Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Berondong Bayaran, CEO Cantik 2
Santai Sejenak


__ADS_3

Esok harinya arka sudah tak lagi ke kantor. Karena lusa ia sudah akan pergi ke luar kota. Amanda sendiri masih bekerja dan menitipkan si kembar pada sang suami.


Seperti biasa ia mengurus kedua anak itu dan bermain bersama mereka. Jika bosan mereka akan menonton televisi atau pun YouTube channel.


"Pengen jalan nggak kalian?" tanya Arka pada keduanya.


"Yan."


"Yan." jawab mereka serentak.


"Mau jalan?" tanya Arka lagi.


"Iyan."


"Ya udah yuk, jalan." ajak Arka.


"Ke rumah grandpa gimana?" Lagi-lagi ia bertanya.


"Mpa."


"Iya, kita ke rumah grandpa ya."


"Hoaya."


Keduanya menjawab.


"Ya udah yuk, siap-siap yuk.


Arka mempersiapkan beberapa hal seperti botol susu dan ASI yang dimasukkan ke dalam cooler bag. Tak lupa ia juga membawa popok dan beberapa baju ganti.


Mereka kemudian turun ke bawah dan dua anak itu menempati car seat yang ada di belakang. Sedang Arka mengemudi didepan.


Kedua anak itu tenang dan untungnya tidak menangis. Sebab mereka diberi makanan di belakang. Sesampainya di kediaman Ryan, ternyata ada Nino juga yang baru sampai.


"Nono."


"Nono."


Keduanya berebut minta digendong oleh Nino. Tak lama Nino pun mendekat lalu menggendong keduanya. Ryan muncul, Afka berpindah pada Ryan


Mereka sejatinya hanya berkeliling dan merayap kesana kemari di kediaman kakek mereka tersebut. Namun seperti biasa karena keadaan rumah luas dan lega, mereka jadi sangat senang berkeliling.


Ditambah lagi mereka di perbolehkan keluar rumah dan mengejar kelinci serta melihat burung peliharaan Ryan. Mereka pun jadi tambah betah.


***


"Kalian di rumah grandpa?"


Amanda bertanya pada Arka ketika Arka mengirimi foto kedua anak mereka bersama kelinci. Tadi ada sempat Amanda menanyakan kabar anak-anak dan dijawab oleh suaminya itu.


"Iya, lagi main kelincici." balas Arka.


"Wkwkwkkwk."


Amanda tertawa.


"Ini tante Maureen nanyain nih. Katanya kapan si kembar mau liat adek Joanna." ujarnya kemudian.


"Ya udah nanti sore boleh. Kita mampir bentar aja." tukas Arka.


"Oke deh, nanti aku samperin kalian." ujar Amanda.


"Iya, mama udah makan?" tanya Arka.


"Udah, baru aja. Makan nasi sama sayur sop, ada tempe juga sama ayam. Kalau kalian?"


"Udah sama grandpa."


"Oh, makan apa tadi?"

__ADS_1


"Papa makan nasi sama rendang. Anak-anak makan kentang rebus sama ikan dori. Ada sayuran sama buah juga."


"Tumben mau ikan dori, biasanya di lepehin." ucap Amanda.


"Nggak tau, tadi mau koq. Abis malah." tukas Arka.


"Oh ya?"


"Iya, mungkin karena suasana rame kali ya. Jadi yang mana ketemu, di makan aja sama mereka. Kalau di rumah kan teman mereka cuma kita berdua, makanya bertingkah." tukas Arka lagi.


"Wkwkwkwk, emang disana ada siapa  aja?" tanya Amanda.


"Ada Nono, Wew, Nela, grandpa."


"Nela siapa?" Amanda bingung.


"Nenek Pamela." jawab Arka.


"Wkwkwkwk, Nela." ucap Amanda.


"Ansel yang ngajarin." tukas pemuda itu lagi.


"Emang bener-bener ya tuh orang." ucap Amanda.


"Namanya juga Ansel." tukas Arka.


"Ya udah mama mau kerja dulu, tunggu mama ya."


Amanda mengakhiri percakapan.


"Iya mama, bye-bye."


"Bye semua."


***


Sore hari menjelang, Amanda pulang lalu menyusul Arka ke kediaman Ryan.


Sebelum itu mereka membelikan oleh-oleh terlebih dahulu untuk si bayi Joanna. Yakni peralatan mandi dan juga popok.


Sesampainya disana mereka saling menanyakan kabar. Sambil minum minuman dingin dan menikmati kudapan yang disediakan, mereka pun berbincang.


"Oyen."


"Oyen."


Si kembar mengenali Maureen, namun mereka sudah akrab sejak beberapa waktu belakangan. Keduanya tak lagi judes pada Maureen seperti dulu.


"Mau liat adek Joanna nggak?" tanya Amanda.


"Ona?" Azka bertanya.


"Wona"


Afka agak sedikit berbeda dalam menyebut nama sepupu mereka tersebut. Tak lama Maureen mengambil Joanna yang langsung di sambut oleh Amanda.


"Nih kalian punya adek lagi." Amanda menggoda keduanya.


Azka dan Afka melongo. Mereka merasa aneh melihat sang ibu menggendong bayi lain.


"Papapa." Azka menoleh pada Arka dengan kening yang berkerut.


"Iya ini adek, koq muka kamu kayak bingung gitu?" tanya Arka sambil tertawa.


Afka menunjukkan wajah tak suka.


"Cemburu mereka." ucap Maureen sambil tertawa.


"Ona?"

__ADS_1


"Iya, ini adek Joanna. Papa sama mama sayang adek Joanna." ujar Arka.


Afka mendekat lalu mengayunkan tangan hendak memukul wajah Joanna. Namun dengan refleks Arka menghalangi.


"Nggak boleh kayak gitu." ucap Amanda pada Afka. Tak lama Azka hendak melakukan hal serupa dan lagi-lagi di halangi oleh Arka.


"Nggak boleh di pukul ya adeknya." ucap Maureen.


Keduanya diam, dan masih terus memperhatikan Amanda yang menggendong Joanna.


"Hekheee."


Tak lama keduanya menangis. Amanda, Arka dan Maureen tertawa. Lalu Arka menjauhkan kedua anak itu dan mencoba menenangkan mereka.


***


"Bener-bener ya, adeknya mau di caplok, di gebuk."


Amanda berujar ketika mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Usai bertemu dan mengobrol panjang lebar dengan Jordan tentunya. Mereka ada sempat makan malam juga bersama.


"Tau nih adek Joanna nya masih kecil loh, nggak boleh di gituin."


Arka ikut menasehati keduanya. Meski si kembar tak sampai berhasil memukul Joanna, tapi kini mereka mendapat terguran dari kedua orang tua mereka.


"Denger nggak dek?"


Amanda berkata sambil menoleh. Kedua anak yang tengah mengenyot botol susu itu pun sama-sama tertawa.


"Eheee."


"Nggak boleh nakal ya sama adek Joanna. Membully itu perbuatan buruk." ucap Amanda sekali lagi.


"Ona?" Azka bertanya.


"Wona." Afka menimpali.


"Iya, sayang adek Joanna ya." ucap Arka.


"Dadak." ucap keduanya serentak.


Arka ada menoleh sedikit pada Amanda, dan mereka saling menatap satu sama lain sambil tersenyum.


"Koq nggak?. Nggak sayang sama adek?" tanya Arka.


"Kan adek Ona lucu."ucap Amanda.


"Pupuk." tukas Azka.


"Koq mau di puk adeknya, nggak boleh." ujar Amanda.


"Eheee." Keduanya kembali tertawa.


Arka dan Amanda kembali tersenyum satu sama lain.


"Kalau mendadak mamanya hamil lagi gimana ini." tukas Arka kemudian.


"Dimasukin panci adeknya bakalan."


Amanda berujar. Kali ini mereka kembali tertawa.


"Sampe gitu banget mereka ngeliat Joanna tadi.


"Iya, berusaha mau di pukul terus. Pas udah di balikin ke kamar, malah pengen kesana." ujar Amanda.


"Untung selalu nggak kena pas mereka coba mukul." lanjutnya lagi.


"Cemburu pas kamu yang gendong tadi kali." ucap Arka.


"Kayaknya iya sih."

__ADS_1


Lagi dan lagi keduanya tertawa, sementara si kembar yanga ada di belakang ikut terkekeh. Meski belum mengerti betul apa yang di katakan oleh kedua orang tua mereka tersebut. Mobil Arka terus melaju, hingga mereka akhirnya tiba di rumah.


__ADS_2