Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
36.BAB 36 ll Ngamuk - Ngamuk


__ADS_3

"Aku sudah menahan ingin buang air kecil, apa di tempat ini ada toilet?" tanya Chia memakai jawaban simpel itu. Maklum, ia memang seharian belum pernah pipis, jadi alasan ini kemungkinan bisa diterima Rion.


"Ck," decak Rion lalu melirik satu gangsternya.


"Hai, kau! Bawa dia ke toilet dan jaga baik - baik wanita ini. Jangan sampai terlepas dari pengawasan mu," kata Rion berdiri. Pengawal sekaligus gangster itu pun menuntun Chia. Namun sebelum ia meninggalkan ruangan itu, Chia melirik Rion yang membawa sebuah cairan. Dalam benaknya, Chia bertanya-tanya cairan yang berbeda dari cairan racun itu mungkin kah penawar dari segala racun yang dibuat Rion?


"Hai, Pak! Apa toiletnya masih jauh?" tanya Chia yang berjalan tanpa diborgol dan hanya mengikuti langkah kaki gangster di depannya. Chia pun juga mencari diam-diam keberadaan Gempi.


"Oh tidak," keluh Chia berhenti membuat gangster itupun juga berhenti jalan.


"Ada apa denganmu, Nona?" tanya gangster itu.


"Apa kau bisa membawaku ke ruang dapur? Perutku sakit sekali." Chia meringis. Berpura-pura sakit untuk menemukan Susi atau Gempi yang dikira ada di ruangan itu. Tapi yang sebenarnya, Susi, Gempi, Davis dan Gema sedang bergerak ke arah pagar kawat tegangan listrik. Mereka harus melewatinya sebelum arus listrik dinyalakan Gerry dan sebelum para gangster menyadari keanehan di bagian barat gedung yang sedang dikendalikan oleh Gerry.


"Maaf Nona, anda jangan meminta hal lain. Silahkan ikut saya dan selesaikan keinginan mu itu," kata gangster menolak.


"Aduh! Keinginanku memang ingin buang air kecil tapi perutku juga sakit. Apa kau tidak tega melihat wanita cantik sepertiku tersiksa, Om?" Tatap Chia dengan raut wajah pemikatnya itu. Menebarkan pesona dari parasnya itu.


"Ayolah, Om. Tolong bawa aku ke dapur sebentar," mohon Chia terpaksa merengek manja-manja demi nyawanya selamat.


"Baiklah, ikut saya." Gangster itu terpaksa setuju dan merasa tidak tega.


"Duuh, katanya Rios ada di sini, tapi kenapa tidak kelihatan juga batang hidung mancungnya itu?" gumam Chia melewati toilet yang kosong. Namun beberapa langkah ke depan, tiba - tiba ada yang menerjang.


DUAKKK!


Dua tinju melayang ke wajah gangster itu. Chia terperanjat kaget melihat pria bertopi hitam dan tiang listrik di depannya itu bukan Rios tapi ….


"Tuan Gerry?" ucap Chia menunjuknya. Sontak, gangster yang tadi terjatuh setelah menerima hantaman pukulan Gerry, ia pun mendongak ketika nama sakral itu disebut. Ia pun ingin bangkit melawan namun langsung menerima sengatan dahsyat dari alat penyetrum listrik sehingga Gerry berhasil melumpuhkannya.


Melihat Gerry mendekat, Chia berbalik badan ingin pergi sejauh mungkin. Perasaannya tidak stabil sekarang. Ia dilanda ketakutan di dua sisi. Takut sama Rion dan juga Gerry. Chia sedikit trauma jika hanya berdua dengan ketua Hexion itu. Tetapi sebelum ia jauh melangkah, Gerry menarik tangannya.


"Hei, jangan ke sana!" ujar Gerry.


"Berengsek! Jangan sentuh aku!" tepis Chia keras.

__ADS_1


"Chia! Tenanglah! Ini aku!" kata Gerry menenangkan Chia yang memberontak darinya.


Chia pun bergeming. Diam dan menatap Gerry lalu …


"Aku tidak peduli siapa kau! Jadi lepaskan aku!" ronta Chia.


"Dengar ya, kalau aku sudah menemukan suamiku, malam ini juga aku bakal suruh dia hancurkan reputasimu dan juga tempat ini!" Kata Chia lagi membuat Gerry terkejut lalu tertawa kecil.


"Pfft, suamimu?" 


"Iya, suamiku! Suamiku itu tidak akan mengampuni kalian. Dia akan datang menghacurkan kalian yang sudah jahat padaku!" ujar Chia ngamuk - ngamuk. Memarahi Gerry sepuasnya dan sudah tidak peduli apa yang harus dipikirkan untuk lepas dari tempat itu.


"Jahat? Memangnya aku pernah jahat padamu?" tanya Gerry sejenak ingin mendengarkan omelan istrinya.


"Ya, kau dan aku pernah bertemu sebelumnya. Aku adalah wanita yang kau tangkap dan yang kau anggap jelek di minggu lalu itu," ucap Chia mendengkus sebal melihat wajah Gerry yang menjengkelkan itu. 


"Oh jangan - jangan suami yang kau maksud itu adalah bos Robertus?" tanya Gerry bercanda.


'Hm, dia kenapa sih bisa setenang ini? Malah tanya itu lagi! Kenapa dia tiba - tiba beda dari sebelumnya?' pikir Chia memandangi Gerry.


"Ck, suamiku lebih tampan daripada kau dan lebih keren daripada kau!" kata Chia berpaling muka lalu ingin pergi lagi tapi Gerry menangkap tangannya.


"Hai, bodoh! Sudah aku bilang jangan ke sana! Kau mau ditangkap lagi oleh mereka?" bentak Gerry tidak habis pikir istrinya itu belum menyadarinya.


"Mau aku ditangkap atau tidak, ini bukan urusanmu! Pergi sana dan jangan ganggu aku!" tepis Chia.


"Hai, aku datang menyalamatkanmu," ucap Gerry. Chia pun menatap lagi Gerry lalu mendekat.


"Datang selamatkan aku? Hahaha, kau pikir aku ini idiot? Aku tidak mau ditangkap kedua kalinya olehmu, dasar penjahat!" seloroh Chia sangat benci pada Gerry. Matanya sudah ditutupi oleh kebenciannya sampai tidak sadar pria yang di depannya adalah suaminya sendiri.


"Ayo, pergi sana! Aku tidak memerlukanmu! Dan aku yakin, suamiku yang akan datang selamatkan aku dan kau akan berakhir di tangannya!" tutur Chia sampai ngos-ngosan bicara.


Gerry tersenyum kecut. Ia pun mendekat lebih dekat ke arah Chia.


"Hai, mau apa kau?" tanya Chia mundur dan terpojok ke tembok.

__ADS_1


Gerry yang tidak tahan, ingin mengatakan kebenarannya namun seketika, sekelompok gangster datang dan berteriak sekeras mungkin.


"Woy!!! BajiNgan!" teriak mereka menyadari ada penyusup yang sudah mengacak sistem keamanan mereka sehingga datang beramai-ramai dan akhirnya menemukan keributan itu yang berasal dari ulah Chia dan Gerry.


"Akhhhhh!" Kaget Chia ditarik pergi oleh Gerry sebelum keduanya ditangkap atau ditembak mati.


"Hai, lepaskan aku! Apa kau tuli, ha?" bentak Chia dibawa paksa. Melarikan diri menuju keluar gedung itu.


"Diamlah! Jangan cerewet!" balas Gerry membentak kemudian …


Dorrr! Dorrr! Dorrr!


Tembakan silih menghujam ke arah mereka. Tapi Gerry dengan licahnya segera menghindar dan bersembunyi di balik pohon besar.


"Hai, ini gara-gara kau! Kita dikejar mereka! Kalau kau lepaskan aku, mereka tidak akan mengajar kita!" omel Chia yang di sebelah Gerry.


"Kau di sini saja, aku mau kembali ke dalam sana!" katanya mau meninggalkan Gerry tapi segera dihalau.


"Bodoh, aku tidak akan biarkan kau lakukan itu!" kesal Gerry.


"Anak dan suamiku ada di dalam tau, jangan halangi aku!" ujar Chia marah.


"Dodol! Anak - anak kita sudah aman! Sekarang giliran mu yang perlu diamankan!" cetus Gerry ingin sekali menerkam istrinya yang keras kepala itu. Tapi itu semua adalah cerminan dari dirinya sendiri yang juga keras kepala. Tepatnya pasutri yang tidak mau kalah dari apapun. Lagi situasi darurat masih saja berdebat. Bayangkan mereka berdebat dipengadilan hukum, pasti langsung membuat semua hakim di sana pusing tujuh keliling.


"What? Anak-anak kita? Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanya Chia.


"Apa dia sudah menyadari aku adalah wanita yang merenggut kehormatannya malam itu?" gumam Chia mengingat malam panasnya yang penuh gairah cinta yang memabukkan.


Gerry tambah greget melihat wajah kepolosan istrinya. Jujur, ia ingin sekali melemparnya malam ini ke tempat tidur dan mengulangi malam percintaannya supaya Chia sadar malam pertama dan keduanya itu dihabiskan oleh pria yang sama.


.


Sabar Gerry🤣awas ntar cepat tua lho.


Wkwk gimana tuh reaksi Chia tahu suaminya pria yang amat dia benci🤭kira² bakal jatuh talak ke berapa ya? Atau mungkin bukan talak yang jatuh tapi jatah si ehem-ehem wkwk

__ADS_1


__ADS_2