Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
53. Kisah Miris Cahya


__ADS_3

Happy Reading... 😊


Sudah beberapa hari Cahya berada ditempat yang baru. Tempat yang tidak terlalu bising namun sangat menyejukan. Beberapa hari hanya Cahya habiskan dirumah saja tidak melakukan kegiatan apapun. Pagi-pagi setelah berolah raga dan sarapan pagi, Cahya hanya merebahkan badannya diatas kasur. Hingga ia pun merasa bosan dirumah. Cahya pun berencana untuk jalan-jalan dihotel.


Baru saja Cahya akan melangkahkan kakinya, Cahya malah bertabrakan lagi dengan seseorang.


"Ma, maaf," ujar seseorang itu setelah bertabrakan.


"Aku yang seharusnya minta maaf," ucap Cahya yang langsung membantu seseorang itu.


"Kamu bukannya," tanya Cahya yang seperti pernah melihah wanita itu.


"Cahya?" tanya wanita itu.


"Kamu Nadia kan?" tanya balik Cahya.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Cahya lagi.


"Aku disini sedang bekerja," jawab Nadia yang baru datang.


"Jadi kamu bekerja dihotel ini?" tanya Cahya.


"Iya, aku sudah lama bekerja disini sebagai sekretaris Pak Arga," imbuh Nadia.


"Kamu sendiri sedang apa disini?" tanya Nadia.


"Aku sedang jalan-jalan saja," jawab Cahya.


Nadia tidak pernah tahu jika Cahya adalah anak dari pemilik hotel ini. Seiring berjalannya waktu Cahya dan Nadia semakin dekat. Nadia adalah orang yang sangat licik, dia akan melakukan segala cara demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Nadia mulai mencari tahu tentang kebenaran Cahya. Dia berencana untuk mendekati Cahya dan menguasai semua hartanya.


"Apa kamu ada rencana hari ini?" tanya Cahya setelah Nadia selesai bekerja.


"Tidak ada pak, memangnya kenapa?" tanya Nadia yang menautkan kedua halisnya.


"Kalau begitu temani saya. Saya ingin mengelilingi kota ini," ujar Cahya.


"Baik pak," jawab Nadia.


"Ini kesempatanku untuk mendekati Cahya," gumam batin Nadia.

__ADS_1


"Ayo Nadia!" seru Cahya.


"Mari pak," jawab Nadia yang langsung mengikuti langkah Cahya dari belakang.


Nadia pun mengajak Cahya untuk mengelilingi kota. Sudah beberapa tempat yang ia kunjungi. Merasa lelah mereka pun singgah disalah satu tempat makan yang cukup ramai.


"Maaf pak, itu," tunjuk Nadia yang merasa tidak enak.


"Apa?" tanya Cahya yang tidak mengerti.


"Itu ada sesuatu dibibir bapak," ujar Nadia yang langsung mengusap bibir Cahya dengan tangannya.


"Maaf," ujar Nadia setelah mengusap bibir Cahya.


"Tidak, tidak apa-apa," jawab Cahya yang mulai memperhatikan Nadia.


"Kalau dipikir-pikir dia cantik juga," gumam batin Cahya.


Beberapa bulan pun berlalu, begitupun dengan hubungan mereka yang semakin dekat. Nadia berfikir jika ia harus melakukan sesuatu. Semenjak bertemu dengan Cahya, Nadia memang merasakan sesuatu pada dirinya. Ditambah sekarang Nadia tahu jika Cahya adalah anak pemilik hotel tempat dimana ia bekerja sekarang. Itu artinya Cahya adalah anak orang kaya.


Meski Nadia berasal dari keluarga yang biasa, akan tetapi Nadia memiliki gaya hidup yang begitu tinggi. Mungkin karna hampir semua teman-temannya merupakan anak orang kaya, sehingga Nadia pun mengikuti gaya hidup teman-temannya. Bahkan temannya ada yang menjadi simpanan om-om untuk mendapatkan uang yang banyak. Pada awalnya Nadia tidak seperti mereka. Kehidupan Nadia pun sangatlah sederhana. Namun ibarat sebuah pepatah jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan terbawa wangi. Begitupun sebaliknya jika kita bergaul dengan orang-orang yang tidak baik maka kitapun akan terbawa tidak baik.


"Bagaimana kalau kita pergi ke bar biar kamu tidak suntuk?" ajak Nadia.


"Boleh juga tuh," ujar Cahya yang merasa ingin melupakan semua tentang Agnia.


Setelah Cahya menjemput Nadia, mereka pun segera bergegas pergi menuju bar yang cukup terkenal dikota itu. Dengan kecepatan yang tinggi Cahya melajukan kendaraanya. Karena hari ini merupakan malam minggu, suasana dijalanan pun semakin ramai. Banyak anak muda yang sekedar nongkrong, ada juga yang berjalan-jalan dimalam hari.


Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba bar yang mereka tuju. Nadia dan Cahya pun segera masuk kedalam bar itu. Suasana didalam bar begitu ramai, serta suara dentuman musik yang begitu kencang membuat orang-orang ingin menari mendengarnya. Untuk melakukan rencananya Nadia sudah membawa obat yang akan ia campurkan ke dalam minuman Cahya. Beruntung Cahya pergi ke toilet sebentar. Tidak lama minuman mereka pun datang. Dengan segera Nadia mencampur minuman Cahya dengan obat tidur.


Tidak berapa lama saat Cahya kembali dari toilet, Cahya segera menghabiskan minumannya. Namun beberapa saat kemudian ada hal aneh yang dia rasakan. Cahya merasa pusing.


"Aduh, kenapa kepalaku mendadak pusing ya!" seru Cahya yang memegangi kepalanya.


"Kenapa pak? Apa kita pulang saja?" tanya Nadia yang pura-pura khawatir terhadap Cahya.


"Yes, rencanaku sepertinya akan berhasil," gumam batin Nadia.


Tidak berapa lama akhirnya Cahya pun tidak sadarkan diri. Nadia menyuruh beberapa orang untuk membawa Cahya ke sebuah kamar hotel. Nadia mulai merencanakan aksinya. Dia membuka seluruh pakaian Cahya dan dirinya hanya menggunakan selimut serta tidak lupa Nadia memfoto mereka berdua untuk menjebak Cahya. Setelah Nadia berhasil melakukan rencananya, Nadia pun segera pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Cahya mulai tersadar.


"Apa yang terjadi denganku? Kenapa pakaianku terlepas," ujar Cahya yang merasa heran.


Cahya mulai mengingat hal apa yang terjadi sebelum ia berada disini.


"Seingatku, tadi aku merasa sangat pusing. Dan aku tidak bisa mengingat apa-apa lagi. Sial!" seru Cahya.


Keesokan harinya, Pak Arga sangat marah kepada Cahya. Pak Arga sudah melihat rekaman itu.


"Cahya! Apa yang kamu lakukan hah? Dasar anak tidak bermoral! Kami sekolahkan tinggi-tinggi, tapi apa balasan yang kamu berikan kepada kami," pekik Pak Arga yang begitu marah pada Cahya.


"Tapi kenapa yah? Apa salahku?" tanya Cahya yang memang tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


"Apa? Jadi kamu tidak tahu apa kesalahanmu? Lihat ini!" seru Pak Arga dengan sangat geram


Nadia pun mulai keluar dari persembunyiannya.


Nadia memperlihatkan foto dirinya bersama Cahya saat malam tadi yang hanya menggunakan selimut berdua.


"Aku mohon tolong kamu harus bertanggungjawab dengan apa yang sudah kamu lakuakan," lirih Nadia.


"Tapi apa yang aku lakukan? Setahuku aku tidak melakukan apa-apa," ujar Cahya membela diri.


"Karena kamu sedang mabuk, makanya kamu tidak mengingat kejadian malam tadi," ujar Nadia yang terisak menceritakaaan itu semua.


"Ayah ingin kamu bertanggungjawab, dan satu lagi mulai dari sekarang jangan pernah menampakkan wajahmu lagi diadapan kami!" seru Pak Arga.


"Tapi yah, aku memang tidak melakukan apa-apa. Wanita ini yang menjebakku yah!" ujar Cahya yang merasa kesal.


"Dia yang berbohong pak, aku minta pertanggungjawabanmu. Aku ingin kamu menikahiku!" seru Nadia.


"Diam! Sebelum semua orang tahu tentang berita ini, kamu akan menikahi Nadia secepatnya! Dan ingat jangan pernah menampakkan wajahmu lagi dihadapan kami. Aku akan memberikanmu modal untukmu, tapi tolong tinggalkan rumah kami," seru Pak Arga yang sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Cahya.


Beberapa hari kemudian Cahya dan Nadia pun akhirnya menikah. Nadia sangat senang karena rencananya berhasil. Kini Nadia menjadi orang kaya dan gaya hidupnya semakin tinggi. Meski Cahya tidak mencintainya akan tetapi karena ayahnya Cahya harus melakukan semua ini.


Beberapa bulan kemudian sifat asli Nadia semakin terlihat hingga akhirnya Cahya diusir dan diceraikan oleh Nadia. Kini Cahya harus menerima akibat yang dilakukannya. Mulai dari harta, kini Cahya juga kehilangan orang tuanya karena sudah tidak menganggapnya lagi. Mungkin inilah balasan yang Cahya terima karena perbuatannya dimasa lalu.


Sementara Nadia hidup enak dengan harta yang ia miliki dari Cahya, kehidupan Cahya kini sangat miris. Nadia menyuruh orang untuk menculik Cahya dan meninggalkannya ditempat yang sangat jauh.

__ADS_1


Ketika Cahya terbangun setelah beberapa lama tidak sadarkan diri, akhirnya Cahya menyadari jika ia kembali ke tempat asalnya. Bahkan kini Cahya menjadi seorang pengemis untuk menyambung hidupnya.


__ADS_2