
Pagi telah menyambut dengan kicau burung yang merdu menggema di udara.Matahari menampakkan wajah di angkasa.Angin berhembus sepoi-sepoi menerpa pohon dan dedaunan kering jatuh karenanya.Awan putih dengan langit biru muda pertanda hari ini cerah.Miranda dan keluarga tengah bersantai di hari liburnya.Revan yang biasanya sibuk bekerja kini meluangkan waktu untuk keluarga.Petra yang juga berada di rumah sibuk di ruang olahraga untuk membentuk tubuh kekarnya.Menurutnya wajah tampan saja kurang begitu menunjang penampilannya jika tubuhnya tak terbentuk sempurna.Sejak sibuk dalam bisnis orang tuanya,ia jarang bisa meluangkan waktu untuk berolahraga.Mumpung ada kesempatan libur seperti ini dia menyempatkan diri menghabiskan waktunya di sana.Miranda dan Nadia menonton televisi bersama untuk mengisi waktu senggangnya.
Seperti rencana sebelumnya,Brian dan keluarganya akan berkunjung ke rumah Miranda.Sesaat setelahnya mereka telah sampai di tempat tujuan.Segera Brian mengendarai mobilnya masuk menuju halaman rumah Miranda.Miranda yang tidak mendapat kabar sebelumnya masih asyik bersantai bersama ibunya.Tiba-tiba seseorang pelayan mendatangi Nadia dan memberitahu bahwa ada tamu di luar.Nadia yang saat itu masih di ruang tengah langsung menuju ruang tamu di susul Miranda.Mereka terkejut ternyata Brian dan kedua orang tuanya sedang duduk di ruang tamu.Sesaat kemudian Petra dan Revan juga menyusul ke ruang tamu.Petra masih dengan pakaian khas olahraga dengan keringat yang membasahi tubuhnya,sedangkan Revan baru saja keluar dari taman samping usai memutuskan untuk menikmati secangkir kopi di sana.Semua keluarga telah berkumpul di sana dan Bram mulai mengatakan maksud kedatangannya.
"Selamat pagi,Pak Revan dan Ibu Nadia.Maaf sudah mengganggu pagi-pagi begini!"Ucap Bram menyapa.
"Selamat pagi,Pak Bram,Bu Lili,dan Nak Brian.Kami tidak merasa terganggu kok dengan kedatangan kalian!"balas Revan.
"Oya,maksud kami datang ke sini pagi-pagi begini adalah untuk kembali menyambung pernikahan yang sempat batal karena tragedi penculikan.Jadi,kami berharap Nak Miranda masih bersedia menyambung tali persaudaraan untuk menikah dengan Brian."ucap Bram.
"Benar sekali kata Papa Brian,Pak.Tapi kami ingin pernikahan ini dilakukan secara sederhana mengingat banyak kendala yang di alami saat proses pernikahan sebelumnya.Kami berharap pesta pernikahan hanya dihadiri oleh pihak keluarga masing-masing mempelai sehingga tidak menarik orang untuk kembali menggagalkan pernikahan ini."tambah Lili.
"Bagaimana Mir?apa kamu bersedia?"tanya Nadia.
"Buat Miranda mau besar-besaran atau sederhana tidak menjadi masalah yang penting kami sah menjadi suami istri!"ucap Miranda malu-malu.
"Baiklah,kalau memang Nak Miranda sudah setuju,jadi lusa kita laksanakan pernikahannya di rumah ini saja agar lebih aman dan nyaman!"ucap Bram.
"Baiklah kami akan mempersiapkan semuanya mulai dari sekarang!"ucap Nadia.
__ADS_1
"Tapi jangan terlalu mencolok ya Nad,takut ada yang mengganggu lagi!"pinta Lili.
"Baiklah akan aku urus secara sederhana saja!"balas Nadia.
Usai kesepakatan itu,Miranda dan Brian menuju taman samping rumah tempat Revan bersantai sebelum kedatangan Brian dan keluarganya tadi.
"Kamu tak apa-apa kita menikah tanpa pesta?"tanya Brian.
"Hmm...daripada harus besar-besaran tapi mengundang bencana!"yakin Miranda.
"Maaf ya,aku udah mengecewakanmu.Coba saja saat itu aku lebih waspada dengan sekitarku,mungkin kita sudah sah menjadi suami istri!"sesal Brian.
"Makasih ya atas pengertiannya!"ucap Brian sambil mengelus puncak kepala Miranda.
Miranda hanya mengangguk sambil melempar senyum manisnya pada Brian.Brian pun memeluk erat kekasihnya itu sebagai tanda rasa sayangnya.Miranda pun membalas pelukan hangat Brian dengan rasa bahagia.Hari semakin siang,Brian dan keluarganya pamit pulang.Mereka juga akan menyiapkan pernikahan yang berkesan meski hanya diadakan secara sederhana.
Keesokan paginya di rumah Miranda di hias sedemikian rupa untuk menyambut pesta pernikahan tersebut.Beberapa perlengkapan telah di beli kemarin sehingga kini mereka tinggal menyiapkan dekorasi untuk pernikahan.Untuk makanan mereka memesannya dari restoran yang biasa mereka kunjungi.Tak terlalu banyak yang harus di siapkan karena memang hanya untuk keluarga saja sehingga saat petang tiba mereka telah menyelesaikan persiapan acara untuk besoknya.Malamnya mereka hanya butuh istirahat untuk menyambut hari esok yang lebih melelahkan.
Pagi menjelang begitu cepatnya dan waktu yang mereka nantikan telah tiba.Sejak pagi buta mereka mulai berdandan dan menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan keluarga Brian.Miranda dan Nadia memakai gaun yang indah dan menawan sedangkan Petra dan Revan menggunakan jas yang membuat mereka tampak tampan.Beberapa sanak saudara ikut hadir sebagai saksi pernikahan mereka.
__ADS_1
Di tempat lain,Brian dan keluarga telah bersiap berangkat menuju kediaman keluarga Revan.Brian tampak tampan dengan setelah jas putihnya sedangkan Bram tak kalah tampan dengan putranya mengenakan setelan jas warna hitam.Lili nampak cantik dengan gaun merah marun dengan sedikit terbuka di bagian punggungnya,terlihat awet muda dengan tatanan rambut di sanggul modern.Wajah oriental melekat pada mereka.Menyambut hari bahagia ini dengan langkah pasti mereka meninggalkan rumah menuju kediaman Revan.Dengan mobil sedan putihnya Brian melesat melewati jalanan kota yang masih sepi karena hari masih pagi.Raut bahagia terukir jelas di wajahnya dan berharap semua berjalan lancar tanpa hambatan.
Beberapa saat kemudian Brian dan keluarganya telah sampai di halaman rumah Miranda.Dari luar tampak seperti biasa tanpa ada dekorasi yang mencolok.Saat memasuki ruang tamu terlihat dekorasi yang cukup mewah tertata menyambut mereka.Seperti permintaan Lili waktu itu mereka tidak memberi dekorasi pada luar rumah tetapi hanya di dalam rumah saja.Acara prosesi pernikahan segera dilaksanakan setelah mereka semua berkumpul.Dengan disaksikan keluarga besar Revan dan keluarga besar Bram,acara berjalan dengan lancar.Kini Brian dan Miranda telah resmi menjadi suami istri.Sebuah cincin tersemat di jari manis kedua mempelai sebagai pertanda mereka telah sah menjadi suami istri.
"Akhirnya semua bisa berjalan lancar ya!"ucap Miranda.
"Ya,semoga ke depan kita bisa menjalani hidup lebih baik lagi!"harap Brian.
"Aku bahagia sekali Sayang!"ucap Miranda sambil menyandarkan kepalanya di bahu Brian.
"Kamu memanggilku apa?"tanya Brian kaget.
"Sayang,tak boleh ya aku panggil suamiku seperti itu?"tanyanya heran.
"Bukan begitu,aku terkejut mendengarnya karena selama ini kamu jarang sekali memanggilku dengan sebutan itu!"ungkap Brian.
"Kalau begitu mulai sekarang aku akan sering memanggilmu,sayang!"ucap Miranda sambil mengulas senyum di bibirnya.
Usai janji pernikahan diucapkan mereka melanjutkan acara dengan makan bersama.Segala macam menu dihidangkan di atas meja untuk menjamu tamu yang hadir dalam acara itu.Acara pun berakhir saat malam telah tiba dan para undangan telah beranjak meninggalkan rumah Miranda.Bram dan Lili akan pamit pulang tetapi Nadia menganjurkan mereka berdua untuk menginap di rumahnya karena hari telah malam dan tentunya mereka lelah setelah acara tersebut.
__ADS_1
Brian dan Miranda beranjak menuju kamar Miranda,Revan dan Nadia pergi ke kamarnya ,sedangkan Bram dan Lili beristirahat di kamar tamu lantai bawah rumah dekat dengan kamar utama.Petra yang saat itu masih di bawah berlalu menuju taman samping rumah.Ia bermaksud beristirahat di sana,tetapi tanpa sengaja ia melihat beberapa orang mengintai di samping rumahnya.Dia berpura-pura tidak mengetahui keberadaan mereka dan melanjutkan bersantai di sana sambil sesekali melirik ke arah luar pagar di mana orang-orang yang mengintainya berada.