Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
17. BAB 17 II Mama Kenapa?


__ADS_3

"Kau siapa?" tanya Chia dengan suara yang lemah. Bik Odah duduk di depan Chia, mengusap sisa air mata Chia yang sudah kering dan memasangkan kacamatanya juga.


"Saya Odah, seorang asisten. Ambillah ini dan makanlah." Bik Odah sekalian membuka ikatan rantai yang membelenggu tangan dan kaki Chia. Bik Odah terkejut melihat masing - masing di pergelangannya Chia lebam dan bengkak.


Chia sontak mendorong Bik Odah, ingin segera pergi namun Bik Odah menangkap tangannya. "Jangan keluar sekarang, habiskan makananmu dulu," ucap Bik Odah tersenyum ramah.


"Tidak, saya harus pergi dari sini, saya punya anak, dan mereka pasti sedang cemas menunggu saya pulang," tolak Chia.


"Tidak usah terburu-buru, isikan dulu perutmu, jika kau pergi dengan perut kosong, kau bisa pingsan di jalan," kata Bik Odah perhatian. Chia pun menatap ragu - ragu piring di lantai itu.


"Ayo, duduk dan makanlah dulu," kata Bik Odah duduk dan menepuk lantai kotor di sebelahnya. Chia pun terpaksa duduk kemudian makan sedikit - sedikit.


"Te-terima kasih, tapi mengapa anda membantu saya?" tanya Chia. Bik Odah tersenyum kemudian berdiri, meninggalkan Chia tanpa dijawab sedikitpun. Tapi itu tidak masalah, Chia segera keluar melalui pintu yang terbuka itu. Kabur meninggalkan markas Hexion yang sekarang tidak dijaga ketat karena semua bawahan diperintah mencari istri Gerry di setiap bandara dan juga di semua hotel. Gerry merasa istrinya pasti sedang menginap di hotel bersama dua benihnya yang sangat ingin Gerry lihat bagaimana wajah mereka.


"Gerry! Aku tidak terima kalau kau membawa istrimu itu ke rumah!" sentak Aletta tidak suka satu atap dengan wanita lain.


"Ck, tidak usah marah - marah, aku hanya akan membawa anak - anakku saja," ucap Gerry tidak sabar merebut benihnya itu.


"Lalu bagaimana dengan istri anda, Tuan?" tanya Bik Odah datang dan tidak tega mendengar ucapan Gerry yang jahat itu.


"Saya tidak membutuhkannya. Mungkin setelah merebut anakku, aku akan membuangnya," ucap Gerry menatap Aletta yang mundur, ia sedikit takut mendengar jawaban menohok itu. Kata buang sering kali diartikan sebagai santapan ikan hiu.


"Kenapa kau ingin buang dia, Ger?" tanya Aletta ingin tahu.

__ADS_1


"Karena aku menikahinya hanya dijadikan wadah, bukan dasar cinta dan aku tinggal memberi uang ganti rugi kepada keluarganya,"


Aletta diam - diam menyeringai sudah mendengar ucapan Gerry.


'Aku tahu, kau sebenarnya menunggu waktu yang tepat menyatakan rasa cinta terlarang mu itu padaku, Ger,' batin Aletta terlalu yakin cinta Gerry hanya ia yang bisa memilikinya.


Bik Odah yang di sana pun menunduk, merasa sangat kasihan pada nasib wanita yang sudah dijebak dan melahirkan anak untuk Gerry. Rasanya Bik Odah ingin marah, tapi dia hanyalah seorang asisten.


'Ya Tuhan, mudah - mudahan Tuan Gerry tidak sungguh - sungguh mengucapkan itu dan hanya sebuah candaan.'


...****************...


"Davis, awas!" Susi yang ada di dalam mobil Davis memekik kala seseorang lari dan menyebrang sembarangan. Gema dan Gempi syok ketika Davis membanting stirnya ke samping, untung mereka memakai sabuk pengaman.


Mereka turun cepat dari mobil dan menghampiri Chia yang terduduk di depan mobil.


"Mama!" seru Gema dan Gempi memeluk Ibunya yang hampir ditabrak.


"Lho, kenapa kalian ada di sini?" tanya Chia terkejut. 


"Chia, kami mencarimu, kau dari mana saja?" Susi mendekat dan ingin membantu Chia berdiri tapi …


PLak!

__ADS_1


Tangan itu ditampar, membuat Susi, Davis dan twins G terkejut.


"Kau kenapa, Chia?" tanya Susi sedih tiba - tiba Chia tidak mau menerima tangannya.


"Aku masih syok, maaf," ucap Chia merasa Susi adalah pelaku masalah untuknya. Ia ingin sekali marah - marah mengapa Susi berani mencuri data - data Hexion, tapi Chia tidak mau anak - anaknya melihat kekecewaannya itu.


"Maaf, ini salahku," sahut Davis.


"Bagaimana kalau aku bawa periksa ke rumah sakit dulu? Siapa tahu ada yang luka," lanjutnya menawar bantuan.


"Tidak perlu, maaf sudah merepotkan kalian." Chia menggandeng tangan Gema dan Gempi.


"Chia, kau mau kemana membawa mereka?" Tahan Susi melihat Chia tidak mau naik ke mobil Davis.


"Tidak usah kau tahu, mulai sekarang aku tidak akan tinggal di rumahmu, aku bisa cari rumah sendiri. Ayo, anak - anak, kita bisa beli rumah sendiri." Chia membawa anaknya meninggalkan Susi dan Davis. Twins G menengok ke belakang, melihat Susi yang menangis di dada Davis.


"Kakak, apa yang sudah terjadi?" tanya Gempi pada Gema. Merasa kasihan melihat hubungan persahabatan Ibunya tiba - tiba retak. Keduanya pun bertanya pada Chia.


"Mama, lagi marahan ya sama Tante? Tapi kenapa?" tanya mereka. Chia duduk di bangku kosong dan melihat bergantian Gema dan Gempi yang duduk di sebelahnya juga.


"Maaf, Mama hanya ingin sendiri dulu sayang, tidak marah kok sama Tante Susi," ucap Chia membelai kepala anak - anaknya.


"Ehhh, tangan Mama kenapa begini?" Kaget Gempi menyadari tangan Ibunya bengkak.

__ADS_1


"Sebenarnya, Mama dari mana saja?" tanya Gema juga terkejut.


__ADS_2