Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
42. Maafkan Aku...


__ADS_3

Happpy Reading... 😊


"Bagaimana lukamu? Sudah sembuh?" tanya Agnia.


"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat, lukanya kini sudah kering," jawab Ihsan ramah.


"Terima kasih ya," ucap Ihsan.


"Kenapa harus terima kasih segala sih?" ucap Agnia yang merasa tidak enak karena Ihsan selalu mengatakan terima kasih.


Bayu yang sedang menemani Rehan tiba-tiba datang diantara Agnia dan Ihsan. Bayu sengaja melakukan hal itu agar Agnia dan Ihsan tidak terlalu dekat.


"Ish, apaan sih!" ujar Agnia kesal dengan nada yang sangat pelan.


"Kenapa Agnia?" tanya Ihsan.


"Tidak, tidak," jawab Agnia.


"Ini pasti ayahnya Rehan ya?" tanya Ihsan membuka pembicaraan.


"Bu," belum lagi Agnia meneruskan kata-katanya Bayu sudah menyambar duluan.


"Iya, iya perkenalkan aku ayahnya Rehan," timpal Bayu yang langsung menjawab pertanyaan Ihsan dan menyodorkan tangan kanannya.


"Ouh iya, saya Ihsan," jawab Ihsan yang langsung meraih tangan Bayu.


"Rehan sudah boleh pulang, jangan lupa obatnya diminum ya! Semoga lekas sembuh sayang," ujar dr. Ihsan.


"Makasih pak dokter," ucap Rehan.


"Sama-sama sayang," jawab Ihsan ramah.


Ihsan memang terkenal sebagai dokter anak yang sangat baik hati juga ramah. Sudah hampir 3 tahun Ihsan bekerja sebagai dokter anak. Ihsan merupakan dokter anak yang paling muda yang ada dirumah sakit itu. Ihsan merupakan anak yatim piatu, orang tuanya sudah meninggal sewaktu Ihsan masih kecil. Dan sejak kecil Ihsan tinggal bersama bibinya didesa.


Akan tetapi hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk tetap mengenyam pendidikan. Sejak dulu Ihsan selalu mendapatkan beasiswa hingga ia tamat kuliah kedokteran. Namun kesuksesan yang ia miliki saat ini masih kurang, karena ia masih belum memiliki seorang kekasih ataupun istri. Ihsan merupakan laki-laki yang sulit untuk jatuh cinta pada perempuan. Hal itulah yang membuat Ihsan masih hidup seorang diri hingga sekarang.


"Makasih ya Ihsan," timpal Agnia.


"Sama-sama Gi," jawab Ihsan.


"Kalau begitu kami pamit yah," pamit Agnia.


"Iya, dadah Rehan," ujar Ihsan.


"Dadah om," ucap Rehan riang dan melambaikan tangannya.

__ADS_1


Agnia dan Rehan pun segera bergegas pergi. Namun Bayu bersikap begitu dingin karena merasa cemburu. Bayu tidak suka melihat kedekatan antara Agnia dan Ihsan. Bayu cemburu melihat kedekatan diantara mereka. Maka dari itu Bayu tidak berpamitan pada dokter Ihsan.


"Aku ga suka ya liat kamu dekat dengan dokter itu," ujar Bayu saat mengendarai mobil.


"Apaan sih! Disini ada Rehan, lebih baik kita bicarakan itu nanti saja," jawab Agnia kesal.


"Baikalah," jawab Bayu singkat.


Bayu segera melajukan kendaraannya agar mereka bisa cepat sampai. Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba dirumah. Dengan sigap Bayu segera membopong Rehan ke dalam rumah.


"Ga usah om, sekarang aku sudah lebih baik. Aku bisa jalan sendiri," tolak Rehan yang merasa tidak enak sebab dari tadi di bopong Bayu.


"Tidak apa-apa kok, om kuat," jelas Bayu yang mengangkat kedua tangannya dan memperlihatkan otot tangannya.


"Beneran om ga usah, aku bisa jalan sendiri," jawab Rehan lagi.


Rehan segera turun dari mobil dan berusaha berjalan dengan sangat hati-hati. Sementara Agnia mengikuti Rehan dari belakang.


"Hati-hati sayang," ujar Agnia memperingatkan.


"Iya bu," jawab Rehan.


Rehan segera masuk dan langsung bergegas kedalam kamarnya. Agnia pergi ke dapur dulu untuk membawakan bubur yang sebelumnya sudah dimasak Bi Sumi.


"Alhamdulillah ga apa-apa bi, cuma panas biasa," jelas Agnia.


"Syukurlah kalau begitu, bibi lega dengernya," ujar Bi Sumi.


"Iya bi, makasih ya sudah memperhatikan anak saya," ucap Agnia.


"Sama-sama neng," jawab Bi Sumi.


Setelah percakapan itu Agnia bergegas pergi kedalam kamar Rehan dan membawa semangkuk bubur. Sementara Bayu sedang duduk diruang tamu sambil menikmati secangkir kopi favoritnya.


"Aku ngasih makan dulu Rehan," ucap Agnia.


"Iya.." jawab Bayu yang malah asyik menonton tv.


Dengan cekatan Agnia menyuapi Rehan dan segera memberi obat untuk Rehan.


"Sekarang minum obatnya sayang, trus istiarahat ya," ujar Agnia.


"Iya bu, makasih ya. Oiya bu dokter yang tadi baik yah?" ucap Rehan dan tiba-tiba membicarakan Ihsan.


"Iya sayang baik yah," jawab Agnia yang terkejut karena mendengar Rehan membicarakan Ihsan.

__ADS_1


"Apa dokter itu temen ibu?" tanya Rehan lagi.


"Iya sayang dia teman ibu," jawab Agnia.


"Coba kalau dokter itu jadi ayah aku, pasti baik banget," ujar Rehan lagi.


Agnia yang mendengar hal itu merasa bingung karena Rehan tiba-tiba berbicara seperti itu. Entah Agni harus senang atau bagaimana, yang jelas kini Agnia merasa dilematis karena hubungannya dengan Bayu. Sebenarnya Agnia tidak ingin dekat dengan siapa-siapa dulu.


"Iya sayang, cepet sembuh ya, ibu keluar dulu," pamit Agnia yang segera meninggalkan Rehan dikamar untuk beristirahat.


Agnia segera keluar dan menutup pintu kamar dengan sangat hati-hati.


"Gimana Rehan sudah dikasih obat?" tanya Bayu yang melihat Agnia keluar dari kamar Rehan.


"Su, sudah, Rehan lagi istirahat," jawab Agnia gagap karena terkejut.


"Kamu kenapa?" tanya Bayu yang menautkan kedua halisnya.


"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Agnia.


"Oiya Agnia ada satu hal yang aku minta," ujar Bayu to the point.


"Apa?" tanya Agnia.


"Tolong jangan dekat-dekat sama Ihsan?" pinta Bayu.


"Memangnya kenapa? Orang kita cuma berteman," jelas Agnia.


"Tapi aku tidak suka, aku sangat mencintaimu Agnia. Dan aku tidak rela jika kamu bersama orang lain," jelas Bayu lagi.


"Maaf Bayu, aku tidak bisa menuruti apa kata kamu. Diantara kita sudah tidak ada apa-apa lagi," ujar Agnia.


"Jadi? Kamu tidak mencintaiku?" tanya Bayu yang terkejut dengan pernyataan Agnia.


"Maafkan aku Bayu, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Masih banyak wanita yang lebih baik dari aku," lirih Agnia.


"Tapi gi, aku sangat menyanyangimu," jelas Bayu lagi.


"Aku tahu, tapi maaf. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini," jelas Agnia.


Mendengar kata-kata Agnia membuat Bayu kecewa. Bayu sangat mencintai Agnia, akan tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Bukan karena Agnia tidak menyukai Bayu, akan tetapi permasalahan yang pernah terjadi dengan ibunya, Agnia sangat takut jika hal itu akan terulang kembali. Agnia takut jika Bu Ester akan menjadi orang ketiga diantara mereka. Agnia sangat takut jika hubungannya dilanjutkan, pernikahannya tidak akan awet lagi. Agnia takut jika perpisahan itu terjadi lagi.


"Tapi kenapa Agnia kenapa?" tanya Bayu lagi.


"Maaf Bayu, aku tidak bisa menjelaskan apa-apa. Yang jelas saat ini aku sedang tidak ingin dekat dengan siapa-siapa, karena aku ingin fokus mengurus Rehan," jelaa Agnia.

__ADS_1


__ADS_2