Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
41. BAB 41 ll Kenapa Harus Istri Orang?


__ADS_3

"Dari yang tertera dalam surat ini, Tuan Gerry Brandon Rios berkeinginan untuk mengakhiri hubungan pernikahannya bersama anda, Nona." Pengacara itu tersenyum sopan pada Chia kemudian memandangi Gempi dan Gema.


"Dan untuk hak asuh, Tuan Gerry menyerahkan hal itu di tangan anda, tapi dengan syarat, Tuan muda Gema harus menghadiri dulu pertemuan khusus dalam mengatur kembali organisasi ayahnya yang telah resmi diwariskan padanya." Pengacara menunjuk Gema dan menyerahkan sebuah lencana milik Bos Hexion di atas meja. Sebagai kandidat ketua cilik, Gema mulai sekarang harus memakai lencana itu.


"Sebentar, Pak! Saya mau bertanya!" ujar Susi mengangkat tangannya.


"Ya, silahkan Nona," ucap Pengacara itu.


"Begini, apa memang benar ayah kandung anak-anak ini adalah anak Tuan Gerry?" tanya Susi. 


Pengacara itu dengan sabar mengeluarkan surat lain. Memberikan hasil tes DNA dari simpel darah Gema dan Gerry yang menghasilkan kecocokan 99.9%. Yang mengartikan, Gema dan Gempi sungguh anak Bos Hexion.


"Om, apakah Papa Gempi sungguh sudah tidak ada?" tanya Gempi berdiri di sebelah pengacara. Menatap sedih dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maaf, Nona. Saya tidak bisa katakan lebih jelas, tapi beberapa hari ke depan akan disiapkan pemakamannya. Dokter mengatakan, jika beberapa hari ini tidak ada perkembangan, alat yang membantu Tuan Gerry saat ini akan segera dilepaskan dan kemungkinan Ayah Nona dipastikan sudah meninggal."


"Hiks…. hiks, padahal Papa itu lucu, Gempi belum pernah main sama Papa." Gempi mengucek air matanya yang berlinang.

__ADS_1


Melihat Gempi, Chia yang tidak tega pun berdiri dan mengambil surat-surat itu lalu mer3masnya kuat-kuat.


"Sampai kapan pun, saya tidak setuju dengan keputusan ini. Saya dan dia itu belum ada sebulan saling mengenal. Kami belum merasakan apa itu suami istri. Tidak semudah itu anda mengakhiri hubungan kami, Pak." Chia memberikan surat yang sudah kusut itu.


"Maaf, Nona. Tapi ini permintaan terakhir sebelum Tuan Gerry datang menyelamatkan anda. Beliau sudah mengatur ini semua dan sekarang anda bebas dengan status anda yang tidak memiliki hubungan lagi dengannya. Beliau cuman mau anda tidak dalam kesulitan seperti tiga hari yang lalu," tutur pengacara itu menegaskan.


"Maaf, kejadian tiga hari yang lalu itu tidak ada hubungannya sama sekali pada Hexion," ucap Chia balas menegaskan ucapannya.


"Maksudnya?" tanya Susi dan pengacara itu kurang paham. Sedangkan Gempi dan Gema pun diam tapi mencoba mendengarkan obrolan Ibunya.


"Laki-laki yang bernama Rion Robertus itu adalah pelaku yang menyebabkan ayah saya meninggal. Dia menculik saya itu karena ingin memperistri saya, bukan karena ada hubungannya sama Gerry. Bahkan Rion tidak tahu aku dan Gerry itu pasangan suami istri. Jadi, jika anda merasa kejadian itu disebabkan oleh Hexion, anda salah besar." Jelas Chia sambil mengusap air matanya dan duduk. Menangis kecil gara-gara mengenang ayahnya. 


"Jika begitu, mengapa anda tidak mengurus ini ke pihak berwajib?" tanya pengacara itu dan memberikan tissu yang ada di atas meja.


Chia menerima tissu itu dan mengusap sisa air matanya, kemudian menjawab, "Sa-saya baru tahu hal ini, dan saya ingin sekali Gerry membantuku, tapi sekarang pria itu malah sekarat. Aku jadi bingung apa yang harus kulakukan sekarang," jawab Chia terisak.


Gempi pun berdiri di depan Chia. Dengan tangan kecilnya itu, ia mengelus pipi Ibunya dan memohon. "Mama, ayo kita jenguk Papa dulu. Siapa tahu, Papa bangun lihat Mama datang ke sana." Merengek dan melirik pengacara yang menghembus nafasnya yang terasa berat.

__ADS_1


"Gema setuju! Gema mau lihat Papa juga! Soal ini, diabaikan dulu saja!" sahut Gema berdiri di sebelah Gempi.


Chia pun membelai kepala dua anak kembarnya lalu tersenyum. Ia minta maaf selama tiga hari tidak bicara pada mereka. Setelah itu, Chia menatap sang pengacara.


"Untuk urusan ini, aku tidak mau mendengarnya lagi. Sampai kapan pun, aku tidak setuju dengan keputusan ini. Jadi, lebih baik anda antarkan saja kami ke tempat di mana ayah anak-anak berada, Pak," ucap Chia dan mulai sedikit tenang melihat pengacara menyimpan surat-suratnya.


"Jika itu memang kemauan anda, baiklah. Mari ikut saya, Nona." Pengacara itu pun berdiri duluan kemudian keluar menuju ke arah mobilnya. Disusul Susi, Chia, Gema dan Gempi di belakangnya. Mereka pun meninggalkan rumah Davis tanpa memberitahu Davis yang sedang berada di perusahaannya.


Terlihat pria tampan satu itu sedang duduk termenung di dalam kantornya. Menarik nafas dan membuangnya dengan perasaan berat. Ia merasa kesepian. Tapi otaknya tiba-tiba memikirkan hal baru.


"Dilihat waktu itu, Chia seperti tidak mengenal suaminya. Sayang sekali, dia cantik-cantik begitu memiliki hubungan spesial dengan ketua Hexion. Tapi pria itu sedang koma, dan bisa saja sudah meninggal. Kalau aku rebut Chia, apa aku akan dikroyok gangster Hexion?" gumam Davis menopang dagunya. Membayangkan ia di atas pelaminan bersama Chia.


"Arghhhhh!" racun Davis mengacak-acak rambutnya.


"Kenapa sih seleraku jadi turun begini! Kenapa harus istri orang yang aku taksir? Ya ampun, ini kelainan apa lagi sebenarnya?" Davis menggerutu pada dirinya sendiri.


.

__ADS_1


Kelainan jadi calon pebinor🤣wkwk


Tapi awas, kalau coba-coba, itu nyawa bisa hilang lho wkwk


__ADS_2