Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
22. Kemana Rehan?


__ADS_3

Pertanyaan Rehan membuat Agnia terdiam dan teringat pada masa lalu yang membuatnya trauma hingga saat ini. Agnia tidak pernah memikirkan sedikitpun bahwa kehidupannya akan berakhir seperti ini.


Meski sudah beberapa tahun berpisah dengan Cahya, akan tetapi Agnia tidak bisa melupakannya begitu saja. Berpisah bukan berarti bisa melupakan semuanya yang pernah terjadi.


Dari pengalaman ini memberikan Agnia pelajaran jika kita sebagai manusia hanya bisa berencana, sedangkan Tuhan-lah yang Maha Menentukan Segalanya.


Pagi-pagi sekali Agnia sudah menghidangkan makanan diatas meja.


"Sarapan dulu yah," tawar Agnia pada Pak Adi sambil menyendokan nasi kedalam piring beserta lauknya.


"Iya nak," jawab Pak Adi yang langsung mengambil piring yang diberikan Agnia.


Sudah beberapa hari Pak Adi menginap di rumah Agnia. Jika sedang merindukan cucunya, Pak Adi akan menginap selama beberapa hari. Pak Adi sengaja mengambil cuti hanya untuk bisa menemui cucunya. Setelah kepergian istrinya, Rehanlah yamg menjadi pelipur lara bagi Pak Adi. Semua perhatian dan kasih sayang, ia curahkan semua pada cucunya karena Rehan adalah cucu satu-satunya.


Setiap hari Pak Adi selalu bermain dengan Rehan. Setelah perpisahan antara Agnia dan Cahya beberapa tahun silam, Pak Adi-lah yang selalu ada untuk Rehan. Meski hanya satu bulan sekali Pak Adi menemui Rehan, akan tetapi Rehan sangat antusias ketika kakeknya datang.


"Kakek.." teriak Rehan yang baru saja bangun dan langsung menghampiri Pak Adi dan memelulnya dari belakang.


"Cucu kesayangan kakek, kita makan dulu ya," ajak Pak Adi setelah mencium cucunya.


"Iya kek," jawab Rehan.


Betapa hangatnya kebersamaan mereka. Rehan tidak pernah kekurangan kasih sayang dari ayahnya, karena kakeknya selalu ada untuk Rehan.


"Anakku, kamu sudah besar nak. Ayah sangat merindukanmu," ujar seseorang dari kejauhan.


Cahya sudah beberapa hari mengintai rumah Agnia. Ia melakukan hal itu karena sudah sangat lama Cahya merindukan anaknya. Sejak berpisah dari Agnia, Cahya tidak pernah melihat anaknya lagi. Saat itu hak asuh jatuh ke tangan Agnia karena Rehan berumur kurang dari 7 tahun. Sebab dibawah 7 tahun hak asuh anak pasti jatuh ke tangan ibunya.


Meski Cahya sangat merindukan anaknya, akan tetapi Cahya tidak berani menemui Rehan secara langsung. Cahya merasa bersalah jika ia telah meninggalkan Rehan sejak masih kecil. Entah apa yang akan terjadi jika Cahya menemui Rehan.


Pernikahannya bersama Zoya yang sudah beberapa tahun berjalan masih belum juga dikaruniai anak. Hal itulah yang membuat Cahya ingin menemui Rehan.


"Bagaimana Zoya apa kamu sudah hamil?" tanya Cahya yang entah sudah berapa kali menanyakan ini pada Zoya.

__ADS_1


"Belum Cahya, aku masih belum hamil," lirih Zoya.


"Kenapa masih belum hamil juga sih?" tanya Cahya tegas.


"Ya aku ga tau, urusan hamil atau tidak itu kan sudah ada yang mengatur, tugas kita cuma berusaha," jawab Zoya memberikan penjelasan.


"Terus sampai kapan aku harus nunggu?" bentak Cahya.


"Kamu harus sabar, nanti juga kalau sudah waktunya pasti aku hamil," lirih Zoya yang mulai berkaca-kaca.


Ada rasa sakit yang Zoya rasakan saat Cahya menanyakan tentang kehamilannya. Mana Zoya tahu jika dia hari ini atau besok akan segera hamil semua hanyalah urusan sang pencipta. Zoya tidak bisa berbuat atau melakukan apa-apa. Yang ia bisa hanyalah berdoa dan memohon agar segera diberikan momongan.


"Sampai kapan aku harus bersabar? Aku ingin memiliki keturunan!" pekik Cahya.


"Kamu berdoa saja, semoga keinginan kita segera terwujud," lirih Zoya.


Zoya merasa terpojok dengan pertanyaan-pertanyaan yang selalu Cahya lontarkan. Hatinya merasa sedih, hatinya merasa teriris mendengar kata-kata Cahya. Dalam kehidupan berumah tangga, kehadiran seorang anak merupakan hal yang utama. Tanpa adanya kehadiran seorang anak, kehidupan berumah tangga pasti akan terasa sepi. Tidak ada canda dan tawa yang hadir diantara mereka.


Meski dulu Zoya pernah hamil, akan tetapi kehamilannya tidak berlangsung lama. Zoya harus kehilangan anaknya karena terlalu lelah bekerja serta selalu merasa tertekan karena sikap suaminya yang terdahulu.


Setelah beberapa hari mengintai rumah Agnia, kini Cahya tahu tentang Rehan. Mulai dari makanan kesukaan Rehan, barang kesukaan Rehan, bahkan Cahya tahu tempat Rehan sekolah.


Di sebuah sekolah x tampak anak-anak berhamburan keluar kelas. Rehan bersama teman-temannya terlihat berjalan bersama memuju luar sekolah. Cahya mulai menemui Rehan secara sembunyi-sembunyi.


"Hai, kamu Rehan ya?" sapa Cahya yang langsung menghampiri anak kecil itu.


"Iya, kamu siapa?" tanya Rehan yang menautkan kedua halisnya.


"Kamu lagi nunggu jemputan ya?"tanyanya lagi.


"Iya om," jawab Rehan singkat sambil berdiri menunggu kedatangan Agnia.


"Rehan anakku, ini ayah nak," lirih Cahya yanh memperlihatkan foto masa kecil dirinya bersama Cahya.

__ADS_1


"Jadi ini beneran ayah Rehan?" tanya Rehan memastikan.


"Iya sayang, sini peluk ayah," ujar Cahya dengan mata yang berkaca-kaca dan membuka kedua belah tangannya. Betapa tidak Cahya sangat merindukan anaknya setelah bertahun-tahun tidak bertemu.


"Ayah, Rehan rindu ayah," lirih Rehan yang langsung memeluk erat tubuh Cahya.


"Bagaimana jika sekarang kita jalan-jalan," ajak Cahya.


"Asyik, boleh yah," sorak Rehan yang terlihat senang.


Sudah cukup lama Rehan selalu merindukan ayahnya. Mereka saling berpelukan untuk melepas rindu. Cahya merasa senang karema akhirnya kini ia bisa bertemu dengan Rehan anaknya.


Setelah puas berpelukan, Cahya mengajak Rehan untuk berjalan-jalan. Cahya mengajak Rehan ke sebuah mall. Sesampainya disana Cahya mengajak Rehan ke pusat permainan yang ada di mall itu.


Rehan sangat senang karena ia bisa bermain dengan sepuasnya bersama sang ayah.


Tak berapa lama, Agnia tiba disekolah Rehan. Sejauh mata memandang, tak ada seorang pun yang terlihat disekolah itu.


"Permisi pak, apa anak saya Rehan sudah pulang?" tanya Agnia pada penjaga sekolah.


"Setau saya semuanya sudah pulang bu, termasuk Rehan anak ibu. Tadi saya melihatnya sedang berbicara dengan seorang pria," jelas penjaga itu.


"Kemana Rehan? Dengan siapa dia pergi?" gumam batin Agnia.


🌺🌺🌺


Haii semuanya.. 😊


Terima kasih banyak karena sudah mengikuti cerita saya sampai saat ini. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberikan like dan komen. Maaf jika author telat up, maklum harus seimbang sama dunia nyata juga. πŸ˜… Sambil nunggu author up, jangan lupa mampir ke karya author yang lain ya.



Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, JALINAN CINTA, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=850371&\_language\=id&\_app\_id\=2

__ADS_1


__ADS_2