Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
19. Ibu...


__ADS_3

Happy Reading... 😊


Pagi-pagi sekali Agnia sudah bersiap untuk pulang. Agnia sudah tidak tahan dengan bau rumah sakit. Ditambah pemandangan tiap hari yang selalu ia lihat antara Cahya dan Zoya. Semua itu membuat Agnia semakin tidak nyaman lama-lama berada di tempat itu.


"Ibu, Agi kengen.." gumam batin Agnia.


"Agnia, kamu kenapa nak," tanya Bu Sinta yang sejak tadi memperhatikan Agnia terdiam.


"Agnia tidak apa-apa bu, Agnia hanya merindukan ibu," lirih Agnia yang terlihat begitu sedih.


"Ya sudah, mari kita pulang nak," ajak Bu Sinta yang akan mengantarkan Agnia pulang.


Bu Sinta sangat mengerti jika Agnia sangat tidak nyaman berada disini. Sebagai wanita yang sangat mencintai Cahya, Agnia pasti akan sakit hati bila selalu melihat kedekatan antara Cahya dan Zoya.


Selesai berkemas Agnia dan Bu Sinta akhirnya bergegas pulang. Meski hanya beberapa hari Agnia tidak bertemu anaknya, akan tetapi Agnia merasa seperti sudah beberapa bulan tidak bertemu. Satu jam kemudian Agnia melakukan perjalanan akhirnya Agnia tiba dirumah. Agnia segera menemui Rehan karena sudah sangat merindukannya.


"Rehan sayang, apa kabar nak ibu rindu," ujar Agnia yang langsung menggendong Rehan putranya.


Sementara Rehan yang masih bayi belum bisa berbicara apa-apa, ia hanya tersenyum melihat ibunya kembali.


"Rehan gak rewel mba?" tanya Agnia disela-sela gendongannya.


"Tidak bu, " jawab baby sitter yang mengasuh Rehan.


Setelah rindunya terobati, Agnia masuk ke dalam kamarnya. Ia berbarbaring dan beristirahat. Namun pikirannya tiba-tiba teringat pada ibunya. Agnia segera mengambil benda pipih didalam tasnya dan segera menghubungi ibunya.


📱"Halo, assalamualaikum bu.."


"Wa'alaikumsalam nak," jawab sang ayah dari sebrang sana.


📱"Loh kok ayah yang jawab? Ibu kemana yah? tanya Agnia yang menautkan kedua halisnya, karena biasanya Bu Hana sendiri yang selalu mengangkatnya.


📱"Ibu sedang tidak enak badan, baru saja tidur karena habis minum obat," jawab ayah singkat.


📱"Apa? Kenapa ayah tidak memberitahu Agi? tanya Agnia lagi karena ia baru tahu jika ibunya sedang tidak sehat.


Pak Adi memang sengaja tidak memberitahu Agnia karena Pak Adi tahu jika suami Agnia sedang sakit. Untuk itu Bu Hana meminta Pak Adi untuk tidak memberi tahu anaknya, karena Agnia pasti akan sangat khawatir jika ia tahu ibunya sakit.


Beberapa hari terakhir ini, Bu Hana selalu jatuh pingsan. Sebagai seorang ibu, Bu Hana pasti memiliki firasat tentang anaknya. Sudah beberapa hari terakhir pikiran Bu Hana sangat tidak tenang dan selalu memikirkan pernikahan Agnia. Hanya saja Bu Hana tidak menghubungi Agnia secara langsung.


Sementara di rumah Agnia, Bu Sinta masih mengasuh cucunya.

__ADS_1


"Oiya bu, besok mungkin Agnia akan pergi ke kota x untuk menemui ibu, soalnya ibu sedang sakit bu," imbuh Agnia.


"Ya sudah kalau begitu besok ibu ikut kamu ya, ibu juga sekalian ingin menengok Bu Hana," timpal Bu Sinta.


"Iya bu, besok kita pergi pagi-pagi sekali ya bu," ucap Agnia.


"Iya sayang," jawab Bu Hana sambil memegangi pipi menantunya.


Keesokan harinya Agnia dan Bu Sinta segera bersiap ke rumah Bu Hana. Tak lupa baby sitter di bawa untuk menjaga Rehan. Agnia pergi ke rumah Bu Hana pergi menggunakan kereta api karena jaraknya yang begitu lumayan jauh. Untuk dapat sampai disana membutuhkan waktu selama kurang lebih 3 jam. 3 jam kemudian akhirnya mereka sampai dikota itu. Setelah turun dari kereta, jarak menuju rumah membutuhkan waktu lagi selama 30 menit. Tak lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


"Assalamualaikum bu," ucap Agnia saat masuk ke dalam rumahnya.


"Wa'alaikumsalam, Agnia kamu ke sini tidak mengabari ibu nak," tanya Bu Hana yang sedang berbaring dan terkejut dengan kedatangan anaknya yang tiba-tiba.


"Ibu sakit tapi Agnia tidak diberi tahu," protes Agnia dengan wajah yang cemberut.


"Ibu hanya kelelahan saja nak, maka dari itu ibu tidak memberi tahumu," jelas Bu Hana.


"Apa kabar jeng?" tanya Bu Hana kepada Bu Sinta yang sejak tadi berdiri dibelakang Agnia.


"Saya baik, jeng sakit apa? Cepet sembuh ya," jawab Bu Sinta sambil menghampiri dan memeluk besannya.


"Saya hanya kelelahan sejak kemarin bu, saya titip anak-anak ya bu," ucap Bu Hana.


"Kenapa ibu bilang seperti itu?" timpal Agnia.


"Ibu tidak apa-apa nak, mana cucu ibu?" tanya Bu Hana mengalihkan pembicaraan.


"Sini mba masuk," ajak Agnia pada baby sitter karena sejak tadi menunggu diruang tamu.


"Assalamualaikum," ucap baby sitter saat masuk.


"Wa'alakikumsalam," jawab semua serempak.


"Cucu ibu sayang, apa kabar? Nenek kangen," ujar Bu Hana yang langsung menggendong cucunya dan menciumi pipi Rehan.


Selepas bertemu dengan anak dan cucunya ada rasa senang dan bahagia yang Bu Hana rasakan. Kini perasaannya lebih baik karena bisa melihat anak dan cucunya.


"Cahya tidak ikut nak?" tanya Bu Hana.


Deg..

__ADS_1


Pertanyaan ibu seolah menampar perasaan Agnia. Begitupun dengan Bu Sinta yang tidak kalah terkejutnya dengan pertanyaan itu. Sebagai ibunya Bu Sinta juga bingung harus menjawab apa.


"Itu bu, mas Cahya sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Oiya, ayah kemana bu?" tanya Agnia dengan segera untuk mengalihkan pembicaraan.


"Oh, pantas tidak ikut. Ayahmu tadi ke apotik nak," jawab Bu Hana.


"Ibu sangat mengerti dengan perasaanmu nak, meski Cahya salah namun Agnia masih menutupi kesalahan suaminya. Kamu memang istri yang baik nak," gumam batin Bu Sinta.


"Bu Hana istirahat saja dulu, kami pamit diluar ya," pamit Bu Sinta.


Setelah percakapan itu, semua orang yang berada dalam kamar Bu Hana segera keluar agar Bu Hana bisa beristirahat.


"Agnia buatkan minum dulu bu, silahkan ibu duduk dulu," pamit Agnia untuk membuatkan minum ke dapur.


Ceklek..


Terdengar suara seseorang membukakan pintu.


"Wah, ternyata banyak tamu," ucap Pak Adi dengan senyuman diwajahnya.


"Apa kabar Bu Sinta?" tanya Pak Adi kepada besannya.


"Kabar baik pak, bapak sendiri bagaimana?" tanya balik Bu Sinta.


"Saya juga baik bu, kemana Pak Hadi tidak ikut?" tanya Pak Adi lagi.


"Tidak pak, suami saya sedang ada pekerjaan diluar kota, makanya saya sudah beberapa hari menginap dirumah Agnia," jawab Bu Sinta.


"Cucu kakek, " sapa Pak Adi kepada cucunya yang sudah sangat lama ia rindukan.


"Ayah, apa kabar?" sapa Agnia yang langsung menghampiri ayahnya.


"Baik sayang, kamu sendiri gimana?" tanya ayahnya.


"Agi baik yah," jawab Agnia.


Pak Adi segera menggendong cucunya dan membawa Rehan masuk kedalam kamar neneknya untuk memberikan obat. Hal yang sama terlihat, Pak Adi begitu senang dan bahagia setelah melihat cucunya. Ada rasa bahagia pada Agnia karena sudah lama Agnia tidak bertemu dengan kedua orang tuanya.


Melihat semua keluarga Agnia bahagia membuat Bu Sinta merasa bersalah.


"Bagaimana jika kedua orang tua Agnia mengetahui tentang Cahya yang sesungguhnya. Sepertinya Agnia tidak pernah menceritakan tentang suaminya," gumam batin Bu Sinta.

__ADS_1


Namun bukan tidak tahu, hanya saja Bu Hana tidak menceritakan tentang Cahya kepada siapapun. Termasuk pada suaminya sendiri, bahkan hingga kini Pak Adi tidak mengetahui tentang perselingkuhan Cahya. Bu Hana juga tidak mau jika Pak Adi sampai tahu. Jika Pak Adi tahu yang sebenarnya maka ia akan sangat marah, karena Agnia adalah putri kesayangannya. Ia tidak rela jika ada seseorang yang menyakitinya. Justru karena memikirkan Cahya Bu Hana jadi lebih sering sakit-sakitan. Bu Hana sangat takut jika rumah tangga anaknya akan gagal. Jika hal itu terjadi maka kehidupan Agnia akan hancur dan Rehanlah yang akan menjadi korban atas perpisahan mereka.


__ADS_2