
Setelah menjelaskan semua kepada Putri,Petra kembali ke kantor dengan rasa bahagia.Akhirnya ia bisa menjelaskan kepada Putri apa yang sebenarnya terjadi.Kini ia tinggal meyakinkan ayahnya agar perjodohan itu bisa dibatalkan secepatnya karena sesungguhnya Petra sudah tidak tahan lagi dengan kepura-puraannya selama ini.Ia masih mencari waktu yang tepat untuk memberitahukan semua kepada kedua orang tuanya.Saat pulang dari kantor,ia langsung menemui kedua orang tuanya untuk memberi kabar bahwa Petra ingin mengadakan pertemuan dengan keluarga Seyla.Mendengar hal tersebut membuat Revan sangat senang dibuatnya.Revan mengira bahwa putranya telah berubah pikiran dan ingin segera menikah dengan Seyla.Tetapi Petra akan memberi kejutan kepada semua orang saat pertemuan itu berlangsung.Revan merencanakan untuk mengunjungi kediaman Hendra ayah Seyla pada hari minggu tepat saat Petra dan Revan libur bekerja.Petra hanya bisa menyetujui saja rencana ayahnya dan Petra kemudian berlalu menuju kamarnya.
Hari demi hari Petra lalui dengan bekerja di kantornya.Ia sudah tidak sabar menunggu hari yang dinanti-nantikan.Sesekali Petra menghubungi Putri dan menceritakan tentang rencananya hari minggu mendatang.Ia juga melakukannya hanya untuk melepas rasa rindu yang dirasakan saat harus berjauhan dan tidak ada waktu bertemu karena kesibukan masing-masing.Sepertinya Petra memang telah benar-benar jatuh hati pada Putri sehingga apapun yang ia lakukan adalah semata-mata agar bisa bersama dengan Putri.Hari itu saat Petra sedang menghubungi Putri,tiba-tiba Seyla datang berkunjung dan mengagetkan Petra yang masih berbincang dengan Putri melalui ponselnya.
"Sayang,aku kangen banget nih sama kamu!"ucap Seyla lantang.
"Nanti aku hubungi lagi ya!ada ulat bulu datang nih!"ucap Petra sambil memutus sambungan teleponnya.
Belum sempat Putri menjawab,Petra sudah memutuskan sambungan teleponnya.Sejujurnya Putri sangat kesal mendengar Seyla menyebut kekasihnya itu dengan sebutan "Sayang".Rasa cemburu kembali mengusiknya saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut orang lain kepada Petra.Tapi Putri sadar kalau dia harus lebih sabar menghadapinya dan mempercayakan semua pada Petra.Setidaknya Petra masih mau menghubunginya untuk saling memberi kabar dan melepas rindu.
"Ada apa kamu kemari?"tanya Petra.
"Aku ingin melihatmu saja,sudah lama khan kita tidak bertemu!"sahut Seyla.
"Nanti hari minggu juga kita akan bertemu!"seru Petra santai.
"Memang aku tak boleh datang ke sini?"ucap Seyla sambil bergelayut manja di lengan Petra.
"Sudahlah lebih baik kamu pulang,aku lagi sibuk nih!nanti kita ketemu di rumah kamu saja!"usir Petra.
"Jadi aku di usir nih ceritanya?"seru Seyla merajuk.
"Terus bagaimana aku bisa kerja kalau kamu seperti ini?"seru Petra agak kesal.
"Baiklah aku pulang,sampai ketemu di rumah ya!"ucap Seyla bersemangat.
Setelah itu Seyla benar-benar pergi dari kantor Petra.Setelah Seyla pergi,Petra dapat bernapas lega karena yang ia anggap sebagai pengganggu telah meninggalkannya.Lalu ia kembali menghubungi Putri untuk melanjutkan pembicaraan yang tertunda.
__ADS_1
"Halo Cintaku!"sapa Petra.
"Enak nih yang habis di temui sama ulat bulu!"seru Putri pura-pura kesal.
"Enak darimananya?gatal-gatal lah pastinya!"canda Petra.
"Khan itu ulat bulunya cantik dan agresif lagi!"sahut Putri.
"Cantikan kamu,udah cantik,pintar,pokoknya paket komplit deh!"puji Petra.
"Gombal saja terus,semoga saja cuma ke aku gombalnya!"sindir Putri.
"Ya iyalah cuma kamu saja,khan cuma kamu yang ada di hatiku!"sahut Petra.
Mereka berdua mengakhiri perbincangan setelah lama saling beradu kata-kata.Hal itu membuat keduanya semakin berbunga-bunga karena di mabuk asmara.Hari itu menjadi hari bahagia bagi keduanya.
Waktu yang Petra nantikan telah tiba.Tepat pada hari minggu pukul 11 siang mereka sekeluarga pergi menuju kediaman Hendra ayah Seyla.Awalnya Petra menghubungi Miranda tetapi Miranda memutuskan untuk tidak ikut ke sana karena tidak ingin menambah buruk suasana.Sikap keras kepala Miranda akan menjadi pemicu pertengkaran Miranda dan ayahnya kembali tersulut.Belum selesai sisa kemarahan kemarin akan timbul kemarahan lain yang membuat hubungan ayah dan anak itu semakin jauh.Petra pun menyadari keadaan Miranda saat itu jadi ia tidak memaksakan keinginannya agar kakaknya ikut bersamanya.Dengan mengendarai mobilnya Petra dan kedua orang tuanya mendatangi rumah Seyla.Keluarga Seyla menyambut kedatangan mereka dengan suka cita.
"Selamat siang Pak Revan,selamat datang di rumah kami.Silahkan masuk!"ucap Hendra mempersilahkan mereka masuk.
Petra dan kedua orang tuanya kemudian masuk dan duduk di atas sofa.Di sana telah ada Seyla yang kemudian menghambur memeluk Petra namun Petra menepisnya.
"Banyak orang,apa yang kamu lakukan?"bisik Petra.
"Aku kangen banget sama kamu!"ucap Seyla.
"Tapi tak harus begini juga khan,mending kamu duduk sana tak sopan banyak orang berbuat seperti ini!"titah Petra.
__ADS_1
Nadia yang melihat kelakuan Seyla menjadi risih karena tingkahnya.Bagaimana pun ia sebagai seorang wanita merasa malu dengan sikap Seyla yang seperti itu pada Petra.Namun ia hanya bisa diam tanpa kata duduk di sisi Revan suaminya.Petra pun duduk di sebelah Nadia setelah berhasil lepas dari Seyla.
"Bagaimana Pak Revan dengan rencana awal kita?"tanya Hendra.
"Maksud kedatangan kami ke sini juga untuk membicarakan hal itu!"sahut Revan.
"Tunggu Pa,Petra mau memberitahu Papa tentang ini!"ucap Petra sambil mengeluarkan ponselnya dari kantong jasnya.
"Apa itu!"sahut Revan.
"Coba saja Papa lihat dan dengarkan sendiri!"Seru Petra.
Petra memutar rekaman video Seyla dan Rey yang berada di restoran.Seyla merasa terkejut dengan bukti yang di dapatkan Petra.Setelah selesai menonton video tersebut,Petra memutar rekaman suara dari Rey dan Seyla.
"Tidak,itu tidak benar!"elak Seyla.
"Apalagi yang akan kamu katakan!"tantang Petra.
"Kamu sengaja menjebakku khan?"tuduh Seyla.
"Sudah akui saja,dan lagi pula aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan tak ada waktu untuk menguntitmu.Kau bisa tanyakan pada asistenku!"tegas Petra.
"Tolong biarkan kami jelaskan dulu Pak Revan!"pinta Hendra.
"Jadi Anda juga berkomplot untuk menghancurkan putra saya?"tanya Revan kecewa.
"Bukan begitu maksud saya Pak hanya...!"ucap Hendra terputus oleh kata-kata Revan.
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang sekarang!"ajaknya pada Petra dan Nadia sambil beranjak pergi meninggalkan rumah Hendra.
Dengan langkah besar dan terburu-buru karena amarah yang kian membara,Revan memasuki mobilnya di susul dengan Petra dan Nadia.Dalam perjalanan pulang Revan hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Kecewa dan marah pasti mendera batinnya di saat ia telah mempercayai Hendra dan Seyla namun mereka berniat untuk mengkhianatinya.