
Happy Reading... 😊
Alhamdulillah setelah pertemuan antara orang tua Ihsan dan ayah Agnia, kini mereka mendapatkan lampu hijau untuk dapat meneruskan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Namun sebelumnya Ihsan harus melakukan pendekatan kepada Rehan agar ia tidak syok saat Agnia tiba-tiba menikah dengan Ihsan. Berhubung hari ini hari libur, Ihsan pun berencana untuk mengajak Agnia dan Rehan jalan-jalan.
Pagi-pagi sekali Ihsan sudah tiba dirumah Agnia.
"Selamat pagi," sapa Ihsan yang baru datang dan memasuki rumah Agnia.
"Hai selamat pagi," jawab Agnia yang menyambut kedatangan Ihsan.
"Salam dulu sayang sama om," titah Agnia kepada Rehan.
"Hai jagoan!" sapa Ihsan saat Rehan menghampiri dan menyalaminya.
"Hai om apa kabar?" tanya Rehan setelah menyalami Ihsan.
"Kabar om baik sayang, kamu gimana?" tanya Ihsan.
"Aku juga baik om," jawab Rehan.
"Hari ini om mau ajak kamu jalan-jalan, kamu mau kemana?"tanya Ihsan.
"Aku pengen berenang om,soalnya aku udah lama banget ga berenang," ujar Rehan.
"Boleh,boleh," jawab Ihsan.
"Beneran om?" tanya Rehan memastikan.
"Beneran dong! Masa iya om bohong, cepet siap-siap! titah Ihsan.
"Yeay, asyik.." sorak Rehan yang merasa sangat gembira karena akhirnya ia bisa berenang.
__ADS_1
Agnia yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum. Agnia merasa senang karena Rehan terlihat begitu bahagia. Meski ada perasaan takut, akan tetapi Agnia berusaha untuk melupakan semua yang pernah terjadi dalam hidupnya. Agnia mencoba membuka lembaran baru dalam hidupnya. Agnia tidak ingin hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran yang terus-menerus.
Sambil menunggu Rehan bersiap, Agnia pun menyiapkan keperluan dan bekal untuk Rehan. Mulai dari makanan, minuman, serta handuk dan baju ganti semua Agnia siapkan.
Setelah Rehan keluar dari kamarnya mereka pun segera bergegas pergi ke salah satu tempat wisata yang berada dikota itu. Hanya beberapa jam akhirnya mereka sampai ditempat renang yang cukup viral dikota itu. Sesampainya disana, sudah banyak orang yang sedang berenang, bahkan hanya sekedar bermain air. Tidak sedikit juga orang-orang yang hanya berswafoto ditempat itu. Tempat-tempat yang instagramable membuat semua orang betah berada lama-lama ditempat itu.
"Wah tempatnya indah sekali om," ujar Rehan yang merasa takjub dengan pemandangan yang berada ditempat itu.
"Gimana kamu suka sama tempatnya?" tanya Ihsan.
"Suka banget om," jawab Rehan antusias.
"Kalau begitu ayo kita ganti baju dan kita muali berenang," ajak Ihsan.
"Aku nunggu disini aja," timpal Agnia yang sedang duduk dan tidak terlalu jauh dari tempat Ihsan dan Rehan berenang.
Setelah mengganti pakaiannya, Rehan dan Ihsan pun segera turun ke dalam kolam. Rasanya begitu menyegarkan. Cuaca yang cukup panas, seolah memberikan kesegaran saat berada didalam air. Ihsan pun mendampingi Rehan layaknya seorang ayah yang mendampingi anaknya. Rehan terlihat begitu akrab dan tidak canggung berada disamping Ihsan. Begitupun dengan Ihsan yang tidak segan dan sudah menganggap Rehan seperti anaknya sendiri. Ihsan juga sangat menyukai anak kecil, karena itu pula yang membuat Ihsan sebagai dokter anak.
Dari kejauhan Agnia menyaksikan kedekatan antara Rehan dan Ihsan, ia bersyukur karena Rehan bisa sedekat itu bersama Ihsan. Padahal Rehan hanya bertemu beberapa kali, akan tetapi ia seperti sudah lama bertemu.
"Ibu senang melihat kamu senang nak. Makasih Ihsan, aku berharap kamu akan selamanya bersikap baik seperti ini kepada Rehan," gumam batin Agnia.
Tak terasa hampir seharian penuh mereka berada ditempat itu. Kini saatnya mereka kembali pulang karena hari sudah mulai gelap. Rehan yang kelelahan pun akhirnya tertidur didalam mobil.
"Terima kasih Ihsan, karena kamu sudah mengajak Rehan jalan-jalan," ujar Agnia membuka pembicaraan.
"Sama-sama Agnia, aku juga merasa senang karena bisa menghabiskan waktu bersama Rehan," jawab Ihsan yang sesekali menoleh pada Agnia saat sedang menyetir.
Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai dirumah. Ihsan membopong Rehan karena Rehan masih tertidur pulas didalam mobil. Dengan sangat hati-hati Ihsan segera membawa Rehan kedalam kamarnya.
"Maaf jadi merepotkan," ucap Agnia setelah Ihsan keluar dari kamar Rehan.
__ADS_1
"Tidak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi kewajibanku," ucap Ihsan.
"Tapi," jawab Agnia.
"Tidak usah tapi, tapi. Nanti juga kan Rehan akan menjadi tanggungjawabku juga," ujar Ihsan.
Mendengar kata-kata itu membuat Agnia terharu.
"Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya," pamit Ihsan.
"Iya hati-hati ya!" ujar Agnia yang memperingatkan Ihsan.
Setelah kepergian Ihsan, Agnia mengambil wudhu terlebih dahulu. Sebelum tidur Agnia melaksanakan sholat istikharah untuk lebih memantapkan pilihannya. Selesai sholat Agnia berdoa, memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. Ia menyampaikan keluh kesahnya pada Sang Maha Pencipta disaat orang-orang terlelap tidur. Dalam doanya Agnia menyebut nama Ihsan, ia meminta semoga Ihsan adalah pilihannya yang terbaik.
Dalam pengaduan Agnia, air mata itu tidak bisa tertahankan. Semua air matanya tumpah manakala Agnia mencurahkan segala isi hati yang ada dalam dadanya hingga ia sesenggukan. Ada perasaan tenang setelah Agnia mencurahkan segala isi hati yang ada dalam dadanya. Bukan tidak ingin menceritakan semua yang dirasakan Agnia pada ayahnya, namun bercerita kepada Sang Maha Penciptalah yang lebih utama.
Selesai melaksanakan sholat Agnia tertidur dengan lelap.
Selepas lamaran dilakukan, hari pernikahan Agnia pun mulai ditetapkan. Hanya tinggal beberapa minggu saja Ihsan dan Agnia akan hidup bersama. Begitupun dengan Rehan yang sudah mulai menerima kehadiran Ihsan sebagai ayahnya. Kini hanya tinggal menunggu hari bahagia itu tiba. Agnia mulai disibukan dengan berbagai persiapan. Mulai dari mempersiapkan dokumen-dokumen penting serta hal-hal yang lainnya.
Begitupun dengan keluarga Ihsan yang mulai mempersiapkan segalanya. Hari ini Ihsan dan Agnia berencana membeli mas kawin untuk Agnia. Meski wanita memiliki hak untuk meminta mas kawin, akan tetapi Agnia tidak banyak menuntut ini dan itu kepada Ihsan. Yang Agnia harapkan hanyalah ketulusan, kesungguhan hati dan tanggungjawab seorang pria.
Ihsan pun mengajak Agnia ke salah satu pusat perbelanjaan yang cukup lengkap. Di mall itu begitu lengkap, semua yang kita inginkan berada dalam satu tempat. Ihsan pun mengajak Agnia ke toko perhiasan yang begitu lengkap.
"Kamu pilih yang kamu suka ya," ujar Ihsan saat tiba ditoko perhiasan.
"Tapi, kamu aja yang pilihkan," jawab Agnia.
"Loh kok aku, kan kamu yang mau pakai," jawab Ihsan.
Walaupun malu Agnia memilih satu persatu perhiasan yang ia sukai. Agnia merasa bingung karena pilihan di toko itu begitu banyak dan bagus-bagus. Setelah lama memilih akhirnya Agnia membeli satu set perhiasan mulai dari kalung, anting, cincin, dan juga gelang. Semua perhiasan itu ia pilih berdasarkan saran Ihsan. Karena kualitas yang sangat bagus tidak heran jika harganya pun cukup mahal.
__ADS_1
Tapi bagi Ihsan itu semua tidak masalah. Baginya semua itu tidak ternilai, karena Agnia lah yang membuat perhiasan itu lebih bernilai.