
"Astaga, apa yang sudah aku lakukan ini?" Gerry mendesis merasa bodoh sendiri, memperlakukan Chia di hari pertemuan pertama mereka. Selama enam tahun ini, ia sudah siapkan kejutan romantis demi merebut anaknya untuk pertemuannya nanti tapi ia sendiri sudah merusaknya sekarang. Pasti, Chia sudah sangat membencinya!
"Aihh, harusnya tadi aku dengarkan penjelasannya!" kacau Gerry. Tiba - tiba Bik Odah datang. "Tuan, anda baik - baik saja?" tanya Bik Odah baru kali ini melihat Gerry gusar dan gelisah. Mondar mandir sedang memikirkan rencana.
"Bik, aku sudah tahu di mana istriku berada saat ini," jawab Gerry.
'Apa? Gerry sudah mengetahui tempat istrinya?' Kaget Aletta yang menguping di luar, dekat pintu.
"Kalau begitu, kenapa tidak dihubungi saja, Tuan?"
Gerry tertegun dan memukul telapak tangan. "Ya, kau benar Bik Odah. Aku perlu hubungi dia baik - baik." Gerry meninggalkan ruangan itu. Tidak sadar melewati Aletta. Ia pergi menghubungi Edgar, meminta nomor yang bisa terhubung dengan dua anaknya.
"Sial, wanita itu meresahkan. Melihat Gerry barusan, ucapannya itu sepertinya hanya candaan agar aku tidak memikirkan apapun,"
"Awas saja, kalau mereka dibawa pulang, akan kubuat rumah itu seperti neraka untuk anak - anaknya. Tunggu saja!" Aletta pergi, pulang ke rumah dan menyiapkan sesuatu untuk menyambut anak - anak Gerry dan saingannya.
Sedangkan Chia, ia sedang mengolesi obat pada lebamnya. Tiba - tiba hape di dalam tasnya berdering. Chia mengernyit heran ada nomor tidak kenal menghubunginya.
"Siapa itu, Chia?" tanya Susi datang ke kamar, ingin memanggil Chia makan malam bersama Davis.
"Aku juga tidak tahu, tapi coba deh aku angkat, siapa tahu ada job untuk Gema dan Gempi," ucap Chia pun mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo, ini dengan siapa?" tanya Chia sopan, tapi panggilan itu mendadak terputus. Susi dan Chia saling bertatap bingung.
"Hm, sepertinya salah sambung deh, yuk, kita turun, Chia," ajak Susi. Chia mengangguk dan tersenyum, lalu membawa hapenya itu juga.
Saat ini, Gerry tampak syok mendengar suara istri kecilnya itu.
"Ini benar - benar dia, astaga, kenapa dia tadi berpenampilan jelek? Apa dia tahu aku adalah suaminya sehingga menyamar?" gumam Gerry.
"Arghhh, tetap saja aku yang salah tidak mendengar alasannya dulu," kesal Gerry menggerutu kemudian mengirim pesan singkat ke nomor Chia.
[Hai, baby. Sudah lama tidak mendengar kabarmu, apa kau sudah melupakan aku? Suamimu ini? Kau tahu, aku sangat merindukan mu.]
Byursss….
"Mama! Kenapa?" tanya Gema dan Gempi terkejut melihat Ibunya terbatuk - batuk setelah menerima pesan dadakan.
"Duh, Chia! Kalau makan itu jangan main hape, begini deh jadinya. Nih, minum air dulu." Susi memberikan segelas air.
"Apa yang kau lihat sampai terbatuk-batuk begitu?" tanya Davis penasaran.
"Oh itu, aku ke atas dulu ya. Kalian lanjut makan, ada sedikit urusan kecil yang mau aku kerjakan." Chia mengakhiri makan malamnya, keluar dari dapur. Susi dan Davis saling pandang, merasa terheran - heran, begitu juga pada Gema dan Gempi bingung melihat raut wajah Chia yang kaget dan tampak marah. Tentu amarahnya yang tertahan enam tahun ini ingin sekali meluapkannya pada suaminya itu.
__ADS_1
"Kakak, ayo kita lihat Mama!" Gempi menarik Gema.
"Ehhh, kalian habiskan dulu makanan kalian," ucap Susi.
"Maaf, Tante. Kami sudah kenyang! Terima kasih memasak makanan yang enak, Paman!" kata Gempi pada Davis yang memasak tadi.
Davis tersenyum, senang melihat tingkah Gempi yang lucu.
"Susi," ucap Davis selesai makan.
"Hmm, kenapa, Dav?" tanya Susi merapikan atas meja.
"Sepertinya aku tertarik pada sahabatmu itu,"
Deg.
Susi membola. "Serius? Kau naksir Chia?" tanya Susi.
"Hmm, iya. Aku merasa ingin menafkahinya dan anak - anaknya itu. Kira - kira, kita cocok nggak?" tanya Davis.
.
__ADS_1
Cocok nggak nih?😂
Ayo Gerry, buruan tangkap istri kecilmu, jangan sampai diembat sama pria lain🤭