Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
27. Kedatangan Orang Tua Bayu


__ADS_3

Happy Reading... 😊


Semenjak Bayu mengutarakan tentang perasaannya kepada Agnia, hubungan Bayu dan Agnia pun semakin dekat. Begitupun dengan Rehan yang merasa sangat bahagia karena Bayu akan menjadi ayahnya. Bayu semakin sering mengunjungi rumah Agnia hanya untuk menemui Agnia dan Rehan. Pak Adi merasa senang jika anaknya akan segera menikah lagi. Pak Adi yakin jika Bayu adalah tipe pria yang baik dan bertanggungjawab.


Sementara suasana dikantor juga sudah ramai. Berita kedekatan Bayu dan Agnia sudah terdengar dimana-mana.


"Selamat pagi pak," sapa Mela pada Pak Bayu yang baru datang.


"Pagi juga," jawab Bayu ramah.


Mela sebelumnya merupakan sekretaris Bayu. Namun karena sesuatu hal Bayu ingin mencari sekretaris yang baru untuknya. Selain itu Mela juga sangat menyukai Bayu sejak pertama kali ia bergabung diperusahaan Bayu. Semua orang tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Selamat pagi sayang," sapa Bayu saat memasuki ruangan Agnia.


"Pagi juga, tapi disini ga usah manggil sayang nanti ada yang denger," jawab Agnia yang merasa malu.


"Ah biarin aja, lagian semua orang udah tahu kalau kita ada hubungan," ujar Bayu sambil memeluk Agnia dari belakang.


"Lepasin, nanti ada yang liat kita," pekik Agnia yang merasa risih.


Bukannya melepaskan pelukannya, Bayu malah memeluk Agnia semakin erat. Tapi sayang, tidak lama terdengar suara ketukan pintu yang membuat mereka terkejut.


Tok.. tok..


"Permisi Pak, saya dari tadi mencari bapak. Ada berkas yang harus bapak tanda tangan," ujar Mela saat memasuki ruangan Agnia.


"Kalau begitu simpan berkasnya dimeja saya, nanti saya tanda tangani," jawab Bayu.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi," pamit Mela yang langsung bergegas meninggalkan ruangan Agnia.


"Tuh kan apa aku bilang," ucap Agnia.

__ADS_1


"Iya iya deh maaf,ya sudah aku ke ruanganku dulu ya?" pamit Bayu.


"Iya sana," titah Agnia yang mendorong Bayu dari belakang.


Ada perasaan senang yang Agnia rasakan. Agnia merasa sedang kasmaran. Agnia merasakan cinta yang pernah hilang sebelumnya. Agnia mengira jika cinta itu tidak akan pernah tumbuh lagi, namun seiring berjalannya waktu cinta itu dapat tumbuh dengan sendirinya.


Didalam ruangan, Bayu sedang disibukan dengan menandatangani berkas-berkas yang yang sudah menumpuk diatas mejanya. Namun ditengah-ditengah pekerjaannya, tiba-tiba terdengar suara ponsel miliknya. Dengan segera Bayu mengambil benda pipih itu dari dalam saku celananya.


"Halo momy apa kabar?" sapa Bayu yang antusias menerima telpon dari ibunya.


"Hai sayang momy baik, kamu sendiri apa kabar?" jawab momy Bayu dari sebrang sana.


"Aku baik my, momy kapan pulang aku sudah kangen. Terus aku mau ngenalin seseorang sama momy," ujar Bayu yang sudah tidak sabar ingin memperkenalkan Agnia pada momynya.


"Maka dari itu momy telpon kamu sayang, momy mau pulang dalam beberapa hari kedepan. Wah siapa tuh?" jelas momy Bayu.


"Seseorang my, nanti juga momy tau. Terus kabar papih gimana my?" tanya Bayu lagi.


"Papih sehat, sekarang papi lagi ada kerjaan diluar," jawab momy.


"Iya sayang. Ya sudah kalau begitu nanti momy telpon lagi ya, momy mau meeting dulu," pamit momy Bayu dengan nada yang lembut.


Beberapa menit berlalu akhirnya panggilan itu berakhir. Bayu merasa sangat senang karena akhirnya orang tua Bayu akan pulang. Sudah sekitar 2 tahun orang tua Bayu pergi ke luar negeri untuk malasah pekerjaan. Sedangkan Bayu tetap berada di Indonesia menjalankan perusahaannya sendiri.


Momy adalah panggilan Bayu kepada ibunya. Momy Ester adalah ibu yang baik dan sangat perhatian. Sedangkan Papih Hars adalah panggilan untuk ayahnya. Bayu merupakan anak mereka satu-satunya. Mereka merupakan keluarga pekerja keras. Berkat ketekunan dan kedispilnan akhirnya mereka memiliki sebuah perusahaan. Memang usaha tidak akan mengkhianati hasil. Entah sudah berapa kali mereka merasakan jatuh bangun. Yang jelas kepahitan hidup telah mereka lewati bersama. Kini mereka hanya tinggal menikmati hasilnya. Meskipun mereka tidak lagi muda, namun semangat mereka tetap masih sama seperti dulu.


Beberapa hari kemudian.


Momy Ester dan Papih Hars sudah tiba dibandara. Bayu yang sudah menunggu sejak tadi akhirnya melihat kedatangan Momy dan papihnya.


"Momy, papih," sapa Bayu yang sudah melihat keadaan mereka karena sejak tadi Bayu mencarinya.

__ADS_1


"Hai sayang apa kabar?" tanya momy Ester yang langsung memeluk putranya.


"Baik my, momy sendiri gimana?" jawab Bayu yang langsung membalas pelukan sang momy.


"Kesayangan papih," sapa papih Bayu dan langsung memeluk putranya yang sudah lama tidak bertemu.


"Papih," jawab Bayu dan langsung membalas pelukan papinya.


Setelah cukup lama berbincang, Bayu bergegas mengajak momy dan papihnya untuk segera pulang. Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba dikediaman keluarga Permana. Rumah yang cukup besar juga luas. Serta terdapat beberapa kamar didalam rumah itu.


"Selamat datang kembali nyonya, tuan," sapa bi Marni asisten rumah tangga Bayu.


"Makasih bi. Bibi apa kabar?" jawab Bu Ester ramah.


"Saya baik, bibi sendiri gimana? Gimana Bayu ga nakal kan bi?" tanya Bu Ester sambil tersenyum.


"Saya juga baik nyonya, den Bayu juga baik tidak nakal," jawab Bi Marni.


Bi Marni adalah asisten rumah tangga Bu Ester, beliau sudah bekerja sejak Bayu masih sangat bayi.


"Silahkan makan dulu nyonya, saya sudah masak dari tadi," tawar Bi Marni.


"Wah masak apa bi?" tanya Bu Ester yang tergiur melihat masakan Bi Marni.


"Rendang, ayam goreng, lalapan daun singkong, tahu sama sambel ijo nyah sama satu lagi kerupuk udang," jelas Bi Marni menyebutkan masakannya satu persatu.


"Aku jadi ga sabar pengen makan bi. Disana kami sudah bosan memakan makanan barat. Roti, burger lagi-lagi makan itu. Aku kangen sekali makanan Indonesia," ujar Bu Ester yang langsung menyendokan nasi untuk suaminya terlebih dahulu.


"Ayo pih makan dulu," tawar Bu Ester.


"Iya mih," jawab papih yang langsung melahap makanannya.

__ADS_1


Begitupun dengan Bayu yang sudah sangat lapar sejak tadi. Bayu sangat merindukan suasana seperti ini. Makan bersama keluarga, membuat selera makan Bayu semakin bertambah. Sejak orang tuanya pergi ke luar negeri, Bayu selalu makan seorang diri. Meski ada Bi Marni yang selalu menyiapkan masakan yang enak-enak, namun rasanya tak seenak saat makan bersama seperti saat ini. Selesai makan, semua orang pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Bu Ester dan Papih Hars sudah tertidur pulas karena kelelahan dalam perjalanan. Sedangkan Bayu masih belum bisa memejamkan matanya. Ia teringat pada Agnia karena sudah hampir seharian ini mereka tidak bertemu. Ada rasa rindu yang Bayu rasakan. Entah Agnia merasakan hal yang sama atau tidak, yang jelas Bayu sangat merindukannya. Sudah hampir satu jam Bayu masih belum bisa memejamkan matanya.


__ADS_2