
Seharian ikut bekerja di kantor Brian menjadi pilihan yang salah untuk Miranda saat wanita yang bernama Clara itu datang ke sana.Bukan membuatnya merasa senang justru rasa kesal yang bersemayam dihatinya seharian penuh ini.Entah itu karena bawaan bayi atau memang ia tengah benar-benar cemburu ketika sang suami didekati oleh wanita lain.Baginya hal itu sama saja artinya dan yang ia tahu dia kesal karenanya.
Beberapa kali Brian mencoba menatap ke arah Miranda yang masih cemberut setelah kedatangan Clara tadi.Miranda masih membisu dan mencoba mengalihkan kekesalannya dengan menatap layar ponselnya yang ia geser ke atas dan ke bawah tanpa tahu apa yang dicarinya.Brian tahu pasti jika Miranda dalam mode kesal seperti ini,ia tidak akan suka banyak bicara,maka ia putuskan untuk sementara membiarkannya sendiri.Brian kembali melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan bisa membawa Miranda berjalan-jalan untuk menghilangkan kekesalannya.
Sore telah tiba dan pekerjaan Brian telah terselesaikan dengan cepat.Sekarang waktunya Brian mengajak Miranda berkeliling mall sebagai ganti telah merusak suasana hatinya seharian ini meski Brian juga tidak pernah berniat demikian tapi karena dia lah alasan Miranda kesal.
"Sayang,kita jalan-jalan dulu yuk!"ajak Brian.
"Mau kemana lagi sih?"kesalnya.
"Sudah kamu ikut saja,pasti kamu suka."bujuk Brian.
"Hmm..."gumam Miranda cuek.
Sebenarnya dia sudah tidak bersemangat lagi untuk beraktifitas hari ini,tetapi ia juga berharap moodnya akan membaik setelah berjalan-jalan nanti.Mereka segera pergi menuju mall terdekat dari kantor Brian dan tidak lupa Brian membawa pengawalnya untuk menjaga Miranda.Sesampainya di mall mereka langsung berkeliling didalamnya dan tanpa sengaja mereka bertemu Petra dan Putri di sana.
"Hai Kak!"sapa Putri.
"Hai adik-adikku."sahut Miranda dengan semangat dan tiba-tiba moodnya berubah membaik saat bertemu adik-adiknya itu.
"Wah senangnya bisa bertemu kalian."seru Miranda bahagia.
"Pasti kangen khan sama adik tampanmu ini?"tanya Petra percaya diri.
"Sok tahu kamu!tapi memang sih aku rindu omelin kamu."ujar Miranda.
"Baru juga bertemu sudah mau diomelin saja."gerutu Petra.
Melihat Petra yang kesal dengan kata-katanya,Miranda tertawa puas karenanya.Melihat Miranda yang kembali ceria membuat Brian senang.Paling tidak ia mulai melupakan kejadian tadi yang sempat membuatnya kesal.
"Apa kabar Kak Brian?"tanya Petra.
"Barusan baik,tadi sempat memburuk."jelas Brian dengan menghela napas panjang.
"Memang ada masalah apa Kak?"sela Putri khawatir.
"Tak apa-apa hanya masalah kecil yang sudah terobati karena adanya kalian."seru Brian sedikit ragu.
"Siapa bilang selesai.Belum selesai."tegas Miranda ketus.
"Ini ada apa sih sebenarnya?"tanya Petra bingung.
"Sudah tak usah dibicarakan lagi nanti moodku jadi buruk lagi."pinta Miranda.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu.Mending kita makan saja yuk Kak!"ajak Putri.
"Ayo,kebetulan nih aku lagi lapar sekali."sahut Miranda.
Kemudian Miranda dan Putri jalan beriringan meninggalkan suami-suami mereka di belakang.Saat dalam perjalanan mencari tempat makan yang mereka inginkan,Petra mencoba bertanya lagi kepada Brian mengenai masalah yang ditanyakannya tadi.
"Memang ada masalah apa sih Kak?"tanya Petra penasaran.
"Itu,Clara teman SMA ku dulu datang ke kantor dan ia belum tahu jika aku sudah menikah dan kebetulannya lagi Miranda ikut aku ke kantor hari ini."terang Brian.
"Lalu apa yang terjadi?"tanya Petra lagi.
"Dia bilang rindu karena lama tidak bertemu dan mencoba memelukku tapi aku tepis dan jadilah masalah besar."keluhnya.
"Hah,ada-ada saja wanita.Cemburunya berlebihan."sahutnya.
"Tapi aku juga tidak bisa menyalahkan Miranda sih,mungkin karena hormon kehamilannya dia jadi sedikit emosional seperti itu."jelas Brian.
"Apa?Kak Miranda hamil!"tegas Petra sampai terdengar di telinga Putri.
"Kak Miranda benar hamil?"tanya Putri terkejut.
"Iya."sahut Miranda sambil tertawa geli karena ketahuan.
"Mama dan Papa sudah tahu Kak?"tanya Petra pada Brian.
"Sudah.Kemarin setelah periksa kandungan,kami ke rumah Papa dan menginap di sana karena aku harus pulang malam jadi aku titip Miranda di sana."ungkap Brian.
"Wah beruntungnya kalian.Sayang kapan kita menyusul mereka?"tanya Petra asal.
"Kamu pikir seperti tour begitu tiba-tiba bisa menyusul?"seru Putri jengah.
"Namanya menikah pasti juga cepat atau lambat punya anak bukan."seru Miranda.
"Iya juga sih Kak,tapi tak seenaknya sendiri begitu minta sekali jadi.Memangnya foto kilat."cebik Putri.
Mendengar perkataan Putri membuat semua orang tertawa dibuatnya.Dan saat sudah menemukan tempat yang sesuai selera mereka,mereka segera masuk dan memesan beberapa makanan di sana.
"Traktir ya Kak sebagai perayaan kehamilan Kakak!"pinta Petra.
"Ih,kamu itu sudah jadi bos masih saja minta traktir."gerutu Miranda.
"Bagaimana kalau aku yang traktir?"seru Putri.
__ADS_1
"Janganlah Sayang,biar Kak Miranda yang traktir,nanti saja kalau kamu hamil kamu yang traktir."cegah Petra.
"Ish,apa-apaan sih.Kamu jadi mirip Mama dan Papa tahu!sukanya paksa aku biar cepat hamil melulu."kesal Putri.
"Kok jadi berantem sih?sudah biar aku saja yang traktir."sahut Brian.
"Sebaiknya begitu,buat ganti rugi telah membuatku kesal tadi."seru Miranda.
"Iya maaf Sayang."ucap Brian.
Mereka kembali melanjutkan makannya dan kemudian mereka pulang ke rumah Brian.Miranda sengaja mengajak Putri dan Petra untuk menginap dirumahnya agar ia tak merasa kesepian.Sesampainya di rumah Miranda mengajak adik-adiknya masuk ke dalam rumahnya dan bersantai di sana.
"Kakak cuma berdua saja di sini?"tanya Putri pada Miranda.
"Iya."sahut Miranda singkat.
"Pantas sepi Kak."tandasnya.
"Iya,asisten rumah tangga kerja dari pagi sampai sore saja sih."jelas Miranda.
"Tapi setelah ini akan rame kok Put,khan ada bayi sebentar lagi."seru Brian sambil mengusap perut Miranda.
"Sayang aku juga ingin seperti itu!"rajuk Petra sambil menunjuk Brian yang tengah mengusap perut Miranda.
"Makanya bikin yang rajin biar cepat berhasil."sahut Miranda asal.
"Sudah sih Kak,tiap hari malah."cetus Petra.
"Apa-apaan sih kamu,malu-maluin tahu."ujar Putri sambil menutup mulut Petra.
"Sudah tenang saja Put,di sini tidak ada yang di bawah umur khan."tegas Miranda disertai gelak tawanya.
"Tapi malu khan Kak mengumbar masalah tabu seperti itu."jelas Putri malu-malu.
"Wajar kok bagi sepasang suami istri membicarakan masalah seperti itu,anggap saja kita sedang sharing saja."jelas Miranda.
"Tuh khan sah-sah saja kok Sayang."ungkap Petra.
"Sudahlah terserah kamu saja."kesal Putri.
Mereka kembali berbincang-bincang di sana hingga larut malam.Karena besok Putri,Petra,dan Brian sedang libur bekerja,mereka berencana untuk berlibur bersama.Mereka ingin menghabiskan waktu bersama menikmati liburan di tengah kesibukan masing-masing.Mereka memilih tempat yang tidak begitu jauh dari rumah mengingat Miranda sedang dalam masa kehamilan sehingga tidak dianjurkan untuk bepergian dengan jarak yang jauh.Setidaknya dengan begini mereka bisa rehat sejenak dari pekerjaan yang membebani pikiran dan setelah kembali dari liburan mereka berharap pikiran mereka akan segar dan dapat menghadapi sibuknya aktifitas mereka dengan hati senang.
Malam tiba dan mereka memutuskan untuk segera tidur.Petra dan Putri diarahkan untuk tidur di kamar yang berada di sebelah kamar mereka.Kamarnya sama luas dengan kamar milik Miranda dan Brian.Mereka memang sengaja membuat beberapa kamar untuk persiapan jika ada sanak keluarga yang menginap di sana seperti saat ini.
__ADS_1