Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
21. BAB 21 ll Bukan Anak Mu!


__ADS_3

Chia masuk ke dalam kamarnya, duduk di tepi ranjang dan melihat pesan dari suaminya. Ia sedikit memijat pelipis matanya yang berkedut - kedut itu. Antara mau meledakkan emosinya dan juga penasaran bagaimana rupa suaminya.


"Huft, tenang …."


"Aku harus mendinginkan kepala dulu."


Chia menghirup udara banyak - banyak lalu membuangnya kasar. Setelah merasa cukup tenang, ia pun membalas pesan itu. Tidak sadar, dua bocilnya berdiri di dekat pintu yang terbuka itu sambil mengintip sang Ibu.


"Kakak, Mama sedang apa? Kenapa terlihat begitu?" tanya Gempi ingin sekali masuk, tapi takut juga akan merusak suasana hati Ibunya.


"Hmm, kalau ada job untuk kita, harusnya Mama bicara pada kita. Mungkin kali ini yang berurusan sama Mama adalah orang lain! Atau itu adalah Suami Mama?" tebak Gema ngasal saja.


"Kalau benar itu suami Mama, bukan kah itu adalah ayah kita juga, 'kan?" ucap Gempi bertanya.


Gema menghentakkan kedua kakinya. "Bukan! Suami Mama itu bukan Papa kita. Dia cuma pria yang beruntung menikah sama Mama," jelas Gema nampak tidak suka ada pria lain dijadikan ayahnya. Wajahnya menunjukkan posesif yang luar biasa.


Seketika perhatian mereka teralih ketika mendengar suara desah4n kesal Ibunya yang marah - marah di dalam sana. Keduanya kembali mengintip diam - diam.


"Oh, ketemuan? Jadi kau mau bertemu denganku? Jangan harap!" kata Chia marah sambil mengirim pesan pada Gerry yang belum mau berhenti mengusiknya malam ini.


[Aku tidak mengenalmu, kau bukan, suamiku!] _Chia


[Baby, maafkan aku. Jujur aku tidak bermaksud menculik mu waktu itu. Aku dulu cuman terpaksa karena kau cocok sekali jadi istriku, dan percayalah, aku menutup mata dan kepalamu waktu itu karena tradisi keluargaku] _Gerry


[Tidak usah menjelaskannya, pokoknya aku marah, aku mau cerai!] _Chia


Gerry yang duduk sambil meladeni Chia melompat kaget membaca kata terakhir itu.


'Cerai? Dia mau cerai? Segampang itu?' batin Gerry ingin menertawai Chia.


[Jika kau mau cerai, okeh, tidak masalah! Tapi hak asuh anak - anak aku yang ambil!] _Gerry


Kali ini Chia yang membola. Ia segera balas dengan lebih pedas.


[Jangan terlalu berharap! Anak yang kau inginkan itu tidak ada! Benih yang kau harapkan itu tidak tumbuh!] _Chia


'What? Tidak ada? Jelas - jelas di pesta malam itu ada dua anak kembar! Ck, dia memang keras, sulit dibujuk.' Gerry merem4s hapenya merasa istrinya tidak takut padanya, ia pun membalas lagi.


[Jangan berbohong, aku tahu kalau di sisimu ada dua anak kembar, katakan saja!] _Gerry


Deg!


Chia hampir saja menjatuhkan hapenya saking terkejut membaca balasan dari suaminya itu.

__ADS_1


'Anak kembar? Bagaimana dia tahu?' pikir Chia pun menoleh ke jendela.


"Jangan - jangan dia sudah tahu lokasi ku dan sekarang mengawasi ku dengan satelit di luar sana?" gumam Chia segera menutup semua gorden lalu mengusap keringat di keningnya kemudian duduk kembali. Ia menimpali pesan itu secepat mungkin.


[Aku memang punya anak kembar, tapi mereka bukan anak mu!] _Chia


Gerry yang menerima pesannya Itupun tertawa terbahak-bahak. "Bukan anakku? Jelas - jelas salah satu anak kembar mu itu mirip denganku. Chia…Chia, kau wanita lucu. Aku yang menanamnya sendiri jadi aku tahu siapa ayah kandung anak - anakmu itu." Gerry meneguk habis air minumnya lalu meladeni Chia lagi.


[Istriku, aku benar - benar menyesal. Kehilangan dirimu selama enam tahun ini membuat hidupku suram. Tidak ada kebahagiaan yang aku rasakan. Aku tahu, kau pasti sudah merasakan kesulitan selama ini tanpa kehadiranku. Maka dari itu, biarkan aku menebus kesalahanku ini padamu. Jadi bagaimana kalau besok kita bertemu dan bicara baik - baik?] _Gerry


Chia memutar bola mata malas membaca kata - kata yang menggelikan itu. Ia pun ingin kembali menolak, tapi kedua matanya pun beralih pada luka lebam di tangannya. Merasakan ada keuntungan untuknya, Chia mendadak menerima ajakan itu.


[Baiklah, besok kita bertemu. Tapi dengan satu syarat!] _Chia


[Katakan! Aku pasti bisa menyanggupinya! Katakan semua apa yang kau inginkan!] _Gerry


Sudut bibir Chia terangkat. Ia segera membalasnya dengan hati yang senang.


[Aku akan katakan besok! Tapi ingat, kau jangan coba - coba menculik aku lagi!] _Chia


[Tenang saja! Aku tidak akan mengulanginya, baby] _Gerry


Chia dan Gerry pun mengakhiri obrolan mereka. Wanita muda itu pun melompat riang di atas kasur membuat Gema dan Gempi syok melihat Ibunya bertingkah anak - anak yang berhasil mendapat kinder joy satu RT.


Aksinya itupun berhenti setelah namanya dipanggil. Chia menoleh sambil nyengir pada dua anaknya itu.


"Mama, kenapa lompat - lompat? Ada kecoa ya?" tebak Gempi.


"Ihhh, jangan sebut itu dong!" celetuk Gema alergi kecoa. Namanya saja sudah membuat seluruh badannya lemas dan gatal - gatal.


"Pfft, maaf ya sayang. Mama jadi berantakin kasurnya, tapi tenang, Mama bisa perbaiki!" Chia segera merapihkan kasur anak kembarnya itu.


Usai membereskannya, ia pun duduk bersebelahan dengan Gema dan Gempi di tepi ranjang.


"Mama tadi senang sekali, dapat hadiah ya, Mama?" tanya Gempi.


"Hmm, bukan." Chia menggelengkan kepala.


"Terus, Mama bicara sama siapa?" tanya Gema ingin sekali melacak nomor yang sudah membuat Ibunya senang malam ini.


Chia pun menghembuskan nafas sejenak, kemudian mengatakan suaminya ingin bertemu dirinya dan mereka.


"Wah, suami Mama masih ada?" tanya Gempi.

__ADS_1


"Ya, sayang. Pria itu masih hidup, dan selama enam tahun ini dia mencari Mama, tapi Mama kesal sekali. Dia suami yang tidak bertanggung jawab! Meninggalkan Mama di malam pernikahan Mama," kata Chia menjawab panjang lebar. Padahal dua - duanya yang salah paham dan sama - sama saling meninggalkan pada saat itu.


"Lalu, bagaimana Mama bisa bersama Papa kita?"


"Nah, Iyah! Mama kasih tahu dong bagaimana Gema dan Gempi ada?"


Chia terkejut diserang dua pertanyaan itu. Membuatnya agak grogi menjawab mereka.


"Mama, ayo jawab kita." Gema dan Gempi merengek, ingin tahu bagaimana pertemuan Ibunya dan Papanya. Chia pun menjelaskan sedikit - sedikit kalau pertemuan mereka tidak disengaja alias sebuah kecelakaan.


"Berarti, Mama dan Papa tidak saling suka?" Gempi selalu saja bertanya hal yang sulit sekali dijawab.


"Iya, Mama … waktu itu tidak sengaja kebablasan. Tapi itu tidak masalah bagi Mama." Chia membelai kepala Gema dan Gempi.


"Mama justru senang adanya kalian di kehidupan Mama." Lanjutnya mengecup bergantian pipi dua anak kembar itu.


"Nah sekarang, kita harus tidur, besok kalian perlu ikut Mama hadapi suami Mama. Dan ingat, kalau dia macam - macam sama Mama, kalian langsung teriak, paham?"


"Paham, Mama!" hormat Gema dan Gempi kompak.


"Pftt…. yaudah, kalian pergi cuci tangan dan kaki dulu."


"Baik, Mama!" Gema dan Gempi berlari ke kamar mandi. Meninggal Chia yang memandangi hapenya.


"Baiklah, aku lebih baik tidak cerai. Suamiku yang jahat ini bisa aku manfaatkan membalas dendam pada ketua Hexion!" Chia rupa - rupanya masih belum memaafkan perbuatan Gerry yang sudah menyekapnya. 


Di luar kamar, terlihat Davis terdiam sudah mendengar Chia yang mendapat kabar dari suaminya.


"Hei, Kak! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Susi. Tapi Davis hanya berlalu pergi ke arah kamarnya sendiri.


"Haissss, malam ini aku tidak usah banyak memikirkannya. Aku harus fokus pada job Gema dan Gempi." Susi membuka sedikit pintu kamar Chia, melihat sahabat dan dua anak itu nampak sudah tidur. Setelah itu, Susi pun masuk ke kamarnya sendiri. Dua jam kemudian, seseorang keluar dari kamar twins Chia. Terlihat Gema diam - diam menuju ke ruang kerja Davis sambil membawa hape Ibunya. 


"Aku perlu tahu, di mana dan siapa Suami Mama!" Gema melakukan pelacakan kembali pada nomor itu. Seketika bola matanya itu terbuka lebar - lebar melihat lokasinya ada di markas Hexion.


"Jangan - jangan, Suami Mama adalah bawahan Papa?"


"Kalau begini, dia bisa membantu kami kasih pelajaran sama Papa dong!"


Gema menutup laptop Davis. Ia segera keluar, dan kembali tidur. Tidak sabar ingin menemui Suami Ibunya dan menjalin kesepakatan rahasia.


.


🤣🤣Tepatnya Suami Mama kau itu ketua Mafia, Gema🤭Gimana tuh pertemuannya nanti🤭

__ADS_1


__ADS_2