
Happy Reading... 😊
Serapat bagaimanapun Agnia menyembunyikan kesalahan suaminya, semua akan terbongkar pada waktunya. Cahya tidak bisa lagi menyembunyikan kesalahannya.
"Siapa nama kamu? Kenapa kamu merusak rumah tangga anak saya?" pekik Bu Sinta pada Zoya.
"Saya Zoya bu, saya istri Cahya. Awalnya saya juga tidak tahu jika Cahya sudah menikah," lirih Zoya yang mulai terisak.
"Jadi ini bos yang menghubungimu sejak kemarin?" tanya Bu Sinta dengan nada sinis.
"Sudah bu, kita pulang ya! Gak enak diliatin orang," ajak Agnia yang mengusap punggung ibu mertuanya. Agnia sudah tidak enak karena banyak orang-orang yang memperhatikan pertengkaran mereka.
"Ibu tunggu kamu dirumah!" pekik Bu Sinta pada Cahya.
"Ayo Agnia," ajak Bu Sinta yang cepat berlalu meninggalkan tempat itu.
Agnia mengekor dibelakang mertuanya. Agnia segera memesan taksi online lagi untuk pulang kerumahnya. Tidak terasa satu jam kemudian akhirnya mereka tiba di rumah. Walau sebenarnya hati Agnia sakit melihat kedekatan Cahya dan Zoya, akan tetapi Agnia masih menahan air matanya. Sesampainya dirumah Agnia menidurkan Rehan karena ia tertidur.
"Agnia, apa sebelumnya kamu tahu tentang ini?" tanya Bu Sinta.
"Iya bu, Agnia tahu," jawab Agnia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kenapa kamu tidak mengatakan kejadian yang sesungguhnya nak? Apa kamu tidak sakit hati?" tanya bu Sinta lagi.
"Ibu, Agnia bingung harus mulai cerita darimana. Jika ditanya tentang sakit hati, wanita mana yang tidak sakit hati saat suaminya menikah lagi dengan wanita lain bu," lirih Agnia yang mulai berkaca-kaca dan perlahan air mata yang selama ini ia tahan pun akhirnya turun tak tertahankan.
"Agnia sakit hati, kecewa pada mas Cahya. Bahkan Agnia masih tidak percaya jika mas Cahya tega melakukan ini semua. Sejak kemarin Agnia berusaha menutupi kesalahan mas Cahya, karena Agi tidak mau jika ibu sampai tahu. Tapi sekeras apapun Agnia berusaha menyembunyikannya, akhirnya ibu tau juga," sambung Agnia yang masih menangis menceritakan semuanya.
"Ibu juga sangat kecewa sama Cahya. Anak yang selama ini ibu besarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang, ternyata tega melakukan hal seperti ini," timpal Bu Sinta yang merasa sedih karena kelakuan anaknya.
Bu Sinta sangat kecewa dengan apa yang diperbuat anaknya. Bu Sinta sangat tahu jika Agnia adalah waanita yang baik dan sholehah. Selain itu, dia juga pandai mengurus rumah dan pintar memasak. Wanita seperti apa lagi yang diinginkan Cahya. Apa yang kurang pada diri Agnia.
__ADS_1
"Zoya itu cinta pertama mas Cahya bu, makanya sampai saat ini mas Cahya masih belum bisa melupakan Zoya," jelas Agnia yang berusaha sabar.
"Apa? Jadi Zoya itu cinta pertama Cahya?" tanya ibu yang seolah baru mengetahui tentang Zoya.
"Iya bu, dulu mas Cahya sudah berpacaran sangat lama, bahkan mereka berencana untuk menikah. Namun karena Zoya dijodohkan oleh ayahnya akhirnya hubungan mereka berakhir tanpa adanya kabar sedikitpun. Mereka pun sudah tidak bertemu bertahun-tahun, namun suatu hari mereka dipertemukan kembali dan mas Cahya akhirnya menikahi Zoya bu," jelas Agnia lagi dengan singkat dan padat.
Setelah mendengar semua itu Bu Sinta menjadi tahu masalah yang sebenarnya. Hanya saja apapun yang dilakukan Cahya tetap saja salah dengan menikahi mantan kekasihnya dulu. Walaupun Cahya adalah anak kandungnya, bukan berarti Bu Sinta akan memihak pada anaknya. Sebagai orang yang lebih tua, Bu Sinta tahu benar mana yang benar dan mana yang salah.
Tak berapa lama terdengar suara ponsel berdering.
"Iya halo," ucap Agnia saat mengangkat telpon.
"Apakah ini dengan ibu Agnia, istri dari Pak Cahya?" tanya seseorang disebrang telpon itu.
"Iya saya istrinya, ini siapa?" tanya Agnia yang menautkan kedua halisnya.
"Suami anda telah mengalami kecelakaan, dan kini beliau sedang dirawat dirumah sakit pusat kota," jawab seseorang yang memberitahu disebrang telpon itu.
"Bu, mas Cahya kecelakaan," lirih Agnia yang berkaca-kaca.
"Cepat kita pergi ke sana," ajak Bu Sinta yang langsung bergegas pergi menuju rumah sakit pusat kota. Sementara Rehan menunggu dirumah bersama baby sitter.
Satu jam kemudian sampailah Agnia dan Bu Sinta dirumah sakit. Agnia segera menuju pusat informasi untuk menanyakan kamar Cahya. Setelah mengetahui kamar Cahya, Agnia dan Bu Sinta segera menuju ruangan Cahya.
Tanpa mengetuk pintu Bu Sinta segera masuk ke dalam ruangan. Sementara Agnia menunggu diluar karena tidak boleh terlalu banyak orang yang masuk ke dalam ruangan. Namun saat masuk kedalam ternyata sudah ada seseorang yang sedang duduk disamping Cahya dan memegangi tangan Cahya.
"Bangun Cahya," lirih Zoya yang terus membangunkan Cahya karena sejak tadi masih tidak sadarkan diri.
"Tolong selamatkan dia dok, aku tidak mau jika sampai terjadi apa-apa padanya," sambung Zoya sambil menitikan air mata.
"Sabar bu, silahkan anda menunggu diluar," ucap dokter.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mau keluar,tolong selamatkan suamiku," lirih Zoya.
"Kamu lagi?" tanya Bu Sinta yang menautkan kedua halisnya.
"Iya bu," jawab Zoya canggung.
"Kenapa anak saya bisa sampai seperti ini?" tanya Bu Sinta geram.
"Begini bu," jawab Zoya.
Flashback on
Cahya dan Zoya bergegas dari taman dengan kecepatan tinggi, namun dalam perjalanan terjadi hal yang tidak terduga. Cahya dan Agnia mengalami kecelakaan karena mobil yang berada didepannya mengerem mendadak, sehingga mau tidak mau Cahya juga mengerem mobilnya secara mendadak.
Brakk..
Terjadilah kecelakaan yang beruntun. Cahya mengalami pendarahan dibagian kepalanya karena membentur setir, sedangkan Zoya tidak terluka terlalu parah. Hanya tidak sadarkan diri dan mengalami benturan dipelipis kanannya. Orang-orang yang melintas disekitar jalan itu segera menolong dan menelpon ambulan. Tidak lama datanglah sebuah ambulan yang langsung mengangkut Cahya dan Zoya.
"Cepat hubungi saudaranya," ujar seorang perawat yang menemukan ponsel Cahya.
Dengan sigap perawat itu mencari nomor yang paling sering dihubungi Cahya. Dan telpon itu tersambung pada ponsel Agnia.
Flashback off
"Zoya.." ucap Cahya yang mulai siuman memanggil namanya ditengah-tengah pembicaraan mereka.
"Iya aku disini," ujar Zoya yang sudah sejak tadi menemani Cahya.
Agnia yang melihat Zoya dari luar terlihat begitu sedih. Sejak menerima telpon tadi, hati Agnia tidak tenang karena merasa cemas dan takut terjadi apa-apa pada Cahya, akan tetapi setelah melihat Zoya berada didalam, Agnia merasakan kesedihan dan kekecewaan.
"Sebaiknya aku mundur, aku sudah tidak sanggup lagi melihat ini semua. Batas kesabaranku sudah habis sampai disini, cukup sudah selama ini aku menahannya, aku tidak sanggup lagi," lirih Agnia yang mulai terisak menangisi semua yang terjadi padanya.
__ADS_1