
"Sayang, aku boleh ikut nggak?" tanya Keylin sedikit memohon.
"Tidak sayang, kau tetaplah di rumah bersama anak - anak. Keadaan di luar sedang tidak aman, anak buah Robertus sering menampakkan dirinya. Aku khawatir mereka melakukan serangan dadakan." Edgar melarang dan mengelus perut istrinya yang buncit itu.
Keylin menghembus nafas ringan. Selalu dilarang kemana - mana, padahal ia juga mau bebas dan jenuh di rumah terus. Beruntung ada Samuel dan twins Ed yang sering menghiburnya dan tidak begitu nakal.
Sedangkan Chia sedikit kagum melihat hubungan Edgar dan Keylin yang erat. Merasa ia juga ingin diperhatikan seperti itu.
"Kira-kira, kalau dia sudah bangun, apa dia bisa sayang seperti itu padaku?" gumam Chia berharap Gerry masih ingat padanya namun sesampainya di sana, harapannya itu meleset. Gerry tersadar tanpa ingatan apapun dan kini memandangi Chia dengan tatapan biasa.
"Papa!" Gempi berseru riang mendekati Gerry yang duduk di atas berankar dan sedang dirawat oleh Dokter laki-laki pribadinya yang selama ini berusaha menolong nyawanya.
"Papa, hiks… Gempi rindu Papa." Gempi menangis di depan Gerry tapi pria itu tidak merespon apapun dan malah bertanya.
"Kamu siapa?"
Semua orang di sana sangat terkejut, kecuali Dokter dan profesor yang sudah tahu ingatan Gerry benar - benar hilang. Ada rasa kecewa di hati Edgar melihat mantan kepercayaannya sekaligus sahabat dekatnya itu tidak mengingat siapapun, terutama pada dua anak kembarnya sendiri yang dulu ingin sekali merebutnya dari Chia. Gempi mundur perlahan dan memeluk Ibunya.
"Mama, Papa tidak ingat Gempi, hiks.." Isak Gempi. Sedangkan Gema, bocah itu menatap ayahnya. Tatapan yang sama - sama datar tapi dalam pikirannya penuh tanda tanya.
__ADS_1
Gerry berusaha mengingat memorinya, tentang siapa dirinya dan siapa semua orang di depannya, tapi sayang, ia tidak mengingat secuil memori masa lalunya dan bahkan tidak tahu siapa namanya.
"Aku ada di mana?" tanya Gerry dengan lirih. Suara yang lemah dan tidak seperti dulu yang terdengar berat. Chia maju dan bertatap mata dengan suaminya itu.
"Kau benar-benar tidak ingat kami?" tanya Chia sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Maaf, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Gerry balik dan mundur, sedikit takut dikepung orang yang tidak ia kenal. Ketika Chia mau menjawab, sontak saja dari arah pintu seseorang masuk dengan berteriak histeris.
"GERRY!" Aletta datang dan menyenggol Chia. Langsung memeluk anak tirinya yang dibuat kebingungan. Davis pun segera menahan bahu Chia yang hampir terjatuh.
"Gerry, akhirnya kau sadar juga. Aku sangat merindukanmu tahu. Selama ini, rumah rasanya sepi tanpa kehadiranmu," tangis Aletta pura-pura dan sebenarnya rumahnya selalu sepi sebelum Gerry terkena racun itu.
"Kamu siapa?" tanya Gerry mendorong Aletta.
"Hikss, aku ini adalah —"
"Ibu tirimu," sahut Edgar sebelum Aletta menjawab dengan kebohongan ngawurnya.
Aletta memonyongkan bibir sudah kalah duluan.
__ADS_1
"Jika dia, Ibu tiriku, lalu siapa kalian? Dan siapa wanita ini?" Tanya Gerry mengarah pada Chia. Susi yang dibelakang gatal ingin menjawab tapi Aletta lebih cepat bicara.
"Dia mantan istrimu, kalian sudah bercerai bulan lalu," ucap Aletta tersenyum tipis dan licik.
"Bohong! Mama dan Papa itu belum pisah! Nenek jangan suka bohong dong! Awas ntar kena geluduk baru tahu rasa!" kata Gempi marah.
Semua orang terkejut melihat Gempi yang tadi menangis tiba-tiba geram. Membuat Aletta sedikit bergidik ngeri melihat Gempi yang merah padam dan lumayan menakutkan. Baru kali ini ada anak kecil yang berani membentaknya selantang itu. Nyalinya beda dari anak yang lain.
"Bagus, kau memang adikku, Gempi." Gema memuji dalam hati punya adik yang suka melawan tanpa gentar sedikitpun. Tidak peduli siapa dan bagaimana latar belakang orang itu.
"Jika begitu, mengapa aku ada di sini?" tanya Gerry melihat sekelilingnya yang lumayan menakutkan.
"Kau itu habis diracuni sama istrimu yang jahat ini! Dia ingin membunuhmu dan mau merebut semua hartamu!" kata Aletta menuduh Chia. Ingin segera membuat kesan Chia rusak di mata Gerry.
Edgar mengepal tangan sedikit emosi, ia benar-benar tidak tahan sama wanita seperti Aletta yang harusnya dikasih pelajaran bagaimana menjaga mulutnya yang suka mengompori urusan orang lain.
.
Sumbat aja pakai kabal🤣antena wkwk
__ADS_1
Upss canda Aletta hhihi