Biarkan Aku Mencinta

Biarkan Aku Mencinta
Bab 15 Si dingin jatuh cinta


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu setelah kejadian penculikan itu Petra sibuk dengan urusan kantor karena Miranda telah resign dari kantor.Pekerjaan yang awalnya milik Miranda akhirnya harus dilimpahkan seutuhnya kepada Petra.Petra hanya bisa menghela napas panjang menghadapi pekerjaan yang ekstra padat.Akibatnya ia sering lembur untuk menuntaskan tugasnya.Untungnya asistennya begitu sigap membantu meringankan pekerjaannya.Pagi itu ia kembali berkutat dengan laptopnya.Karena sekretaris pribadinya resign dengan tiba-tiba dengan alasan pindah keluar kota membuatnya kebingungan mencari penggantinya.Beberapa kandidat telah di pilih tetapi tak mudah untuk mencari yang pas dengan hati Petra.Akhirnya ayahnya mengajukan seorang wanita untuk bekerja sebagai sekretaris pribadi Petra.Namun tanpa diketahui Petra wanita tersebut adalah anak dari klien dekat ayahnya dan berniat menjodohkannya dengan Petra.Demi membantu meringankan pekerjaannya Petra menyetujui usulan Petra untuk memperkerjakan Seyla sebagai sekretaris pribadinya.Pekerjaannya cukup baik tetapi sikap genit yang terkadang ditunjukkan untuk menarik perhatiannya membuat ia sedikit jengah.Kadang ia memberi banyak pekerjaan untuk Seyla agar ia bisa lepas darinya.Baginya yang gila kerja tak ada waktu untuk meladeni wanita genit seperti Seyla.Bahkan Ia menutup akses menuju ruangannya saat ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya.Ini membuat asisten Petra kesulitan berkomunikasi secara langsung sehingga mereka berkomunikasi lewat ponsel masing-masing.Asisten Petra memberitahukan bahwa besok akan diadakan pesta perayaan ulang tahun perusahaan salah satu koleganya.Petra diharuskan datang menghadiri acara tersebut karena kolega tersebut merupakan klien penting perusahaan Mandala Grup.Dia yang tidak begitu suka dengan keramaian harus hadir di acara seperti itu membuatnya berpikir acara itu akan membuatnya bosan.Tapi demi perusahaan ia pun terpaksa datang menghadirinya.Keesokan harinya saat malam tiba,acara perayaan tersebut dilaksanakan di suatu hotel bintang 5.Ia datang seorang diri tanpa teman di sisinya.Ia mulai mencari-cari keberadaan sang pemilik acara dan mengucapkan selamat saat ia menemukannya di antara sekerumunan orang di sana.Ia mulai sedikit berbaur dengan klien lain yang juga di undang pada acara tersebut.Seorang pria tengah baya dan seorang wanita muda menghampirinya saat ia tengah berbincang dengan salah seorang tamu di sana.


"Selamat malam Tuan Petra!"sapa pria itu.


"Selamat malam Tuan.Maaf saya bicara dengan siapa?"tanya Petra sopan.


"Saya Hendra pemilik Kolan Grup juga klien dari Tuan Revan!"jelasnya.


"Salam kenal Tuan!"balas Petra.


"Oya,ini putri saya Seyla tentunya Tuan sudah mengenalnya khan?"ucap Hendra.


"Iya Tuan!"jawabnya singkat.


Petra melihat penampilan Seyla yang cukup terbuka sangat membuat risih matanya.Ia pun memalingkan wajah dan pamit menjauh dari Hendra dan Seyla.Di tempat yang sama seorang wanita muda datang seorang diri dengan gaun dengan belahan dada sedikit rendah berwarna merah.Ia berjalan sedikit ragu-ragu untuk masuk kedalam dengan gaunnya.Ia menutup dadanya dengan tas kecil yang di genggamnya.Petra melihat wanita itu dan mengenalnya kemudian menghampirinya dengan tergesa-gesa.Ia adalah Putri teman Miranda.


"Kenapa begitu jalannya?"tanya Petra tiba-tiba.


"Kamu?tidak apa-apa kok!"jawabnya.


"Kenapa pakai gaun seperti itu kalau tak nyaman?"tanya Petra.


"Masa iya aku harus pakai pakaian kantor atau daster begitu buat ke pesta!"serunya judes.


"Pakai nih!"ucap Petra sambil memakaikan jasnya pada Putri.


"Tak usah aku tak apa kok!"tolak Putri.


"Sudah pakai saja daripada mengundang mata jahat melihat tubuhmu!"seru Petra dingin.


"Dasar!pikiran kotor melulu!"balas Putri.


"Bagaimana tidak kotor isi kepala pria kalau melihatnya dipertontonkan secara gratis begini!"jelas Petra.


"Terserahlah,malas berdebat dengan orang sepertimu!"ucap Putri sambil berlalu pergi meninggalkan Petra.


Namun sebelum Putri berlalu dari hadapan Petra,tangannya di tarik dan di genggam oleh Petra.


"Apa sih?"tanya Putri kesal.


"Pergi denganku,temani aku di sana!"titah Petra.


"Apa hakmu menyuruhku?"tanya Putri emosi.


"Calon suamimu!"ucap Petra enteng.


"Kata-katamu bikin aku muak,selalu memberi harapan palsu!"seru Putri sinis.


"Aku akan buktikan kalau aku serius makanya temani aku jangan pernah menghindar dariku!"jelasnya.


"Tapi..."belum sempat Putri melanjutkan bicaranya Petra sudah menggandeng tangannya masuk ke dalam restoran tempat acara diadakan.

__ADS_1


Beberapa orang mereka temui di sana dan saat Petra sedang sibuk berbincang-bincang dengan beberapa koleganya,Putri berjalan menjauh dari Petra.Saat sedang bermaksud mengambil minuman untuk melepaskan dahaga ditenggorokannya 3 orang wanita menghampirinya.Sepertinya mereka sengaja ingin mengerjai Putri.Tiba-tiba Seyla salah seorang wanita di antara mereka bertiga mulai bicara.


"Ada hubungan apa kamu dengan Petra?"tanyanya tiba-tiba.


"Apa maksud Anda?"ucap Putri bingung.


"Sudah jangan sok lugu.Petra itu calon suamiku jadi jangan berharap kamu bisa merebutnya dariku!"serunya culas.


"Saya tak pernah berniat merebut atau semacamnya!"jelas Putri.


"Jangan mengelak aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu menggandeng tangannya!"serunya.


"Terserah kalau Anda tak percaya,saya permisi!"pamitnya.


Belum sempat berbalik dan meninggalkan mereka,Seyla mengguyur pakaian Putri dengan minuman yang dipegangnya.


"Dasar wanita tak tahu diri!"umpat Seyla.


"Jaga bicara Anda,dan terima kasih atas ini semua jangan salahkan saya jika saya akan berbuat seperti yang Anda katakan!"ancam Putri sambil terus berlalu dari hadapan mereka bertiga.


Dengan adanya keributan itu Petra baru menyadari jika sudah sejak lama Putri berada jauh dari dirinya.Ia pun segera menghampiri Putri tapi Putri tidak menghiraukannya.


"Put,ada apa sih?apa yang terjadi?"tanya Petra cemas.


"Itu gara-gara kamu.Tuh calon istrimu mencaci makiku gara-gara melihatku menggandeng tanganmu!"terang Putri menahan emosi.


"Calon istri mana?" tanyanya.


"Itu wanita yang pakaiannya lebih terbuka dari aku itu!"serunya sambil menunjuk Seyla.


"Entahlah,aku tak tahu namanya.Sudah sana temani calon istrimu biar tak asal menuduh orang!"serunya dengan kesal.


"Aku bilang aku cuma ingin kamu menjadi istriku bukan yang lain!"teriak Petra yang membuat seisi ruangan menatap ke arah mereka berdua.


"Kamu apa-apaan sih kenapa teriak-teriak seperti orang gila!"bisik Putri.


"Biar orang tahu kalau kamu adalah calon istriku!"teriaknya lagi.


"Gila kamu!"ucap Putri sambil menutup mulut Petra.


"Kamu yang buat aku gila!"seru Petra sambil mengecup tangan Putri yang sempat menutupi bibir Petra.


Melihat perlakuan Petra,Putri terkejut sekaligus malu dibuatnya.Kemudian ia menarik Petra untuk meninggalkan restoran tersebut.Saat telah berada di luar restoran Putri kembali meluapkan kekesalannya.


"Nekat ya kamu!"serunya kesal.


"Aku cuma ingin orang tahu kalau di hatiku cuma ada kamu!"jelasnya.


"Bisa juga merayu,dasar buaya!"celanya.


"Buaya yang siap memangsa kamu!"jawabnya sambil tertawa.

__ADS_1


Melihat tawa lepas Petra,Putri menyadari bahwa sesungguhnya Petra lebih terlihat tampan.Tapi memang jarang sekali Petra terlihat tersenyum atau tertawa dengan orang lain.


"Sudah bercandanya?aku mau pulang!"seru Putri cuek sambil berlalu ingin masuk ke dalam mobilnya.


Baru saja akan beranjak meninggalkan Petra,tangannya di tarik kembali oleh Petra.


"Aku antar!"serunya sambil menggandeng Putri masuk ke dalam mobilnya kemudian ia ikut duduk di kursi pengemudi.


"Seenaknya sendiri tarik-tarik tangan orang!"ucapnya sewot.


"Lagian hobi banget ninggalin aku sendiri!"balasnya tak kalah sengit.


"Aku datang juga naik mobil sendiri terus bagaimana dengan mobilku?"ucap Putri.


"Aku tahu kamu bawa mobil sendiri.Nanti ku suruh orang buat antar ke rumahmu!"seru Petra enteng.


"Hobi kok merepotkan orang!"celanya.


Petra hanya tersenyum melihat bibir wanitanya manyun karena kesal.Memang Petra sangat senang bisa menggoda Putri seperti itu.Baginya bersama Putri dia bisa leluasa berdebat dan membuat Putri kesal dibuatnya.Petra segera melajukan mobilnya melewati jalanan kota yang cukup padat malam itu.Meski baru pukul 9 malam tapi karena hari ini malam minggu jadi ramai dengan kendaraan berlalu lalang.


"Macet banget!"seru Putri kesal.


"Maklum malam minggu Non,jadi semua orang lagi menikmati malam bersama pasangannya."jelas Petra.


"Haaa...jadi lama khan sampai rumahnya!"desahnya bosan.


"Apa mau kita seperti mereka menikmati malam berdua?"tanya Petra.


"Yang benar saja kamu.Pakai baju begini?yang ada mati kedinginan dibuatnya!"tolak Putri.


"Ya sudah,sabar saja dulu."ucap petra.


Perlahan-lahan jalan mulai lancar kembali dan Petra segera melesatkan mobilnya menuju rumah Putri.Tak berapa lama mereka telah sampai di suatu rumah yang lumayan elit di kawasan tersebut.Putri kemudian turun dan pamit masuk ke dalam rumah kepada Petra.


"Makasih sudah di antar.Aku masuk dulu!"ucapnya.


"Tidak di suruh masuk nih akunya?"balas Petra.


"Tidak,Papa sama Mama lagi tak ada di rumah!"ucap Putri ketus.


"Asyik dong berduaan saja!"goda Petra.


"Mau apa memang malam-malam begini,sudah sana pulang nanti di razia warga lho!"usir Putri.


"Enak khan langsung dinikahkan.Sah sudah akhirnya!"tambahnya.


"Aku timpuk ya kalau berisik lagi!"ucap Putri sambil Mengambil sepatu highhells di kakinya.


"Kasar banget sih sama calon suami!"seru Petra.


"Sudah sana pulang!"ucap Putri sambil terus berlalu dari hadapan Petra tanpa memperdulikan ucapan Petra lagi.

__ADS_1


"Sayangku,tidur mimpiin aku ya!"teriak Petra yang masih bisa terdengar oleh Putri.


Ia hanya memutar bola matanya sambil terus berjalan memasuki rumah tanpa menoleh pada Petra.Setelah melihat Putri hilang dari pandangan barulah Petra pergi dari rumah Putri.


__ADS_2