
"Gerry! Aku mencarimu kemana-mana, dan rupanya kau ada di sini. Ayo kita pulang sekarang." Aletta tanpa peduli pada Gema dan Gempi, ia menarik - narik lengan Gerry.
"Barusan aku sudah bilang, kalau mau pulang, pulang saja duluan! Aku ada pekerjaan malam ini," kata Gerry menghentikan kelakuan Aletta yang mau menyeretnya.
"Aku tidak bisa pulang sendirian, aku takut ada musuh di luar sana yang mengintai," ucap Aletta alasan saja.
"Dih, siapa juga yang mau mengintai wanita sepertimu?" delik Gerry menjauh. Melihat Aletta diabaikan, Samuel sedikit tertawa di sana. Namun sontak diam dan bersembunyi di belakang Susi ketika dipelototi Aletta.
"Oh ya, siapa ini?" tanya Aletta menunjuk Susi dan melihat Gempi. 'Cih, ternyata anak perempuan yang aku lihat di toko itu adalah tamu pianis di pesta ini, tidak sangka aku dapat bertemu Ibunya,' batin Aletta mengamati Susi dan pindah memperhatikan Gema.
"Oh, jangan - jangan kau adalah Ibu anak - anak ini?" tebak Aletta pada Susi. Baru juga Susi mau menjawab, Gerry menyela. "Tidak usah basa - basi di sini, pulanglah ke rumah."
"Tidak mau, aku tidak mau pulang kalau bukan bersamamu." Aletta tetap menolak. Keduanya pun berdebat sehingga Susi terasa diabaikan, tapi ini waktu yang bagus untuk membawa pergi Gema dan Gempi. Susi tidak mau berurusan dengan ketua Hexion itu yang dulu anak buahnya pernah datang ke rumah hanya menanyakan Chia. Untung Susi bisa jaga mulut, menyembunyikan lokasi sahabatnya enam tahun ini.
'Tapi, kenapa pria ini dulu mencari Chia?' pikir Susi selalu kepikiran.
"Tante, ayo kita cepat pulang," bisik Gema.
"Ya nih, Gempi sudah ngantuk, mau tidur, Tante." Gempi menguap kecil dan menahan susah payah kedua matanya tidak terpejam.
"Okeh, ayo kita ke Ibu kalian."
"Om!" ujar Samuel meraih tangan Gerry yang masih cekcokan dengan Aletta yang keras kepala.
"Om! Jangan meladeninya lagi, Tante dan anak - anaknya itu sudah pergi!"
__ADS_1
Sontak Gerry berpaling, sudah tidak melihat Susi dan kedua anak kembar itu.
"Aihhh, lihat! Gara - gara kau, mereka meninggalkan tempat ini. Memang dasar wanita merepotkan," ucap Gerry kejam pada Aletta.
"Om, ayo cepat kejar mereka!" ujar Samuel.
"Tidak perlu, besok saja om berikan hadiahnya," ucap Gerry kemudian mengirimkan sebuah pesan pada Edgar.
"Memangnya om tahu rumah mereka?" tanya Samuel.
"Hmm, sedikit tahu. Sekarang kau kembali ke dalam sana, dan katakan pada mereka kalau om pulang duluan antarkan wanita cerewet ini ke rumah, mengerti?"
"Mengerti, Om!" Samuel pun segera pergi.
"Ck, ngapain sih repot - repot bawakan hadiahnya? Suruh saja tuh anak buahmu," decit Aletta masih setia berdiri di tempatnya.
Aletta pun tersenyum senang, ia berjalan cepat di sebelah Gerry. Tampak berharap pria itu tinggal di rumah malam ini, namun sesampainya mereka, Gerry sedikitpun tidak menginjakkan kedua kakinya di lantai rumahnya itu.
"Jangan pergi dulu, Ger!" tahan Aletta.
"Ada apa lagi?" tanya Gerry risih sekali.
"Kau tidak bermalam di sini?"
"Tidak, aku mau ke markas ku," ucap Gerry acuh.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku ikut dong," pinta Aletta membuat Gerry tersentak kaget.
"Ikut? Jangan deh!"
"Lho, kenapa?" tanya Aletta cemberut.
"Kau cemas ya kalau aku didekati orang lain di sana?" tebak Aletta.
"Tidak, aku tidak pedulikan itu," ucap Gerry.
"Terus, kenapa jangan?" tanya Aletta lagi.
"Aku cemas, kau akan merangkak malam - malam ke kamar semua anak buah ku." Gerry menjawab tepat dan menohok.
"Ihhh, aku bukan dedemit tahu!" Percuma, walau dia mengoceh sana sini, Gerry tetap meninggalkan rumah ayahnya. Sama sekali tidak sudi seatap dengan wanita kegatelan bekas ayahnya itu. Gerry cemas, si Jaka dalam sangkar dipegang sembarangan.
Bik Odah di sana sedikit menertawai Aletta yang menaiki anak tangga sambil menghentakkan kakinya, terlihat sangat jengkel malam ini.
"Mama!" seru Gempi berlari ke Chia.
"Astaga, kalian dari mana saja? Mama sampai cemas dan hampir meminta bantuan polisi tahu," ucap Chia memeluk Gempi.
"Gempi tadi lihat Pa—” putus Gempi tiba - tiba dibungkam mulutnya oleh Gema.
"Oh, kenapa, Gema? Kenapa kau menutup mulut adikmu?" tanya Chia heran. Gema menggelengkan kepala, ia tidak mau Ibunya tahu mereka bertemu Gerry yang mirip dengannya, namun sayang sekali, Susi yang menjawab, "Tadi aku mencari mereka, tidak sengaja melihat anak - anakmu ini bersama ketua Hexion,"
__ADS_1
"Apa? Ketua Hexion? Kau serius, Susi?" Chia berdiri, sangat terkejut.