Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati
36. Ketahuan


__ADS_3

Happy Reading... 😊


Setelah bertemu dengan Rehan, hati Cahya menjadi lebih baik. Ada perasaan bahagia yang Cahya rasakan karena bisa menemui putranya. Sebenarnya Cahya ingin bisa mengunjungi Rehan setiap hari, bahkan tinggal bersama Rehan tapi itu hal yang mustahil. Agnia pasti tidak akan memberikan izin pada Cahya jika Rehan menginap dirumahnya.


Diwaktu makan siang Cahya mencoba menghubungi Rehan, mungkin saja Rehan sudah pulang sekolah.


📱"Hallo Rehan,"


📱"Iya hallo ayah, ada apa yah?" tanya Rehan disebrang sana.


📱"Apa kamu mau menginap dirumah ayah nak?" tanya Cahya to the point.


📱"Aku tidak tahu yah, karena aku harus minta izin dulu sama ibu," jawab Rehan.


📱"Baiklah kalau begitu, nanti kabari ayah yah!" ujar Cahya antusias.


📱"Siap yah, aku tutup telponnya yah yah! Dadah ayah," pamit Rehan.


📱"Dadah sayang," jawab Cahya yang langsung menutup telponnya.


Ada perasaan senang yang Cahya rasakan. Seandainya Agnia memberikan izin pasti akan sangat menyenangkan. Mungkin Cahya tidak akan merasa kesepian.


Sementara ditempat lain, Rehan mencoba meminta izin pada ibunya untuk bisa menginap bersama ayahnya.


📱"Hallo, assalamualaikum," ucap Rehan membuka pembicaraan.


📱"Waalaikumsalam, hallo sayang ada apa? Tumben telpon?" tanya Agnia disebrang sana.


📱"Gini bu, tadi ayah telpon dan ngajakin aku nginep dirumah ayah," celotehnya.


📱"Apa? Mending ga usah lah yah, kamu tidur sama ibu aja. Kalau kamu nginep dirumah ayah, ibu sendiri dong.." lirih Agnia.


Mendengar ucapan ibunya membuat Rehan merasa tidak tega jika harus meninggalkan ibunya. Begitupun dengan Agnia, dia merasa takut jika Rehan harus menginap bersama ayahnya. Agnia sangat takut kehilangan Rehan. Agnia tidak mau jika Rehan harus bersama dengan Cahya. Agnia tidak mau jika akhirnya Cahya merebut Rehan darinya.


"Aku tidak mau jika Cahya sampai merebut Rehan,"gumam batin Agnia.


"Hey, kamu kenapa?" tanya Bayu yang sedari tadi memperhatikan Agnia terdiam.


"Ti, tidak. Aku tidak apa-apa," jawab Agnia mengelak.


"Benarkah? Aku perhatikan kamu jadi melamun setelah menerima telpon tadi, ada apa?" tanya Bayu lagi yang merasa khawatir.


"Begini Bayu, tadi Rehan meminta izin untuk menginap dirumah ayahnya, tapi aku tidak mengizinkannya," lirih Agnia.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" tanya Bayu lagi.


"Aku takut jika Cahya akan merebut Rehan dariku," lirih Agnia yang mulai berkaca-kaca.


"Sudahlah tidak usah bersedih, aku ada disini untukmu," ujar Bayu yang mencoba menenangkan Agnia.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut Rehan darimu," imbuhnya lagi.


"Terima kasih Bayu," ucap Agnia.


"Sama-sama," jawab Agnia.


Mendengar ucapan Bayu ada rasa tenang yang Agnia rasakan, kini ia tidak merasa khawatir lagi. Agnia sudah merasa jauh lebih baik dan melanjutkan pekerjaannya seperti biasa.


Tak terasa hampir seharian penuh Agnia bekerja, dan kini saatnya Agnia pulang.


Seperti biasa Bayu selalu mengantar Agnia pulang. Ketika dalam perjalanan Bayu mengajak Agnia untuk mencari makan. Bayu dan Agnia akhirnya makan ditempat favorit mereka. Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka selesai makan. Namun saat diparkiran akan pulang, tiba-tiba terdengar suara seseorang.


"Bayu?" panggil Bu Ester.


"Momy? Sedang apa disini?" tanya Bayu yang terkejut mendengar suara momynya dan seketika Bayu melepaskan tangan Agnia.


"Tante," ujar Agnia yang menyapa Bu Ester terlebih dahulu.


"Hentikan! Saya kan sudah bilang jangan dekati anak saya!" pekik Bu Ester.


Sementara Agnia hanya bisa terdiam dengan mata yang berkaca-kata, tidak ada satu kata patahpun yang keluar dari mulutnya. Untuk yang kesekian kalinya Agnia merasa sakit hati karena kata-kata Bu Ester.


Merasa sakit hati dengan kata-kata Bu Ester, Agnia bergegas pergi meninggalkan Bayu dan ibunya.


"Agnia tunggu!"cegah Bayu sambil memegang tangan Agnia.


"Lepaskan aku! Biarkan aku pergi," pekik Agnia yang mencoba melepaskan tangan Bayu.


"Sudah biarkan saja dia pergi dari sini," timpal Bu Ester.


Dengan mata yang berkaca-kaca, Agnia benar-benar pergi meninggalkan Bayu. Entah apa yang Agnia perbuat hingga Bu Ester sebegitu marahnya terhadap Agnia. Hanya gara-gara status yang disandang Agnia membuat Bu Ester begitu membencinya. Agnia masih tidak mengerti dengan sikap Bu Ester yang selalu bersikap sinis kepadanya.


"Biarkan aku mengejarnya my," pinta Bayu memohon.


"Sudah, biarkan saja dia pergi!" pekik Bu Ester.


"Tapi My," ujar Bayu.

__ADS_1


Bayu hanya bisa diam dan pasrah atas perilaku ibunya. Bayu tidak bisa mencegah Agnia pergi lagi. Agnia begitu kecewa dan sakit hati. Sementara Bu Ester tak kalah kecewa karena Bayu dan Agnia diam-diam menjalin sebuah hubungan.


"Momy kecewa ya sama kamu, kenapa kamu berbohong sama momy?" ujar Bu Ester yang merasa khawatir.


"Tapi Bayu sangat mencintai Agnia my," jawab Bayu.


"Tapi dia itu hanya seorang janda, masih banyak wanita lajang yang lebih cantik dari dia!" pekik Bu Ester.


"Tapi my," ucap Bayu lagi.


"Sudahlah momy tidak ingin berdebat sama kamu! Lebih baik kita pulang saja," timpal Bu Ester lagi.


Akhirnya mau tidak mau Bayu bergegas pulang bersama ibunya.


Disepanjang perjalanan Agnia lagi-lagi menangis dan kecewa karena sikap Bu Ester. Agnia memang bodoh, mau-maunya kembali kepada Bayu padahal ibunya selalu jahat kepadanya.


Untuk menenangkan hatinya, Agnia berhenti disebuah taman. Agnia duduk dibangku yang berada dipinggir jalan. Agnia mencoba merenungi tentang semua yang terjadi didalam hidupnya.


"Apa aku tidak pantas hidup bahagia. Mengapa hidupku selalu seperti ini," lirih Agnia dengan mata yang berkaca-kaca.


Ditengah lamunan Agnia, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang mengagetkan Agnia.


Tidid...


Tidak lama keluar seseorang yang keluar dari mobil itu.


"Agnia? Sedang apa kamu disini?" tanya seseorang itu.


"Mas Cahya? Sedang apa disini?" Agnia terkejut karena lagi-lagi dia bertemu dengan Cahya.


"Seharusnya aku yang bertanya, kamu sedang apa malam-malam disini?" tanya Cahya lagi.


"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Agnia yang tidak ingin berbicara panjang lebar.


"Kalau begitu mari aku antarkan pulang, tidak baik malam-malam disini seorang diri apalagi wanita," jelasnya mencoba meyakinkan.


"Tidak, tidak perlu aku bisa pulang sendiri," jawab Agnia.


Bukannya cepat pulang, Cahya malah mendekati Agnia dan duduk disamping Agnia.


"Kalau begitu, aku akan duduk disini sampai kamu pulang," ujar Cahya.


"Tidak perlu, nanti aku bisa pulang sendiri," ujar Agnia.

__ADS_1


"Tidak, aku juga tidak mau pulang. Aku akan tetap disini menunggu sampai kamu mau pulang," jelas Cahya yang duduk disamping Agnia dan melipatkan kedua tangannya.


Secara tidak langsung Cahya mencoba mengajak Agnia pulang. Merasa tidak enak dengan Cahya yang masih duduk menunggnya, akhirnya mau tidak mau Agnia pulang juga dan Cahya berhasil membuat Agnia cepat pulang.


__ADS_2