bosan melukis terus .
"Laura aku sudah lama bersama mu tapi aku lihat kau tidak memilki pasangan .?" pertanyaan absurd itu membuat Laura menatap malas Bella .
"saya tidak berpikir kesana nyonya ." jawab Laura tenang
"ck, akupun sama tapi orang tua ku malah menikahkan ku dengan manusia menyebalkan itu ."
"kau tahu , aku mungkin tidak akan pernah menerima pernikahan ini ." celetuk Bella tiba tiba membuat Laura heran .
"kenapa nyonya .?" tanya Laura
"ck, aku pernah membaca satu novel, jika orang yang menikah itu mereka saling mencintai dan menghormati ." balas Bella santai
"jadi nyonya tidak mencintai tuan ?" tanya Laura hati hati . dengan masih santai dan memakan camilannya Bella menjawab.
"memangnya cinta itu seperti apa .?" Laura menganga tidak percaya .
"maaf nyonya jika saya lancang, apa nyonya tidak pernah punya pacar .?" Bella menggelang cepat .
"apa nyonya di sekolah dulu tidak punya teman .?" tanya nya lagi hati hati .
__ADS_1
"tidak ." jelas Bella
"kenapa nyonya .?"
"aku tidak tahu, aku suka sendirian , banyak dari mereka yang ingin berteman dengan ku tapi aku tolak , dan kau teman pertamaku , untuk masalah pacar ---" Bella menggantung kalimatnya lalu meneguk minumannya dan melanjutkan "itu bagaimana prosesnya .?"
dan pernyataan Bella barusan membuat Laura semakin menganga tapi dia akan tetap bertanya secara hati hati agar nyonya mudanya ini mengerti dan paham .
"begini nyonya , apa pernah setiap dekat dengan lawan jenis jantung nyonya berdebar kencang .?" tanya Laura dengan sedikit tertekan sebenarnya tapi harus sabar .
"ck, kau ini bertanya apa .? jelas aku tidak pernah dekat dengan lelaki manapun .!"
doeng .!
jawaban Bella benar benar membuat Laura tepuk jidat , gadis di sebelahnya ini benar benar polos dan tak mengenal cinta , pantas saja dia tidak berperasaan pada siapapun , tuannya ini benar benar , ck s*alan .!
"ehh, tunggu kau bilang jantung berdebar jika bertemu lawan jenis .? " Laura mengangguk dengan wajah memelas
"benarkah dengan siapa .?" kepo Bella
astaga gadis muda ini, jika Laura terus terusan menjawab bukan tidak mungkin dia terus bertanya lebih banyak , lagi dan itu akan membuat Laura semakin tertekan . dan saat Laura akan membuka mulut suara gedebum terdengar dari gerbang timur mansion, yang artinya dekat dengan mereka , Laura spontan menarik Bella untuk membawanya bersembunyi , Bella melotot karna suara gedebum itu terjadi lagi , dan kali ini lebih besar . suara ponsel Laura berdering , dengan kepanikan yang menggebu Laura mengangkat ternyata tuannya yang menelpon.
"amankan istriku , Laura aku dalam perjalanan ." cetus Damian terdengar sekali sarat kepanikan dan kekhawatiran ponsel itu mati Laura segera menarik Bella berlari lebih cepat , Bella yang tak paham mengikuti arah Laura . dia sampai pada pintu dimna dia pernah bertanya apa boleh masuk , dan Laura membuka pintu itu memasukan nyonya mudanya dengan kepanikan yang tercetak jelas di matanya . suara tembakan dan gedebum terus bersahutan memekakan Telinga .
"nyonya sekarang masuk ke dalam ." perintah Laura
"heii tunggu ini ada apa .?" Bella bertanya karna melihat kepanikan di wajah Laura juga beberapa suara seperti ya Bella tahu suara apa
"nyonya dengarkan saya , saya akan jelaskan nanti sekarang anda harus patuh, diam di sini jangan kemana mana , jika ada yang membuka pintu jangan anda buka jika itu bukan saya atau pun tuan ." Bella mengerenyit tidak paham .
"tapi ini kenapa .!" Laura tidak menjawab , di luar keadaanya semakin genting , Laura langsung memasukan Bella ke ruangan sempit itu di sana ada beberapa air mineral dan juga makanan , ada satu kasur empuk juga nakas . Bella menatap sekeliling, Bella menjadi takut siapa mereka sebenarnya , ya Bella memang suka berkelahi dan malah tidak akan membiarkan musuh menang, jika gadis ini di kuasai kemarahan bukan tidak mungkin menjadi brutal , tapi kini Bella tidak paham , mengapa di luar seperti ada pertarungan hingga banyak suara memekakkan telinga . Laura juga keluar itu artinya Laura akan ikut bertarung , Bella ingin keluar dari ruangan ini tapi bagaimana caranya .
***
__ADS_1
Marco melaju kencang , Damian mengumpat habis habisan , mereka menyerang mansion berani sekali, pasti ada penghianat di antara anak buahnya , Damian kini terlihat panik dan khawatir , Damian mengkhawatirkan Bella istrinya , yang setiap pagi saat dia masih terlelap akan Damian ciumi wajahnya, ya itu memang seperti pencurian ciuman tapi Damian merasa itu harus , juga Damian akhir akhir ini sibuk , banyak masalah di markas juga kantor bersamaan , maka dari itu dia jarang bertemu Bella , jika ia pulang Bella akan tidur dan jika ia pergi Bella pun akan masih terlelap .
"Marco lebih cepat ." sentak Damian , Marco mempercepat laju mobilnya seperti orang gila .
"tuan, Laura melaporkan pasukan Tiger sudah datang , dan musuh bertambah banyak ."
"bagaimana istriku .?" itu yang Damian fokuskan sekarang .
"nyonya sudah di bawa ke tempat yang seharusnya tuan ." Damian mengangguk tapi tetap hatinya belum nyaman karna berita Bella baik baik saja belum terdengar dari Laura .
***
Laura terus menyerang musuh membabi buta , dia seperti seseorang yang haus darah , memegang pistol dan menggantung satu senapan itu yang Laura lakukan.
Laura mulai kewalahan tapi dia terus menyerang sampai seseorang menendang punggungnya Laura terjerembab , saat seseorang akan menikamnya dengan belati di tangannya , tendangan seseorang membuat si pelaku terjengkang , Mata Laura melebar saat melihat siapa yang menendang itu .
"nyonya apa yang kau--"
"kau ingin bersenang senang tanpa mengajakku ck, si*lan ." omel Bella , iya dia arabella , arabella keluar dari ruangan itu .
arabella membantu Laura berdiri dia lalu mengambil samurai yang tergeletak di sebelah pengawal yang telah terbujur kaku di hadapannya , mengikat rambutnya asal asalan arabella menyeringai .
"mari kita mulai ." teriaknya dan langsung mengayunkan samurainya membabi buta , kepada para musuh , Laura mencoba menghubungi Damian tapi tidak bisa , musuh terus terusan menyerangnya , dia mengumpat kesal .
arabella menikmati permainannya dia dengan luwes melumpuhkan musuh sekali tebas , dan melempar tubuh tubuh mereka menjadi satu gundukan , dari mereka masih banyak yang hidup .
arabella melihat ada satu mobil penyerang dia bergegas kesana , lalu mengemudi mobil itu menerjang gundukan itu , membuka tangki mobil dan memantik api yang entah punya siapa dia mengambilnya dan.
booom .! gedebum dari mobil itu terdengar itu membuat atensi mereka teralihkan , sedangkan di balik kobaran api arabella tersenyum devil , Laura melotot melihat itu , Damian dan Marco yang baru tiba tak kalah terkejut , keterkejutan mereka berlanjut saat arabella dengan lihai menggunakan senapan dan menembaki siapa saja yang di hadapannya membabi buta, tidak ada raut takut dalam mata arabella dia menikmati sekali pertempuran ini .
"ah aku hidup kembali. " teriak arabella di sela sela kegiatan menembaknya .
Damian tersenyum tipis dia semakin yakin bahwa identitas asli arabella tidak sesederhana itu , setelah mendengar cerita Lucas bahwa Bella pernah di kejar mafia saat dirinya pernah kalah , Damian mulai mencari tahu dan dia mendapat beberapa informasi dari ayahnya dan juga kedua orang tua Bella.
__ADS_1