Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Berondong Bayaran, CEO Cantik 2
Kejadian


__ADS_3

Beberapa jam setelah beristirahat, Arka dan Amanda terbangun. Namun mereka mendadak kaget satu sama lain ketika melihat tampilan dari masing-masing diri pasangan mereka.


"Ka, muka kamu." ujar Amanda.


"Kamu juga sama, Man."


Mereka memperhatikan baju dan baju mereka pun merah semua, sama seperti tampilan wajah mereka.


"Anak-anak kemana?" tanya Amanda yang menyadari anak-anaknya telah menghilang. Kedua bocah itu memang sudah cukup bisa naik turun ranjang. Karena kebetulan tempat tidur ayah dan ibu mereka tidak terlalu tinggi.


Amanda kemudian turun dari tempat tidur dan menginjak sesuatu. Ia pun refleks menunduk. Apa yang terjadi di wajah dan bajunya serta wajah dan baju Arka juga terjadi di lantai.


Amanda beralih menoleh ke arah meja kecil di samping tempat tidur. Lipstik kesayangannya sudah tidak ada lagi disana.


"Ka, ini lipstik aku yang harga satu juta lebih." ujar wanita itu.


Arka tertawa, sementara Amanda siap menggulung si kembar dengan apapun.


"Azkaaa, Afkaaa."


Amanda keluar mencari keberadaan kedua anak itu diikuti oleh Arka. Tampak coretan lipstik dimana-mana, terutama di sofa dan juga di dinding serta lantai.


"Dimana kalian?" ujarnya lagi.


Tak lama keduanya pun ditemukan di sebuah ruangan. Dan mereka tampak sedang menggambar dinding dengan menggunakan lipstik tesebut.


"Itu lipstik mama." tukas Amanda.


Antara gemas namun tak bisa begitu marah ia berkata. Karena kedua anak itu masih anak kecil dan tak mengerti terhadap apa yang mereka perbuat.


"Eheee."


Mereka menoleh sambil tertawa. Amanda antara mau menangis namun lucu melihat tingkah mereka. Arka mendekat dan jadi makin tertawa.


"Liat tuh perbuatan anak kamu." ujar Amanda sewot.


"Ya salah kamu, kenapa di tarok di meja. Lain kali tarok di tempat yang tinggi." ujar Arka.


"Sini lipstiknya."


Amanda meminta lipstik yang sudah hancur tersebut. Si kembar memberikannya tanpa perlawanan. Mungkin karena mereka juga sudah bisa bermain itu dari tadi, makanya tidak menangis ketika benda itu diminta.


Mereka kemudian di bersihkan oleh Arka dan Amanda bergerak membersihkan lantai, dinding maupun tempat-tempat lain yang sudah di coret-coret oleh mereka. Sebel itu ia ada merekam kelakuan anak-anaknya itu dan menguploadnya di sosial media.


***


"Nin, gue pengen makan mie pedes deh."


Ansel tiba-tiba memberi ide malam itu. Ryan sudah tidur dan mereka berdua masih mengobrol di balkon lantai dua.


"Ya udah."


Nino mengambil handphone dan mencari resto yang menjual mie pedas. Ternyata masih buka dan mereka pun langsung menentukan pilihan.


Usai memesan mereka menunggu, sambil bermain handphone. Dan secara tak sengaja mereka sama-sama melihat postingan Amanda mengenai perilaku si kembar.


"Astaga." ujar keduanya sambil tertawa.


"Pasti Amanda kesel banget tuh, tapi nggak bisa marah." ucap Ansel.


Nino tertawa, kemudian ia mengirim direct message pada Amanda.


"Wkwkwkwk, pasti emaknya stress berat." tukasnya kemudian.

__ADS_1


Tak lama Amanda membalas.


"Ember, satu juta lebih ilang gitu aja." jawab wanita itu.


"Gara-gara dua makhluk yang menyebalkan ini." lanjutnya kemudian.


"Wkwkwkwk, sabar ya bund." balas Nino.


"Mau gimana lagi, Nono. Keponakannya ajaib." tulis Amanda.


"Keponakan kesayangan Nono." tukas Nino lagi.


Mereka terus berbalas pesan, dan Nino tetap sambil mengobrol dengan Ansel. Sampai akhirnya mie yang mereka pesan pun tiba. Lalu keduanya makan bersama-sama di balkon tersebut.


***


"Ri, gue boleh nanya nggak sama lo?"


Elina mengirim pesan singkat pada Rio. Ini terjadi sehari setelah Rio menghadiri acara lamaran Ansel. Tampak dirinya yang masih berada di tempat tidur karena malas melakukan apapun.


"Boleh, nanya aja. Kenapa emangnya?" Rio balik melempar pertanyaan.


"Arka sama istrinya itu hubungannya gimana sih?"


Rio kaget dengan pertanyaan tersebut, sekaligus merasa agak bingung. Sebab ia saja yang teman dekat Arka tak terpikir untuk bertanya seperti itu.


"Kenapa emangnya?" balas Rio.


"Nggak, pengen tau aja." jawab Elina.


"Lo suka sama Arka ya?"


Rio langsung menjudge ke arah sana, dan gantian Elina yang kaget atas pertanyaan tersebut.


"Cuma pengen tau aja." tambahnya.


"Penting banget gitu buat lo?" tanya Rio.


"Ya bukan gitu sih, cuma penasaran aja." jawab Elina lagi.


Rio mengerutkan dahi.


"Baru kali ini gue ngeliat orang penasaran sama kehidupan orang lain." balas Rio.


"Selama ini yang gue tau cuma lembe turah doang." lanjut pemuda itu.


"Wkwkwkwk, ih lo mah. Gue tuh beneran cuma penasaran aja." tukas Elina.


Ia menganggap Rio tengah bercanda, padahal Rio serius. Ia tak habis pikir pada orang yang penasaran pada seluk beluk kehidupan orang lain.


"Gue males membahas kehidupan rumah tangga orang. Terlebih orang itu adalah teman gue sendiri." tulis Rio.


"Tapi yang jelas mereka saling mencintai. Arka itu sayang banget sama anak dan istrinya. Kalau lo punya perasan sama dia, mending lo kubur dalam-dalam." ia menambahkan.


"Wkwkkwk, kagak anjir." balas Elina.


Ia mengirim tulisan itu dengan wajah yang kecewa.


"Wkwkkwk, gue bercanda kali." tukas Rio.


Pemuda itu membalas dengan wajah yang sangat datar.


Jadilah kedua orang itu sama-sama fake di ruang chat.

__ADS_1


***


"Bye-bye. Mama sama papa pergi dulu ya."


Amanda dan Arka amit pada si kembar, yang kini telah berada dalam gendongan pengasuh masing-masing.


"Bye." Azka menjawab.


"Bye." Afka menimpali.


"Eh, udah bisa bilang bye." ujar Amanda lagi.


Arka tertawa lalu mencium kedua anak itu.


"Bye."


"Bye." Mereka kembali berkata.


Kini gantian Amanda yang mencium kedua anak itu. Tak lama ia dan sang suami pun beranjak.


"Mama."


"Papapa."


"Iya, mama sama papa kerja dulu." ucap Arka.


"Papaka."


"Papa." Arka membenarkan.


"Mama."


"Iya dadda."


Arka dan Amanda masuk ke dalam lift.


"Kaka."


"Manda."


Pintu lift tertutup. Arka dan Amanda hanya bisa tertawa atas semua itu.


"Jangan sampai ada yang ngomong kotor di dekat mereka." ujar Arka.


"Iya, udah pinter banget meniru soalnya." Amanda menimpali.


"Kemarin di acaranya Intan sama Ansel. Aku nggak tau siapa, mungkin dia teman Intan. Jadi dia lagi bercanda gitu terus ngomong "Anjing." ke temannya." ucap Arka.


"Dia mungkin refleks dan nggak sadar juga kalau ada anak kecil. Dan posisi aku lagi gendong Azka di dekat dia." lanjutnya lagi.


"Terus Azka ngikut?" tanya Amanda.


"Ngikut." jawab Arka.


"Untungnya dia nggak bisa ngomong itu secara jelas. Jadi yang keluar dari mulut dia malah "Ding" sama "Dading". Jadi orang ngiranya odading." lanjutnya lagi.


"Duh, bahaya banget itu." ujar Amanda khawatir.


"Kayaknya mereka harus pake headphone kalau lagi di tempat ramai." imbuhnya.


Lift tiba dibawah, dan pintu lift tersebut pun terbuka. Tak lama mereka keluar lalu berjalan menuju ke area parkir. Selang beberapa saat mobil mereka tampak keluar dari halaman.


Sementara di suatu sudut, seseorang yang berada di sebuah mobil sedan hitam tampak memperhatikan mobil mereka. Entah siapa orang itu, yang jelas tatapan matanya tak begitu menyimpan maksud baik.

__ADS_1


***


__ADS_2