
Happy Reading... 😊
Agnia yang masih merasa kesal tidak mau berbicara kepada Bayu. Agnia sangat takut jika sampai benar-benar kehilangan Rehan. Semenjak kematian ibunya, hanya Rehan yang menjadi penyemangat hidupnya. Hanya Rehanlah yang menjadi alasan Agnia bertahan hidup hingga saat ini.
"Maafkan aku Agnia," lirih Bayu yang memohon kepada Agnia.
Agnia hanya diam tidak berkata apa-apa. Agnia merasa kecewa dengan apa yang dilakukan Bayu. Namun Bayu tetap berusaha meminta maaf pada Agnia.Segala cara telah Bayu lakukan. Akhirnya karena risih dengan Bayu yang terus mengikutinya, Agnia pun memaafkannya.
"Baik aku akan memaafkanmu, asal kamu janji tidak akan mengulanginya lagi," pinta Agnia.
"Aku janji Agnia, aku tidak akan membawa Rehan tanpa izin darimu," jelas Bayu.
Cahya yang baru saja datang ke rumah Agnia hanya memperhatikan Agnia dari kejauhan. Cahya tidak berani memasuki rumah Agnia. Cahya merasa tidak enak dengan kedekatan Bayu dan Agnia.
"Syukurlah Rehan baik-baik saja," gumamnya.
Meski Agnia sempat menyalahkannya akan tetapi Cahya tidak mempermasalahkan hal itu. Cahya mengerti jika Agnia begitu mengkhawatirkan putranya. Karena walau bagaimanapun ia adalah ibu kandungnya, pantas saja jika dia akan bersikap seperti itu. Merasa tidak nyaman dengan keberadaannya yang terlalu lama disana, akhirnya Cahya pun pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara Bayu dan Agnia masih berbincang diteras rumahnya sambil menikmati secangkir kopi susu kesukaannya.
"Oiya Agnia, aku ingin mengenalkanmu pada orang tuaku," ujar Bayu membuka pembicaraan.
"Tapi aku takut," lirih Agnia.
"Takut kenapa Agnia?" tanya Bayu yang menautkan kedua halisnya.
"Aku takut jika orang tuamu tidak menerimaku karena aku seorang.." lirih Agnia.
Belum lagi Agnia melanjutkan kata-katanya, Bayu sudah menghentikan kata-kata Agnia dengan menutup bibir Agnia dengan satu jarinya.
"Sudahlah, orang tuaku orang yang baik. Mereka pasti mengerti dengan keadaanmu Agnia," ucap Bayu yang mencoba menjelaskan dan langsung memeluk Agnia.
__ADS_1
Meski Bayu mencoba menjelaskan, akan tetapi Agnia sangat takut jika orang tua Bayu tidak bisa menerimanya karena statusnya. Meskipun perpisahan bukan kemauannya, namun sebuah perpisahan dipandang negatif bagi sebagian orang. Hal itu sudah sering terjadi dimana-mana.
Agnia pun menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju. Agnia membalas pelukan Bayu dan bersandar didadanya yang bidang. Semenjak kehadiran Bayu memang menjadikan kehidupan Agnia semakin berwarna. Ada kebahagiaan yang Agnia rasakan. Ada kehangatan yang Agnia rasakan. Khusunya Rehan, dia juga merasa bahagia dengan kehadiran Bayu.
Jika Rehan tidak menyukai Bayu, mungkin Agnia pun akan berfikir ulang tentang hubungannya dengan Bayu. Jika kehadiran Bayu tidak membuat Rehan bahagia mungkin Agnia pun memilih untuk tidak menikah lagi. Sebagai seorang wanita, perpisahan itu menjadi sebuah trauma. Perpisahan itu menjadi sesuatu yang menakutkan bagi Agnia.
Keesokan harinya Agnia sedang bersiap, memilih pakaian mana yang ia akan gunakan saat bertemu dengan orang tua Bayu. Hati Agnia merasa tidak tenang dan tidak karuan. Karena untuk pertama kalinya Agnia akan menemui orang tua Bayu. Entah sudah berapa baju yang sudah ia pilih dan ia coba. Agnia menggunakan make up yang natural dan tidak terlalu menor.
Meski Agnia adalah seorang wanita karir, akan tetapi Agnia tidak terlalu mahir dalam berhias. Agnia lebih menyukai tampil apa adanya dan tidak berlebihan. Hanya bedak dan lipstik saja yang ia gunakan sehari-hari. Namun karena hari ini merupakan hari yang spesial, Agnia berusaha berhias secantik mungkin. Agnia ingin memberikan kesan pertama yang baik untuk orang tua Bayu.
Bayu yang sudah sejak tadi menunggu diruang tamu, terpesona melihat Agnia yang baru saja keluar dari kamarnya. Agnia terlihat berbeda dari biasanya.
"Apa itu Agnia? Kamu cantik sekali," gumam batin Bayu yang terpukau melihat kecantikan Agnia.
"Maaf lama nungguin ya?" tanya Agnia yang tidak enak dan salah tingkah karena Bayu yang terus memperhatikannya.
"Ah tidak apa-apa. Kamu cantik sekali Agnia, kamu terlihat berbeda," ujar Bayu.
Tak lama setelah memuji Agnia, mereka pun segera bergegas ke rumah Bayu. Dalam perjalanan, begitu ramai kendaraan. Suasana malam, langit yang dihiasi bintang-bintang seolah mendukung pertemuan ini.
"Semoga semuanya baik-baik saja," gumam batin Agnia dalam hatinya.
Meski Agnia mencoba untuk tenang, akan tetapi dalam hati Agnia masih tidak karuan. Ada rasa senang karena bisa bertemu dengan orang tua Bayu, namun ada juga rasa khawatir karena takut orang tua Bayu akan menolaknya. Jarak rumah Agnia menuju rumah Bayu lumayan jauh, sehingga mereka baru tiba 2 jam kemudian. Bayu segera memasukan mobilnya ke dalam garasi. Saat keluar dari mobil, dengan sangat percaya diri Bayu memegang tangan Agnia.
"Ayo Agnia," ajak Bayu yang memegang tangan Agnia.
"Tapi aku takut," ujar Agnia yang menghentikan langkahnya.
"Tidak apa-apa ayo," ajak Bayu meyakinkan.
Perlahan tapi pasti, Agnia mulai mengikuti langkah Bayu. Hati Agnia semakin berdebar saat memasuki rumah Bayu.
__ADS_1
"Momy, papih perkenalkan ini Agnia," ujar Bayu saat memasuki ruang tamu dan mulai memperkenalkan Agnia. Sebelum kedatangan Agnia dan Bayu, memang mereka sudah menunggu diruang tamu untuk menyambut kedatangan calon menantunya.
"Agnia," sapa Agnia yang langsung memperkenalkan diri dan menyalami orang tua Bayu.
"Cantik sekali, kamu bisa aja cari wanita cantik," timpal Pak Hars yang menggoda anaknya Bayu.
"Papih bisa aja," jawab Bayu yang pura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya anak momy bisa aja pilih yang cantik," ujar Bu Ester yang sama-sami memuji calon menantunya.
"Tante bisa aja," jawab Agnia yang merasa malu dan gugup karena sejak tadi orang tua Bayu memuji Agnia.
"Kamu memang cantik nak," timpal Bu Ester ramah.
"Silahkan duduk dulu," tawar Bu Ester.
"Makasih tante," jawab Agnia yang langsung duduk.
Keluarga itu terlihat sangat bahagia dengan kedatangan Agnia. Mereka terlihat begitu harmonis. Terutama Bayu, dia tidak mengira jika kedua orang tuanya akan sebahagia ini bertemu dengan Agnia.
"Cantiknya, ini pasti calonnya den Bayu," timpal Bi Sumi yang baru saja datang membawakan minuman dan makanan ringan.
"Makasih bi, bibi bisa aja," jawab Agnia yang merasa malu dengan pujian Bi Sumi.
"Silahkan diminum dulu neng," tawar Bi Sumi.
"Iya bi, makasih," ucap Agnia.
"Ayo diminum dulu nak," tawar Pak Hars dan Bu Ester mempersilahkan.
"Iya tante, makasih," jawab Agnia yang mulai meminum minuman yang disuguhkan Bi Sumi.
__ADS_1
Kedatangan Bi Sumi membuat suasana semakin ramai dan hangat. Mereka begitu asyik berbincang. Agnia begitu senang karena sesuatu yang ditakutkannya tidak terjadi. Ternyata orang tua Bayu sangatlah baik. Mereka begitu baik dan ramah.