Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 14 Penculikan Miranda


__ADS_3

Dalam pengejarannya untuk menemukan Miranda Petra dan Brian mengalami kegusaran.Petra merasa ia gagal dalam menjaga kakaknya dan rasa bersalahnya membuatnya sedikit emosional.Tetapi mengingat keselamatan kakaknya lebih penting,ia lebih berpikir untuk mengerahkan semua bawahannya untuk berpencar mencari keberadaan mobil tersebut.Salah seorang dari orang suruhan Petra berhasil menemukan mobil tersebut dan ia berkata bahwa mobil tersebut menuju arah tempat terpencil.Petra segera menghubungi Brian untuk segera menyusul ke tempat yang diberitahukan oleh bawahannya tersebut.Saat itu kebetulan jarak Brian lebih dekat dengan mobil yang membawa Miranda.Tak lama kemudian Brian melihat mobil yang membawa Miranda berada cukup jauh di depannya dan setelah mereka menyadari bahwa mereka tengah di ikuti mereka mengebut untuk menghindari kejaran Brian.Saat akan berbelok di ujung jalan,Brian memperlambat laju mobilnya dan ia menemukan sebuah rumah tua berada tak jauh dari tempatnya berada.Ia tak melihat ada mobil di sana tetapi hatinya mengatakan jika Miranda berada di sana.Logikanya bermain karena di tempat terpencil seperti ini ia tak bisa melihat lagi ada bangunan lain selain rumah tua itu.Tak sabar menunggu kedatangan Petra Ia langsung memasuki kawasan rumah tua bersama kedua bodyguardnya.Ia melangkahkan kakinya perlahan memasuki ruang demi ruang.Untuk mempercepat menemukan Miranda Brian memutuskan untuk berpencar dengan bodyguardnya.Masing-masing akan memberi kabar jika mereka telah menemukan ruangan tempat Miranda berada.Saat Brian menemukan Miranda masih dalam keadaan tidak sadar dengan beberapa orang di sana ia segera mengirim pesan kepada kedua bodyguardnya dan Petra.Saat itu Petra telah berada di tempat yang Brian katakan.Ia melihat mobil kakak iparnya terparkir di luar pagar rumah tua yang berada di hadapannya.Tanpa berlama-lama Petra dan beberapa orang yang di bawanya masuk ke dalamnya menuju tempat yang diberitahukan Brian sebelumnya.Di ruang tempat penyekapan,Miranda mulai tersadar dari pingsannya dan dengan mata yang masih kabur ia mencoba mengerjapkan mata beberapa kali untuk melihat keadaan sekitarnya.Setelah ia sepenuhnya sadar,ia melihat Verlan bersama orang yang telah membawanya.Ia mencoba menggerakkan tubuhnya tetapi ia kesulitan bergerak karena tangan dan kakinya terikat.Menyadari Miranda telah sadar Verlan pun tersenyum melihatnya.


"Hai Sayang,sudah bangun ya?"tanyanya.


"Apa yang kamu lakukan ini?"tanya Miranda kesal.


"Aku hanya ingin kamu menikah denganku jadi aku jemput kamu sekarang!"ucapnya.


"Dasar gila kamu!aku sudah menikah dengan Brian dan kamu tidak mungkin menikahiku!"umpat Miranda.


"Tenanglah Sayang,aku akan menjadikanmu sebagai ratuku!"seru Verlan.


"Aku tak mau menikah denganmu.Aku mencintai Brian!"teriak Miranda.


"Sebentar lagi,kamu akan jadi istriku!"ucap Verlan acuh.


Tiba-tiba dengan penuh tenaga Brian mendobrak pintu ruang dimana Miranda di sekap.Tanpa tinggal diam orang suruhan Verlan langsung menghambur mengeroyok Brian.Tanpa gentar Brian maju menghadapi mereka seorang diri.Cukup lama mereka adu pukul bodyguard Brian datang membantu kemudian Petra dan bodyguardnya menyusul.Mereka pun saling memukul dan menendang.Verlan yang hanya terdiam bermaksud kabur dengan membawa Miranda bersamanya tetapi sayangnya hal itu dapat di cegah oleh Petra.

__ADS_1


"Hai,mau kemana kau!"teriak Petra sambil mengejar Verlan.


Dan terjadilah pertarungan sengit di antara keduanya.Dengan murka Petra memukul Verlan tanpa ampun.Miranda yang telah lepas dari genggaman Verlan langsung di tolong oleh salah satu bodyguard Petra dan melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya.Sedikit kulitnya berwarna kemerahan karena eratnya tali yang mengikat tangan dan kakinya.Setelah berhasil melumpuhkan lawannya Brian berlari mendekati Miranda.


"Kamu tidak apa-apa?"tanya Brian cemas.


"Tak apa-apa kok,cuma agak sakit saja!"jawab Miranda sambil meringis kesakitan.


"Sepulangnya dari sini kita obati ya!"seru Brian.


"hmm...!"gumam Miranda.


"Sebaiknya kamu berhenti bekerja saja Mir!"ucap Nadia.


"Tapi Ma,Miranda nyaman dengan pekerjaan Miranda sekarang!"elak Miranda.


"Apa kamu tidak bosan menjadi sasaran kejahatan orang?"tanya Nadia.

__ADS_1


"Miranda tahu Ma,tapi sungguh sulit bagi Miranda untuk melepaskan pekerjaan Miranda yang telah Miranda tekuni selama ini!"bantah Miranda.


"Apa kamu tak kasihan dengan Brian dan Petra?terlebih Brian sudah pernah menjadi korban sebelumnya!"tegas Nadia.


"Miranda mengerti Ma!"ucap Miranda lemah.


"Lagipula kamu sudah menjadi seorang istri jadi sebaiknya kamu melayani suamimu di rumah seperti Mama saat ini.Kamu juga akan memiliki keturunan setelahnya dan tak mungkin kamu bekerja saat telah memiliki anak."jelas Nadia.


Miranda tak lagi bisa menjawab.Ia mulai memikirkan perkataan ibunya.Sesungguhnya dia masih ingin bekerja tetapi melihat banyak peristiwa yang melibatkan dirinya membuat ia berpikir ulang.Brian tidak bisa memaksakan kehendak pada Miranda karena Brian tahu jika Miranda cukup keras kepala mendengar dari cerita Petra dulu.Ia hanya bisa memberi sedikit saran padanya agar dia bisa mengerti kondisi saat itu.


"Aku tahu kamu masih mau mengembangkan karirmu di dunia bisnis,tetapi sebagai orang tua, Papa Revan dan Mama Nadia pasti sangat mengkhawatirkan anaknya,apalagi kamu wanita."saran Brian.


"Aku mengerti."jawabnya singkat.


"Aku hanya takut orang yang aku sayang terluka karena hal ini.Selebihnya aku tak begitu khawatir tentang diriku sendiri."seru Brian.


Mendengar ucapan Brian,Miranda menatap wajah tampan nan teduh itu dengan cermat.Ia melihat ketulusan di mata Brian saat mengucapkan hal itu.Akhirnya Miranda memutuskan untuk mengalah dan menuruti kemauan orang tuanya.Egonya mulai luluh saat Brian mencoba membujuknya.Coba saja saat sekolah dulu mungkin ia akan memberontak kepada kedua orang tuanya.Kini setelah menjadi wanita dewasa ia lebih bisa mengendalikan dirinya.Apalagi ada Brian disisinya yang selalu bisa menenangkan emosinya dengan kesabaran dan perhatian yang diberikan.

__ADS_1


Hari itu mereka sungguh di buat kelelahan.Bukan hanya fisik tapi psikis juga.Ada saja orang yang membuat onar kehidupan mereka seperti tidak suka jika mereka hidup tenang.Entah apalagi yang akan terjadi,Petra sepertinya akan mempersiapkan kewaspadaan yang lebih dari sebelumnya.


__ADS_2