Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
25. BAB 25 ll Jangan Aneh - Aneh


__ADS_3

"A-aku boleh cium di sini, kan?"


Sekali lagi Chia meminta itu meski di dalam hatinya ia juga sedang panik sudah memohon hal itu tiba - tiba. Ia berharap pria di depannya itu menolak saja.


"Tidak!" tolak Gerry mendorong Chia menjauh darinya.


"Kenapa tidak?" tanya Chia sedikit lega.


"Apa kau tidak suka dicium?" lanjutnya lagi penasaran.


"Sudah! Jangan aneh - aneh deh! Kita sedang ada di jalan, apa kau tidak malu melakukan itu di depan anak - anak juga?" ujar Gerry menatap ke depan, mengabaikan tatapan Chia yang bingung.


'Aneh? Cium suami dianggap aneh? Pftt, apa jangan - jangan dia selama ini tidak tahu cara berciuman yang benar?' pikir Chia ingin sekali tertawa.


'Eh tapi, aku sedikit masih ingat bagaimana kelakuannya yang brutal itu pada bibirku di malam pertama kami! Dasar! Dia pasti cuma pura - pura nolak supaya aku ngemis - ngemis ciuman, heeee, mulai sekarang aku tidak akan minta lagi!' gerutu Chia dalam hati kemudian memandang ke luar jendela. Tidak mau menatap Gerry yang kembali menyetir mobilnya.


"Huftt, selamat. Untung dia bukan tipe wanita yang pemaksa." Gerry bergumam kecil. Menghembuskan nafas yang lega sudah terhindar dari permintaan istrinya.


Sampainya di rumah, Chia cukup terpukau-pukau melihat bangunan besar dan luas itu.


"Ini rumah kau?" tanya Chia menunjuk dan melihat Gerry yang mengangkat dua anaknya itu sendirian. Membawa seperti barang yang diangkut dengan enteng sekali.


"Lebih tepatnya, ini rumah kita untuk kau dan anak - anak kita tempati, baby," ucap Gerry.


Chia menunduk, ada rasa aneh setelah mendengar ucapan 'KITA' itu. Rasa bersalah dan senang yang berpadu jadi satu, dan itu membuatnya sedikit salah tingkah di depan suaminya.

__ADS_1


"Ka-kalau begitu, mulai sekarang kita akan tinggal bersama?" tanya Chia sambil berjalan di sebelah Gerry yang hendak menuju ke kamar milik si kembar Gema dan Gempi.


Gerry berhenti di depan kamar kemudian menoleh. Ia terdiam sejenak sambil melihat baik - baik Chia.


"Jika kau mau, malam ini kita berdua bisa tidur sekamar," ucap Gerry lalu membuka pintu kamar, ia masuk meletakkan di kembar di tempat tidur. Dengan hati - hati, menyelimuti dua benihnya yang sudah besar dan menggemaskan itu.


Sedangkan Chia masih berdiri diam di tempatnya. Tentu sedikit syok diajak tidur bersama.


"Hey, aku tidak bermaksud memaksamu, jika kau tidak mau, tidak apa - apa. Kau santai saja, tidak usah memasang wajah kaget seperti itu," kata Gerry mendekatinya.


"Aku tahu dan sadar diri kalau kau pasti kecewa sudah melihat rupa suamimu yang tua dan jelek ini, jadi aku tidak akan meminta secara paksa dirimu menemaniku di bawah satu selimut yang sama. Kau bisa tidur di kamar lain atau bisa tidur bersama anak -anak," sambungnya berjalan melewati Chia yang tertegun mendengar perkataan itu.


"Tunggu!" pekik Chia menahan.


"Hmm, kenapa?" Gerry menoleh.


"A-aku mau kok!"


Deg


Gerry spontan terlonjak atas persetujuan Chia yang langsung menerima. Padahal itu cuma ajakan bohongan. Karena kalau itu terjadi, bisa saja Chia membuka wig palsunya dan juga kumis hitam palsunya yang tebal itu. Bisa gawat jika di tengah malam terjadi perang dadakan.


"Sebagai istri, harusnya tidak boleh tidur pisah, kan?" tanya Chia polos.


Gerry menaikkan sebelah alisnya. Berpikir - pikir arti ucapan Chia.

__ADS_1


"Hmm, memang benar. Tapi apakah kita berdua masih berstatus suami istri?" tanya Gerry mendekat.


"Kita sudah berpisah bertahun-tahun dan tidak pernah merasakan tidur bersama ketiga kalinya," ucap Gerry yang memang cuma ingat baru 2 kali selama pernikahan mereka.


Chia diam sejenak dan menggaruk kepalanya. "Tiga kali? Tapi seingatku, aku merasa kita baru sekali saja tidur bersama," gumam Chia.


"Tidak usah dipikirkan, malam ini aku tidak bisa tidur di sini," ucap Gerry berniat mau pergi.


"Eh, mau kemana? Ini sudah malam, istirahatlah dulu!" kata Chia sedikit perhatian supaya bisa cepat menaklukkan suaminya. Sebab kalau sudah bucin akut, semua permintaannya pasti akan dituruti tanpa menunggu persetujuan dan hanya dalam dua detik saja keinginannya bisa dikabulkan.


"Tidak bisa, pekerjaanku sedang banyak hari ini." Gerry tetap menolak sambil jalan ke arah pintu rumah dan disusul Chia mengejar di belakang.


"Sebentar dulu! Jangan pergi!" cegat Chia di depan pintu sebelum suaminya keluar.


"Ada apa lagi?"


Chia memainkan ujung dua jari telunjuknya kemudian menjawab grogi. "Ma-mas Rios, sungguh tidak mau menetap semalam di sini?" 


"Siapa tahu, ada sesuatu yang mau dilakukan padaku," ucap Chia terbata - bata dan merasa bodo amat sama ketakutannya.


"Misalnya, apa?" tanya Gerry lumayan tertarik.


"Misalnya, mau —" 


"Nggak usah! Kau pergilah tidur duluan. Pekerjaanku malam ini lebih penting dari yang kau mau itu," tolak Gerry cepat sebelum si Jaka terpancing.

__ADS_1


.


Takutnya kebangetan🤭apa tidak tega pada Jaka yang sudah berpuasa enam tahun ini, bang?🤣 istri ngekode tuh, terima aja lah.


__ADS_2