Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
Pilih Aku atau Dia?


__ADS_3

Happy Reading... 😊


"Hentikan, Stop! Kalian berdua istriku!" teriak Cahya diantara mereka.


"Apa?" Agnia seolah masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Mendengar kata-kata Cahya bagaikan disambar petir disiang hari. Rasanya sangat sakit. Agnia tidak pernah menyangka jika suami yang sangat ia cintai ternyata tega mengkhianatinya. Agnia kira Cahya sangat mencintainya. Agnia kira Cahya sangat menyanyanginya. Akan tetapi, ternyata aku dikhianati.


"Jadi semua ini memang benar mas? kamu memiliki wanita lain selain aku?" tanya Agnia yang mulai berkaca-kaca.


"Aku bisa jelaskan Agnia, aku mohon dengarkan penjelasanku dulu," pinta Cahya yang memegangi tangan Agnia ketika akan berlari.


"Sudah cukup mas! Aku tidak mau mendengar apa-apalagi darimu. Wanita ini sudah menjadi bukti jika kamu memang mengkhianati pernikahan kita!" pekik Agnia yang mulai terisak dan melepaskan tangan Cahya lalu beranjak pergi.


Agnia berlari sekencang yang ia bisa. Agnia menghampiri kedua orang tuanya yang sudah sejak tadi menunggunya.


"Ayo yah kita pulang.." lirih Agnia.


"Tapi sebentar, kamu kok kaya habis nangis? Kamu kenapa nak?" tanya Bu Hana yang mulai curiga.


"Agi tidak enak badan bu, makanya Agi ingin segera pulang," lirih Agnia.


"Ya sudah ayo kita pulang! kasihan Agnia tuh," timpal ayahnya.


Mereka segera bergegas meninnggalkan tempat itu. Di sepanjang perjalanan Agnia melihat pemandangan kota malam dibalik jendela. Namun Agnia teringat akan kejadian tadi. Agnia masih tidalk percaya dengan apa yang didengarnya tadi.


Agnia masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Cahya. Sebagai seorang ibu yang sudah mengandungnya, Bu Hana yakin jika telah terjadi sesuatu pada anaknya.


"Ibu tahu nak, meski kamu tidak menceritakan yang sebenarnya. Tapi ibu tahu jika kamu sedang berada dalam masalah," gumam batin Bu Hana.


Tak terasa satu jam kemudian akhirnya Agnia tiba dirumah. Sesampainya dirumah Agnia langsung mnemui anaknya didalam kamar. Agnia memperhatikan jika Rehan ternyata sudah tidur dengan pulasnya. Saat memandangi wajah Rehan perasaan sedihnya sedikit terobati.

__ADS_1


Sementara di tempat lain Cahya dan Zoya masih bertengkar.


"Aku ingin pulang sekarang!" pekik Zoya.


"Baiklah aku akan mengantarmu pulang," pinta Cahya.


"Tidak perllu! Aku bisa pulang sendiri! pekik Zoya yang sama-sama merasa sakit hati.


Zoya juga tidak menyangka jika Cahya akan membohonginya. Laki-laki yang sudah sangat ia cintai ternyata tega mengkhianatiku. Zoya tidak pernah mengira jika Cahya tega melakukan hal ini kepadanya. Pantas saja jika Cahya menikahi Zoya secara agama saja alias nikah siri.


Dalam pernikahan siri, suami bisa pergi kapan saja ia mau karena tidak ada kekuatan hukum. Bahkan perkawinan siri sangat merugikan wanita karena wanita tidak bisa mendapatkan haknya sebagai seorang istri. Setelah kepergian Zoya, Cahya memang sengaja tidak mengejarnya. Cahya memilih untuk menemui Agnia terlebih dahulu agar Cahya bisa berbicara dari hati ke hati.


Tak berapa lama Cahya akhirnya tiba dirumah. Cahya bergegas menemui Agnia didalam kamar. Namun saat Cahya ke dalam kamar ternyata dia tidak ada didalam kamar. Cahya mencoba mencari Agnia ke seluruh ruangan namun hasilnya nihil. Akan tetapi hanya satu tempat yang belum ia datangi yaitu kamar Rehan.


Dengan sangat perlahan Cahya mencoba membuka pintu kamar.


Ceklek..


"Agnia.." Cahya melihat Agnia yang sedang berbaring di samping putranya. Agnia tertidur begitu pulasnya karena setelah menangis.


"Mas Cahya?" ujar Agnia yang tiba-tiba terbangun karena merasa ada yang menyentuh pipinya.


"Untuk apa lagi kamu kesini?" pekik Agnia.


"Aku mohon kita ke kamar ya, nanti Rehan bangun." saran Cahya yang mencoba menenangkan.


"Enggak mas, tolong pergi dari sini!" pekik Agnia.


"Aku mohon, kita ke kamar ya, kita bicara baik-baik," ajak Cahya ke dalam kamar.


Karena takut Rehan terbangun, akhirnya Agnia pun mengikuti saran Cahya. Agnia dan Cahya bergegas ke kamar untuk membicarakan hal yang tadi.

__ADS_1


"Jadi gimana mas pilih aku atau dia?" tanya Agnia to the point.


"Maaf Agnia aku tidak bisa memilih diantara kalian berdua, karena aku sangat mencintai kalian berdua," lirih Cahya.


"Maaf mas, tapi aku tidak bisa jika harus berbagi suami. Aku lebih baik mundur saja karena aku tidak sanggup," lirih Agnia yang gemetar dan mulai mengeluarkan bulir bening dipipinya.


"Kenapa mas melakukan ini kepadaku? Apa salahku hingga mas tega mengkhianatiku! Apa kekuranganku? Coba katakan mas? Apa yang harus aku perbaiki? Apa aku masih belum menjadi istri yang baik? Hah? Katakan mas katakan?" pekik Agnia yang kian menangis sejadi-jadinya.


Akan tetapi Cahya masih mematung. Cahya terdiam seribu bahasa. Ia bingung harus menjawab apa dan memulai darimana.


"Maafkan aku Agnia, tapi Zoya adalah cinta pertamaku. Namun sudah beberapa tahun kami tidak pernah bertemu. Beberapa bulan kemarin kami dipertemukan kembali. Aku kira aku sudah bisa melupakannya, namun cinta itu masih ada. Aku juga sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu Agnia. Aku juga menikahinya Zoya karena kasihan karena kini dia tidak memiliki siapa-siapa lagi," imbuhnya.


Mendengar penjelasan Cahya, Agnia bingung harus bagaimana. Kini yang ia rasakan hanyalah sakit hati. Seluruh hidupnya seakan berakhir, yang jelas kini Agnia tidak bisa berfikir secara jernih.


"Aku mohon Agnia maafkan aku, dan tolong terima Zoya. Setidaknya anggap dia sebagai adikmu," tambah Cahya yang kembali memohon.


"Apa? Semudah itu kamu mengatakan itu mas, anggap dia sebagai adiku! Tega kamu mas. Di dunia ini tidak seorang pun wanita yang ingin dimadu, apalagi harus tinggal seatap dengannya itu hal mustahil. Sekarang cepat pilih aku atau dia?" pekik Agnia.


Cahya masih terdiam, dia masih tidak bisa memilih.


"Ok jika kamu tetap memilih dia, tapi nanti setelah aku tiada!" lirih Agnia sambil terisak.


"Tolong jangan berkata seperti itu Agnia, tolong maafkan aku," timpal Cahya yang mulai mendekati Agnia dan mulai merengkuhnya.


"Stop! Berhenti disitu, jangan sentuh aku! Bahkan kini aku tidak sudi untuk mendekatimu!" Agnia semakin meradang dan kini ia tidak ingin lagi disentuh oleh Cahya.


"Tolong keluar dari kamar ini!" pekik Agnia yang mendorong Cahya keluar kamar.


Brughh...


Agnia langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya.

__ADS_1


Perbuatan yang Cahya lakukan sangat membuatnya terluka dan sakit hati. Entah bagaimana ia menjalani hari-harinya nanti. Sampai saat ini Agnia masih tidak percaya, jika ternyata Cahya mengkhianatinya.


"Ternyata aku dikhianati. Aku memang wanita yang bodoh, karena aku percaya jika cinta sejati itu ada. Aku percaya jika lelaki yang setia itu ada. Selama hidupku, baru kali ini aku merasakan cinta. Dan selama hidupku, baru kali ini aku merasakan sakit hati yang teramat dalam," gumam batin Agnia yang terus terisak dibalik pintu kamarnya.


__ADS_2