Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
47. BAB 47 ll Pertarungan Tiga Mafia


__ADS_3

BRAK!


Meja kayu di depan Rion itu digembraknya. Rion tampak marah setelah mendapat laporan Bos Hexion masih hidup. "Kep4rat, penawar itu benar-benar bisa melumpuhkan racunku. Tapi, aku harus tenang, sang peracik sudah tidak ada dan hanya perlu menebarkan racun yang berdosis lebih tinggi."


"Hahaha, tidak ada lagi yang bisa mengalahkan kehebatanku. Racun-racunku akan membuktikan kedamaian yang sebenarnya." Rion tertawa puas lalu berhenti kala seseorang datang dan bertepuk tangan.


"Hebat, aku tidak sangka kau bisa melakukan kehebohan ini, Rion. Ayahku pasti bangga bisa kerjasama denganmu, tapi sayang sekali, racun yang kau sebarkan tidak mengenai saingan ayahku, apa kau benar-benar sudah tidak punya hati sampai meracuni anak kecil tidak berdosa itu?" Seorang wanita duduk di depan Rion.


Rion tersenyum tipis padanya. Putri dari salah satu calon walikota baru yang ingin menumbangkan Ibunya Samuel. "Nona Agnes, aku tidak seperti yang kau katakan. Aku melakukan ini supaya saingan ayahmu mundur dengan terhormat dengan kritisnya sang putri kecilnya." 


"Ck, itu sama saja," cibik Agnes lalu membakar sebatang rokok di tangannya. Menghisap rasa nikmat dari benda itu.


"Ngomong-ngomong, apa tujuanmu datang ke sini?" tanya Rion sambil meminum birnya.


"Aku butuh bantuanmu menyingkirkan seseorang," kata Agnes ke inti tujuannya.


"Wah-wah, siapa yang mau kau singkirkan lagi?" tanya Rion.


"Musuh di bangku sekolahku dulu. Baru-baru ini aku melihat dia telah muncul di kota ini dan itu membuat luka di hatiku kembali sakit. Rasanya tidak tenang jika dia masih berseliweran di luar sana." Yang dimaksud adalah Chia. Balas dendam yang dulu tertunda untuk primadona nomor satu yang dulu lebih dicintai kaum lelaki.

__ADS_1


"Itu mudah, berikan saja foto orang itu yang mau kau singkirkan," ucap Rion meminta.


"Sayang sekali, aku tidak membawa fotonya, tapi aku bisa memberikanmu di tempat ini." Agnes memberi selembar tiket.


"Apa ini?" tanya Rion.


"Lokasi pasar gelap yang baru diresmikan. Tingkat keamanannya terjamin tidak akan mudah dilacak polisi."


"Lalu mengapa kau mengajakku ke sini?" tanya Rion.


"Ada sesuatu yang aku butuhkan di sini dan aku meminta bantuan kelompokmu datang bersamaku juga." Agnes tidak mau menjawab langsung keinginannya.


"Ck, kau memang wanita merepotkan." Rion menerima tiket itu dan membiarkan Agnes pergi. Siapa sangka, di antara semua tamu di tempat itu ada dua anak kembar Chia yang hadir juga.  Tidak tertinggal Edgar juga ada untuk menjaga mereka yang datang mau memenangkan tanaman langka untuk dibuat penawar. Tapi di tengah pelelangan, penyerangan tiba-tiba memporak-porandakan tempat itu.


"Gema, Gempi! Tetap di belakang, Om!" Edgar bergerak mundur sambil menembaki musuh yang berdatangan. Pertarungan tiga Mafia sedang pecah malam ini. Mereka memperebutkan tanaman langka itu. Kalau saja Gerry ada, pertarungan ini bisa dimenangkan olehnya. Sebab tingkat tempur Gerry layaknya reinkarnasi dari dewa perang. Pergerakan mereka dapat dibaca dan dianalisa tepat sasaran. Sayangnya, pria itu berada di rumahnya dan dijaga oleh Chia seorang diri. Nampak juga cemas memikirkan kedua anaknya yang ikut bersama Edgar. Berkat pencarian yang dilakukan Gema, ia berhasil meretas isi barang yang mau dilelang dan salah satunya terdapat tanaman langka itu. Akhirnya Edgar dan Gema sepakat merebut tanaman itu sebelum jatuh ke tangan orang lain.


"Haishh, harusnya aku larang saja." Chia menghembus nafas berat.


"Ya Tuhan, besok ulang tahun mereka, semoga anak-anakku pulang dengan selamat." Chia mondar mandir di dekat tempat tidur. Sontak menoleh ketika Gerry kembali sadar dan menatapnya sejenak.

__ADS_1


"Akhh, kamu siapa?" tanya Gerry memekik.


"Sebentar, aku ingat. Kemarin ada yang bilang kau istriku, apa itu benar?" tanya Gerry  gugup berdua saja dengan seorang wanita.


Chia duduk dan memeluknya.


"Ehhhh, kenapa tiba-tiba memelukku?" Kaget Gerry. Tapi Chia tidak bicara, ia semakin erat memeluk Gerry. Sangat cemas pada anaknya sampai berusaha tenang dengan cara memeluk suaminya.


"Bi-biarkan aku peluk sebentar," lirih Chia.


Gerry pun diam mematung. Detak jantung Chia lebih cepat dari detak jantungnya. Apakah ini debaran cinta?


'Ohh, apa dia sedang ketakutan?' pikir Gerry gugup.


'Kira-kira ini di mana? Dan kemana dua anak itu? Lalu di mana wanita yang satu itu?' batin Gerry mencari twinsnya dan juga Aletta.


.


🤧Cabe ijonya gak usah dicari, mending hibur istrinya aja pak Mafia😁mumpung lagi berdua hihihi

__ADS_1


__ADS_2