Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
28. Pertengkaran Agnia


__ADS_3

Happy Reading... 😊


Setelah beberapa hari tidak bertemu dengan Rehan, akhirnya Bayu berniat untuk menjemput Rehan ke sekolah nanti siang. Bayu akan membuat kejutan dan mengajak Rehan bermain bersama. Saat dikantor Bayu juga hanya sebentar menemui Agnia karena banyaknya pekerjaan yang sudah menumpuk. Hanya pagi-pagi saja Bayu berpapasan dengan Agnia, itupun tidak lama.


Begitupun dengan Agnia yang sedang sibuk sejak kemarin. Karena sekarang merupakan akhir bulan, Agnia harus menyiapkan laporan untuk diserahkan pada Bayu. Agnia dan Bayu sangat profesional jika sedang berada dikantor mereka lebih mengutamakan pekerjaannya. Soal hubungan mereka, mereka selalu meluangkan waktu jika sedang libur bekerja.


Barusan Agnia menerima telpon jika ada pekerjaan yang harus ia kerjakan diluar.


Bayu yang tidak sempat menemui Agnia akhirnya segera bergegas pergi menjemput Rehan karena sekarang sudah waktunya Rehan pulang.


Satu jam kemudian, Bayu tiba disekolah.


"Rehan!" pekik Bayu yang melambaikan tanganya saat melihat Rehan keluar kelas.


"Om! Om ga bilang kalau hari ini mau jemput aku," celotehnya.


"Iya sayang om memang sengaja ingin memberikan kejutan," jelas Bayu yang merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan Rehan.


"Kita main yu?" ajak Bayu.


"Beneran om? Asyik.." sorak Rehan yang merasa senang.


"Iya sayang, kamu mau kemana?" tanya Bayu.


"Aku pengen ke Game Master om. Udah lama ga main kesana, akhir-akhir ini ibu selalu sibuk," jawab Rehan antusias dan mulai protes karena kesibukan ibunya.


"Siap! Ya udah ayo kita berangkat," ajak Bayu yang langsung mengajak Rehan masuk ke dalam mobilnya, lalu bergegas ke salah satu mall yang ada dikota itu.


Game Master merupakan tempat bermain bagi anak-anak, bahkan orang dewasa pun tak jarang main disana. Sebab disana begitu banyak jenis permainan yang dapat kita mainkan. Mulai dari memasukan bola basket ke dalam keranjang, balap mobil, balap motor, mengambil makanan atau barang-barang, bahkan untuk karaoke saja ada. Tak heran jika anak-anak sangat menyukai tempat itu dan betah berada lama-lama disana.

__ADS_1


Satu jam kemudian mereka akhirnya tiba di mall itu.


"Sayang kita makan dulu ya, kamu pasti sudah lapar," ajak Bayu.


"Iya om tau aja kalau perutku lagi demo," ujar Rehan dengan jawaban yang menggelitik.


"Kamu bisa aja," timpal Bayu sambil mengusap kepala Rehan dan senyum yang merekah.


Sebelum pergi ke tempat bermain, Bayu sengaja mengajak Rehan ke salah satu tempat makan yang ada di mall itu. Bayu tahu benar jika Rehan sangat menyukai fried chicken. Disana Bayu segera memesan 2 fried chicken beserta nasinya, dan 2 kentang goreng, tidak lupa Bayu juga memesan ice cream coklat kesukaan Rehan. Bayu memang pria yang baik dan perhatian. Bayu selalu menunjukan perhatiannya kepada Rehan. Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya pesanan mereka datang. Bayu dengan sigap mengutamakan makanan untuk Rehan.


"Makan yang banyak ya, biar nanti mainnya kuat," imbuh Bayu.


"Siap om," jawab Rehan yang mengacungkan jempolnya sebagai tanda setuju dan terlihat begitu senang melihat makanannya datang.


Rehan makan dengan lahap dan senang karena bisa makan diluar bersama Bayu. Semenjak kehadiran Bayu, kehidupan Rehan semakin berwarna. Ia seperti memiliki seorang ayah.


Meski Rehan memilik seorang ayah, namun kasih sayang dan perhatian seorang ayah tidak ia dapatkan. Setelah bertahun-tahun berpisah dan meninggalkan Rehan, baru sekarang Cahya mulai menemuinya. Itupun sangat jarang. Hal itulah yang membuat Rehan belum bisa menerima Cahya seutuhnya. Meskipun ada kakeknya tapi rasanya tetap berbeda.


Biasanya di akhir pekan Agnia selalu mengajaknya main ke tempat ini. Namun karena pekerjaannya yang padat, Agnia belum sempat mengajak Rehan kesini lagi. Meski begitu Rehan berusaha mengerti jika ibunya bekerja juga untuk dirinya.


Sementara di tempat lain saat Agnia sedang bekerja, terdengar suara ponselnya berdering. Agnia segera meraih benda pipih itu diatas meja yang ada dihadapannya.


"Iya halo mba kenapa?"tanya Agnia yang langsung menjawab telponnya karena sudah terlihat yang menelpon adalah Bi Sumi asisten rumah tangga Agnia.


"Begini non, Rehan belum pulang ke rumah. Apa non yang jemput Rehan?" tanya Bi Sumi gugup


"Apa bi? Saya tidak menjemput Rehan karena masih ada pekerjaan dikantor. Terus Rehan kemana bi?"tanya Agnia yang menjadi panik setelah mendengar anaknya masih belum sampai dirumah.


"Aduh bibi juga ga tau non, gimana ini ya?" lirih Bi sumi.

__ADS_1


"Kalau begitu sudah dulu ya bi, saya mau cari Rehan dulu," pamit Agnia yang langsung memutuskan telponnya karena sangat panik.


"Ya Allah gimana ini, semoga Rehan baik-baik saja," gumam Bi Sumi di sebrang sana.


Agnia mulai tidak tenang saat bekerja setelah mendengar anaknya belum pulang. Entah kemana dan dengan siapa.


"Kamu kemana nak?" gumam batin Agnia.


Tanpa membuang waktu Agnia segera menelpon sekolah Rehan, namun hasilnya nihil. Agnia tidak mendapat informasi apa-apa. Untuk memastikannya lagi Agnia segera bergegas pergi ke sekolah Rehan. Sesampainya disana Agnia menanyakan anaknya pada penjaga sekolah, dia mengatakan jika Rehan pergi bersama seorang laki-laki. Tanpa pikir panjang Agnia berfikir jika lelaki itu pasti Cahya. Sebab dulu Cahya juga pernah melakukan hal ini.


Dengan tersulut emosi Agnia segera menghubungi Cahya, mungkin saja nomornya masih yang dulu. Agnia segera mengambil ponselya dan mencari nama Cahya didalamnya. Agnia lalu memijit tombol panggilan akhirnya nomor itu masih aktif.


"Halo mas! Kamu bawa Rehan kemana?" tanya Agnia yang to the point.


"Apa maksudmu Agnia, aku tidak menemui Rehan. Bahkan aku sedang dikantor sekarang," jawab Cahya disebrang sana.


"Ah tidak mungkin, kamu pasti bohong mas!" pekik Agnia yang tidak mempercayai Cahya.


"Beneran aku tidak menemui Rehan, jika tidak percaya aku akan datang ke rumahmu," jelas Cahya.


Agnia yang merasa kesal tidak menjawab lagi perkataan Cahya dan langsung memutuskan telponnya secara sepihak.


Agnia yang sudah pusing mencari keberadaan Rehan akhirnya pulang. Mungkin saja Rehan sudah ada dirumah. Sementara Cahya juga langsung bergegas pergi ke rumah Agnia dan meninggalkan pekerjaannya.


Setibanya dirumah Agnia terkejut saat Rehan sedang bersama Bayu.


"Rehan? Kamu dari mana saja nak? Dari tadi ibu mencarimu," ujar Agnia.


"Maaf ibu, tadi aku diajakin main sama om Bayu," jelas Rehan.

__ADS_1


"Iya maaf tadi aku yang ngajakin Rehan dan ga bilang dulu ke kamu," ucap Bayu yang berusaha menjelaskan.


__ADS_2