
Sepulangnya dari rumah sakit,Miranda langsung di bawa Brian menuju kamarnya untuk beristirahat.Setelah mengantar Miranda ke kamar,Brian kembali menemui Petra yang sedang berada di ruang tamu rumahnya.Mereka kembali berbincang-bincang di sana mengenai kantor Petra.
"Sebaiknya Kak Miranda tidak kembali bekerja di sana Kak!"saran Petra kepada Brian.
"Aku tidak bisa memutuskannya Petra,lagipula jika kamu tidak kembali kesana lalu siapa yang akan menggantikanmu selain Miranda?"tanya Brian.
"Aku akan memerintahkan asistenku untuk mengurusnya.Aku juga ingin memancing pemilik saham untuk kembali mengadakan rapat di kantor Mandala Grup tanpa ada Direktur maupun Wakil Direktur yang menghadiri rapat dan aku akan datang di saat mereka berkomplot untuk mencabut saham mereka."Ujar Petra.
"Terserah kau saja,aku percaya kau bisa melakukan yang terbaik."sahut Brian.
"Baiklah,kalau begitu aku permisi pulang dulu Kak.Salam untuk Kak Miranda!"pamit Petra.
"Baiklah,hati-hati di jalan kamu."pesan Brian.
"Oke kak."sahut Petra.
Setelah berpamitan Petra pulang dengan di ikuti oleh mobil pengawal tepat dibelakangnya sedari tadi.
Sesampainya di rumah,ia langsung menceritakan kejadian yang di alami oleh kakaknya kepada Putri.Putri pun merasa iba dengan kejadian yang menimpa kakak iparnya itu.Terlebih Miranda saat ini sedang hamil muda.Tapi ia tidak bisa membantu Miranda karena ia sendiri masih terikat dengan pekerjaannya diperusahaannya sendiri.
__ADS_1
"Aku harap Kak Miranda baik-baik saja!"harap Putri.
"Sepertinya dia mulai membaik kok."terang Petra.
"Semoga hal ini cepat terselesaikan ya!"seru Putri.
"Pasti akan segera ku selesaikan secepatnya."yakin Petra.
Setelah perbincangan itu,Petra masih harus beristirahat untuk memulihkan dirinya serta menyiapkan diri untuk kembali ke kantor saat rapat pemegang saham dilaksanakan.
Keesokan harinya Petra maupun Miranda sengaja tidak hadir dikantornya karena rencana yang sedang Petra susun.Miranda sendiri masih sedikit lelah usai kejadian perdebatannya dengan Ardi waktu itu.Ia masih malas untuk bekerja lagi saat moodnya sedang tidak baik seperti ini.Sedangkan Petra memang sengaja membuat kursi kepemimpinan kosong untuk sementara waktu.Dengan demikian,Petra bisa menjalankan rencana sesuai keinginannya.Sementara asisten Petra yang mengurus kantor dengan pemantauan Petra melalui laptopnya.Menurut rencana,Petra secara sembunyi-sembunyi datang ke kantornya saat rapat dilangsungkan.Ia berharap rencananya ini bisa berjalan lancar.
"Hey,dimana atasanmu?"tanya Ardi kepada asisten Petra.
"Maaf,Ibu Miranda tidak bisa hadir karena sedang sakit dan sempat dilarikan ke rumah sakit sebelumnya."terang asisten Petra.
"Kami tidak mau mendengar alasan yang tidak mendasar seperti itu.Kami sudah bilang sebelumnya bahwa kami akan menarik seluruh saham kami hari ini juga."desak Ardi.
"Benar,kami mau menarik saham kami karena kesepakatan minggu lalu jika Pak Petra tidak kembali memimpin maka kami akan memindahkan saham kami ke perusahaan lain.Sekarang malah sama sekali tidak ada pemimpin atau wakilnya yang hadir."jelas salah seorang pemilik saham.
__ADS_1
"Silahkan jika kalian ingin mengambil saham kalian tetapi saya pastikan kalian tidak bisa kembali lagi ke perusahaan ini."ancam Petra sambil masuk menuju ruang rapat tersebut.
"Pak Petra!"seru semua peserta rapat yang merasa terkejut dengan kehadirannya.
"Kau,kau sudah sembuh?"tanya Ardi sedikit gugup.
"Kau terkejut?apa kau lebih menginginkanku untuk tak bernyawa lagi?"sindir Petra.
"A,apa maksudmu?"tanya Ardi.
"Kita lihat saja nanti,jika kau terlibat dalam rencana pembunuhan terhadapku,maka aku pastikan kau tidak akan bisa lolos."gertak Petra.
"Untuk para pemegang saham,saya tahu Anda sekalian terkejut dengan kehadiran saya di sini,tapi saya mengerti jika kalian telah di provokasi oleh seseorang yang ingin menjatuhkan perusahaan saya ini jadi saya memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengan orang yang membenci saya.Silahkan kepada orang yang membenci saya untuk menarik sahamnya dari Mandala Grup!"tantang Petra.
Dengan sombongnya Ardi mencabut sahamnya dari Mandala Grup dan mengira jika para pemegang saham yang lain mau mengikuti jejaknya.Tetapi dugaannya meleset karena para pemegang saham yang lain tidak mengikutinya karena mereka takut untuk membayar ganti rugi yang besar kepada Mandala Grup.Seperti perjanjian sebelumnya bahwa pemegang saham yang menarik sahamnya tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai dengan ketentuan aturan kerja sama,maka akan mengganti dua kali lipat atas kerugian yang ditimbulkannya.Ardi sepertinya sudah melupakan perjanjian itu dan mau tidak mau dia sudah terlanjur menarik sahamnya sehingga ia harus membayar kerugian kepada perusahaan Petra.Ardi merasa kacau dengan keputusan yang dibuatnya dengan menuruti emosinya semata.Dapat dipastikan jika dia akan mengalami kesulitan keuangan setelahnya karena Petra tidak mau memberikan waktu untuk proses pembayarannya.
Setelah hari itu,Petra kembali memimpin di perusahaannya.Miranda sudah tidak bisa lagi mewakili Petra karena ia khawatir dengan kehamilannya.Petra pun di jaga dengan beberapa pengawal dalam menjalani pekerjaannya.Keluarga Petra termasuk istrinya tidak mau kejadian yang lalu kembali menimpanya sehingga dia harus membawa pengawalnya dimanapun ia berada.Seperti hari itu,Petra harus kembali datang ke acara peresmian pembukaan proyek yang dikerjakannya waktu itu.Ia harus pergi dengan beberapa pengawal di sana.Dan saat berada di tempat tersebut Petra kembali akan celaka jika bukan karena pengawalnya telah mengetahui gerak-gerik mencurigakan dari seseorang yang berniat mencelakainya.Akibat kejadian itu para tamu undangan bubar seketika.Mereka takut menjadi sasaran dari kejahatan yang menimpa Petra.Untung acara peresmian telah usai sehingga pemilik acara tidak perlu mengulang acara peresmian tersebut.
Setelah acara dibubarkan pengawal Petra menangkap pelaku penyerangan terhadap Petra tersebut.Pelaku tersebut langsung Petra serahkan ke kantor polisi untuk ditindaklanjuti.Dari keterangan pelaku,ia di suruh seseorang untuk mencelakai Petra dan polisi akan menangkap dalang di balik penyerangan Petra tersebut.Pada akhirnya otak dari penyerangan tersebut ditangkap oleh pihak berwajib.Ardi adalah otak dari penyerangan kepada Petra selama ini.Mengetahui hal ini Miranda benar-benar kesal dibuatnya.Ia tak habis pikir Ardi melakukan banyak kejahatan dan setelah ditangkap sebelumnya,sepertinya ia tidak merasa jera sehingga berani menambah catatan kriminalnya lebih banyak lagi.Ia pun harus mendekam di balik jeruji besi untuk kedua kalinya dengan kasus yang sama.Sepertinya mencelakai seseorang menjadi sebuah kebiasaannya.Terlebih jika ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.Dia akan tersulut emosi dan melakukan hal yang melanggar hukum.
__ADS_1