
Happy Reading... 😊
"Begini sayang, tolong bantuin om yah? Ibumu sedang marah sama om, kamu pasti bisa bantu om," ujar Bayu yang memohon pada Rehan.
"Oh begitu, pantas saja ibu tidak mau berbicara pada kalian," jawab Rehan polos.
Rehan yang tadinya akan naik mobil pun, akhirnya mengurungkan niatnya.
"Sebentar bu. Bukannya ibu selalu mengajarkan Rehan untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain terhadap kita," jelas Rehan yang tidak jadi masuk kedalam mobil.
"Iya sayang itu betul," jawab Agnia yang sudah memegang gagang mobil dan akan membukanya, namun tidak jadi setelah mendengar pernyataan Rehan.
"Tapi kenapa hari ini ibu tidak mau mendengarkan Om Bayu? Bukannya dia ingin meminta maaf," ujar Rehan lagi.
"Iya sayang maaf, kali ini ibu yang salah," jawab Agnia kikuk.
Kata-kata Rehan membuat Agnia terdiam, ternyata kata-katanya selalu didengarkan Rehan. Agnia selalu mengajarkan kepada Rehan jika kita harus memaafkan kesalahan orang lain. Kita tidak boleh menaruh dendam terhadap orang lain. Tapi kini, Agnia sendiri yang tidak memaafkan kesalahan orang lain.
Ada rasa malu yang Agnia rasakan, karena Rehanlah akhirnya Agnia mau berbicara dengan Bayu dan kedua orang tuanya.
"Kalau begitu silahkan masuk dulu, tidak enak berbicara disini," ujar Agnia yang mulai dingin dan tidak emosi lagi, lalu melangkahkan kakinya kedalam rumah.
"Terima kasih Rehan, jagoan om," Bayu tertawa senang kepada Rehan.
"Sama-sama om," jawab Rehan tersenyum simpul.
Bayu dan kedua orang tuanya pun mengikuti langkah Agnia.
"Silahkan duduk," tawar Agnia.
"Bi, tolong buatkan minum ya," pinta Agnia kepada asisten rumah tangganya yang baru saja selesai menjemur pakaian.
"Baik non," jawab Mba Sum.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Bi Sumi bergegas membuatkan minuman didapur.
"Silahkan diminum tuan, nyonya, den," tawar Bi Sumi sambil menyajikan teh diatas meja.
__ADS_1
"Terima kasih bi," ucap Bayu.
"Jadi hal apa yang mau tante bicarakan? Aku ga punya banyak waktu, karena harus segera nganter Rehan sekolah," tanya Agnia membuka pembicaraan dengan nada yang sedikit sinis.
"Begini Agnia, tante tahu. Tante begitu sering menyakiti kamu dengan kata-kata kasar tante, untuk itu tante mohon maaf atas semua kesalahan tante," ujar Bu Ester dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tapi ada angin apa yang membuat tante tiba-tiba berubah seperti ini?" tanya Agnia malas.
"Tante sudah tahu semua cerita tentang kamu Agnia. Maafkan tante karena tante sudah salah paham dan salah menilai tentang kamu," lirihnya lagi yang mulai terisak dan berlutut dihadapan Agnia.
"Tolong hentikan tante, jangan seperti ini," ucap Agnia yang langsung membangunkan Bu Ester.
Dengan bantuan Agnia, akhirnya Bu Ester pun bangun dan duduk kembali dikursinya. Kali ini Bu Ester benar-benar menyesali perbuatannya yang pernah ia lakukan terhadap Agnia. Bu Ester hanya salah paham tentang Agnia, tanpa mencari tahu kebenarannya. Bu Ester cepat bertindak tanpa memikirkan akibatnya akan seperti apa. Bu Ester hanya mengikuti perasaannya dan tanpa berfikir jernih terlebih dahulu.
"Tapi tante tahu dari mana tentang cerita aku yang sebenarnya?" tanya Agnia yang merasa heran dengan apa yang sudah diketahui Bu Ester. Darimana beliau tahu tentang masalah yang sebenarnya.
"Begini Agnia, sebenarnya beberapa hari kemarin ada seseorang yang sudah menemui saya dan menceritakan semua tentang kamu," jelas Bu Ester.
"Tapi siapa tante?" tanya Agnia yang menautkan kedua halisnya. Kira-kira siapa seseorang yang sudah menjelaskan tentang kehidupan pribadinya kepada Bu Ester. Sebenarnya apa maksud dari itu semua. Mengapa dia harus menceritakan segalanya kepada Bu Ester.
"Dia adalah Cahya," jawab Bu Ester.
"Iya Agnia, jadi begini," jelas Bu Ester menceritakan pertemuannya dengan Cahya.
Flashback on
Setelah pertemuannya dengan Agnia kemarin, kini Cahya benar-benar menyesali perbuatannya. Cahya mulai mencari tahu tentang hubungan Agnia bersama seseorang yang tidak bukan adalah Bayu. Sudah beberapa hari sebenarnya Cahya mengamati tentang kedekatan Agnia dan Bayu.
Sejak saat itu, Cahya selalu membuntuti kemanapun Agnia pergi. Saat itu dari kejauhan Cahya tampak memperhatikan pertengkaran yang terjadi antara Bu Ester dan Agnia.
Cahya menyaksikan saat Agnia sedang dicaci maki oleh Bu Ester. Sebenarnya Cahya sangat ingin menolong Agnia, tapi itu adalah hal yang mustahil karena sangat tidak mungkin jika Cahya tiba-tiba datang untuk menolong Agnia.
"Agnia kasihan kamu gara-gara aku, kamu selalu dihina oleh Bu Ester karena statusmu," ujar Cahya dari kejauhan.
Melihat Agnia yang tiba-tiba berlari, membuat Cahya berfikir jika ia akan menemuinya dan membantunya dengan pura-pura melewati taman itu. Cahya berhasil dengan pura-pura melewati tempat itu, akhirnya Agnia bersedia untuk diantar pulang olehnya.
Didalam hatinya Cahya sudah berjanji jika ia akan mendukung hubungan Agnia dan Bayu. Cahya akan menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya dalam hidup Agnia. Saat itulah Cahya bertekad untuk mencari tahu alamat rumah Bayu dan akan menemui ibunya.
__ADS_1
Hari itu, Bu Ester sedang disibukan dengan beberapa pekerjaan rumahnya. Hari itu Bu Ester sedang ingin menyirami tanaman yang terletak dihalaman rumahnya. Namun, ditengah-tengah pekerjaannya, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang menghampirinya.
"Permisi," sapa seseorang itu.
"Iya anda siapa? Dan ingin bertemu siapa?" tanya Bu Ester ramah setelah menyimpan selang yang dipegangnya setelah menyiram tanaman.
"Begini bu, perkenalkan saya Cahya, mantan suami Agnia," ujar Cahya.
"Apa? Lalu untuk apa kamu datang kemari?" tanya Bu Ester yang menautkan kedua halisnya.
"Bolehkah saya memberitahukan sesuatu tentang Agnia," jelas Cahya.
"Baik kalau begitu silahkan duduk dulu," tawar Bu Ester yang mengajak Cahya untuk berbicara diteras rumahnya.
"Terima kasih bu," ucap Cahya setelah duduk dikursi.
"Jadi hal apa yang akan kamu beritahu tentang Agnia kepada saya? Lalu apa untungnya buat kamu setelah menceritakan tentang ini semua?" tanya Bu Ester panjang lebar.
"Begini bu," ujar Cahya yang mulai menjelaskan secara detail tentang pernikahannya yang terdahulu bersama Agnia. Cahya juga menjelaskan bahwa perceraian itu terjadi karena dirinyalah yang telah selingkuh dengan wanita lain. Agnia hanyalah korban dari semua kejadian ini.
"Begitulah bu. Ibu tidak berhak menghakimi atau mencaci Agnia karena statusnya itu," jelas Cahya.
Setelah mendengar penjelasan Cahya, Bu Ester menjadi terdiam. Bu Ester merenungi semua kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap Agnia. Ada rasa sesal yang dirasakan Bu Ester. Ada rasa kasihan yang dirasakannya juga.
Ternyata Agnia telah melewati perjalanan yang begitu pahit. Tidak sepantasnya Bu Ester malah mencacinya, karena status itu bukanlah kemauan Agnia.
"Lalu kenapa kamu menceritakan ini semua kepada saya? Apa untungnya untuk kamu?" tanya Bu Ester setelah terdiam.
"Saya sangat menyesali perbuatan saya terhadap Agnia bu, dan kini saya hanya ingin melihat Agnia hidup bahagia bersama orang yang dicintainya," ujar Cahya.
Selain itu Cahya juga sempat menyaksikan kedekatan antara Rehan dan Bayu. Cahya merasa yakin jika Bayu akan menyanyangi Agnia dan juga Rehan.
"Kalau begitu terima kasih karena kamu sudah menjelaskan semuanya. Kini saya akan merestui hubungan mereka, karena Agnia adalah wanita yang baik," jelas Bu Ester.
"Sama-sama bu, kalau begitu saya permisi," pamit Cahya yang mulai meninggalkan tempat itu.
"Maafkan ibu Agnia. Besok ibu akan menemui kamu untuk meminta maaf," lirih Bu Ester yang sudah menyadari kesalahannya.
__ADS_1
Flashback off.