
"Pagi, Mama!" sapa Gempi di sebelah Ibunya itu yang sedang menelpon seseorang.
"Pagi, sayang." Chia balas menyapa, tapi kembali bicara pada lawan bicaranya di telepon itu.
"Mama, lagi bicara sama siapa?" tanya Gema datang bersama Susi yang hendak keluar.
Chia pun menyudahi panggilannya. Menatap heran kepada mereka bertiga yang terlihat rapih.
"Ini ada panggilan kerja, tapi —"
"Tapi apa, Ma?" tanya Gema dan Gempi melihat Ibunya yang menunduk sedih.
"Kau ditolak?" tanya Susi menebak ngasal. Chia pun mengangguk. "Iya, aku tidak lulus," jawabnya lesu.
"Mama, tidak usah bekerja. Kita 'kan punya uang," kata dua anak kembarnya itu.
"Mama tahu kalian ada uang, tapi sebagai orang tua, Mama perlu bertanggung jawab memenuhi kebutuhan kalian berdua, sayang. Kalau cuma mengandalkan uang di tabungan, lama - lama akan habis dan Mama bisa jadi orang pemalas, dan itu contoh yang tidak baik untuk kalian berdua nanti." Kata Chia sedikit memberi nasehat.
"Coba lihat, Tante Susi, dia selalu di rumah terus, kerjanya rebahan, makan, dan menunggu uang transfer dari orang lain." Chia menunjuk Susi yang cengengesan.
"Ihhh, Chia! Aku ini kerja tau," ucap Susi memperlihatkan hapenya dan riwayat penerima saldo dari keuntungannya yang menjadi asisten Gema dan Gempi. Dari video yang dia kirim, menghasilkan banyak uang yang sulit dihitung sekarang.
__ADS_1
"Ahahaha... Tante ada - ada saja," tawa Gema dan Gempi.
"Jadi, Mama mau kerja di mana?" tanya Gema lagi.
"Hmm, coba deh kau daftar di perusahaan desain, siapa tahu kakakku itu bisa mengangkat mu sebagai kepala desainernya." Susi mengusulkan perusahaan kakaknya yang tidak begitu berjaya daripada perusahaan lainnya.
"Mau sih, cuma kalau aku kerja di tempat yang jauh, aku tidak bisa membawa Gema dan Gempi, terutama aku cemas pada anak - anakku ini, Susi," ucap Chia agak ragu.
"Tenang saja, ada aku yang jaga mereka di sini," kata Susi mencubit pipi gembul kedua anak Chia itu.
"Yah, Mama! Gempi dan Gema bisa jaga rumah bersama Tante Susi," sahut dua anak kembar itu.
"Oh ya, nanti aku yang telepon kakakku datang ke sini, jadi kau tidak usah berpikir mencari pekerjaan yang lain, aku jamin, kakakku pasti suka dengan kinerjamu, apalagi kau sangat ahli dalam mendesain." Susi balas memuji.
"Kalau begitu, mau kemana kalian bertiga?" tanya Chia.
"Mama, kita mau keluar beli piano. Mama mau ikut?" Gema bertanya. Chia pun menggelengkan kepala dan mengelus kepalanya. "Mama ingin sekali ikut, tapi pekerjaan Mama banyak, kalian bertiga pergi saja duluan, kalau urusan Mama sudah selesai, Mama akan pergi ke tempat kalian," jawab Chia dengan suara lembutnya itu.
"Tapi ingat, kalian berdua jangan keluyuran seperti kemarin, paham?"
"Paham, Ibu Negara!"
__ADS_1
Susi tertawa melihat tingkah lucu dua anak kembar Chia. Mereka pun keluar, meninggalkan Chia sendirian di rumah. Nampak satu wanita ini sedang mengurus penampilannya. Berdiri di depan cermin sambil memakai kacamata tebal dan juga tompel di pipi kirinya. Terlihat kucel dan cupu.
"Hmm, bagus, kalau aku seperti ini, tidak akan ada yang mengenaliku." Chia hanya berjaga - jaga, supaya tidak dikenal oleh ketua Hexion. Ia takut, pria itu masih mencarinya. Lalu bagaimana dengan suami yang terus Chia pikirkan?
"Ck, kalau suami jahat itu datang, aku langsung saja menendangnya dan mengatakan benihnya tidak ada!"
Lalu bagaimana jika Gema dan Gempi dikira anaknya? Hal itu pasti akan menjadi alasan baginya.
"Tidak semudah itu, aku akan katakan kalau Gema dan Gempi anak orang lain."
"Okeh, Chia. Kau perlu persiapan. Jangan mudah takut pada suami berengsekmu itu. Tinggal minta cerai, semuanya pasti akan berakhir."
"Tapi kalau dipikir berulang kali, kenapa ya rasanya Gema mirip sama ketua Hexion? Apa jangan - jangan benihnya yang berhasil tertanam?" gumam Chia menatap foto di layar laptopnya. Sontak ia pun menyadari sesuatu.
"Ehhhhhh.... kenapa ada biodata ketua Hexion di laptopku?" Chia sangat terkejut. Pagi - pagi buka laptop, matanya sudah disuguhi kumpulan kumpulan roti sobek pria itu yang kemarin dicuri oleh Gema. Chia mendadak blush, pipinya memerah dan malu melihat tubuh Gerry yang telanjjang dada.
"Ini pasti kerjaan Susi! Dasar, memang suka cari masalah dia!" Chia pun menghapus semua itu tanpa membaca lebih dalam file yang diambil Gema.
"Huftt, sepertinya aku harus menyembunyikan laptopku ini." Chia membawa laptopnya, memasukkannya ke dalam mesin cuci bekas yang tidak dipakai.
Chia pun mengepel lantai terlebih dulu. Setelah itu, ia kemudian ke belakang, menjemur cucian bersihnya yang tadi dia cuci. Seketika, pintu rumahnya diketuk seseorang.
__ADS_1