Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Berondong Bayaran, CEO Cantik 2
Bersama Lagi


__ADS_3

Arka dan Amanda mengajak kedua anaknya untuk bermain bersama. Sesaat setelah mereka pulang dari kantor dan sama-sama telah mandi.


"Hmm, anak-anak mama wangi. Sudah tidak bau busuk lagi."


Amanda bercanda. Kedua anaknya itu kini tertawa.


"Eheee."


"Ayo sini."


Tiba-tiba Arka muncul dengan mobil-mobilan remote kontrol. Perhatian si kembar pun mendadak beralih pada benda tersebut.


"Bobiw." ujar Azka.


"Neng." Afka menyebut ngeng tapi tak bisa.


Arka mulai menjalankan mobil-mobilan tersebut dan si kembar mengejarnya kesana kemari. Amanda menyusun mainan edukatif yang mereka miliki hingga membentuk sebuah bangunan.


"Eheee."


"Eheee."


Azka dan Afka terus berusaha mendapatkan mobil-mobilan yang mereka kejar. Meski mobil tersebut selalu berhasil lolos.


"Buuuk."


Entah dapat ide dari mana kedua anak itu kemudian melempar mobil tersebut dengan bantal sofa dan kena. Hingga mobil-mobilan itu terasa agak berat dan terpaksa berhenti.


"Eheee." Keduanya tertawa.


"Pinter ya, di timpa bobot diatasnya biar sulit gerak." ujar Arka.


"Eheee."


Mereka kembali tertawa. Selang beberapa saat mereka sudah terlihat mendekat pada Amanda. Arka juga turut menemani keduanya menyusun balok dan membentuk sebuah piramid.


"Braaak."


Tiba-tiba semuanya roboh. Tentu saja pelakunya adalah Azka dan Afka.


"Eheee."


Arka dan Amanda saling menatap satu sama lain, sambil tertawa.


"Ayo susun lagi." ajak Amanda.


"Eheee."


Mereka diam memperhatikan.


"Ayo di susun baloknya." tukas Arka.


Mereka masih diam. Arka dan Amanda mulai menyusun kembali. Dan ketika susunan telah tinggi serta membentuk sebuah bangunan.


"Tuing."


Azka dan Afka dengan sengaja menyenggol salah satu balok dan semuanya kembali berjatuhan.


"Braaak."


Arka dan Amanda kembali bersitatap satu sama lain. Sedang anak kembar lucu itu kembali tertawa.


"Eheee."


***

__ADS_1


Menjelang tengah malam.


"Ayo nak, bobok. Udah malem loh ini." ujar Arka ketika ia masuk ke dalam kamar si kembar dan menemukan keduanya masih bermain di dalam box.


Ada satu atau dua boneka mini seukuran telapak tangan orang dewasa dan juga robot kecil yang mereka mainkan.


Kedua mainan itu tak boleh hilang dari dalam box bayi mereka. Jika dipindahkan baik oleh Arka maupun Amanda, mereka akan mencarinya bahkan sampai mengamuk.


"Mereka belum tidur, Ka?"


Amanda menongolkan kepalanya di pintu. Kemudian masuk lalu membawa dua botol susu berisi ASI.


"Belum nih masih main." ujar Arka.


Amanda mendekat dan memberikan dua botol susu itu pada mereka. Keduanya mengenyot botol susu, namun tidak sambil tiduran seperti biasanya. Melainkan sambil duduk dan terus bermain.


"Belum ngantuk emangnya?" tanya Amanda.


"Hoaya."


Keduanya menjawab tapi tanpa menggeleng ataupun mengangguk.


"Mama tanya emang kalian belum pada ngantuk?. Koq jawabnya hoaya doang."


"Hoaya."


Arka dan Afka saling menatap satu sama lain.


"Biarin lah, Man. Ntar juga mereka capek sendiri." ucap Arka.


"Iya, kita tidur yuk Ka." ajak Amanda.


"Ayok!"


Amanda beranjak, begitupula dengan sang suami.


"Hoaya."


"Papa sama mama nggak boleh pergi?" tanya Arka.


"Hoaya."


Keduanya menggelengkan kepala. Untuk yang kesekian kali Arka dan Amanda saling menatap satu sama lain.


Pada menit-menit berikutnya mereka terlihat bersama di karpet bulu. Arka dan Amanda mengajak anak mereka untuk melihat buku bergambar dan menjelaskan isi dari buku tersebut.


Kebanyakan isinya adalah gambar hewan. Maka Arka dan Amanda menjelaskan seraya menirukan bunyi dari beberapa hewan yang mereka ketahui.


Si kembar senang, berkali-kali mereka tertawa. Sampai akhirnya mereka berdua tertidur di pelukan ayah dan ibu mereka.


Arka dan Amanda memperhatikan kedua anak itu dengan perasaan yang mengharu biru. Betapa mereka sangat membutuhkan kasih sayang dan dalam beberapa waktu belakangan ini kedua orang tua mereka hanya memikirkan diri sendiri.


"Lucu kali ya Ka. Kalau mereka udah SMP-SMA." ujar Amanda.


Arka memandangi kedua anaknya itu sambil tersenyum.


"Iya, nggak sabar liat mereka berbicara satu sama lain sambil menertawakan sesuatu. Semoga mereka bisa satu frekuensi sampai gede." ujar Arka.


Amanda membela kepala Azka yang ada dalam dekapannya lalu mencium pipinya dengan lembut. Hal yang sama juga dilakukan Arka pada Afka.


***


Malam beranjak naik, Arka dan Amanda meminum minuman hangat sambil duduk di balkon.


"Kita kenapa sih selama beberapa hari belakangan ini?" tanya Arka pada sang istri.

__ADS_1


Agaknya ia mulai sifat kekanak-kanakan yang mereka junjung.


"Tau, lagi pengen jadi cabe-cabean kali kita." timpal Amanda.


Tak lama keduanya pun sama-sama tertawa.


"Oh ya, si Rio mana ya. Koq dia aku telpon nggak diangkat, aku WhatsApp nggak dibalas." ujar Arka.


"Sibuk kali dia, Ka." jawab Amanda seraya menyeruput susu hangat ya yang tinggal sedikit.


"Iya kali ya. Soalnya waktu itu juga dia kan di suruh papanya ngurusin bakal calon empang lele di Garut."


"Hah, maksudnya gimana?" tanya Amanda tak mengerti.


"Bakal calon empang lele." lanjutnya lagi.


"Rio mau nikah sama empang lele?" tambahnya lagi.


Arka terkekeh.


"Bukan itu, Firman. Masa makhluk gaib kayak Rio nikah sama empang lele."


"Ya, tadi kamu ngomong bakal calon." ujar Amanda. Namun kemudian wanita itu menyadari sesuatu.


"Eh maksudnya dia mau bikin tambak lele gitu?" tanya Amanda lagi.


"Ya iya, emang kamu pikir apa?"


Arka balik bertanya sambil tertawa. Kini Amanda pun jadi ikut-ikutan terkekeh.


"Sorry, Ka. Bawaan malem soalnya." ucap Amanda.


"Iya itu, papanya di Rio mau buka tambak ikan lele. Tapi lokasinya di Garut. Makanya Rio sibuk banget belakangan ini." ujar Arka lagi.


"Iya makanya itu dia nggak menghubungi kamu." ucap Amanda.


"Makanya." ujar Arka.


Mereka diam sejenak.


"Eh gimana sih?" ujar keduanya sambil tertawa.


Arka lalu merangkul istrinya itu dan mereka sama-sama menikmati malam.


***


Pagi harinya ketika terbangun. Amanda mendapati Arka sudah tak ada di samping. Amanda pun beranjak, dan melihat kamar sudah rapi serta bersih. Menilik keluar semuanya pun sudah tak perlu dibereskan lagi.


"Pagi mama."


Arka yang berada di depan kitchen set bersama si kembar menyapa Amanda. Si kembar sendiri di dudukkan di kursi mereka masing-masing.


"Udah pada bangun ternyata." ujar Amanda.


"Udah dong, udah pada mandi, sekarang lagi tunggu mashed potato sama sayurannya agak dingin ya." ujar Arka.


"Kamu beresin semuanya dan mandiin mereka Ka?" tanya Amanda.


"Iya, abisnya dari jam 5 tadi aku udah nggak bisa tidur." tukas Arka.


"Makasih ya, sayang. Amanda memeluk Arka."


"Papa baik banget loh dek." ucap Amanda pada kedua anaknya.


Arka tertawa.

__ADS_1


"Papapa." ujar Azka.


"Papapa." Afka menimpali.


__ADS_2