
Hari kedua mereka berlibur di sana,mereka menghabiskan waktu berkeliling di sekitar hotel.Mereka juga menghabiskan waktu berselancar di pantai bersama pasangan masing-masing.Setelah puas bermain air mereka asyik berfoto ria di tepi pantai.Sengaja mereka tidak berenang karena mereka tidak membawa pakaian untuk berenang.Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi berbelanja di akhir kegiatan mereka.Beberapa barang di pilih sebagai oleh-oleh untuk diberikan kepada orang tua mereka.Mereka juga membeli beberapa makanan untuk mereka makan di rumah.Malam itu adalah malam terakhir mereka menginap di sana dan esok paginya mereka akan pulang pagi-pagi sekali karena Brian,Putri dan Petra harus bekerja.
Setelah selesai berbelanja mereka kembali ke hotel untuk beristirahat.Baru saja mereka berjalan menyusuri koridor hotel,mereka bertemu dengan David teman Miranda semasa kuliah.
"David!"sapa Miranda terkejut melintanya berada di sana.
"Hai semua!"sapa David.
"Kamu di sini sendirian?"tanya Putri.
"Iyalah memangnya harus dengan siapa?"tanyanya balik.
"Mungkin saja dengan istrimu?"ucap Putri.
"Aku masih jomblo teman,melihat kalian begini jiwa jombloku meronta."rajuknya.
"Mengapa kamu tidak mencari pasangan hidup?"tanya Miranda.
"Belum menemukan yang cocok Mir,lalu mau bagaimana lagi."ungkapnya sedih.
"Sabar saja jodoh khan di tangan Tuhan."seru Putri.
"Kalian lagi honeymoon ya?"tanya David kepada Putri dan Miranda.
"Iya double honeymoon rencananya."seru Miranda terkekeh.
"Ih mana ada Kakak honeymoon kalau kami sih iya."seru Petra.
"Iya,iya aku paham."sahut Miranda.
"Kalau kamu sendiri sedang liburan di sini?"tanya Brian yang sejak tadi diam.
"Tidak,cuma mengecek keadaan hotel,hotel ini milik keluargaku sih."ucap David.
"Wah tahu begitu kita minta diskon saja ke kamu."canda Miranda.
"Boleh kok."sahut David.
"Tidak usah dia cuma bercanda jangan dihiraukan!"seru Brian.
"Iya malu-maluin nih Kakak,suaminya banyak duit masih minta diskon!"ledek Petra.
"Ya sudah kalau begitu kamu saja yang bayarin aku.Kamu juga banyak duit khan Pak Direktur!"balas Miranda.
__ADS_1
"Ish,apalah Kakak ini maunya minta gratisan melulu!"cebik Petra.
"Bilang saja kalau kamu tak mau mentraktirku!"gerutu Miranda.
"Okelah aku traktir!"ucap Petra menyerah.
"Yeay,terima kasih adikku Sayang."ucap Miranda sambil bergelayut manja di lengan Petra.
"Kak lepas dong tanganku,nanti istriku cemburu!"pinta Petra.
"Aku juga kira-kira kali kalau cemburu,masa iya masih bisa cemburu dengan Kakak sendiri,iya tidak Kak?"ungkap Putri pada Brian.
"Kalau aku sih cemburu karena dia tak pernah semanja itu padaku."seru Brian sedih.
"Sabarlah Kak!"bujuk Putri.
"Salah sendiri sok kegantengan sih!"ucap Miranda kesal.
"Ya sudah aku permisi dulu mau cek hotel lagi!"pamit David.
"Oke,sampai jumpa lagi ya."sahut Miranda.
"Kak,besok kita pulang pagi ya!aku ada jadwal meeting nih!"ajak Putri.
"Kamu meeting di mana Sayang?"tanya Petra pada Putri.
"Dekat dari kantor kok,paling-paling restoran biasanya."sahut Putri.
"Lalu berangkat dan pulang aku masih boleh khan bareng kamu?"tanya Petra.
"Ya terserah kamu sih,kalau kamu tidak bisa khan aku bisa berangkat sendiri."sahut Putri.
"Halo adik-adik,aku pergi dulu ya karena aku tidak mau jadi obat nyamuk buat kalian yang bucin."sela Miranda.
"Ya sudah,Kakak pergi sana."seru Petra.
"Mentang-mentang ada istrinya aku dicuekin,awas saja kalau curhat lagi sama aku,aku tak akan mau kasih solusi!"cebik Miranda.
"Sudahlah Sayang,khan ada aku yang setiap saat berada disisimu."bujuk Brian.
"Kamu?sama saja dengan dia."seru Miranda.
"Jangan begitu lah Sayang!aku itu khan cinta kamu!"bujuk Brian sambil mengikuti Miranda yang telah berlalu dari hadapan Putri dan Petra yang masih mengobrol di lobi hotel.
__ADS_1
Petra dan Putri akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan mengemasi barang-barangnya untuk di bawa pulang besok serta menata oleh-oleh yang baru dibelinya tadi.
Malam itu mereka menghabiskan waktu dengan pasangan masing-masing.Miranda dan Brian menikmati pantai di malam hari dengan berjalan-jalan di tepi pantai merasakan hembusan angin yang menerpa tubuh mereka sedangkan Petra dan Putri makan malam romantis berdua di atas rooftop hotel menikmati indahnya bintang dan bulan yang memancarkan cahayanya begitu terang.Malam itu mereka memuaskan diri mereka menikmati liburan yang hanya tinggal malam ini saja karena besok mereka harus pulang ke rumah untuk kembali bekerja.
"Rasanya masih kurang berlibur dua hari di sini!"seru Miranda.
"Kapan-kapan jika ada waktu lagi kita berlibur lagi tapi di tempat lain."sahut Brian sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Tak kusangka pantai malam hari begitu indah!"seru Miranda lagi.
"Iya tapi bagiku masih lebih indah kamu."puji Brian.
"Bisa saja kamu ini."sahut Miranda malu-malu.
"Benar Sayang aku serius."tambah Brian.
"Sudahlah jangan berlebihan seperti itu,sebentar lagi kita mempunyai anak jadi sepertinya mengatakan hal seperti itu terasa aneh."ungkap Miranda sambil menatap perutnya.
"Bukannya akan lebih baik begitu,ia akan tahu jika Mama dan Papanya saling mencintai."sahut Brian.
"Iya sih,memang kamu yakin akan terus mencintaiku hingga tua nanti?"tanya Miranda ragu.
"Pasti Sayang,bahkan sampai aku tiada kelak."yakin Brian.
Miranda hanya tersenyum mendengar jawaban Brian.Ia juga berharap akan memiliki perasaan yang sama seperti Brian kelak.Setelah udara di rasa cukup dingin,mereka kembali ke kamar karena sudah saatnya mereka untuk tidur.Sesampainya di kamar setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama,mereka merebahkan diri di atas ranjang dan bersiap menjemput mimpinya.
Di sisi lain Petra dan Putri sedang asyik menikmati malam mereka.Mereka mengobrol sambil makan dengan dikelilingi kerlipan bintang di langit yang gelap.
"Indah ya tempatnya.Cocok buat yang romantis begini!"seru Petra.
"Iya,aku suka dengan suasananya apalagi banyak bintang seperti ini."sahut Putri senang.
"Aku sengaja memilih tempat ini untuk makan malam kita karena aku ingin bintang dan bulan menjadi saksi cinta kita yang selamanya akan abadi."seru Petra penuh cinta.
"Iya,aku harap ini bukan hanya ucapan manis saja tapi adalah nyata dan kita akan saling mencintai dan menyayangi untuk selama-lamanya."sahut Putri.
"Aku pastikan kita akan bersama selamanya."ujar Petra sambil meraih tangan Putri dan menggenggamnya dengan erat.
"Jangan pernah lepaskan tangan ini apapun nanti yang akan terjadi."pesan Putri.
"Aku akan selalu menggenggam tanganmu sampai kapanpun itu."sahut Petra dengan senyum bahagia.
Mereka sejenak melupakan yang lain dan memautkan hati satu sama lain.Perasaan mereka curahkan sepenuh hati karena moment berdua dan romantis seperti ini jarang bisa mereka lakukan.Beruntung kali ini mereka bisa menghabiskan waktu berdua dan bisa saling mengungkapkan perasaan masing-masing karena dengan begitu mereka yakin bisa mempererat tali cinta di antara keduanya.Malam itu mereka akhiri dengan perasaan suka cita sebelum mereka beranjak tidur dan menyongsong hari esok dengan pekerjaan yang sudah menanti di depan mata.Rasanya mereka tidak ingin hari itu terlewatkan begitu saja.Seakan mereka berpikir dunia hanya milik mereka berdua.Setelah larut malam baru lah Putri dan Petra beranjak dari sana menuju ke kamarnya.
__ADS_1