
Pagi menjelang dan suara burung bersahut-sahutan menyambut cerahnya hari.Pengantin baru yang semalam telah meresmikan hubungan masih tertidur pulas di atas selimut bulu yang tebal.Mungkin mereka masih lelah dengan acara kemarin yang membuat mereka terlelap.Pagi itu suasana rumah masih sepi,sebab para penghuni masih malas untuk membuka mata karena rasa lelah yang dirasakan.Petra yang saat itu telah terbangun dari tidurnya kembali teringat orang yang semalam mengawasi rumahnya.Ia beranjak mengintip dari dalam rumah ke taman samping rumah melalui jendela yang berada di samping ruang tengah yang tepat mengarah ke samping rumah.Tak terlihat seorang pun di tempat itu tetapi sebuah mobil terparkir tak jauh dari sana.Rupanya mereka sengaja mengawasi dari dalam mobil karena takut terlihat saat hari telah terang.Ia kembali duduk di ruang tengah sambil memikirkan untuk menyelidiki mereka.Tak beberapa lama orang-orang mulai terbangun dan keluar dari kamar masing-masing dengan wajah segar setelah mandi dan berdandan.
"Wajah kamu kenapa Petra?"tanya Miranda.
"Sulit tidur Kak semalam!"jawabnya lesu.
Memang setelah mengetahui bahwa rumahnya di awasi,ia jadi tak bisa tidur dibuatnya.Hingga lewat tengah malam Petra masih terjaga takut sesuatu terjadi di rumahnya.Untungnya keadaan masih aman hingga pagi menjelang.
"Kak Brian,boleh kita mengobrol berdua di ruang kerja?"tanya Petra.
Setelah pernikahan Brian dengan kakaknya,ia harus memanggil Brian pula dengan sebutan kakak.
"Boleh,mari kita bicara!"ajak Brian.
"Aku boleh ikut tidak?"tanya Miranda.
"Urusan pria,wanita tak boleh ikut campur.Mentang-mentang sudah menikah kemana-mana maunya ikutan juga!"ucap Petra.
"Dasar pelit!"ucap Miranda kesal sambil berlalu dari hadapan Brian dan Petra.
__ADS_1
"Ayo Kak!"ajak Petra sambil beranjak menuju ruang kerjanya.
"Silahkan duduk Kak!"seru Petra.
"Ada masalah apa sampai kita harus bicara secara rahasia begini?"tanya Brian penasaran.
"Begini Kak,setelah acara pernikahan kemarin aku pergi ke taman samping,lalu tanpa sengaja aku melihat beberapa orang sedang mengawasi rumah ini.Apa Kakak menyuruh orang untuk berjaga di luar area rumah ini?"tanya Petra curiga.
"Tidak,aku hanya pergi bersama keluarga besar dan tidak menyuruh orang untuk ikut kesini.Lagipula kupikir dengan orang sebanyak itu tidak mungkin ada orang berani mencelakai kami."jelas Brian.
"Kalau begitu,berarti mereka suruhan seseorang untuk mengawasi kita,sebaiknya kita harus berhati-hati!"pinta Petra.
"Sepertinya musuh kita tidak hanya 1 Kak.Sebaiknya aku cari tahu setelah ini!"seru Petra.
"Oya,jika orang tua Kakak mau pulang hari ini aku akan mengutus beberapa orang untuk mengawal mereka.Aku berharap mereka masih tinggal di sini terlebih dahulu sampai masalah ini jelas!"ujar Petra.
"Tidak mungkin untuk tetap tinggal Petra,sebab hari ini Papa harus menggantikanku ke kantor karena aku masih dalam masa cuti."jelas Brian.
"Kalau begitu,suruh orang untuk menjaga Papa Kakak saat di kantor dan tempatkan beberapa bodyguard untuk berjaga di rumah karena kita masih belum tahu siapa sasaran mereka sebenarnya."terang Petra.
__ADS_1
"Baiklah,akan kuhubungi orangku sekarang!"jelas Brian.
"Oya,jangan beritahu mereka agar mereka tidak cemas terutama Kak Miranda!"pinta Petra.
"Oke,akan aku rahasiakan dulu masalah ini!"ucap Brian.
Brian segera menghubungi bawahannya untuk mencari beberapa orang sebagai pengawal ayah dan ibunya.Beberapa di antaranya juga bertugas menjaga rumah kediaman Bram.Sementara Petra menempatkan pengawal untuk ayahnya dan di rumah sedangkan Miranda untuk sementara waktu tidak diperbolehkan keluar rumah sampai semua masalah berakhir.Demi menjaga keselamatan Miranda beberapa orang di tempatkan di dalam rumah dan di luar rumah sedangkan di luar halaman rumah Petra sengaja tidak memberi penjagaan khusus.Petra berencana seolah-olah ia tidak menyadarinya.Petra masih bekerja seperti biasa tetapi ia di kawal 2 orang setiap berangkat kerja.Sedangkan Brian masih dalam masa cuti selama seminggu jadi ia masih berada di rumah bersama Miranda.Perusahaan Berham Grup di ambil alih oleh Bram menggantikan Brian selama seminggu dan setelahnya Brian akan kembali memimpin sedangkan ayahnya akan kembali mengurus perkebunannya yang berada di puncak.
Saat berada di kantor Petra harus membagi pikirannya antara pekerjaan dan penyelidikan mengenai pengintaian ini.Tetapi ia mulai menyadari jika sasaran mereka bukanlah Petra atau ayah dan ibu Brian.Kemungkinan besar mereka mengincar Miranda atau Brian yang masih dalam masa cuti,sebab saat Petra dan Bram pergi kemana pun tidak ada yang membuntuti mereka.Hingga seminggu berlalu keadaan masih sama.Mereka masih mengawasi rumah keluarga Revan.Kini sudah waktunya Brian kembali bertugas di kantornya karena sang ayah tidak bisa meninggalkan perkebunan terlalu lama.Miranda yang saat itu juga habis masa cutinya ikut memaksa untuk kembali bekerja.Meski awalnya Brian dan Petra tidak mengijinkan tetapi dia terus memaksa hingga akhirnya Petra memperbolehkan tapi dengan syarat Miranda harus selalu bersama Petra dan tetap dalam penjagaan bodyguard.
"Sebenarnya ada apa sih ini?"tanya Miranda bingung.
"Lebih baik Kakak tidak perlu banyak tahu yang pasti ini demi kebaikan kita semua!"seru Petra dingin.
"Baiklah,tapi aku merasa seperti terikat jika keadaan terus begini!"ucapnya kesal.
"Kakak sabar saja.Ini pasti akan segera berakhir jika Kakak mengikuti rencana ini!"yakin Petra.
Miranda hanya menggerutu pelan dan duduk di sofa yang berada di ruangan Petra.Sambil memanyunkan bibirnya Miranda memainkan ponsel miliknya.Bahkan dia tidak bekerja melainkan hanya di suruh melihat adiknya sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
Keadaan ini membuatnya bosan sehingga ia berpamitan untuk ke toilet sebentar sekedar mencuci muka.Petra yang saat itu sedang sibuk menyuruh seseorang untuk mengikuti Miranda sampai ke depan toilet.Miranda pun pergi dengan seorang bodyguard yang di sewa Petra.15 menit kemudian setelah Petra menyadari kakaknya tidak kembali,ia pun menyusul menuju toilet.Di depan pintu toilet wanita itu terlihat bodyguardnya terduduk di lantai tak sadarkan diri.Hal ini membuat Petra kalang kabut dan segera menuju ruang CCTV kantor untuk melihat keadaan kantor sebelum kakaknya menghilang.Dan ia melihat bodyguardnya di serang oleh beberapa orang dan di bius hingga tak sadarkan diri,sedangkan kakaknya di bawa dalam keadaan pingsan juga.Di lobi perusahaan Petra mengamati dari CCTV nomor plat kendaraan yang digunakan pelaku untuk membawa kabur Miranda.Tanpa menunggu lebih lama lagi Petra mengejar mobil tersebut dengan 2 orang bodyguardnya sambil memberi kabar hilangnya Miranda kepada Brian.Di tempat lain,Brian yang mendengar kabar tersebut langsung bergegas mencari Miranda sambil memerintahkan kepada seseorang untuk mencari keberadaan mobil yang membawa Miranda dari nomor plat yang dikatakan Petra.