
Hari ini Cahya kembali bekerja setelah beberapa hari mengambil cuti. Itu artinya Cahya memiliki kesempatan untuk menemui Zoya. Setelah beberapa minggu tidak bertemu membuat Cahya merindukan Zoya.
Sementara Agnia masih disibukan dengan pekerjaan rumah dan merawat bayinya.
"Biar ibu saja yang memandikan Rehan nak, kamu lihat suamimu saja sana barangkali dia membutuhkanmu," pinta Bu Hana.
"Baik bu, kalau begitu Agi ke kamar dulu ya," pamit Agnia.
"Iya nak," jawab Bu Hana mempersilahkan.
"Mas, sudah siap?" tanya Agnia saat masuk ke dalam kamar.
"Sudah, tinggal pakai dasi saja," jawab Cahya.
"Sini biar aku yang pakaikan mas," Agnia menawarkan diri dan langsung memasangkan dasi pada Cahya.
Cahya yang berdiri mematung dihadapan Agnia terus memperhatikan wajah istrinya.
" Maafkan aku Agnia," gumam batin Cahya.
"Mas? Kenapa? Pagi-pagi sudah melamun?" tanya Agnia yang menautkan kedua halisnya dan melambaikan tangannya.
"Ti-tidak, mas tidak kenapa-kenapa. Sudah beres ya?" jawab Cahya dan balik bertanya.
"Sudah dari tadi mas. Kamu sih melamun terus," ujar Agnia.
"Ya sudah mas berangkat ya." pamit Cahya.
"Gak sarapan dulu mas?" tanya Agnia.
"Nanti saja di kantor," jawab Cahya yang langsung berlalu keluar.
"Ada apa dengan mas Cahya ya? Kenapa dia tidak mencium keningku? Apa dia sudah lupa?" gumam batin Agnia yang bertanya-tanya dalam hatinya.
"Ada apa nak?" tanya Bu Hana yang mengusap pundak Agnia.
"Eh ibu, Agnia jadi kaget. Rehan kemana bu?" tanya Agnia yang mengalihkan pembicaraan.
"Sesudah dimandikan Rehan langsung tidur," jawab Bu Hana.
"Oiya kamu belum menjawab pertanyaan ibu, kenapa pagi-pagi sudah melamun?" tanya Bu Hana lagi.
"Engga bu, Agi tidak melamun," lirih Agnia.
"Kamu itu anak ibu, jadi ibu tahu kamu pasti sedang memikirkan sesuatu," timpal Bu Hana.
__ADS_1
"Sebenarnya, Agi merasa ada yang aneh pada mas Cahya akhir-akhir ini bu," lirih Agnia.
"Loh aneh kenapa?" tanya Bu Hana yang menautkan kedua halisnya.
"Entahlah bu, mungkin hanya perasaan Agi saja," jawab Agnia.
"Mungkin suamimu sedang ada masalah dikantor, coba kamu tanyakan, terkadang lelaki memang seperti itu jika mereka sedang ada masalah," jelas Bu Hana.
"Iya bu, nanti akan Agi tanyakan."
Setelah bercerita kepada Bu Hana, hati Agnia sedikit lega. Sekarang tidak ada lagi pikiran-pikiran yang menganggunya selama beberapa hari ini.
Setibanya dikantor, Cahya bergegas memasuki ruang kerjanya. Diatas meja terdapat berkas-berkas yang sudah menumpuk selama dia cuti. Untuk itu, Cahya langsung memulai pekerjaannya. Tak terasa karena terlalu sibuk bekerja, kini sore mulai menjelang dan Cahya harus segera pulang.
Namun yang membuat Cahya bingung, akan kemana ia pulang. Sudah beberapa hari Cahya selalu menemani Agnia. Kini Cahya sangat merindukan Zoya. Dan Cahya tidak sabar ingin segera bertemu dengan Zoya. Cinta pertamanya hingga saat ini. Dalam perjalanan pulang Cahya memikirkan akan membawakan sesuatu untuk Zoya.
Dalam perjalanan Cahya melihat toko bunga dan berfikir akan membawakan bunga sebagai permintaan maafnya pada Zoya.
"Aku tahu apa yang akan membuatmu senang Zoya," gumam batin Cahya dan menyunggingkan senyuman terbaiknya.
Selain menyukai bunga, Zoya juga sangat menyukai coklat. Setelah selesai membeli buket bunga mawar merah, Cahya mampir ke sebuah mini market untuk membeli beberapa coklat cadbury. Tak berapa lama akhirnya Cahya tiba di rumah.
Ting.. tong..
"Zoya kemana ya? Lama sekali buka pintunya!" ujar Cahya.
"Ini kan rumahku juga, masa iya lupa," goda Cahya sambil mencomot dagu Zoya.
"Habisnya sudah beberapa hari ini tidak ada kabar," lirih Zoya.
Meski dalam keadaan kesal, akan tetapi Zoya tidak pernah bisa marah pada Cahya karena Zoya sangat mencintai Cahya.
"Ini aku bawakan sesuatu untukmu," Cahya menyodorkan buket bunga dan coklat untuk Agnia.
"Wah terima kasih," ujar Zoya yang langsung spontan memeluk Cahya. Zoya seketika luluh melihat bunga dan coklat.
"Sama-sama sayang, siap-siap gih kita dinner diluar!" ajak Cahya.
"Wah beneran? Asyik, ya sudah aku ganti baju dulu ya," jawab Zoya yang antusias.
Sambil menunggu Zoya mengganti pakaian, Cahya memberikan kabar pada Agnia jika dirinya akan pulang terlambat karena ada meeting.
Sementara di tempat lain Agnia sedang bersiap-siap karena ayahnya mengajak makan disebuah restoran. Tak lupa Bu Hana turut serta. Anugrah menunggu dirumah bersama baby sitter.
"Kita akan makan dimana yah?" tanya Agnia dalam perjalanan.
__ADS_1
"Kita akan makan di restoran yang lagi hits saat in. Kamu pasti suka tempat itu," jawab Pak Adi.
Mereka segera bergegas pergi. Satu jam kemudian tibalah mereka ditempat yang dituju. Sebuah restoran yang begitu mewah dan romantis. Disana begitu banyak ramai pengunjung.
Di tempat itu banyak dikunjungi oleh pasangan-pasangan. Sejauh mata memandang Agnia disuguhkan dengan hiasan-hiasan lampu yang sangat unik. Pak Adi mencari tempat yang cocok untuk mereka bertiga.
Salah seorang waitress datang dan memberikan buku menu kepada mereka. Agnia mulai mencari deretan menu makanan apa yang akan dia pilih. Agnia memilih begitu banyak makanan, begitupun dengan Bu Sinta.
Mereka seolah sedang berada disurga makanan. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. Tak butuh waktu yang lama, akhirnya semua makanan yang tersaji telah habis dimakan.
"Alhamdulillah, nikmat sekali. Kapan-kapan kita makan ke sini ya yah!" ajak Agnia.
"Ok siap," Pak Adi mengacungkan jempolnya sebagai tanda setuju.
"Sudah habis semua, ayo kita pulang?" ajak Pak Adi.
"Sebentar yah, Agi ingin ke toilet dulu," ujar Agnia.
Agnia segera bergegas pergi ke kamar mandi untuk membuang air kecil dan merapihkan make up nya. Tak berapa lama saat Agnia keluar dari kamar mandi, Agnia memperhatikan betapa ramainya para pengunjung di tempat ini.
Ketika Agnia akan melangkah, tiba-tiba Agnia melihat Cahya yang sedang duduk dengan wanita lain.
"Mas Cahya? Apa dia meeting disini?" gumam batin Agnia.
Agnia segera menghampiri meja dimana Cahya berada.
"Mas Cahya?" sapa Agnia tiba-tiba dari belakang.
"Agnia? Sedang apa kamu disini?" tanya Cahya yang merasa gugup.
"Aku diajak ayah makan disini," jawab Agnia.
"Cahya wanita ini siapa?" tanya Zoya.
"Ini... ini.." jawab Cahya gelagapan.
"Saya istrinya mas Cahya," jawab Agnia.
"Apa? Saya juga istrinya Cahya." pekik Zoya.
"Mas tolong jelaskan?" tanya Agnia mulai merasa sedih.
"Kita bicarakan semua ini dirumah? Aku akan jelaskan semuanya," jawab Cahya.
"Rumah siapa?" tanya Agnia dan Zoya kompak.
__ADS_1
Cahya pun semakin bingung harus menjelaskan apa kepada mereka berdua. Harus dari mana Cahya memulai.