Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
26. Perasaan Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Happy Reading... 😊


Beberapa hari telah berlalu, namun Cahya masih belum bisa menerima jika Bayu dekat dengan Rehan dan Agnia.


"Aku harus melakukan sesuatu," gumam batin Cahya yang mengepalkan tangannya karena merasa kesal.


Di tempat lain.


Pagi-pagi sekali Agnia sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Meskipun Agnia seorang wanita karir, akan tetapi Agnia tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu rumah tangga. Sebelum berangkat bekerja Agnia selalu mengerjakan pekerjaan rumahnya terlebih dahulu. Tidak lupa Agnia megurusi keperluan Rehan. Bahkan meski Agnia lelah sepulang bekerja, Agnia selalu menyempatkan waktu untuk mengajari Rehan atau sekedar berbincang hal-hal yang ringan dengan putranya.


Agnia tidak mau menjadi ibu yang egois, yang disibukkan dengan pekerjaannya sehingga melupakan kodratnya sebagai seorang ibu. Agnia selalu berusaha menjadi ibu yang baik untuk Rehan. Semenjak perpisahannya dengan Cahya, Agnia harus memberikan perhatian yang extra untuk Rehan. Mulai menyanyangi dan memperhatikan Rehan sepenuhnya Agnia curahkan hanya untuk Rehan.


"Sayang udah siap?" tanya Agnia setelah membereskan meja makan.


"Sudah bu," jawab Rehan yang baru selesai memakai sepatu.


"Ayo kita berangkat," ajak Agnia.


"Iya bu," jawab Rehan yang langsung mengekor dibelakang Agnia.


Agnia segera bergegas mengantarkan Rehan ke sekolah. Setelah itu Agnia segera pergi menuju kantornya. Meski Agnia sibuk, akan tetapi Agnia sangat menikmati kehidupannya yang sekarang.


Selain itu, kedekatan Bayu dengan Rehan, akhirnyan membuat Bayu menjadi menyukai Agnia. Ada perasaan yang spesial yang ia rasakan. Ya sudah beberapa bulan terakhir Bayu mulai jatuh cinta pada Agnia. Mungkin karena seringnya bersama membuat Bayu jatuh cinta pada Agnia.


Hari ini Agnia harus besiap untuk menemani Bayu karena ada meeting diluar kantor. Sebagai sekretaris Bayu, Agnia lah yang menyiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan Bayu. Mungkin karena itu pula yang membuat Bayu merasa nyaman berada didekat Agnia.


"Apa semuanya sudah siap Agnia?" tanya Bayu.


"Sudah pak," jawab Agnia yang baru saja selesai memasukan barang-barang keperluan meeting seperti berkas-berkas penting.


Bayu dan Agnia pun segera bergegas pergi ke tempat yang sebelumnya sudah dipesan. Bayu menemui kliennya di restoran agar suasana tidak jenuh. Mereka meeting sekaligus makan siang. Satu jam berlalu akhirnya meeting selesai. Pertemuan itu membicarakan tentang kontrak kerja bersama klien Bayu yang baru. Setelah pertemuan itu selesai, Bayu sengaja berlama-lama berada ditempat itu hanya untuk bisa bersama Agnia.


"Agnia, apa kamu ingin pesan sesuatu? Saya ingin kopi," tawar Pak Bayu.


"Saya pesan jus jeruk saja pak, sepertinya segar siang-siang begini minum jus jeruk," jawab Agnia.


Tak butuh waktu yang cukup lama, akhirnya pesanan Bayu dan Agnia pun datang.

__ADS_1


"Terima kasih," ujar Bayu saat waitress datang.


"Sama-sama pak," jawab waitress itu sambil berlalu meninggalkan meja Bayu dan Agnia.


"Semakin hari kamu terlihat semakin cantik Agnia," gumam batin Bayu.


"Ada apa pak? Ada yang salah dengan diri saya?" tanya Agnia yang salah tingkah karena merasa tidak enak sejak tadi Bayu memperhatikannya.


"Ti, tidak," jawab Bayu gagap yang kebingungan harus menjawab apa.


"Kenapa dengan Bayu? Apa ada yang salah dengan dandannanku?" Gumam batin Agnia.


Entah mengapa Agnia merasa jika Bayu sejak tadi memperhatikannya.


"Oiya Agnia bagaimana dengan kabar Rehan?" tanya Bayu membuka pembicaraan.


"Alhamdulillah, Rehan baik pak," jawab Agnia.


"Terima kasih banyak pak," ucap Agnia lagi.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Bayu yang menautkan kedua halisnya.


"Oh itu, itu bukan apa-apa. Saya hanya senang dengan anak kecil," timpal Bayu.


"Ngomong-ngomong kamu jangan panggil saya pak, ini kan lagi diluar kantor," imbuh Bayu lagi.


"Eh iya pak, saya lupa," jawab Agnia polos.


"Tuh kan mulai lagi," protes Bayu.


Mereka pun tersenyum satu sama lain karena sikap Agnia yang selalu lupa memanggil namanya saat diluar kantor. Agnia memang terlihat begitu polos. Agnia tetap menghormati Bayu meski ia adalah temannya dulu. Namun hal itu membuat Bayu cukup senang.


"Oiya Agnia, apa dulu kamu sempat jatuh cinta sama saya?" tanya Bayu.


"Enggak, apaan sih," jawab Agnia yang terlihat malu-malu.


"Bukannya aku ini seorang idola ya?" ujar Bayu dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


Meski Agnia sempat menyukai Bayu, akan tetapi sangat tidak mungkin jika Agnia harus mengatakan yang sebenarnya bahwa Agnia pernah menyukainya. Itu hanya masa lalu. Hal itu dirasa wajar karena kebanyakan sebagai seorang wanita yang normal pasti akan menyukai laki-laki yang tampan dan juga ramah.


"Tuh kan diem aja, berarti iya kan?" tuduh Bayu dengan senyumannya yang khas.


Agnia hanya tersenyum.


"Oiya Agnia satu hal lagi," ucap Bayu lagi namun kali ini dia terlihat serius.


"Ada apa Bayu? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Agnia yang merasa resah.


"Bukan itu. Sebenarnya aku. Aku menyukaimu Agnia, will you marry me?" ucap Bayu to the point.


Bayu sudah tidak sabar mengatakan tentang perasaannya yang sebenarnya. Bayu sudah lama menyukai Agnia. Agnia terlihat begitu cantik dan berbeda dari wanita-wanita lain yang pernah ia temui. Setiap wanita yang mengenal Bayu pasti akan mendekatinya dan memanfaatkannya. Tapi berbeda dengan Agnia yang terlihat cuek dan tidak peduli dengan ketampanan dan kekayaan Bayu.


"Apa? Kamu pasti bercanda kan?" tanya Agnia yang masih tidak percaya jika Bayu akan mengatakan tentang perasaannnya yang sesungguhnya.


"Iya beneran, will you marry me?" tanya Bayu lagi untuk yang kedua kalinya.


Kali ini Bayu berlutut dihadapan Agnia dan memegang tangan Agnia sebagai bukti jika dia memang benar-benar serius melamarnya.


"Tapi Bayu maaf, apa ini tidak terlalu cepat," tanya Agnia yang merasa bingung harus menjawab apa.


"Apa kamu meragukanku?" tanya Bayu yang langsung melepaskan genggaman tangannya.


"Bukan seperti itu, tapi kamu tahu sendiri jika aku sudah memiliki seorang anak," lirih Agnia.


"Aku tahu, terus memangnya kenapa jika kamu sudah memiliki seorang anak? Aku sangat menyukai anak kecil, bahkan aku menyanyangi Rehan seperti putraku sendiri," ujar Bayu yang menjelaskan panjang lebar.


"Aku tahu jika kamu menyanyangi Rehan, tapi bagaimana dengan keluargamu?" tanya Agnia yang mulai berkaca-kaca.


Meski dalam hati Agnia merasakan hal yang sama, namun Agnia takut jika keluarga Bayu tidak akan menerimanya karena Agnia pernah gagal dalam membina sebuah rumah tangga, bahkan sudah memiliki seorang anak.


"Sudahlah Agnia, yang jelas saat ini aku sudah mengutarakan isi hatiku. Dan yang paling penting aku benar-benar mencintaimu dan aku sangat menyanyangimu juga Rehan," ucap Bayu.


🍁🍁🍁


Hai semuanya, makasih banyak buat kalian yang sudah mampir dikarya aku. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberikan like dan komentar kalian, itu semua sangat berharga untuk kami. 😊😁

__ADS_1


Sambil nunggu author up jangan lupa mampir juga dikarya author yang lain ya. 😊



__ADS_2