Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
40. Bertemu Seseorang


__ADS_3

Happy Reading... 😊


Setelah mendengar penjelasan Bu Ester, kini Agnia tahu jika Cahyalah dibalik semua ini. Cahya yang berusaha memperbaiki semua keadaan ini. Antara senang dan tidak senang, itulah yang Agnia rasakan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, yang jelas Agnia sekarang bersyukur kalau Bu Ester sudah tidak membencinya lagi. Meskipun pernah sakit hati karena ucapan beliau, Agnia berusaha untuk memaafkan semua kesalahannya.


"Sekali lagi maafkan tante nak," ujar Bu Ester.


"Iya tante, saya sudah memaafkan tante. Kalau begitu saya izin untuk mengantarkan anak saya sekolah dulu," pamit Agnia.


"Terima kasih Agnia, kamu memang wanita yang baik," ucap Bu Ester yang langsung memeluk Agnia.


Dengan segera Agnia pun segera membalas pelukan Bu Ester.


"Oiya, mulai saat ini tante sudah merestui hubungan kalian berdua," ujar Bu Ester lagi.


"Iya," jawab Agnia singkat dan senyum yang dipaksakan.


"Kalau begitu tante pamit," ujar Bu Ester.


"Iya tante," jawab Agnia.


"Om juga pamit Agnia," timpal Pak Hars.


"Iya om hati-hati yah," jawab Agnia ramah karena memang sebelumnya Agnia tidak memiliki masalah dengan Pak Hars.


"Kalau begitu biar aku yang menyetir, aku akan ikut denganmu mengantar Rehan. Setelah itu baru kita ke kantor bareng," ujar Bayu yang langsung menawarkan diri.


"Tidak perlu repot-repot aku bisa sendiri," jawab Agnia.


"Ya sudah kalau tidak mau," ucap Bayu yang sedikit kecewa karena penolakan Agnia.


"Maaf," ucap Agnia yang hanya menggeleng.


Namun Bayu tidak mengatakan apa-apa. Bayu segera melajukan kendaraannya bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


Setelah semua pulang, Agnia segera bergegas mengantar Rehan ke sekolah karena sudah sangat terlambat. Bukan niat Agnia menolak Bayu untuk pergi bersama, tapi kini Agnia ingin menjaga jarak dengan Bayu. Entah mengapa setelah Bu Ester mulai merestui hubungan Agnia, justru sekarang Agnia yang mulai ragu dengan Bayu.


Agnia merasa jika Bayu sangat plin-plan. Dan Bayu selalu menuruti setiap perintah ibunya. Bagaimana jika suatu saat nanti Agnia menikah dengan Bayu, mungkin ibunya akan selalu ikut campur dengan urusan rumah tangga Agnia.


Setelah selesai mengantar Rehan, Agnia pun segera bergegas pergi ke kantor. Disepanjang perjalanan Agnia terus saja memikirkan hubungannya dengan Bayu.


Antara lanjut atau tidak, Agnia masih bingung untuk meneruskan hubungan ini. Namun karena terus memikirkan hal itu, akhirnya Agnia tiba-tiba menabrak seseorang yang sedang menyebrang jalan.


Brugh...


Dengan cepat Agnia segera menepikan mobilnya dan segera keluar dari dalam mobil.


"Maaf, maaf. Apa anda tidak apa-apa?" tanya Agnia khawatir.


"Tidak, saya tidak apa-apa hanya lecet sedikit," jawab seseorang itu.


"Aduh maaf, kita pergi ke rumah sakit ya?" pinta Agnia.


"Tidak, tidak perlu. Itu sangat berlebihan," tolak pria itu.


"Maaf sini saya lihat bagian mana yang terluka?" tanya Agnia.


"Hanya dibagian ini saja," seseorang itu memperlihatkan tangan yang sedikit tergores pada aspal.


"Aduh, ini sih lumayan besar lukanya. Maaf ya," ujar Agnia sebelulm mengobati luka itu.


Dengan sangat hati-hati Agnia segera membersihkan luka itu dengan alkohol menggunakan kapas.


"Aw.." ujar pria itu yang meringis kesakitan.


"Maaf, maaf tahan ya," ucap Agnia yang lebih hati-hati membersihkan lukanya.


Dengan cekatan Agnia segera membalut luka itu.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap pria itu.


"Loh kenapa harus berterima kasih segala. Ini sudah menjadi tanggungjawabku, karena ini adalah kesalahanku" ujar Agnia.


"Tidak, tidak. Aku yang salah karena tidak hati-hati saat menyebrang jalan," ucapnya lagi.


"Oiya, boleh kita berkenalan?" pinta seseorang itu.


"Tentu, aku Agnia," jawab Agnia yang langsung menyebut namanya dengan ramah.


"Aku Ihsan Pratama," ujarnya.


"Senang bisa berkenalan dengan anda, sekali lagi saya mohon maaf," ucap Agnia.


"Saya juga senang bisa berkenalan dengan anda. Tidak, tidak apa-apa," jawabnya.


"Kalau begitu saya permisi," pamit Agnia yang segera melajukan kendaraannya.


Agnia tidak mengira jika ia akan bertindak sangat ceroboh. Agnia benar-benar menyesali perbuatannya. Agnia memang tidak sepatutnya melamun saat sedang berkendara. Ia harus lebih fokus ketika sedang dalam perjalanan.


Sementara Ihsan juga cukup senang karena dengan kejadian itu, akhirnya Ihsan bisa berkenalan dengan Agnia.


"Agnia, nama yang cantik," gumam batin Ihsan sambil tersenyum.


Entah mengapa bayangan Agnia saat sedang mengobati Ihsan selalu menghantui perasaannya. Bayangannya seolah selalu muncul dimana-mana. Ihsan tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi. Yang jelas Ihsan tidak bisa melupakan wajah Agnia begitu saja.


Tidak berapa lama akhirnya Agnia tiba dikantor dan Agnia segera memarkirkan kendaraannya.


"Agnia!" teriak Bayu yang sudah menunggunya dari tadi.


"Kenapa kamu lama sekali? Sebenarnya kamu darimana dulu?" tanya Bayu yang mulai mengintograsi.


"Aku tadi hampir kecelakaan, tapi akhirnya beruntung tidak apa-apa," ujar Agnia menjelaskan.

__ADS_1


"Tapi benar kamu tidak apa-apa??" tanya Bayu yang khawatir.


__ADS_2