Benih Titipan Om Mafia

Benih Titipan Om Mafia
54. BAB 54 ll Jatuh Ke Pelukannya


__ADS_3

Chia pun mengingat malam pertamanya bersama pria yang juga memiliki bekas luka. Menandakan Gerry memanglah suaminya yang sudah dua kali bermain cinta bersamanya. Kedua pipi Chia mendadak merah merona. Sudah beberapa tahun lalu, tapi ingatan dirinya yang digagahi membuatnya berdebar-debar.


"Ck, kenapa sih kepikiran itu!" decak Chia kesal sendiri.


"Mama!" panggil Gempi dan Gema yang ada di dalam bathub pun baru sadar kehadiran Chia di dekat pintu. Gerry yang sedang mengkeramas rambut Gempi pun ikut menoleh dan mengernyitkan dahi melihat istrinya pakai baju renang. Berharap tubuhnya tidak dilihat, tapi lekuk tubuhnya yang seksi dan ramping menggoda itu membuat pandangan Gerry tidak bisa dialihkan ke hal lain.


Blus! Gerry berpaling muka, setelah pipinya tiba-tiba bersemu merah.


Gema dan Gempi pun terheran-heran melihat tingkah ayah dan Ibunya yang aneh


"Mama! Kenapa pakai baju renang?" tanya Gempi yang sudah selesai keramas langsung menghampiri Ibunya.


"Ini cuma buat jaga-jaga," ucap Chia merasa bodoh.


"Jaga-jaga dari apa, Mama?" tanya Gema yang selesai juga keramas dan mendekati Ibu dan adiknya.


"Jaga-jaga dari laba-laba, Mama takut banget sama laba-laba, kalau sampai ada laba-laba, Mama tinggal lari keluar, gituh sayang," ucap Chia belepotan menjelaskan alasannya.

__ADS_1


Gema dan Gempi bertatap-tatapan lalu senyum kecil mereka muncul bersamaan ide barunya.


"Mama, kalau begitu, kita mau keluar,"


"Ehh, sudah selesai mandinya?" tanya Chia.


"Sudah, Mama!" kata si kembar kompak.


"Bagus deh, kalau sudah selesai, Mama tidak usah —"


"Jangan! Mama jangan ikut keluar sama kita. Mama sana pergi mandi dulu sama Papa." Chia terperanjat didorong-dorong oleh dua anak itu.


"Akhh, Gempi! Buka pintunya sayang," pinta Chia yang dikurung bersama Gerry.


"Hihihi, Mama mandi saja sama Papa. Kalau sudah mandi, baru panggil Gempi." Gempi berteriak dan semuanya pun hening tak ada suara mereka di luar.


Sambil meneguk ludah susah payah, Chia menoleh ke arah bathub. Sontak terkejut tidak melihat Gerry di sana.

__ADS_1


"Lho, kemana dia?" gumam Chia.


"Kau mencariku?" tanya Gerry yang ada di belakangnya.


"AKHH!" Kaget Chia melompat ke belakang. Seketika kakinya tersandung membuatnya ingin jatuh namun Gerry dengan cepat segera merangkul pinggangnya dan menarik satu tangan Chia. Kedua mata mereka bertatapan dengan jarak yang sangat-sangat dekat sampai bibir mereka nyaris bersentuhan.


Detak jantung mereka pun berpacu tidak beraturan. Ya tentu saja dua insan itu berdebar-debar hebat. Sekali lagi, Chia hampir jatuh namun Gerry menariknya lagi hingga jatuh ke pelukannya. Detak jantung Gerry sangat jelas didengar Chia. Bagai berpacu seperti kuda. Ia pun diam - diam mendongak dan melihat dua pipi Gerry yang begitu merah.


Lantai yang licin tampak memihak si kembar untuk membangun hubungan percintaan Chia dan Gerry.


"Ma-maaf, aku tidak sengaja," ucap Chia dan Gerry tidak sengaja bersamaan lalu tertawa kecil kemudian Chia kembali panik ketika Gerry menariknya ke arah bathub.


"Hihihi, Mama dan Papa lucu sekali," tawa Gempi yang menguping di balik pintu. Sedangkan Gema menghembus lega tidak mendengar suara bedebug di dalam kamar itu. Bisa saja Ibunya menghajar Ayahnya yang amnesia itu, 'kan?


Sementara di lain tempat, nampak jalan hari ini begitu macet sampai menghalangi mobil Aletta. "Sialan, aku sedang terburu-buru tapi kenapa ada macet sih!" gerutu Aletta memukul stir mobil sampai tidak sadar ada beberapa pengendara motor yang mencurigakan sedang diam-diam memperhatikannya sambil membawa senjata.


"Target ditemukan."

__ADS_1


.


Jangan ganggu mereka ya Aletta, Chia dan Gerry lagi siap-siap ritual mandinya, takutnya ntar kau serangan jantung lihat mereka sudah seperti permen karet wkwk


__ADS_2