Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
19. BAB 19 II Salah Sasaran


__ADS_3

Jejak yang diperoleh Gerry soal istrinya itupun sudah sampai ke telinga Edgar, Bos Mafia SKYPIEA itu pun menelpon Gerry, Bos Hexion. Ia sedikit penasaran apa dan bagaimana rupa istri Gerry yang dinikahi mantan kepercayaannya itu.


Tring…


Hape di dalam saku berdering. Gerry yang berada di depan puluhan monitor pengamatannya itu berdiri dan mengangkat panggilannya.


"Woy, Ger! Aku dengar kau sudah menemukan istrimu, apa itu benar? Atau hanya berita angin lalu?" Gelagak tawa khas Bos SKYPIEA itu terdengar pecah dan sengaja meledek Gerry yang ditinggal selama enam tahun oleh istrinya. Memang nasibnya yang memilih gadis cantik tanpa memastikan kepribadiannya baik atau tidak. Ditambah lagi, Gerry yang malah memberi penutup kepala pada istrinya. Meski berdasarkan tradisi adat keluarga, seharusnya Gerry menggelar pernikahan sederhana saja. Tapi mau tak mau, Gerry tetap mengikuti tradisi pernikahan keluarganya. Itulah alasan mengapa Chia ditutup mata dan kepalanya, serta memberikan obat pada pasangannya di malam pertama agar dapat merangs4ng gairah cinta mereka.


"Ck, aku belum memastikannya itu dia atau bukan," decak Gerry sambil menunggu hasil pencariannya. Ia sebenarnya ingin ikut mencari di luar sana tapi akhir - akhir ini ia sibuk mencari tahu siapa yang sering mengawasinya. Sebab di area wilayahnya ada sebagian gangster yang kadang cari masalah dengannya.


"Oh, kenapa kau masih ragu begitu?" tanya Edgar terlihat duduk bersantai - santai sambil melihat dua twinsnya yang sedang belajar membaca bersama Samuel, sebab tidak lama lagi, twinsnya itu mau sekolah dan jika dihitung kembali, twins Edgar seumuran dengan twins Chia, dan waktu lahirnya hanya selisih beberapa hari saja. Yang artinya, Gema dan Gempi bulan ini beranjak enam tahun.


"Karena di dunia ini kadang ada orang yang memiliki kembaran walau tidak sedarah," ucap Gerry.


"Tapi melihat wajahnya yang sempat tertangkap cctv, aku yakin dia adalah istriku yang kembali dari luar negeri, hanya saja aku sudah mengecek sesuatu di bandara tapi tidak ada nama istriku yang terdaftar sebagai penumpang." Tutur Gerry panjang. Itu karena Chia sudah mengganti namanya dengan nama lain, Chara Arzellia, bukan Chia Stephanie lagi.


"Hmm, lalu apa yang selanjutnya yang mau kau lakukan?" tanya Edgar lagi.


Gerry menatap hapenya, tersenyum smirk. "Aku memerlukan bantuanmu," 


"Ha? Bantuan? Apa yang kau butuhkan?" tanya Edgar heran, sebab Gerry itu tidak pernah meminta apapun karena ia bisa menemukan seseorang yang hilang dengan usahanya sendiri. Kecuali mencari istrinya, itu rumit.


"Aku perlu bawahan mu membantu anak buahku mencari istri dan anak - anakku secepatnya, Tuan Edgar," kata Gerry.


"Itu sih hal mudah, nanti aku menyuruh mereka, dan satu lagi, aku mau bertanya, kenapa kau yakin sekali sudah punya anak?" tanya Edgar.


"Entahlah, perasaanku mengatakan anak yang bersamanya itu adalah anakku," jelas Gerry.


"Aku salut padamu, Ger," puji Edgar tiba - tiba.


"Salut? Apa yang kau katakan itu? Kau sedang meledekku?" cebik Gerry kurang suka dengan satu kata itu.


"Ehhh, santai dong. Aku salut padamu karena kau berhasil menanam benih unggul, apalagi jika benar dua anak kembar itu anakmu, kau benar - benar mengalahkan aku yang memiliki anak kembar cowok semua. Beruntung kau ada satu anak cewek," tutur Edgar melihat dua anak kembar laki - lakinya itu.


"Ck, aku tidak membutuhkan anak cewek, yang kubutuhkan cuma anak laki - laki," ucap Gerry sedikit mengejutkan Edgar.


"Kenapa kau terlalu kejam, Ger? Kau seperti bukan Gerry yang aku kenal," ucap Edgar merasa Gerry sungguh berubah, tidak seperti dulu yang sama - sama menyukai anak kecil, mau itu cewek atau cowok, di mata Gerry mereka sama - sama perlu disayangi.


"Sudahlah, aku tutup teleponnya."


Tuuutt…

__ADS_1


Edgar mendengkus panggilannya diputuskan. "Aneh sekali, Gerry seperti berbeda sekarang, apa dia sedang tertekan?" gumam Edgar merasa Gerry tambah menyebalkan.


"Papi! Kami sudah selesai belajar, ayo ajarkan kami beladiri!" ujar anak kembarnya itu.


"Okeh, sekarang ayo kita ke tempat latihan,"


"Tunggu, Om!" tahan Samuel.


"Kenapa?"


"Om, hadiah yang kemarin, apa sudah diberikan pada anak kembar pianis itu?" tanya Samuel.


"Oh iya, hadiah itu harus dikasih sama anak perempuan itu, Papi." Dua anak kembar Edgar yang manja itu merengek. Tampak keduanya suka pada Gempi.


"Astaga, Papi lupa kasih hadiah itu pada Gerry," ucap Edgar mendesis.


"Kalau begitu, biarkan kita saja memberikannya, Papi!" pinta tiga anak laki - laki tampan itu memohon dengan keimutannya.


"Baiklah, demi kalian, Papi akan memberikan langsung ini pada anak - anak itu, sekarang pergilah izin dulu ke Mami," kata Edgar.


"Horee!" seru Samuel dan adik kembarnya pergi pamit ke Ibu mereka. Setelah itu, Edgar membawa hadiah dan tiga anak - anak itu ke tempat tinggal Gema dan Gempi yang berhasil dilacak oleh Edgar sendiri.


Bersamaan pula, Gerry syok mendapati lokasi terkahir istri dan anak - anaknya itu masuk ke rumah wanita yang dia tadi sekap. 


"Minggir!" Gerry mengabaikan Aletta, ia mempercepat langkahnya menuju ke tempat penyekapan Chia, namun ruangan itu kosong.


"Hai, di mana wanita itu?" tanya Gerry pada anak buahnya.


"Maaf, Bos. Wanita itu tampaknya tidak bersalah, jadi kami biarkan dia pergi," ucap mereka merasa sudah salah sasaran.


"Aihh, bodoh kalian!" kesal Gerry pun pergi ke rumah Susi. Ia merasa yang membobol sistemnya bukan wanita jelek itu tapi ulah istrinya. Sesampai di sana, rumah itu benar - benar sudah kosong dan hanya bertemu dengan Edgar saja.


"Lho, ngapain kau di sini?" tanya Edgar.


"Tentu saja datang menemui istriku! Tapi kenapa kau juga ada di sini?" tanya Gerry pada Edgar.


"Kami mau memberikan hadiah pada anak kembar pianis itu, Om!" kata Samuel yang menjawab.


"Hah? Anak pianis kemarin?" Kaget Gerry kemudian lari ke dalam rumah, menggeledah isi rumah itu sendiri. Edgar menggaruk kepala dan tiga anak itu heran melihat Gerry memporak-porandakan isi rumah itu. 


"Gerry, berhenti, kau bisa menghancurkan rumah ini!" Edgar menangkap tangan Gerry yang memang suka merusak pintu dan segala apa saja. Bukan cuma itu, tangan Gerry juga bisa menghilangkan nyawa orang dengan mudah.

__ADS_1


"Jangan ganggu aku, Edgar! Aku perlu mencari petunjuk dan keterangan siapa saja yang tinggal di sini!" Hempas Gerry.


Sontak Samuel dan adik twinsnya memekik. "Berhenti! Papi, kami mendapat ini, coba dibuka saja," kata mereka menyerahkan laptop Chia yang didapatkan dari mesin cuci.


Edgar mau mengambilnya, tapi Gerry merebutnya. 


Kedua netra coklat madunya itu membulat sempurna melihat isi file gambar Chia banyak foto - foto istri cantiknya itu dan dua anak kembarnya.


Edgar pun segera menangkap laptop itu yang dijatuhkan Gerry. Sungguh Gerry tidak habis pikir, dua anak pianis itu adalah darah dagingnya. 


"Wah, lihat, ini ada om Gelly!" Tunjuk twins Edgar pada foto Gema.


"Iya, mirip banget, tapi di sini lebih tampan," kata Samuel lalu matanya pindah menatap Gempi yang imut dan manis.


"Gerry, mau kemana kau?" Edgar menahan kerahnya.


"Aku harus mencari wanita itu, Edgar," ucap Gerry hendak pergi.


"Aku tidak mau kehilangan dia lagi," lanjutnya masuk ke mobilnya kemudian pergi.


"Papi, siapa mereka? Apa hubungannya sama Om Gelly?" tanya twinsnya itu. Edgar menghembus nafas kemudian membelai satu - satu ujung kepala anaknya itu.


"Sepertinya mereka keluarga yang dicari - carinya," ucap Edgar.


"Berarti, anak perempuan itu anaknya om Gerry juga, Om?" tanya Samuel.


"He'em, bisa jadi," ucap Edgar. Samuel pun meraih tangan Edgar dan memohon. "Om, ayo bantu om Gerry temukan mereka," rengek Samuel dan juga adik sepupu twinsnya itu.


"Tidak perlu," kata Edgar jalan ke arah mobilnya.


"Kenapa, Papi? Papi tidak suka mereka ya?" tanya dua anak kembarnya itu. Edgar berhenti dan sedikit tersenyum.


"Bukan tidak suka, cuma Papi merasa yakin lokasi mereka sudah ditemukan oleh Gerry, sekarang kita pulang dan tunggu di mana mereka berada." Edgar membawa tiga anak - anak itu dan juga hadiahnya, meninggalkan rumah yang sekarang tidak akan pernah ditempati oleh Susi dan Chia, sebab dua wanita ini berada di rumah Davis.


Terlihat Chia sudah baikan pada Susi dan itu membuat Gema dan Gempi sedikit lega. Berkat Davis, mereka mendapat tempat tinggal yang baru, walau numpang di rumah orang lagi, tapi mereka merasa seperti berada di rumah sendiri, aman dan nyaman. Tidak ada ancaman apapun.


Beda lagi dengan Gerry, yang mengepal tangan di depan monitornya melihat rekaman cctv yang dia bobol dari kawasan elit itu menampakkan dua anak kembarnya keluar dari sebuah mobil dan masuk ke dalam rumah milik Presdir DS Group.


"Sebentar, kenapa cuma ada dua anak itu? Kemana istriku? Dan kenapa wanita jelek itu ada di sana juga?"


"Jangan - jangan …." Gerry memegang kepalanya, sadar wanita yang dia sekap adalah istrinya sendiri.

__ADS_1


.


Panik nggak tuh🤭


__ADS_2