Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
16. BAB 16 II Akhh, Sakit


__ADS_3

"Hai, Om."


Chia yang dilanda gugup dan takut, ia sedikit menyunggingkan senyum manis di bibirnya. Tapi penampilannya yang cupu dan jeleknya itu tidak mempan terhadap Gerry yang tidak tertarik pada wanita mana pun.


"Ck, tidak usah sok akrab, katakan saja apa mau mu, ha?" Gerry mencengkram rahang Chia, menatap sinis kedua mata bulat Chia yang hitam itu.


Chia memalingkan cepat arah matanya kemudian dengan susah payah menjawab, "Aku tidak paham apa maksud kalian!" pekik Chia lantang.


Seumur-umur baru kali ini Gerry dibentak oleh wanita jelek. Sekali lagi, rahangnya dicengkeram lebih kuat.


"Akhh, sakit…." Chia merintih kesakitan, tapi Gerry tidak peduli.


"Kau pikir dengan berpura - pura seperti ini, aku dapat percaya dan mengasihani mu?"


"Tidak, jelek!" kata Gerry tersenyum smirk kemudian melepaskan cengkeramannya.


"Kau akan tetap di sini sampai kau buka suara, tapi tiga hari kau masih tidak mau bicara siapa yang menyuruhmu, tunggu saja hukuman yang jauh lebih kejam dan menyakitkan." 


Chia terguncang mendengar ucapan Gerry yang tidak main - main. Kali ini dia pun memikirkan suaminya. Berharap dapat diselamatkan sebelum nyawanya benar - benar lenyap di tangan Gerry yang kejam dan tidak berperasaan.


"Tunggu! Ku mohon lepaskan saya, Tuan." Chia terpaksa memohon walau rasanya ia tidak sudi. Tapi mau bagaimana lagi, ia masih ingin bersama anak - anaknya.

__ADS_1


"Apa? Kau minta aku mempercepat hukuman mu?" tanya Gerry tersenyum jahat dan pura - pura tidak mendengar rintihan Chia.


"Kubilang lepaskan saya!" ujar Chia menangis. Gerry sedikit terkejut melihat air mata Chia itu terasa mengalir sendiri dan bukan kepura-puraan. Ia pun mendekati Chia dan berdiri di depannya dengan tatapan datar.


PLak!


Mengira mau dilepaskan, sebuah tamparan kecil mendarat di pipi kanannya. Walau terasa ringan dan tidak sakit, tapi masih bisa menjatuhkan kacamata Chia.


Gerry kembali menarik rahang Chia dan kemudian mendecak. "Cih, kau tahu, di luar sana ada banyak wanita pembohong sepertimu, dan kau tahu, apa yang terjadi pada mereka?" ucap Gerry ingin menatap mata Chia tapi wanita itu menunduk dan membuang muka.


"Mereka semua mati mengenaskan, jadi diam di sini dan berikan aku jawaban besok lusa," decak Gerry menepuk-nepuk kepala Chia kemudian menerima sebuah panggilan dadakan. Ekspresi sangar Gerry tiba - tiba hilang, ia tampak terkejut mendapat laporan tentang jejak istrinya.


"Bagus, blokir semua akses dan temukan dia secepatnya!" kata Gerry bergegas meninggalkan Chia sendirian di dalam ruang gelap itu. Menutup pintu itu rapat - rapat dengan perasaan senang. Sedangkan Chia menatap kosong pintu itu dan mengepalkan satu tangannya.


"Hiks … aku tidak tahu apa yang kalian lakukan, aku benar - benar tidak pernah meretas sistem kalian, bahkan aku tidak berani mencari masalah, tapi kenapa masalah ini harus aku yang tanggung? Bisakah dengarkan penjelasan ku dulu?" Isak Chia sesenggukan.


"Aku salah, tidak seharusnya pulang ke sini. Lebih baik aku tinggal saja di London dan tidak menyetujui Gema dan Gempi untuk hadiri pesta itu." 


"Ku pikir, setelah berubah jadi jelek, hidupku akan tenang, tapi kenapa sekarang lebih parah?"


Chia meratap pilu, merasa tidak ada yang menghargainya. Enam tahun ini dia bersusah payah menjalani hidupnya yang terus digempur kemiskinan dan masalah. Dan sekarang akan berakhir di tangan Mafia.

__ADS_1


"Jika saja aku katakan padanya soal satu malam di hotel waktu itu, mungkin aku sudah tinggal nama hari ini, hiks."


"Tolong, siapapun lepaskan aku."


Suara permohonan Chia terdengar lemah, ia sedang kelaparan siang ini dan butuh sesuap nasi untuk memberinya tenaga. Tiba - tiba seseorang masuk. Salah satu bawahan Gerry datang memberinya sesuatu, kemudian keluar tanpa berkata apapun. Tidak ada rasa kasihan dalam wajah bawahan itu. Seolah - olah tidak menganggap Chia itu manusia.


Chia menarik nafas dalam - dalam, berusaha sabar melihat kondisinya yang dikurung dan hanya diberikan sepotong roti di atas piring yang besar. Tapi bagaimana ia bisa makan? Sedangkan kedua tangannya sedang diikat dan jarak piring itu ada satu meter. Apa ia harus bergeser ke sana?


"Gema, Gempi … sekarang kalian sedang apa, Nak?" Chia berbicara sendiri dengan suara yang parau. Ia menangis tapi tidak ada air mata yang berderai karena sudah kering selama enam tahun ini. Chia menunduk, merasa ini adalah karmanya yang dulu pernah ingin menggugurkan kandungannya di London.


"Rios…." lirih Chia memanggil nama suaminya.


"Ku mohon, datang selamatkan aku." Isak Chia tidak berdaya.


Tiba - tiba terdengar suara langkah kaki, Chia pun mengangkat pandangannya tatkala pintu yang sudah delapan jam tertutup itu akhirnya dibuka. Seorang wanita berpakaian maid datang membawa satu piring berisi hidangan yang lezat. Ia terkejut melihat sepotong roti itu tidak dimakan Chia. Kalau saja bawahan tidak menyuruhnya memberi makanan, Chia pasti sudah pingsan digerogoti kelaparan.


Chia mundur ketakutan, melihat wanita sedikit gemuk itu mendekatinya. Terlihat bibir Chia kering dan pecah - pecah, ditambah setengah pucat, membuat wanita itu iba pada tahanan majikannya. "Tidak apa - apa, kau jangan takut, aku datang tidak memberimu hukuman, tetapi ini," ucap Bik Odah yang tadi datang bersama Aletta gara - gara Gerry menemukan jejak istrinya dan sekarang Aletta bersama Gerry yang lagi mencari semua jejak dari cctv di seluruh kota.


.


Istri sendiri ada di depan mata kau Ger😭duh kejam amat sih😒tapi mafia sih emang gitu, gak pandang bulu, mau laki - laki atau wanita, semua dilibas tangannya😓tapi kalau udah bucin, dunia terasa milik berdua🤭ditunggu aja dah kapan waktunya Chia menaklukkan suami Mafia kejamnya.

__ADS_1


__ADS_2