Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
28. BAB 28 ll Wanita Cerewet


__ADS_3

"Mama, apakah malam ini hanya kita bertiga di rumah ini?" tanya Gema yang sudah memakai baju tidur yang disediakan dari awal oleh Gerry. 


 


Chia yang sedang memasangkan kancing baju tidur Gempi pun menoleh pada Gema yang duduk di atas kasur.


"Hmm, begitulah, sayang. Orang itu sangat sibuk dan tidak bisa menetap di rumah ini, memangnya kenapa kau tanyakan itu?" tanya Chia sudah selesai.


"Mama, Gempi lebih suka tinggal di rumah Tante Susi. Di sana kita bisa dengar cerita - cerita Tante Susi, kalau di sini tidak ada yang menyenangkan. Semua sunyi dan menakutkan," jelas Gempi mewakili jawaban Gema.


"Jadi, Gema dan Gempi tidak suka berada di rumah ini?" Chia bertanya dan duduk di tengah - tengah kedua anak kembarnya.


"Bukan tidak suka, tapi di sini tidak ada yang bisa dimainkan, Mama," kata Gema dan Gempi. Gema merasa jenuh tidak punya laptop untuk bermain - main dan Gempi merasa kalau tanpa piano, ia tidak bisa melakukan apapun.


"Hmm, kalau begitu, kalian tunggu saja besok. Mama akan ajak Tante Susi berkunjung ke rumah ini dan sekalian mengambil piano kalian," ucap Chia menyentuh hidung mancung Gempi dan Gema.


"Sekarang kalian tidurlah, besok harus bangun lebih awal,"


"Siap, Mama. Selamat tidur." Gema dan Gempi kompak mencium pipi Chia.


"Selamat tidur sayang, jangan lupa baca doa,"


"Hmm, iyah itu pasti, Mama." Kedua anak kembar itu merebahkan tubuh mereka duluan. Sedangkan Chia memandangi hapenya.


"Apa aku lebih baik pergi dari rumah ini saja? Kalau lama - lama di sini, suamiku itu bisa saja menculik Gema dan Gempi." Chia memandangi Gema dan membayangkan bagaimana reaksi suaminya kalau Gema bukan anak pria itu.


"Tidak-tidak, sebelum aku simpulkan siapa ayah anak - anakku, aku lebih baik melakukan tes DNA."


"Tapi bagaimana aku mengambil simpel dari Mafia kejam itu?" pikir Chia.


"Kira-kira orang itu bagaimana ya? Apa dia sedang mencariku yang sudah kabur ini atau sudah tidak peduli padaku?"


"Okeh, tidak usah pikirkan lagi. Sekarang kau sudah bersama Om suamimu, Chia. Jadi kau dan anak - anak mu pasti aman dari orang berengsek itu!"

__ADS_1


Chia pun berbaring. Sebelum memejamkan mata, ia mengecup kepala Gema dan Gempi. Setelah itu ikut tertidur bersama dua bocah ciliknya itu.


….


Hari berikutnya, Chia bersiap - siap mau pergi.


"Mama, mau kemana?" tanya Gempi melihat Ibunya sudah rapih dan cantik menawan. Chia tidak mau menyamar lagi pakai tompel, ia takut ditangkap di jalan. Jadi ia hanya memakai masker biasa.


"Mama mau keluar sebentar, mengurus sekolah kalian. Sekalian mengambil laptop Mama di rumah Tante Susi kalian," ucap Chia menjawab.


"Kalian mau ikut Mama?" tanya Chia.


"Tidak, Mama. Gema mau di rumah ajah,"


"Gempi juga! Gempi hari ini malas jalan - jalan," sahut Gempi.


"Pfftt, ya sudah, Mama pergi dulu. Kalian baik - baik di sini, dan ingat, kalau ada orang asing menuju ke rumah ini, jangan dibukakan pintu, paham?"


"Paham, Mama!" ujar Gema dan Gempi serentak. Chia pun keluar, meninggalkan dua anaknya di rumah.


"Daripada menunggu suami Mama pulang, kita berdua saja yang mengurus Papa!" kata Gema.


"Tapi kita tidak punya apa-apa, bagaimana caranya meretas sistem keamanan milik Papa Gerry?" tanya Gempi.


Gema tersenyum tipis, menarik dan menuntun adik kembarnya ke sebuah ruangan.


"Woaah! Bagaimana kak Gema tahu ada ruangan di sini?" tanya Gempi terkejut memasuki tempat yang banyak komputernya. Jika seperti ini, ada banyak akses yang bisa terhubung ke markas Hexion.


"Gempi, kau harus tahu, suami Mama itu bawahan Hexion. Kemarin malam aku bangun dan mencari ini! Ternyata memang ada ruangan khusus!" Gema segera duduk di salah satu kursi, berhadapan dengan banyaknya keyboard. 


"Tapi apa ini sudah aman? Jika dari pusat sana mendeteksi serangan darimu, suami Mama bisa dalam bahaya, Kak! Dan Mama juga bisa ikut terlibat," ujar Gempi ragu - ragu membantu Gema.


"Kau diam saja, serahkan ini padaku." Gema dengan kelincahan jari - jarinya pun memulai masuk ke dalam akses pribadi Gerry. Kode - kode rumit diketik begitu cepat. Anak pianis itu merasa senang sekali namun seketika membisu setelah kedua netranya itu mendapat hal ganjil.

__ADS_1


"Kenapa, Kak?" tanya Gempi kurang paham maksud dari data-data di layar depannya.


"Aneh, kenapa suami Mama tidak terdaftar?" gumam Gema tidak menemukan biodata lengkap dan hanya ada biodata milik ketua Hexion.


"Jangan - jangan om serem itu seorang agen rahasia, Kak?" tebak Gempi mulai lagi.


"Yang masuk ke organisasi untuk menghancurkan Papa kita?" lanjut gadis kecil itu syok mengetahui pekerjaan suami Ibunya.


"Tidak! Kau salah, Gempi!" kata Gema menangkap inti dari hubungan Papa keduanya dengan Hexion.


"Salah? Terus Om serem itu sebagai apa, dong?" tanya Gempi.


"Dia, Papa kita!" ujar Gema sedikit gemetar. Entah kenapa bulu kuduknya berdiri semua.


"Om serem itu kan Papa kedua kita, gimana sih," ucap Gempi.


"Gempi! Maksud aku, orang yang mengaku suami Mama itu Papa kandung kita!" kata Gema terus terang. Gempi garuk - garuk kepala, belum menangkap artian ucapan Gema.


"Mana buktinya?" pinta Gempi.


"Buktinya itu, Papa memakai penyamaran supaya kita tidak menyadarinya, Gempi. Lihatlah sendiri biodata bos Hexion, ukuran tinggi dan postur idealnya ini mirip sekali!"


"Woahhh, kalau begitu, apakah ini trik mendekati Mama?" tebak Gempi lagi.


"Bukan! Ini bukan trik! Tapi ada maksud tersembunyi Papa melakukan ini," ucap Gema mengepalkan kedua tangannya.


"Kira-kira, kenapa Papa menyamar seperti itu?" tanya Gempi. Gema terdiam, memikirkan jawaban yang tepat dari perasaannya yang sekarang mendadak tidak enak.


"Kakak! Lihatlah, siapa mereka?" Tunjuk Gempi pada monitor cctv di luar rumah dan menampilkan dua wanita asing dan satu pria kekar seperti bodyguard.


"Ayo! Kita keluar dari sini!" Gema dan Gempi keluar lalu diam - diam mendekati pintu. Sontak terkejut mendengar percakapan ketiga orang itu di depan pintu


"Cepat dobrak pintu ini saja! Kita harus membawa anak - anak itu sebelum Gerry pulang ke sini! Aku yakin, wanita itu tidak akan berdaya tanpa Gerry. Anaknya harus tinggal bersamaku," kata Aletta pun membenarkan ucapan Gema kalau pria itu memang Gerry, Papa kandung mereka.

__ADS_1


"Kakak! Ada orang jahat! Ayo kita telepon Mama!" bisik Gempi antara takut dan panik. Tidak seperti Gema yang masih tenang - tenang saja dan tersenyum kecut. Ia pun merasa yakin maksud Papanya menyamar ada hubungannya dengan wanita cerewet di luar sana.


__ADS_2