Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
37. Tidak Ada Kesempatan Yang Kedua, Bahkan Yang Ketiga!


__ADS_3

Hai semuanya... 😁😊


Maafkan author ini yang terkadang lama untuk up-nya karena author terlalu sibuk di dunia nyata. Insya Allah mulai hari ini author akan rajin up setiap hari. Terima kasih buat semuanya yang sudah mau mampir dikarya aku yang baru ini. Semoga kalian semua sehat selalu. 😇


Happy Reading... 😊


Secara tidak langsung Cahya mencoba mengajak Agnia pulang. Merasa tidak enak dengan Cahya yang masih duduk menunggnya, akhirnya mau tidak mau Agnia pulang juga dan Cahya berhasil membuat Agnia cepat pulang.


Akhirnya mau tidak mau Agnia pun pulang karena merasa risih dengan Cahya yang menunggunya. Meski sebenarnya Agnia tidak mau, tapi Agnia terpaksa karena malam sudah hampir larut. Agnia khawatir jika sudah tidak ada lagi kendaraan yang lewat. Agnia juga merasa khawatir dengan Rehan yang sedang berada dirumah sendiri. Yang jelas Agnia hanya ingin segera tiba dirumah.


Kini hatinya jauh lebih baik, tidak terlalu merasa sakit hati. Dengan kecepatan yang tinggi, Cahya segera melajukan mobilnya. Tidak berapa lama akhirnya Agnia tiba dirumah. Agnia bergegas turun dari mobil Cahya.


"Terima kasih mas," ujar Agnia setelah turun dari mobil.


"Sama-sama Agnia, kalau begitu aku pamit pulang," pamit Cahya yang segera pulang.


"Iya mas, hati-hati," ucap Agnia.


Cahya segera memarkirkan mobilnya, dan segera pulang. Agnia langsung masuk dan segera memasuki kamar Rehan. Setelah Agnia masuk, ternyata Rehan sudah tertidur pulas. Agnia hanya mencium kening Rehan dan segera keluar menuju kamar tidurnya.


"Maafkan ibu yang baru pulang nak. Ibu sangat menyanyangimu," ujar Agnia setelah mencium kening Rehan.


Setelah keluar dari kamar Rehan, Agnia segera bergegas mandi dan segera beristirahat.


Ditempat lain Cahya masih belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya selalu tertuju pada Agnia. Beberapa hari setelah pertemuannya dengan Agnia membuat Cahya merasa jatuh cinta kembali. Cahya merasakan perasaan yang dulu pernah ada seakan tumbuh kembali. Mungkin karena seringnya bertemu sehingga membuat rasa itu muncul kembali. Hatinya merasa berdebar ketika berada didekat Agnia. Cahya sempat berfikir jika ia ingin kembali kepada Agnia.


Semakin larut, semakin Cahya tidak bisa tertidur. Matanya masih tetap terjaga. Mungkin saja Agnia akan menerimanya kembali. Jika hal itu sampai terjadi, Cahya akan merasa sangat bahagia karena Cahya bisa berkumpul lagi bersama istrinya dan anaknya. Pikiran Cahya sudah sangat yakin jika Agnia akan menerimanya kembali.


"Mungkin besok aku akan mengutarakan perasaanku. Aku harap Agnia akan menerimaku lagi,"gumamnya dalam hati seraya menengadahkan kedua tanggannya dan tersenyum simpul.

__ADS_1


Setelah berdo'a dan meyakini kemauannya, akhirnya Cahya bisa tertidur dengan pulas.


Keesokan harinya, Cahya sudah bersiap berangkat ke kantor. Semua pekerjaan yang sudah menantinya segera ia kerjakan agar semua cepat selesai. Rencananya setelah pulang bekerja Cahya akan menjemput Agnia ke kantornya. Rasanya Cahya sudah tidak sabar ingin segera mengutarakan isi hatinya kepada Agnia. Cahya ingin segera menyampaikan keinginannya.


Antara yakin dan tidak yakin, yang jelas Cahya hanya ingin segera mengungkapkan tentang perasaannya yang sebenarnya. Karena sejak tadi Cahya disibukkan dengan pekerjaannya, akhirnya waktu terasa begitu cepat berlalu.


Kini waktu menunjukan pukul 5 sore, itu artinya kini sudah waktunya untuk pulang. Dengan segera Cahya menuju parkiran dan segera bergegas menuju kantor Agnia. Cahya melajukan kendaraannya dengan begitu cepat, sehingga tak terasa satu jam kemudian akhirnya Cahya tiba dikantor Agnia.


Sesampainya disana Cahya beruntung karena Agnia baru saja keluar dari kantor itu. Cahya pun tersenyum senang melihat Agnia dan segera keluar dari dalam mobilnya.


"Agnia!" teriak Cahya yang melambaikan tangannya.


"Mas Cahya? Sedang apa disini?" gumam Agnia dalam hati.


"Hai Agnia," sapa Cahya lagi saat Agnia menghampirinya.


"Mas lagi apa disini?" tanya Agnia yang menautkan kedua halisnya.


"Tentang apa mas?" tanya Agnia lagi.


"Tapi kita ngobrolnya gak disini ya, kita ngobrol sambil cari makan," ujar Cahya.


"Ya sudah kalau begitu," timpal Agnia yang langsung menyetujui ajakan Cahya.


Cahya dan Agnia pun akhirnya bergegas pergi menuju salah satu tempat makan yang tak jauh dari kantor Agnia.


Sementara dari kejauhan Bayu ternyata sudah memperhatikan Agnia dan Cahya. Bayu memang sengaja tidak menghampiri Agnia karena Bayu tahu betul jika Agnia sedang marah kepadanya.


"Mau kemana Agnia pergi bersama Cahya?" ujar Bayu yang mengepalkan tangan kanannya.

__ADS_1


Bayu memang cemburu melihat kedekatan Agnia dan mantan suaminya. Namun Bayu tidak dapat berbuat apa-apa. Ibunya lah yang membuat Bayu tidak bisa mendekati Agnia. Meski sebenarnya Bayu ingin berontak, tapi Bayu tidak bisa melakukan hal itu karena Bayu sangat menyanyangi ibunya. Sehingga walau Bayu sangat mencintai Agnia, tapi Bayu tidak bisa menentang ibunya.


Berbeda dengan Pak Hars yang begitu baik dan menyerahkan semua keputusan hidup Bayu ditangannya sendiri.


Sesampainya ditempat makan, Cahya dan Agnia pun segera memesan dan makan terlebih dahulu sebelum Cahya mengutarakan tentang yang sebenarnya. Cahya dan Agnia begitu lahap memakan makanan mereka, karena hampir seharian mereka bekerja begitu keras sehingga perut mereka terabaikan. Dan saat-saat seperti ini yang membuat mereka senang karena bisa makan dengan tenang.


Setelah selesai makan, akhirnya Cahya pun membuka pembicaraan


"Oiya Agnia ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ujar Cahya dengan ragu-ragu.


"Iya mas katakan?" jawab Agnia saat akan meminum minumannya.


"Begini Agnia, sebenarnya aku ingin jika kita bisa seperti dulu lagi," jelas Cahya.


"Apa?"


Uhuk... uhuk...


Agnia yang sedang minum pun akhirnya tersedak karena terkejut mendengar pernyataan Cahya.


"Agnia kamu tidak apa-apa?" tanya Cahya yang begitu panik melihat Agnia yang tersedak.


"Tidak, aku tidak apa-apa mas. Aku hanya kaget saja," jelas Agnia.


"Syukurlah," ucap Cahya lega.


"Sebelumnya aku minta maaf Agnia karena semua kesalahanku. Aku sangat menyesal karena telah menyakitimu, tapi tolong berikan aku kesempatan yang kedua Agnia agar aku bisa memperbaiki semua kesalahanku. Aku janji, aku akan memperbaiki semuanya. Dan aku berjanji tidak akan pernah mengkhianatimu lagi Agnia," jelas Cahya yang memohon dan menyesali semua perbuatannya.


"Sejak dulu aku sudah memaafkanmu mas. Tapi untuk rujuk aku tidak bisa. Aku sangat trauma saat kamu menkhianatiku mas. Dan jujur sebenarnya aku masih tidak ingin untuk menjalin sebuah hubungan, karena rasa sakit itu masih terasa sampai saat ini mas. Maaf aku tidak bisa memberikan kesempatan yang kedua, bahkan tidak untuk yang ketiga mas,"lirih Agnia dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Setelah menjawab pertanyaan Cahya, Agnia pun segera bergegas pergi dan meninggalkan Cahya.


__ADS_2